Muslimah Suka Memanjangkan Kuku? Hati-hati, Begini Dampak Menakutkannya…

Di zaman sekarang ini, kita sering melihat banyak wanita yang suka memanjangkan kuku. Mereka suka menyerupakan dirinya dengan hewan-hewan buas, dengan memanjangkan kuku kemudian mereka mengecatnya dengan cat-cat kuku berwarna norak.

Sebagian dari mereka beralasan, karena kuku yang panjang bisa menambah kecantikan. Lantas Bagaimana Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Wanita Menurut Islam?

Perlu diketahui, bahwa Islam adalah agama yang sangat mencintai kebersihan. Kebersihan pada kuku pun diperhatikan oleh Islam.

Hal ini tampak dari beberapa hadits nabawi, salah satunya riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, vahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ

“Ada lima macam fitrah , yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak.” (HR. Bukhari no. 5891 dan Muslim no. 258)

Jika kuku yang kita miliki tidak bersih, maka makan pun jadi tidak bersih dikarenakan kotoran yang menempel di bawah kuku. Karenanya memanjangkan kuku itu menentang fitrah dan menyelisihi ajaran syariat.

Riwayat lain dari Al Baihaqi dan Ath Thabrani bahwa Abu Ayyub Al-Azdi berkata,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَسَأَلَهُ عَنْ خَبَرِ السَّمَاءِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- :« يَسْأَلُ أَحَدُكُمْ عَنْ خَبَرِ السَّمَاءِ ، وَهُوَ يَدَعُ أَظْفَارَهُ كَأَظْفَارِ الطَّيْرِ يَجْمَعُ فِيهَا الْجَنَابَةُ وَالتَّفَثُ ». لَفْظُ الأَسْفَاطِىِّ هَكَذَا رَوَاهُ جَمَاعَةٌ عَنْ قُرَيْشٍ.

“Ada seseorang yang mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia bertanya pada beliau mengenai berita langit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan,

“Ada salah seorang di antara kalian bertanya mengenai berita langit sedangkan kuku-kukunya panjang seperti cakar burung di mana ia mengumpulkan janabah dan kotoran.”

Hukum Memanjangkan Kuku Bagi Wanita maupun Pria adalah makruh menurut kebanyakan ulama. Namun jika memanjangkannya atau membiarkan kuku tersebut panjang selama lebih dari 40 hari, maka hal ini diharamkan.

Pendapat yang mengatakan haram ini dipilih oleh Imam Syaukani dalam Nailul Author. Dalil pembatasan 40 hari untuk batas waktu memotong kuku adalah perkataan Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dibawah ini.
وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً

“Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketika, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim no. 258).

Yang dimaksud hadits diatas adalah jangan sampai kuku dan rambut-rambut atau bulu-bulu yang disebut dalam hadits dibiarkan panjang lebih dari 40 hari. (Syarh Shahih Muslim, 3: 133).

Jika ada wanita muslimah yang terlihat kuku panjangnya selalu tampak bersih, itu karena ia rajin membersihkannya.

Dan hal ini tentu saja membutuhkan waktu ekstra dan mengeluarkan biaya lebih untuk perawatan manicure, pedicure dan sebagainya.

Hal seperti ini merupakan salah satu sikap mubadzir yang sangat dilarang oleh Islam. Karena bisa menyita banyak waktu dan menyedot uang untuk hal-hal yang tidak berguna.

Imam Nawawi rahimahullah berkata,
وأما التوقيت في تقليم الاظفار فهو معتبر بطولها: فمتى طالت قلمها ويختلف ذلك باختلاف الاشخاص والاحوال: وكذا الضابط في قص الشارب ونتف الابط وحلق العانة

“Adapun batasan waktu memotong kuku, maka dilihat dari panjangnya kuku tersebut. Ketika telah panjang, maka dipotong. Ini berbeda satu orang dan lainnya, juga dilihat dari kondisi. Hal ini jugalah yang jadi standar dalam menipiskan kumis, mencabut bulu ketiak dan mencabut bulu kemaluan.” (Al Majmu’, 1: 158).

Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah berkata bahwa memotong kuku, mencukur bulu kemaluan dan mencabut bulu ketiak disunnahkan di hari Jumat.

Kuku yang tidak bersih bisa membawa dampak masalah. Apa masalahnya? Imam Nawawi menjelaskan,

“Seandainya di bawah kuku ada kotoran namun masih membuat air mengenai anggota wudhu karena kotorannya hanyalah secuil, wudhunya tetaplah sah.

Namun jika kotoran tersebut menghalangi kulit terkena air, maka wudhunya jadilah tidak sah dan tidak bisa menghilangkan hadats.”

Selain itu, Kuku yang panjang juga bisa menjadi sarang setan dan tempat persembunyian mereka. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

“Wahai Abu Hurairah, potonglah (perpendeklah) kuku-kukumu. Sesungguhnya setan mengikat (dengan sihir, rayuan, dan godaan melalui) kuku-kuku yang panjang. ” (HR. Ahmad)

Dari hadits di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa secara tidak langsung Rasulullah menganjurkan pada umatnya baik laki-laki maupun perempuan untuk memotong kuku-kuku nya dan juga melarang untuk memanjangkannya (karena itu mudah untuk digoda setan).

Sumber: curhatmuslimah.com

Berapa Kali Sebaiknya Seorang Istri Mengunjungi Orang Tuanya? Ini Jawabannya

Seorang wanita yang sudah bersuami tetap terkena perintah silaturahim. Yakni menyambung tali persaudaraan kepada orang-orang yang memiliki hubungan darah atau hubungan nasab dengannya.

Manusia yang paling berhak untuk ia sambung hubungan baiknya itu adalah orang tuanya. Terlebih, ada perintah khusus berbuat baik kepada orang tua yang tertuju kepada anak laki-laki atau perempuan; baik ia masih sendiri atau sudah berkeluarga.

Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman,
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah selain kepada-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)
واعبدوا الله وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وبالوالدين إِحْسَاناً

“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Nisa’: 36)

Birrul Walidain (berbuat baik kepada orang tua) mencakup semua bentuk kebaikan yang membuat gembira dan bahagia keduanya.

Bisa dengan harta, berkata baik, patuh kepada perintahnya yang mubah, dan semisalnya. Termasuk di dalamnya adalah mengunjungi keduanya saat sang anak wanita ini sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari keduanya.

Tidak diragukan lagi, orang tua sangat senang dikunjungi anak-anak yang sudah berpisah rumah dari dirinya. Tidak terkecuali anaknya yang wanita jika sudah bersuami.

Bagi seorang suami hendaknya membantu istrinya dalam kebaikan ini. Suami tidak boleh sengaja memutuskan hubungan istrinya dari orang tua dan suadara-saudaranya. Ia tidak boleh melarang sang istri menyambung silaturahim.

Suami juga harus menjaga kemuliaan (nama baik) istrinya di hadapan orang tua nya dan saudara-saudaranya dengan menjaga nama baiknya sebagai anak yang berbakti ke orang tuanya dan tidak melupakan kebaikan keduanya.

Pertanyaannya yang terkadang timbul, berapa kali seorang anak yang sudah berkeluarga mengunjungi orang tuanya?

Syariat tidak menetapkan batasan khusus mengunjungi orang tua. Sepekan sekali, sebulan sekali, tiga bulan sekali, atau lebih dari itu.

Anjuran ini kembali kepada situasi dan kondisi sang anak karena kesibukannya dan kesibukan suaminnya, kondisi ekonomi keluarganya, jauh dekatnya jarak, jadwal sekolah anak-naknya, dan kondisi lainnya.

Ada sebagian anak wanita yang tinggal jauh dari rumah orang tuanya; beda kabupaten, propinsi, pulau, bahkan ada yang beda negara. Tentu semua ini berpengaruh pada kunjungan ini.

Syariat tidak membatasi masa untuk berkunjung dan silaturahim. Hukumnya dikembalikan kepada ‘urf (kebiasaan yang berlaku di masyarakat).

Jika yang masih satu wilayah, pantesnya satu bulan sekali, misalnya, maka ia mengunjungi ayah ibunya sebulan sekali.

Jika saat lebaran anak mengunjungi orang tuanya, lumrahnya, maka hendaknya anak wanita dan suaminya mengatur jadwal mengunjungi orang tuanya.

Suami istri harus saling memahami kebutuhan ziarah (kunjungan ini) sehingga kewajiban birrul walidain dari masing-masing pasangan tidak mengganggu keharmonisan hubungan mereka.

Intinya, dalam masalah mengunjungi orang tua istri ini, sang suami harus menyadari akan kewajiban istrinya untuk berbakti dan berbuat baik ke orang tuanya.

Istrinya punya kewajiban silaturhim kepada keduanya dan saudara-saudaranya. Suami harus membantu istrinya dalam tugas ini. Ia tak boleh sengaja memutuskan hubungan istrinya dari orang tua dan saudara-saudaranya.

Sang istri juga harus memahami kondisi suami dan keuangannya sehingga tak memaksakan keinginan dan kerinduannya untuk mengunjungi orang tuanya.

Ia meminta suaminya untuk menghantarkannya ke rumah orang tuanya sesuai kemampuan dan waktu luangnya.

Wallahu a’lam.

Sumber: congkop.xyz

Begini Semaraknya Acara Buka Puasa Bersama di Istambul Turki…

Ramadhan 1439 Hijriah telah tiba, Muslim seluruh dunia menyambut dengan penuh suka cita, khususnya saat pelaksanaan buka puasa.

Berikut ini suasana semarak buka puasa bersama di Sultan Ahmet Square, Istanbul, pada hari pertama puasa Ramadhan.

Muslim Turki mulai melaksanakan puasa Ramadhan tahun ini pada hari Rabu 16 Mei 2018.

Foto: Aljazeera Turkey

Jika Wanita Meninggal Sebelum Menikah, Apakah di Surga Kelak Akan Punya Suami?

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Al-Allamah Muhammad Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah.

Pertanyaan:
Ketika wanita mukminah meninggal sementara belum menikah, apakah tempat kembalinya kelak di surga? Karena seorang mukminah yang meninggal dan telah bersuami maka

kelak akan bersama suaminya di surga. Namun jika ia pernah menikah dua kali, maka wanita tersebut diberi pilihan untuk memilih salah satu diantaranya. Bagaimana dengan wanita yang belum menikah?

Jawaban:
Jika wanita tersebut belum menikah maka kelak Allah akan menjadikan untuknya seorang suami dari kalangan penduduk surga.

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاء فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا عُرُبًا أَتْرَابًا
“Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya…”(QS. Al-Waqi’ah:35-37)

Terkadang ada yang bertanya kepadaku, “Bukankah salah satu doa untuk jenazah kita berdoa,

اللهم أبدلها زوجاً خيراً من زوجها
“Ya Allah gantikan untuknya seorang suami yang lebih baik dari suaminya.”

Maka doa ini mengandung kemusykilan:

1. Jika jenazah tersebut seorang wanita yang telah menikah bagaimana mungkin kita mendoakan,

اللهم أبدلها زوجاً خيراً من زوجها

“Ya Allah gantikan untuknya seorang suami yang lebih dari suaminya.”

2. Jika jenazah tersebut wanita yang belum menikah, lalu mana suaminya?

Jawaban tentang masalah ini

Tatkala kita medoakan,

اللهم أبدلها زوجاً خيراً من زوجها
Pada jenazah wanita yang belum menikah maka doa ini bermaksud semoga Allah gantikan lebih baik dari suami yang ditakdirkan untuknya seandainya ia masih tetap hidup.

Adapun jika doa tersebut ditujukan kepada jenazah wanita yang sudah menikah maka maksudnya semoga Allah gantikan lebih baik dari suaminya dalam hal sifat-sifat suaminya selama di dunia.

Karena mengganti itu terkadang:

Mengganti secara personal misalnya engkau menjual kambing ditukar dengan unta.
Terkadang mengganti dengan sifat-sifatnya. Seperti halnya engkau mengatakan, “Allah telah mengganti kekufuran dengan keimanan pada orang ini.”
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَات
“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit…”(QS. Ibrahim: 49)

Bumi (pengganti) adalah bumi itu sendiri akan tetapi bumi tersebut telah Allah panjangkan. Langit (pengganti) adalah langit itu sendiri akan tetapi telah terbelah.

Sumber: wanitasalihah.com

Hukum Menegur Orang Tua yang Lalai Ibadah, dan Cara Terbaik Menegurnya Sebagai Anak

Pertanyaan:
Assalamualaikum…
Maaf saya bertanya, apakah hukumnya bila seorang anak menegur atau memberi nasehat kepada orang tuanya karena lalai dalam beribadah (tidak sholat dan puasa).

Dan apakah cara yang terbaik dalam Islam untuk menegur mereka (orang tua) agar mereka bisa memahami maksud kita dengan ikhlas.

Jawaban:
Waalaikumussalam
Seburuk apapun orang tua wajib kita hormati. Namun penghormatn padanya tak menghalangi kita untk berbuat amar ma’ruf nahi munkar.

Artinya, jika kita melihat org tua melakukn tindakn terlarang, kita wajib mengingatkannya dg cara halus dan mengedepankan sopan santun.

Nabi Ibrahim AS sendiri pernah menegur ayahnya untuk kembali kepada jalan yg diridhai Allah SWT.

Namun demikian, ketika kita sudh mengingatkannya akn tetapi org tua kita tidk menerima, bahkn tersinggung, tidklah menjdi masalah bagi kita. Kewajibn kita hanyalah amar ma’ruf dan nahi munkar saja.

Supaya orang tua kita kembali ke jalan yang benar, selain melalui pendekatn yg komunikatif, mintalah kepd Allah SWT supaya org tua kita menjdi orang tua yg baik dan taat pada Allah SWT.

Allah berfirman di dalam al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً
“Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar: ‘Patutkah ayah menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan- tuhan?’…” (QS. al-An’aam : 74)

ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui org-org yang mendapat petunjuk” (QS. an-Nahl : 125)

Adapun kerangka dasar tentang metode dakwah (termasuk didalamnya cara yg baik menegur org tua yg tidak shalat atau tdk puasa misalnya) yang terdapat pada ayat tersebut di atas adalah:

1. Bi Al-Hikmah
Kata hikmah seringkali diterjemahkan dalam pengertian bijaksana, yaitu suatu pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah mampu melaksanakan apa yang didakwahkan atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, konflik mauoun rasa tertekan.

Dalam bahasa komunikasi disebut sebagai frame of reference, field of referene, field of experience, yaitu situasi total yang mempengaruhi sikap pihak komunikan (objek dakwah).

Menurut Syech Imam Nawawi Al Bantani, dalam tafsir Al Munir bahwa Al Hikmah adalah Al Hujjah Al Qoth’iyyah Al Mufidah lil Al-‘Aqoid Al Yaqiniyyah ( Hikmah adalah dalil-dalil yang qath’i dan berfaedah bagi kaidah-kaidah keyakinan).

Dakwah bil hikmah adalah sebuah metode komunikasi dakwah yang bersifat persuasif, yang bertumpu kepada human oriented.

Maka konsekuensi logisnya adalah pengakuan kepada hak-hak yang bersifat demokratis agar fungsi dakwah yang bersifat informatif dapat diterima dengan baik. Sebagaimana ketentuan Allah dalam Al-Quran:

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ () لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” (QS. Al-Ghasiyah [88]: 21-22)

Dengan demikian dapat diketahui bahwa hikmah mengajak manusia menuju jalan Allah tidak terbatas pada perkataan lembut, kesabaran,ramah tamah dan lapang dada, tetapi juga tidak melakukan sesuatu melebihi ukurannya. Dengan kata lain harus menempatkan sesuatu pada tempatnya.

2. Mauizhah Hasanah
Adalah memberikan nasihat yang baik kepada orang lain dengan cara yang baik, yaitu petunjuk-petunjuk ke arah kebaikan dengan bahasa yang baik, dapat diterima, berkenan di hati dan lurus pikiran.

Sehingga pihak yang menjadi objek dakwah dengan rela hati dan atas kesadarannya sendiri dapat mengikuti ajaran yang disampaikan. Jadi dakwah bukan propaganda.

Sedangkan menurut Ali Musthafa Ya’kub dalam Sejarah dan Metode Dakwah Nabi dikatakan bahwa mauizhah Hasanah adalah ucapan yang berisi nasihat yang baik dan bermanfaat bagi orang yang mendengarkannya.

Atau argumen-argumen yang memuaskan sehingga pihak audiensi dapat membenarkan apa yang disampaikan oleh subjek dakwah.

Seorang dai harus mampu mengukur tingkat intelektualitas objek dakwahnya, sehingga apa yang disampaikan mampu diterima dan dicerna dengan baik serta ajaran-ajaran islam yang merupakan materi dakwah dapat teraplikasi didalam keseharian masyarakat.

Hal ini sesuai dengan pesan Rosulullah dalam sebuah hadits: “Berbicaralah kamu dengan manusia sesuai dengan kadar kemampuannya”

3. Mujadalah
Mujadalah adalah berdiskusi dengan cara yang baik dari cara-cara berdiskusi yang sudah ada.

Mujadalah merupakan cara terkahir yang digunakan untuk berdakwah dengan orang-orang yang memiliki daya intelektualitas dan cara berpikir yang maju.

Seperti digunakan untuk berdakwah dengan ahli kitab. Oleh karena itu al-Quran juga memberi perhatian khusus tentang berdakwah dengan ahli kitab karena mereka memang telah dibekali pemahaman keagamaan dari utusan terdahulu.

Al-Qur’an juga melarang berdebat dengan mereka kecuali dengan jalan yang baik.

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) melainkan dengan cara yang baik. Kecuali dengan orang-orang yang zhalim diantara mereka” (QS. Al-Ankabut [29] :46)

Berbekal ayat tersebut , kaum muslim dilarang berdebat dengan ahli ktab kecuali dengan cara yang baik, sopan santun, lemah lembut dan menunjukkan ketinggian budi ummat islam kecuali jika mereka menampakkan keangkuhan dan kezhaliman.

Sumber: wakidyusuf

9 Kewajiban Suami Pada Saat Istri Mengandung

Selama masa mengandung, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat.

Karena dia memikirkan anak yang berada di dalam perutnya dan harus ekstra hati-hati dalam melakukan segala sesuatu agar tidak terjadi apa-apa.

Anda sebagai suami harus mengerti dan memahaminya, pekerjaan berat yang setiap harinya dikerjakan oleh istri kini harus dengan ikhlas dan lapang dada dilakukan oleh suami.

Tentu saja semua ini untuk menjaga kondisi kesehatan istri dan melindungi janin yang dikandung agar dapat nyaman dan rileks untuk menjalaninya.

Oleh karena itu, suami yang hebat adalah suami yang memahami kondisi dan mau berbagi beban istri. Berikut kewajiban suami pada saat istri mengandung.

1. Berikan Rasa Tenteram Pada Masa Kehamilan

Faktor utama yang harus dilakukan di masa istri Anda hamil adalah perasaan tenteram. Hindarkan istri Anda memikirkan suatu masalah yang rumit dan berat.

Jauhkan pula dari kegalauan karena perasaan yang demikian akan menjadikan lemahnya janin yang dikandung dan risiko yang fatal adalah keguguran.

Berikan rasa tenteram yang hangat dan tulus, agar istri Anda dapat tenang dan rileks menjalani masa kehamilannya.

2. Hindari Pekerjaan yang Berat

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pekerjaan yang berat saat masa kehamilan. Jangan sampai istri Anda melakukan pekerjaan yang berat jika istri anda seorang wirausaha atau bekerja di sebuah instansi perusahaan.

Sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah mengantar jemput dan jangan biarkan istri Anda naik angkot atau naik motor sendirian dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Pada saat di rumah jangan bebani pekerjaan yang berat dan membosankan, segera Anda mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya.

3. Berikan Asupan Makan yang Sehat

Makanan yang sehat adalah asupan gizi yang penting bagi janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, anjurkan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan laut yang banyak mengandung protein dan zat besi.

Hindari makanan yang berlemak karena akan berdampak buruk pada istri dan juga janin yang dikandungnya.

4. Menuruti Keinginan Istri/Mengidam

Banyak hal yang terkadang aneh pada masa istri Anda hamil seperti meminta sesuatu hal yang sulit didapatkan.

Namun demikian Anda harus berusaha untuk mewujudkannya karena itu adalah pembawaan dari janin yang dikandung.

Jangan sekali-kali meremehkan permintaan istri yang demikian karena akan berdampak buruk pada istri dan janin yang dikandung.

5. Anjurkan Istirahat yang Cukup

Pada masa istri mengandung istirahat yang cukup adalah faktor penting untuk kelangsungan janin yang dikandungnya.

Sebagai suami, Anda harus memberikan ruang yang cukup agar istri Anda dapat menikmati istirahat dengan nyaman dan tenang.

Aturlah pola tidur istri Anda dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari.

6. Ajak Jalan-jalan Santai

Pada masa kehamilan, ada beberapa saraf atau sendi yang tegang. Oleh karena itu, ajaklah sang istri jalan-jalan santai di pagi atau sore hari. Biasakan melakukan hal ini setiap hari.

7. Hindari Asap Rokok

Jika Anda adalah perokok aktif sebaiknya tidak merokok di dekat istri karena asap yang dikeluarkan oleh rokok banyak mengandung zat- zat berbahaya.

Ini akan berdampak buruk bagi istri dan juga janin yang dikandungnya. Lebih baik lagi jika Anda berhenti merokok.

8. Menyiapkan Sarapan

Menyiapkan sarapan adalah tugas istri, namun pada saat istri sudah mendekati masa kehamilan dia sulit menjalankan kewajibannya.

Peran Anda sekarang sebagai suami untuk menjalankannya. Bangun pagi untuk membuatkan sarapan bagi istri tercinta adalah hal yang sangat mulia saat istri mengandung.

9. Menghindari Percekcokan

Beberapa istri akan mudah emosional saat mengandung. Ini wajar dikarenakan hormon yang kadang-kadang tidak stabil membuat perasaannya sensitif, peka, dan mudah marah.

Anda sebagai suami harus menyadarinya dan jangan sampai ikut emosi menanggapi istri.

Sumber: keluarga.com

Belum Bayar Hutang Puasa Tahun Lalu, Begini Cara Membayarnya

Allah membolehkan, bagi orang yang tidak mampu menjalankan puasa, baik karena sakit yang ada harapan sembuh atau safar atau sebab lainnya, untuk tidak berpuasa, dan diganti dengan qadha di luar ramadhan. Allah berfirman,

فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ
“… barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain …” (QS. al-Baqarah: 184)

Kemudian, para ulama mewajibkan, bagi orang yang memiliki hutang puasa ramadhan, sementara dia masih mampu melaksanakan puasa, agar melunasinya sebelum datang ramadhan berikutnya. Berdasarkan keterangan A’isyah radhiyallahu ‘anha,

“Dulu saya pernah memiliki utang puasa ramadhan. Namun saya tidak mampu melunasinya kecuali di bulan sya’ban.” (HR. Bukhari 1950 & Muslim 1146).

Berikut Cara Membayar Hutang Puasa Ramadhan Tahun Lalu dikutip dariviaberita.com:

Waktu Membayar Hutang Puasa

Waktu pembayaran utang (qadha’) puasa Ramadhan terbentang luas selama 11 bulan, terhitung mulai Syawal hingga Sya’ban, sebelum masuk bulan Ramadan berikutnya. Jadi, kita boleh membayar utang puasa kapan saja dari 11 bulan tersebut.

Tapi keluasan waktu ini hanya berlaku bagi yang meninggalkan puasa karena ada udzur syar’i (alasan yang dibenarkan oleh syari’at), semisal haid, nifas, sakit, musafir, dan sebagainya.

Namun bagi mereka yang meninggalkan puasa tanpa ada alasan yang bisa diterima oleh syari’at (tanpa ada udzur syar’i), semisal karena malas, maka mereka wajib meng-qadha’nya sesegera mungkin (mubadarah) hingga tertunaikan semua utang puasanya.

Walaupun waktu qadha’ puasa sangat luas, namun kita tetap disunnahkan agar bersegera membayarnya agar segera pula kita terbebas dari utang-utang tersebut.

Tentunya qadha’ puasa tidak boleh dilakukan pada hari-hari terlarang, yakni pada dua hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha) dan pada tiga hari tasyrik (tanggal 11, 12, 13, Dzulhijjah).

Apakah Cara Membayar Hutang Puasa Harus Berurutan
Membayar Hutang puasa boleh dilaksanakan secara berkelanjutan atau berurut-turut, dan boleh pula dilaksanakan secara terpisah-pisah. Jadi, pembayaran utang puasa tidak wajib dibayar secara berurut-urut.

Hukum Menunda Waktu Pembayaran Hutang Puasa
Waktu pembayaran hutang puasa sangat luas, tetapi anehnya masih saja ada yang menyepelekannya/tidak mengindahkannya sehingga kesempatan yang panjang itu disia-siakan begitu saja.

Menanggapi hal ini, para ulama bersepakat bahwa orang semacam ini benar-benar keterlaluan dan dihukumi berdosa karena dia menggampangkan/meremehkan (tasahul) terhadap hukum Allah swt.

Kewajiban yang harus ditunaikannya adalah:

  1. Beristighfar dan bertaubat atas kelalaiannya menunda-nunda pembayaran utang puasa.
  2. Membayar qadha’ puasanya setelah Ramadhan.
  3. Membayar fidyah sebagai sanksi atas sikap tasahul-nya, yakni berupa penyerahan bahan makanan pokok sebanyak 1 mud (satuan tradisional
  4. Arab, kira-kira sama dengan 6 ons dalam satuan metrik) kepada fakir-miskin sesuai jumlah hari puasa yang ditinggalkannya.
  5. Ini menurut pendapat mayoritas ulama dari kalangan Syafi’iyah, Malikiyah, dan Hanabilah. Sementara menurut ulama-ulama Hanafiyah, membayar fidyah karena tasahul menunda qadha’ puasa tidaklah wajib.

Cara Membayar Fidiyah

Membayar fidyah memang ditetapkan berdasarkan jumlah hari yang ditinggalkan untuk berpuasa. Setiap satu hari seseorang meninggalkan puasa, maka dia wajib membayar fidyah kepada satu orang fakir miskin.

Sebagian ulama seperti Imam As-Syafi‘i dan Imam Malik menetapkan bahwa ukuran fidyah yang harus dibayarkan kepada setiap satu orang fakir miskin adalah satu mud gandum sesuai dengan ukuran mud Nabi SAW.

Yang dimaksud dengan mud adalah telapak tangan yang ditengadahkan ke atas untuk menampung makanan, kira-kira mirip orang berdoa.

Sebagian lagi seperti Abu Hanifah mengatakan dua mud gandum dengan ukuran mud Rasulullah SAW atau setara dengan setengah sha‘ kurma atau tepung.

Atau juga bisa disetarakan dengan memberi makan siang dan makan malam hingga kenyang kepada satu orang miskin.

Dalam kitab Al-Fiqhul Islami Wa Adillatuhu oleh Dr. Wahbah Az-Zuhaili jilid 1 halaman 143 disebutkan bahwa bila diukur dengan ukuran zaman sekarang ini, satu mud itu setara dengan 675 gram atau 0,688 liter.

Sedangkan 1 sha` setara dengan 4 mud . Bila ditimbang, 1 sha` itu beratnya kira-kira 2.176 gram. Bila diukur volumenya, 1 sha` setara dengan 2,75 liter.

Siapa yang Membayar Fidiyah

  1. Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi.
  2. Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa.
  3. Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu.
  4. Orang yang menunda kewajiban mengqadha‘ puasa Ramadhan tanpa uzur syar‘i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib mengqadha‘nya sekaligus membayar fidyah, menurut sebagian ulama.
  5. Jika Jumlah Hari Hutang Puasa Tidak Diiketahui, Bagaimana?
  6. Hal ini bisa saja terjadi pada wali yang ingin menggantikan puasa orang tuanya yang telah meninggal atau pada kita sendiri yang mungkin karena sudah terlalu lama tidak membayarnya jadi lupa berapa jumlah hari puasa yang telah ditinggalkan.

Nah untuk ini kita bisa melakukan persamaan pada saat melakukan shalat dan kita lupa, maka agama mengajarkan sebaiknya memilih angka yang lebih sedikit atau yang paling maksimum.

Misalnya saja kita lupa apakah punya hutang puasa ramadhan 5 hari atau 7 hari, maka solusinya adalah memilih yang 7 hari tersebu.

Karena dengan demikian kita lebih berhati-hati pada kewajiban puasa ramadhan yang telah ditinggalkan dan kalau pun ternyata sebenarnya hanya 5 hari maka otomatis ia akan bernilai sebagai puasa sunnah.

Sumber: benankmerah.co

Cewek Ini Dicari Warga Batam Karena Dianggap Lecehkan Agama Islam

Nama Ria Siregar mendadak viral di media sosial dan paling dicari umat muslim di Batam saat ini. Pasalnya, postingan Ria Siregar di Facebook dianggap telah melecehkan umat Islam.

Dalam postingannya itu Ria Siregar mengatakan, meski dia beribadah hanya hari Minggu dan itupun 2 jam, tapi tidak sama kelakuan dengan orang agama lain (kalian) yang beribadah tiap detik dan menit, ia pun menyebut nama salah satu binatang.

Dia juga mengatakan, bosan mendengar pengeras suara di masjid, dan juga menyebut percuma beribadah 5 waktu dan berpuasa selama sebulan tapi hasilnya nol.

Tidak jelas apa maksud dari postingannya itu, dan meski tanpa ada menyebut nama agama manapun, tapi netizen merasa apa yang disebut oleh Ria Siregar itu jelas ditujukan untuk umat muslim.

Pantauan benankmerah.co diakun Ria Siregar, tampaknya postingan itu telah dihapusnya, tapi screnshoot postingan Ria Siregar yang dianggap melecehkan umat Islam itu bersileweran di Facebook.

Berikut beberapa akun Facebook yang memposting srcrenshoot Ria Siregar dan ini telah dibagikan ribuan netizen di Facebook.

Jaga mulutmu Ria Siregar

“Jaga muncung sndri aja neng,, bntr lagi kena ciduk kau.. Jg bilang fb d hack,, ujung” nya nangis Ria Siregar, Sebarkan,” ujar Chae Has You

Ria Siregar dikasih dua pilihan

“Kita sbg bangsa sedang berduka.
Jangan memperkeruh suasana
#damai_itu_indah Saya kasih 2 pilihan @ria siregar, meminta maaf atau kami polisikan,” tulis Helmi Helmi Syukri

Sumber: benankmerah.co

Gempar! Wali Kota Risma Tiba-Tiba Sujud Minta Maaf di Hadapan Para Takmir Masjid se-Surabaya

Warga Kota Surabaya masih merasakan duka mendalam atas teror bom yang terjadi di sejumlah titik di daerahnya. Kejadian ini memukul sejumlah pihak termasuk sang Wali Kota.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini tiba-tiba bangkit dari podium Pertemuan Gedung Wanita Kalibokor, Surabaya, Rabu (16/5/2018) siang.

Sekonyong-konyong, Risma langsung sujud di hadapan para anggota takmir masjid se-Surabaya tersebut.

Awalnya, Risma mempercepat langkahnya dan behenti di salah satu anggota takmir masjid. Dia sesaat sujud di hadapan anggota takmir tersebut.

Ratusan anggota takmir masjid yang hadir dalam pertemuan itu terheran-heran atas sikap Wali Kota Risma.

“Ada apa, ada apa. Kok sampai sujud Bu Wali begitu,” reaksi para takmir yang hadir seperti dilansir surya.co.id, rabu(16/5/2018).

Ternyata kejadi berwal saat salah seorang takmir masjid Masjid Masyitoh Mulyorejo bernama Muhammad Tohir bertanya ke Risma.

“Kenapa undangan ini berbunyi pembinaan takmir. Salah kami sebagai takmir apa,” tanya Tohir.

Tohir mengusulkan agar undangan itu lebih baik berbunyi silaturahmi.Bukan pembinaan yang bermakna bahwa para takmir dianggap keliru.

Mendengar perkataan Tohir, Risma yang mengenakan kebaya coklat dan berjilbab senada berjalan menghampiri lokasi anggota takmir tersebut.

Dia langsung bersujud di hadapan takmir tersebut. Suasana menjadi terharu dan semua hadirin terdiam.

“Saya mohon maaf. Undangannya mendadak,” kata Risma.

Mendengar permintaan maaf ini, semua hadirin terdiam.

Risma kembali menyampaikan bahwa pihaknya perlu mengumpulkan para takmir untuk kebaikan bersama. Mengingat Surabaya dua hari diteror bom.

Sementara itu, melihat reaksi Risma yang sujud minta maaf di hadapannya, Tohir hanya bisa menatap kaget.

Risma sebenarnya tidak persis di kaki Tohir. Tapi di lorong deretan kursi para takmir.

“Bukan maksud saya menyalahkan. Tapi tadi memang saya mereaksi karena undangan berbunyi pembinaan takmir. Kan berarti ada yang salah sehingga kami perlu dibina,” ucap Tohir.

Dalam pertemuan dengan Wali Kota itu, ratusan takmir diminta kerja samanya dalam mewujudkan lingkungan yang aman dan tentram, terutama pascaserangan bom bunuh diri di 3 gereja dan Mapolrestabes Surabaya.

Sumber : islamedia

Gubernur Anies Resmi Umumkan Pemprov DKI Jakarta Lepas Saham di Pabrik Bir

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan pelepasan saham di PT Delta Djakarta selaku produsen minuman keras. Anies mengaku telah menandatangani keputusan pelepasan saham sebesar 26,25 persen yang dimiliki pemprov sejak tahun 1970.

“Pemprov memastikan akan melepas 26,25 persen saham di perusahaan PT Delta Djakarta, perusahaan pembuat bir. Jadi, 26,25 pasti dilepas, bukan akan. Ini komitmen kita,” katanya di Balai Kota, Rabu (16/5).

Kendati demikian, pelepasan saham pemprov tetap membutuhkan persetujuan dari DPRD DKI. Anies mengaku akan segera melayangkan surat ke dewan untuk lekas dibahas terkait pelepasan saham ini. Ia optimistis dewan akan menyetujuinya.

“Ini prosesnya perlu persetujuan DPRD. Kita akan kirim surat ke sana, insya Allah (DPRD) setuju,” ujarnya.

Anies mengatakan, 26,25 persen saham yang dimiliki pemprov memberi dividen rata-rata Rp 38 miliar per tahun selama ini. Jika saham tersebut dilepas dengan perhitungan yang dilakukan pemprov, Anies mengklaim jumlah yang didapat diperkirakan akan mencapai Rp 1 triliun.

“Kalau kita mau mendapatkan Rp 1 trilun dengan mempertahankan saham di Delta, mungkin kita butuh 30 tahun lebih baru dapat Rp 1 triliun. Karena itu, kita lepas,” ujarnya.

Dalam masa kampanye Pilkada DKI 2017, Anies-Sandi memang menjanjikan akan melepas saham di perusahaan produsen minuman beralkohol tersebut. Dalam janjinya, Anies menyebut akan menjual saham pemprov di perusahaan bir itu jika terpilih. Uang hasil penjualannya akan digunakan membangun fasilitas publik dan untuk kebutuhan dasar warga.

Sumber : islamedia