Perempuan Cantik Ini Ternyata Para Paspampres yang Tiap Hari Melindungi Jokowi

Ternyata tak hanya laki-laki yang masuk dalam satuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).

Ada beberapa sosok Srikandi atau perempuan yang diketahui telah menjadi pengawal Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

Para Srikandi tersebut tampil di depan umum ketika mengawal Jokowi dalam apel khusus tentara perempuan bersama polwan serta jajaran Aparatur Sipil Negara di kawasan Monumen Nasional (Monas), Rabu (25/4/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Pasmpampres perempuan tampil dengan setelan jas hitam dan perlengkapan pengawalan Presiden.

Mereka terlihat tangguh ditambah dengan aksesoris kacamata hitam yang membuat mereka tampil semakin tegas.

Jokowi pun memuji ketangguhan para petugas perempuan yang dimiliki oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polisi Republik Indonesia (Polri).

Pasalnya, para petugas perempuan handal dalam mengkondisikan situasi yang ricuh dengan kemampuan yang mereka miliki.

“Dalam berbagai kesempatan, saya melihat sendiri bahwa korps wanita TNI dan Polwan benar-benar terampil di lapangan, benar-benar bisa membuat situasi yang sulit dapat menjadi tenang dan terkendali,” ujar Jokowi dalam pidatonya.

“Itulah kelebihan perempuan, lembut tapi tegas, itulah yang dibutuhkan bangsa ini,” imbuhnya.

Ditemui, seusai acara, para Paspampres mengaku senang dan bangga dapat mengawal Presiden.

Kepada awak media, mereka mengatakan sehari-hari bertugas mengawal Ibu Negara, Iriana Joko Widodo.

“Kita sehari-hari mengawal Ibu Negara,” ujar Sertu Nancy ketika dijumpai Kompas TV.

Sertu Nancy juga mengisahkan betapa bangganya orangtua mereka ketika melihat anaknya mengawal presiden.

“Nelpon orang tua, nanti nonton TV ya ada kita nanti tampil untuk pengawalan presiden, respon orangtua bangga, ya sudah nanti stand by di depan saja TV dari pagi,” ujar Sertu Nancy.

“Setelah acara telepon terus kirim foto kita pas lagi tampil di TV itu,” imbuhnya.

Selain untuk menjaga keamanan presiden, pengawalan Paspampres perempuan ini juga untuk menyemarakkan Hari Kartini yang jatuh pada 21 April lalu.

Jika Anak Tahu Orangtuanya Selingkuh, Ini 7 Tindakan yang Mesti Anda Lakukan

Publik telah mengatahui persoalan cinta antara Jennifer Dunn dengan seorang pria yang telah memiliki istri dan juga anak, Faisal Haris.

Konflik ini tak langsung selesai meskipun Jedunn kini mendekam dipenjara, mereka justru makin terlihat kedekatannya.

Baru-baru ini beredar foto yang memperlihatkan kedekatan keluarga Faisal dan keluarga besarnya, beserta Ibunda Jedunn.

Reaksi pun muncul dari anak Faisal, Shafa Haris yang memposting instastory mengatakan dirinya merasa dikhianati oleh keluarga ayahnya.

Baca: Shafa Aliya Langsung Begini saat Lihat Foto Ayahnya Bareng Keluarga Jennifer Dunn

Anak memang akan mendapatkan dampak dari perselisihan orang tuanya.

Tapi sebenarnya, apa yang harus dilakukan oleh orang-orang di sekitar pada si anak saat mereka mengetahui orangtuanya selingkuh?

Langkah 1

Perkirakan kemarahan dari si anak menghadapi ketidaksetiaan orangtuanya.

Menurut psikolog Ana Nogales, anak mungkin mengekspresikan kemarahan dengan mudah, mulai bertindak berani mengabaikan risiko atau dia bisa saja malah menarik diri dan memilih diam.

Langkah 2

Bantu si anak memahani bahwa perselingkuhan terjadi di antara orang tua itu tidak melibatkan anak-anaknya, menurut firma hukum Rosen di North Carolina.

Anak-anak sering mempersonalisasi masalah pernikahan dan merasa mereka memiliki beberapa tanggung jawab untuk masalah antara ibu dan ayahnya.

Langkah 3

Ingatkan pada anak, meskipun orang tuanya berselingkuh dan membuat kesalahan serius, itu tidak menghapus cinta dan komitmen mereka pada anaknya.

Langkah 4

Mengantisipasi krisis kepercayaan si anak.

Menurut Nogeles, anak mungkin tidak akan bisa sepenuhnya mempercayai orang tuanya yang selingkuh, ini bisa menular tidak percaya pada orang lain terutama saat menjalin kedekatan dengan seseorang.

Langkah 5

Memahami kebencian terhadap orang tua yang dikhianati.

Sangat penting bagi orang tua yang dikhianati untuk memahami tidak bijaksana menggunakan anak sebagai sumber dukungan emosional, menurut psikolog dan penulis Ofer Zur.

Langkah 6

Beri dukungan untuk si anak. Orang-orang terdekatnya harus menjadi pendengar yang baik tanpa menilai atau mengkritik jika si anak ingin mengungkapkan perasaan yang dia alami.

Fokuskan perhatian dan energi padanya untuk memberikan dukungan.

Langkah 7

Mencarikan bantuan profesional apabila terjadi kemarahan yang mengakibatkan tindakan berlebihan oleh si anak.

Si anak mungkin memerlukan bantuan dan konseling profesional untuk mengatasi rasa marah, cemas, terluka, takut, dan malu.

Begal Bersenjata Celurit di Depok yang Aksinya Sempat Viral Akhirnya Terciduk

Polresta Depok berhasil mengamankan tujuh orang pelaku yang diduga melakukan pencurian disertai kekerasan di Jalan Dewi Sartika, Pancoran Mas Depok, Rabu (25/4/2018).

Menurut Kapolres Depok, Kombes Pol Didik Sugiarto, tujuh orang tersebut ditangkap di satu rumah tersangka.

Didik menuturkan, ketujuh tersangka memiliki keterkaitan tentang pencurian disertai kekerasan dengan senjata tajam dengan korban Syaifullah Abdulrahman Effendy (22).

Korban mengalami luka pada bagian dada sebelah kiri akibat sabetan celurit.

“Tujuh orang yang diduga terkait pencurian disertai kekerasan yang terjadi di Pancoran Mas dan kejadian lanjutan didaerah Beji kini sudah diamankan,” ujar Didik.

Polresta Depok berhasil mengamankan tujuh orang pelaku dengan inisial WK (16),RF (17),MR (18),AS (16), CA (18), ARD (17) dan KT (17).

Ketujuh orang yang diduga pelaku ditangkap di Jatijajar, Tapos, RT 03 RW 12 blok D2.

Saat penangkapan, polisi pun mengamankan senjata tajam dan miras dari tangan pelaku

“Di TKP berhasil menemukan beberapa miras dan senjata tajam diduga alat yang digunakan oleh para pelaku,” tambahnya.

Guna menggali keterangan lebih lanjut, Polresta Depok untuk saat ini masih mendalami dan pemeriksaan intensif terhadap tersangka.

Penyidik masih mendalami bagaimana peran masing-masing orang yang diduga pelaku.

Pengantin Berseragam Pramuka Jadi Bahasan di Medsos, Ini Ceritanya

Pernikahan sepasang kekasih Fariz Sugiarto (26) dan Jerini Laili Putri Imananda (24), warga Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, tergolong unik. Mereka melangsungkan pernikahan tak menggunakan baju pengantin seperti halnya orang awam. Mereka hanya menggunakan seragam pramuka, layaknya kostum ekstrakulikuler di sekolah.

Hal itu membuat Sudadi, yang juga menghadiri acara pernikahan yang di gelar Rabu (25/4/2018) kemarin itu memposting ke media sosial. Hasilnya, pernikahan yang unik itu jadi viral.

“Saya menghadiri akad nikah dan resepsi. Karena unik saya upload ke Facebook. Banyak yang komentar dan mengucapkan selamat kepada kedua mempelai,” ujar Sudadi, kepada detikcom, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: Tumpukan Keju yang Dibuat Mirip Kue Pengantin Kini Sedang Ngetren!

Pria yang juga menjabat sebagai Kamabigus Cluring Scout Community (CSC) ini mengaku terharu atas pernikahan khas pramuka yang dilakukan kedua pasangan yang bertemu dan berpacaran saat latihan pramuka.

“Mereka ini sudah pacaran setahun. Dan kami tahu. Karena kita sering kumpul. Kami ucapkan selamat kepada keduanya,” tambahnya.

Pengantin Berseragam Pramuka Jadi Bahasan di Medsos, In CeritanyaFoto: Istimewa
Hal ini diakui oleh mempelai wanita, Jerini Laili Putri Imananda. Menurutnya, setelah setahun berpacaran, mereka memutuskan untuk mengakhiri dan melanjutkan ke jenjang pernikahan. Mereka ingin dalam perkawinan yang digelar ini hanya satu kali dalam hidup mereka.

“Kita pacaran setahun kemudian kita sepakat menikah. Karena kuasa ketemu di pramuka, makanya kita pakai baju pramuka,” ujarnya kepada detikcom.

Baca juga: Romantis Banget! Pasangan Ini Bikin Foto Prewedding di Gerai Starbucks

Manda, panggilan akrab Jerini Laili Putri Imananda, menambahkan, sebelum memutuskan menggunakan seragam pramuka, dirinya terlebih dahulu meminta restu kepada kedua orang tua mereka. “Alhamdulillah diizinkan. Katanya juga irit tidak usah sewa baju,” tambahnya.

Akad nikah dan resepsi kedua mempelai di gelar di Masjid Annur, Desa Purwodadi, Kecamatan Gambiran Kabupaten Banyuwangi. Para tamu yang hadir juga sebagian menggunakan seragam pramuka.

PNS Kesbangpol Pasuruan yang Terciduk Edarkan Sabu Juga Pembolos

PNS Kesbangpol Pasuruan yang Terciduk Edarkan Sabu Juga Pembolos
Muhajir Arifin – detikNewPNS Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Pasuruan ditangkap Satuan Reskoba Polresta Pasuruan atas dugaan mengedarkan sabu.

Selain mengedarkan sabu, pria bernama Arie Fauzi (40) ini juga diketahui seorang staf yang sering membolos kerja.

“Iya itu staf kita. Sudah kami serahkan ke BKD untuk sanksinya,” kata Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan M Irfan lewat sambungan telepon, Kamis (26/4/2018).

Baca juga: Edarkan Sabu, PNS Bakesbangpol Kabupaten Pasuruan Diciduk Polisi

Irfan menjelaskan sebelum menerima laporan dari Polresta atas penangkapan stafnya tersebut, pihaknya sudah memproses sanksi untuk Arie ke BKD (Badan Kepegawaian Daerah). Hal itu karena yang bersangkutan sering bolos kerja.

Baca juga: Oknum Anggota Polres Probolinggo Dibekuk Edarkan Sabu

“Awalnya nggak pernah masuk lebih dari satu bulan setengah. Ada teguran satu kemudian teguran dua. Terus ada informasi lagi kena kasus sabu dari Polres lapor ke sini. Ya kita tindaklanjuti lagi ke BKD untuk proses lebih lanjut,” terangnya.

Sedangkan terkait proses hukum, pihaknya mengaku tak akan mencampuri proses penyidikan yang dilakukan polisi.

Sebelumnya Arie Fauzi dibekuk atas dugaan mengedarkan sabu. Saat diamankan di sebuah toko waralaba di Jalan Ki Hajar Dewantara, Pasuruan, petugas juga mengamankan 0,30 gram sabu dalam penangkapan Arie. Arie disebut polisi juga seorang pemakai sabu.

Video Dua Anak Curi Uang Nasabah di ATM Makassar

Video mengenai dua anak sedang mengambil uang nasabah bank yang melakukan penarikan tunai di ATM di Jalan Perintis Kemerdekaan, tepatnya di depan Pesantren IMMIM, Makassar, beredar. Video tersebut viral dan menjadi perbincangan netizen (warganet) lantaran para korban tak menyadari uangnya diambil dua anak yang diketahui gelandangan itu. Dalam video rekaman kamera pemantau (CCTV) ATM BRI tersebut, tampak dua wanita masuk ke ATM. Namun, dua anak perempuan itu mengikuti dan mendampingi nasabah yang sedang melakukan penarikan tunai. Anak yang diperkirakan berusia belasan tahun itu pun terlihat sesekali memencet tombol pada layar ATM. Setelah melakukan penarikan tunai dan mengambil uang dari ATM, kedua wanita itu pun pergi tanpa ada rasa curiga. Saat kedua korban telah meninggalkan ATM, terlihat uang keluar dari dua mesin ATM dan langsung diambil anak tersebut. Baca juga: Hati-hati, Begini Aksi Pengganjal ATM di Minimarket… Dalam komentar video tersebut, ternyata banyak warganet yang pernah menjadi korban aksi kedua anak itu. Para korban tak menyadari akan aksi pencurian uang di ATM yang dilakukan kedua anak itu. Saldo di rekening para korban berkurang hingga ratusan ribu rupiah. Wakil Kepala Polrestabes Makassar AKBP Hotman Sirait yang dikonfirmasi, Rabu (25/4/2018) malam, mengaku belum mengetahui aksi pencurian di ATM yang dilakukan dua anak itu. Namun, dia telah memerintahkan jajarannya melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. “Setelah saya dapat informasi, saya kemudian cari videonya di medsos. Sementara kami selidiki kasus tersebut. Saya sudah perintahkan mencari TKP ATM dan kedua bocah yang memereteli uang nasabah,” kata Hotman

Wow! Ini Hadiah Dari Arab Saudi Untuk Mohamed Salah

Mohamed Salah akan diberi hadiah sebidang tanah di kota suci Mekkah oleh pemerintah Arab Saudi.

Dilansir bolasport.com dari bleacherreport.com, Mohamed Salahakan mendapat sebidang tanah di Kota Mekkah.

Fahd Al-Rowky, wakil presiden kotamadya di Mekkah, Arab Saudi, mengatakan bahwa Mohamed Salah adalah duta besar yang sangat bagus untuk Islam di Inggris.

Pemberian sebidang tanah ini merupakan penghargaan untuk pria Mesir tersebut yang dianggap telah banyak memberi dampak positif bagi Islam di Eropa.

“Langkah itu akan menunjukkan dukungan terhadap orang-orang muda yang berpotensi besar,” kata Fahd Al-Rowky. Terdapat dua cara untuk memberikan Salah sebidang tanah di Arab Saudi.

Yang pertama adalah jika sistem negara Arab Saudimemungkinkan tanah untuk dimiliki oleh Salah, dia akan diberikan tanah di Mekkah.

Pilihan kedua, dia akan memiliki masjid yang dibangun diatas tanah atas namanya.

Bergadang, Bagaimana sih Hukumnya?

“BERGADANG jangan bergadang, kalau tiada artinya. Bergadang boleh saja, kalau ada perlunya,” itu merupakan sepotong syair lagu populer yang dinyanyikan Rhoma Irama. Mengapa tak boleh begadang?

Bergadang identik dengan ‘melek’ di malam hari, tidak tidur atau tidur terlalu larut. Bergadang dalam bahasa arab dikenal dengan nama As-Samar atau As-Sahar. As-Samar berarti bergadang yang disertai dengan perbincangan atau obrolan. Sementara As-Sahar berarti bergadang yang tidak disertai perbincangan atau obrolan.

Bergadang yang identik dengan aktivitas malam pun disinggung dalam Alquran dan juga hadis.

“Katakanlah: Bagaimana pendapatmu jika Allah jadikan malam itu terus-menerus sampai hari kiamat? Siapakah Tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar? Katakanlah: Bagaimnana pendapatmu jika Allah jadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari kiamat. Siapakah Tuhan selain Allah yang mendatangkan malam padamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?” (Q.S. Al-Qasas : 71-72).

Dalam ayat Alquran di atas Allah menyatakan bahwa sebenarnya malam itu diciptakan oleh-Nya sebagai tempat hamba-hambanya bertafakur sehingga menambah keyakinan dan keimanan kepada Allah SWT.

Adapun keponakan Aisyah RA, Urwah bin Zubair mengatakan, “Aisyah pernah mendengarku setelah ‘isya dan aku sedang berkata-kata. Lalu Aisyah berkata, “Tidakkah kau mengistirahatkan penulismu (malaikat pencatat amal buruk)? Sesungguhnya Rasulullah tidak tidur sebelumnya dan tidak mengobrol setelahnya.”

Nah, bagaiaman sebenarnya hukum bergadang dalam pandangan Islam? Inilah ulasannya.

Makruh

Merujuk kepada Alquran surah Al-Mu’minum ayat 66 dan 67:

“Sungguh, ayat-ayat-Ku selalu dibacakan kepadamu, tapi kamu selalu berpaling ke belakang. Dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan keji terhadapnya pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.”

Ibnu Abbas pun berkata bahwa sesungguhnya bergadang malam adalah dimakruhkan.

Bergadang hukumnya makruh apabila dilakukan untuk hal-hal yang mubah (contoh: memperbincangankan masalah dunia, singkatnya berbicang tentang hal-hal yang baik). Sementara Rasulullah sendiri lebih menyukai untuk mengakhiri shalat ‘Isya dan mencela bergadang malam.

Haram

Hukum bergadang dalam islam menjadi haram apabila dilakukan untuk hal-hal yang telah nyata larangannya oleh Allah SWT maupun Rasulullah seperti menonton acara televisi yang merusak akhlak, melakukan tindak maksiat, atau memperbincangkan keburukan orang lain. Hal ini juga yang menjadikan bergadang haram karena menggunjing orang lain.

Bolehkan Bicara Saat Makan?

SELAMA ini ada anggapan bahwa ketika makan tidak diperbolehkan bicara apalagi mengobrol. Bagaimana pandangan Islam terkait hal itu?

Fatwa Syaikh Abdul Aziiz Abdullah Bin Baz rahimahullah seperti dikutip dari binbaz.org, disebutkan bahwa tidak masalah bicara saat makan. Nabi shallallahu’alaihi wasallam juga berbicara saat makan dan memberi nasehat manusia saat makan. Beliau juga berbincang-bincang bersama sahabat ketika makan. Tidak mengapa hal ini dilakukan.

Demikian juga dengan fatwa Syaikh Shalih Al Munajjid hafidzahullah. Tidak ada dalil dari sunnah Nabawiyyah yang melarang berbicara sewaktu makan.

Adapun rumor yang beredar yang di ucapan sebagian orang bahwa tidak boleh salam dan berbicara ketika makan, sama sekali tidak memiliki landasan syariat. Bahkan sebaliknya, terdapat hadis shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.:

“Suatu hari dihidangkan beberapa daging untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Lalu ditawarkan kepada beliau kaki depan (hewan), bagian yang beliau suka. Beliaupun menggigitnya dengan satu gigitan kemudian bersabda, ‘Sesungguhnya aku adalah penghulu seluruh manusia di hari kiamat kelak. Tidakkah kalian tahu mengapa demikian?’ Kemudian beliau menyebutkan hadis yang panjang tentang syafa’at. “ (HR. Bukhari No. 3340 dan Muslim194)

Selain itu, ada hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anu:

“Bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wasallam meminta bumbu kepada istrinya. Mereka menjawab, ‘Kami tidak memiliki apa-apa kecuali cuka.’ Beliaupun memintanya kemudian beliau makan degannya sambil bersabda, ‘Sebaik-baik bumbu adalah cuka, sebaik-baik bumbu adalah cuka.” (HR. Muslim No. 2052)

Menurut An Nawawi dalam hadis ini terdapat anjuran berbicara ketika makan untuk beramah tamah dengan hadirin yang sedang makan. (Syarh Shahih Muslim, 14/7)

Ramah tamah dengan orang lain yang sedang makan, sebagaimana yang disebutkan Imam Nawawi diatas adalah suatu perkara yang umum dilakukan oleh orang Arab. Karena bagian dari kemurahan hati dan rasa hormat adalah dengan berbincang-bincang bersama mereka sambil menyantap hidangan, terlebih bila mereka adalah tamu.

Ibnul Qayyim pun mengungkapkan hal senada. Ia berkata, “Beliau shallallahu’alaihi wasallam berbicara saat makan sebagaimana hadis cuka diatas, juga disaat beliau berkata kepada anak tiri beliau Umar bin Abu Salamah yang saat itu tengah makan bersama-sama beliau, ‘Bacalah basamalah dan makanlah dari yang terdekat.” (Zadul Ma’aad, 2/366)

Hadis-hadis diatas menunjukkan bolehnya berbicara disaat makan. Dari hadis-hadis tentang masalah ini tidak ada satupun riwayat shahih yang menunjukkan adanya perintah dan larangan berbicara ketika makan (hukumnya sebatas boleh-pen).

Al hafidz Asy Syakhawi memberikan keterangan perihal ini.

“Aku tidak mengetahui satupun hadis yang melarang tidak juga memerintahkan bicara ketika makan,” ungkapnya. (Al Maqaasidul Hasana, hal. 510)

Syaikh Al Albani rahimahullah berkata, “Bicara ketika makan sama halnya bicara diluar makan. Jika peembicaraannya itu baik maka baik. Jika pembicaraannya itu jelek maka tercela.

Pembicaraan ketika makan adalah pembicaraan yang baik, untuk menghormati tamu, ramah tamah agar susana cair. Adapun pembicaraan membutuhkan konsentrasi pikiran yang tinggi hendaknya tidak dilakukan ketika makan. Sebagaimana hal ini pernah dinasehatkan Syaikh Muhammad Al Amiin Asy Syinqithi dimana beliau tidak suka diajukan pertanyaan dan permasalahan lain yang berkaitan dengan masalah ilmu saat beliau makan. Beliau berkata, “Bukan waktunya bicara tentang hal ini.”

Jadi, pada dasarnya tidak ada larangan syar’i tentang bicara saat makan. Bahkan Rasul pun pernah melakukannya. Selama pembicaraan itu baik dan tidak mengganggu acara makan, maka boleh. Namun, bila pembicaraan itu tidak baik, maka sebaiknya tidak usah dibicarakan

Tidak Boleh Berpuasa di 10 Akhir Bulan Sya’ban, Benarkah?

BANYAK di antara kita yang tidak sempat memperbanyak puasa di bulan sya’ban ini. Sehingga ia menyempatkan berpuasa seminggu sebelum Ramadhan. Namun, bolehkah berpuasa sunnah seminggu sebelum Ramadhan?

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya, kecuali bagi seseorang yang terbiasa mengerjakan puasa pada hari tersebut maka puasalah.” (HR. Abu Daud no. 2335, An Nasai no. 2173, Tirmidzi no. 687 dan Ahmad 2: 234. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin bahwa berdasarkan hadits di atas bisa kita tarik beberapa faedah di antaranya larangan berpuasa satu atau dua hari sebelum Ramadhan. Sekaligus hadits tersebut jadi dalil bahwa berpuasa setelah pertengahan Sya’ban masih dibolehkan. Sedangkan dalil yang menyatakan,

“Jika tersisa separuh bulan Sya’ban, janganlah berpuasa.” (HR. Tirmidzi no. 738 dan Abu Dawud no. 2337). Hadits ini tidak menunjukkan keharaman. Ditambah lagi hadits tersebut adalah hadits dho’if. Imam Ahmad telah mengingkari hadits tersebut namun ulama lainnya ada yang menshahihkan atau menghasankannya, serta dijadikan juga sebagai dalil. Namun yang tepat masih tetap boleh berpuasa setelah pertengahan Sya’ban sampai satu atau dua hari sebelum Ramadhan.” (Fathu Dzil Jalali wal Ikram, 7: 23).

Di samping itu setelah pertengahan Sya’ban masih tetap berpuasa dikarenakan ada anjuran banyak berpuasa di bulan Sya’ban. Kalau dikatakan banyak berarti masih dibolehkan pula setelah pertengahan Syaban untuk berpuasa. Sebagaimana kata ‘Aisyah ra,

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak biasa berpuasa pada satu bulan yang lebih banyak dari bulan Sya’ban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada bulan Sya’ban seluruhnya.” (HR. Bukhari no. 1970 dan Muslim no. 1156).

Dari beberapa hadits dan keterangan di atas sudah sangat jelas bahwa berpuasa seminggu sebelum Ramadhan masih diperbolehkan. Marilah kita sambut Ramadhan dengan semangat berpuasa di bulan Sya’ban ini.