Ayah Bunda! Inilah 6 Musuh Terbesar Orang Tua Dalam Mendidik Anak-Anak…

Apa sebenarnya musuh terbesar orang tua dalam mendidik anak? Apakah itu internet, televisi atau lingkungan pergaulan? Ternyata musuh terbesar justru ada pada diri orangtua sendiri yaitu sifat malas. Kalau ingin mencetak generasi yang tidak ‘Pemalas’, orang tuanya HARUS bias menjadi teladan dengan tidak ‘Malas’ terlebih dulu. Berikut adalah rasa malas yang biasanya dirasakan setiap orang tua.

1. Malas mematikan Hp untuk menghabiskan waktu bersama anak

Gadget merupakan salah satu media komunikasi yang digunakan oleh masyarakat untuk SMS, telepon, mencari berbagai informasi, dan bahkan bermain game. Faktanya, tidak hanya anak-anak dan remaja saja yang terpengaruh dengan gadget, orangtua pun sudah semakin banyak yang terpengaruh oleh gadget. Akibatnya mereka terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Karena sudah terpengaruh dengan Gadget, orangtua mulai malas mematikan handphone untuk meluangkan waktu bersama anak termasuk bermain bersamanya. Padahal anda sendiri selalu berharap agar anak-anak lebih dekat dengan anda dibandingkan dengan orang lain atau teman. Setidaknya 1 atau 2 jam matikan handphone untuk bermain dengan anak anda. Jangan sampai si anak merasa tidak diperhatikan hanya karena anda terlalu sibuk bermain handphone.

2. Malas mendengarkan tangisan anak

Kewajiban anak terhadap orangtua adalah patuh pada orangtuanya bukan? Setiap orangtua pasti berharap agar si anak selalu patuh dan mempercayakan semuanya pada anda sebagai orangtua. Tapi pada kenyataannya, ketika anak anda menangis karena dilarang, anda malas mendengarkan tangisannya. Melainkan terus memarahi dan memaki mereka. Sudah semestinya pada saat anak menangis karena tidak bisa dilarang, dengarkan tangisannya sembari menanyakan apa yang si anak inginkan. Lalu, berikan pengertian berupa nasehat yang bijak tapi tetap tegas.

3. Malas mendengarkan isi hati anak

Orangtua zaman sekarang ketika anak mengharapkan sesuatu yang menjadi hak kebebasannya selalu dihalangi dengan menceramahinya terus. Memang, orangtua memiliki sifat malas mendengarkan isi hati anak. Orangtua lebih senang menjadi penceramah ketimbang menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan isi hati anak salah satu kewajiban orangtua dalam mendidik anak dengan baik. Orangtua yang malas mendengarkan isi hati anak akan menumbuhkan sifat keras kepala sampai anak dewasa nanti. Sesekali boleh menjadi penceramah, sesekali harus menjadi pendengar yang baik.

4. Malas memberikan pengaruh pada anak

Memberikan pengaruh pada anak harus yang baik ya parents! Karena orangtua adalah teladan anak. Semua yang diajarkan orangtua pasti ditiru oleh anak-anaknya. Tanpa sadar banyak orangtua yang malas memberikan pengaruh pada anak dengan menjadi teladan bagi keluarga dan anak serta mengajak mereka ngobrol. Komunikasi orangtua dengan anak, begitu sebaliknya sangatlah dibutuhkan di dalam lingkungan keluarga karena keluarga merupakan pihak pertama yang wajib mengetahui keluh kesah masing-masing anggota keluarganya. Sibuk atau tidak sibuk anda bekerja, ngobrol sama anak harus dilakukan setiap hari. Sehabis pulang kerja atau sebelum berangkat kerja kan bisa ngajak mereka ngobrol bareng. Orangtua yang jarang atau bahkan sama sekali gak pernah ngajak anaknya ngobrol dapat mengakibatkan si anak terkena pengaruh buruk dari lingkungan sekitarnya.

5. Malas mendampingi anak belajar atau mengerjakan PR

Ketika anak belajar atau mengerjakan PR sudah sepatutnya orangtua mendampingi mereka. Malas adalah faktor utamanya, tapi anda berharap si anak dapat mencintai kebenaran di masa mendatang. Mendampingi anak belajar atau mengerjakan PR bukan berarti anda ikutan belajar atau mengerjakan PR anak. Melainkan mengajari bagian mana yang tidak mereka bisa. Menyuruh anak menghafal materi pembelajaran setelah itu anda tanya adalah cara yang salah. Dengan cara ini si anak tidak bisa belajar mandiri. Lama kelamaan bisa jadi kebiasaan loh parents! Udah biarinin aja mereka belajar sendiri.

6. Malas mengajari dan mengingatkan tentang agama

Agama merupakan pedoman hidup paling penting bagi setiap umat beragama. Ilmu agama sudah harus diajarkan pada anak sejak ia masih kecil. Kelak mereka akan menjadi anak yang baik berdasarkan aturan agamanya. Semua orangtua berharap agar anak mencintai agamanya dengan selalu berbuat kebaikan, rajin berdoa, membaca kitab, dan beribadah. Saking cueknya, banyak orangtua yang malas mengajarkan ilmu agama pada anak-anaknya. Menumbuhkan ilmu agama pada anak sejak kecil sangatlah penting.

Semoga kita semua dijauhkan dari sifat malas ini jika ingin sukses mendidik anak. Silahkan share artikel ini agar banyak orang tua yang membacanya.

Leave a Reply