Ayah yang Dinanti

Anggota Komunitas Revowriter, Ibu Rumah Tangga tinggal di Bandung

STATUS ibu membuat saya dekat dengan bacaan yang bertema parenting, termasuk sedikit istilah parenting pun jadi familiar di telinga, salah satunya, fatherless country. Ternyata Indonesia mendapatkan rangking 3 fatherless country di dunia (wartaekonomi.co.id, 28/7/2107). Bukan karena ketiadaan eksisensi ayah secara fisik, tapi ketiadaan perannya secara psikologis. Ini terjadi karena masih banyaknya orang yang berpikiran bahwa tugas ayah adalah mencari nafkah, sedangkan tanggung jawab mendidik anak-anak ada pada ibu. Sehingga setelah bekerja, para ayah pun hilang ditelan dunianya; tv, laptop, dan smartphone.

Dampaknya? Anak memiliki perkembangan psikologis yang lambat, terjadi perilaku seksual yang cenderung menyimpang, dan kesulitan dalam belajar karena otak yang tidak terstimulasi dengan baik (rim-tv.com, 7/9/2017). Sepertinya kewarasan istri atau ibu anak-anak pun terganggu ketika ayah berlepas tangan dari mendidik anaknya. Dan faktanya, semua ini benar-benar terjadi. Berapa banyak orang yang umur biologisnya terkategori dewasa, tapi masih berpikiran seperti anak-anak atau menyelesaikan masalah dengan kekanakan.

Berapa banyak pula kasus penyimpangan seksual yang kini terjadi, terbukti dari semakin maraknya LGBT saat ini. Ditambah anak-anak yang sulit belajar, hingga di les kan di bimbingan belajar, di les private kan juga. Eh, ketika dievaluasi dengan ujian, pada protes karena soalnya kesusahan. Ternyata, pemerintah juga berperan dalam hal ini, dalam rangka Hardiknas, para pelajar diajak nonton bareng film ‘Dilan’ dan ‘Yowis Ben’ (detik.com, 19/4/2018). Benar-benar aktivitas yang sangat berfaedah bagi para pelajar. Kasus kekerasan ibu kepada anaknya pun kian marak dijumpai. Sungguh miris.

Indonesia sebagai negeri yang mayoritas penduduknya muslim. Memiliki kitab suci, pedoman hidup, yakni Al Qur’an. Dan teladan kehidupan, yaitu Rasulullah saw. Kalaulah mau membaca Al Qur’an dan Sirah Rasul, dapat kita jumpai kisah-kisah para ayah dalam mendidik anak-anaknya. Ada kisah Lukman, Ibrahim, Ya’qub dan Imran. Dialog antara ayah dan anak pun lebih banyak diabadikan dalam Al Qur’an.

Bagaimana dengan Rasulullah? Dari Abu Hurairah r.a, ia berkata: “Rasulullah saw pernah mencium Hasan bin ‘Ali, sedang pada waktu itu di samping beliau ada Aqra’ bin Habis At-Tamimi. Aqra’ berkata: ‘Sesungguhnya aku mempunyai sepuluh anak, namun aku tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.’ Rasulullah saw lalu memandang Aqra’ dan bersabda: ‘Barang siapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.’”

Nabi saw, apabila putrinya, Fatimah, datang mengunjunginya, beliau selalu menyambutnya dengan ramah, lalu menciumnya dan berkata: “Selamat datang, wahai putriku!” Selanjutnya, beliau mendudukannya di tempat duduk beliau.

Ibnul Qoyyim dalam kitab tuhfatul maudud berkata, “Jika terjadi kerusakan pada anak penyebab utamanya adalah ayah” (dakwahpost.com,11/2017). Semoga para ayah segera sadar peran pentingnya dalam mendidik anak. Jangan sampai kisah di masa Umar bin Khaththab tentang ayah durhaka, terulang kembali.

Seorang laki-laki datang menghadap Umar bin Khaththab. Ia bermaksud mengadukan anaknya yang telah berbuat durhaka padanya dan melupakan hak-hak orangtua. Kemudian Umar mendatangkan anak tersebut dan dan memberitahukan pengaduan bapaknya. Anak itu bertanya kepada Umar bin Khaththab,

“Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak pun mempunyai hak-hak dari bapaknya?”

“Ya, tentu,” jawab Umar tegas.

Anak itu bertanya lagi, “Apakah hak-hak anak itu wahai Amirul Mukminin?”

“Memilihkan ibunya, memberikan nama yang baik, dan mengajarkan Al Quran kepadanya,” jawab Umar menunjukkan.

Anak itu berkata mantap, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya ayahku belum pernah melakukan satupun diantara semua hak itu. Ibuku adalah seorang bangsa Ethiopia dari keturunan yang beragam Majusi. Mereka menamakan aku Ju’al (kumbang kelapa), dan ayahku belum pernah mengajarkan satu huruf pun dari al-Kitab (Al Quran).”

Umar menoleh kepada laki-laki itu, dan berkata tegas, “Engkau telah datang kepadaku mengadukan kedurhakaan anakmu. Padahal, engkau telah mendurhakainya sebelum dia mendurhakaimu. Engkau pun tidak berbuat baik kepadanya sebelum dia berbuat buruk kepadamu.”

Cukuplah kisah ini menjadi pelajaran yang tak perlu diulang kembali. Saatnya bersama-sama mencintai aktivitas mendidik anak-anak. Semoga Allah melapangkan hati, meluaskan ikhlas dalam diri kita sehingga terhindar dari status orangtua durhaka. Nau’dzubillahi min dzalik. Wallahu’alam bish shawab.

Ketahuilah Wahai Istri, Sebenarnya Suamimu Sangat Membenci 8 Sifatmu Ini

Pada Kesempatan ini, kita akan membahas sedikit tentang sifat – sifat wanita yang tidak disukai oleh suami.

Agar istri tidak kehilangan rasa cinta dan rasa hormat suaminya, maka seorang istri harus mengetahui dan menjauhi sifat-sifat wanita yang dibenci suami.

Di antara sifat-sifat tersebut yang paling menonjol, sebagaimana ditulis Shabah Sa’id dalam bukunya Az-Zaujah Al-Mubdi’ah wa Asrar Al-Jamal, antara lain:

1. Istri yang Sibuk Dengan Dirinya Sendiri
Istri seperti ini biasanya menjauhi segala urusan suami, dan lebih mementingkan urusan serta kegemarannya sendiri.

Pada dasarnya, istri seperti ini merasa nyaman setiap kali dia bisa menyendiri, serta bisa menjaga segala apa yang dia dengar, dia lihat, dan dia sentuh untuk diri sendiri. Boleh jadi hal ini merupakan akibat adanya penyakit psikis yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

2. Istri yang Suka Mendominasi
Istri seperti ini adalah istri yang mengabaikan eksistensi suaminya. Karena dia selalu tidak meminta saran suaminya, atau tidak melibatkannya dalam urusan keluarga.

Dia senantiasa menjalankan sendiri segala urusan keluarga dan urusan rumah dengan tanpa memandang pendapat suami.

Di sini, seorang suami akan merasa bahwa jati dirinya telah hilang, sebab yang bisa dia lakukan untuk kebaikan rumah atau anak-anaknya hanya menyerah saja, atau mengabaikan keberadaan dirinya.

Pria semacam ini, jika tidak memisahkan dirinya dari istri seperti itu, bisa jadi dia akan berusaha mencari, atau mendapatkan apa yang dia inginkan selama ini dari wanita lain.

3. Istri yang Gemar Berdusta
Salah satu hal yang mesti dimiliki dalam hubungan pernikahan adalah unsur kejujuran dalam segala hal. Ini mengingat, kejujuran merupakan salah satu pilar ketenteraman dan kebahagiaan.

Di luar sana terdapat banyak wanita yang gemar berdusta. Mereka menjadikan dusta sebagai hobi atau sebagai dalih karena takut sesuatu. Namun apa pun alasannya, dusta dan tipu daya adalah dua hal yang paling dibenci kaum pria.

Meskipun terkadang seorang pria menerima tindakan dusta dari istrinya karena satu atau lain hal, namun penerimaan seorang suami terhadap sifat buruk itu biasanya disertai dengan pandangan meremehkan.

4. Istri yang Kejam/Galak
Istri semacam ini adalah istri yang begitu mudahnya memberikan hukuman kepada suaminya, ketika suaminya melakukan suatu hal tertentu.

Istri seperti ini terus-menerus meresahkan suaminya, sebab karakter permusuhannya tersebut. Selain itu, istri seperti ini akan terbiasa mengeluarkan kata-kata pedas, keras, dan kasar kepada tetangga, teman-teman, dan anggota keluarganya.

Istri yang kejam, tentunya menimbulkan banyak masalah bagi suaminya, bahkan bagi anak-anaknya pula. Sehingga tertanam dalam jiwa anak-anaknya sikap tidak senang dan akan menjauh dari ibunya.

5. Istri yang Menyulitkan
Wanita semacam ini terbiasa hidup dalam suasana kehidupan yang penuh dengan perilaku buruk, gejolak rumah tangga, senantiasa menciptakan benih-benih perselisihan.

Sebab setiap kata yang terlontar dari mulut suaminya yang berisi perintah terhadap hal penting yang mesti dilakukan istrinya, ternyata istrinya malah menepis semua perkataan suaminya dan menolak bertanggungjawab atas hal itu.

Sehingga seringkali dia menciptakan kesulitan dan menyulut pertikaian antara dirinya dengan suaminya.

Dalam kondisi demikian, sang suami lebih mengutamakan untuk menjauh dari rumah, atau barangkali dia akan tetap di rumah dan ikut-ikutan dengan sifat buruk istrinya.

6. Istri yang Pasif
Istri semacam ini akan membiarkan dan menyerahkan segala urusan kepada suaminya, sehingga suaminya menjalankan seluruh urusan keluarga dan rumah tangga. Peran istri hanya terbatas menjalankan instruksi-instruksi suaminya.

Dia senantiasa menyerah dalam segala hal, seakan-akan dia menuntut suaminya agar lebih berkuasa dengan tanpa berusaha menunjukkan perannya atau keberadaannya sedikit pun terhadap suaminya, padalah dia adalah pasangan hidup bagi suaminya.

7. Istri yang Keras Kepala
Istri semacam ini adalah istri yang keras kepala dalam segala hal, dan dia terus berlindung di balik sifatnya yang keras kepala itu.

Sebab dia mendapatkan kenyamanan pada dirinya ketika dia bersikeras mengikuti pendapatnya, sekalipun itu salah. Di samping itu, melalui cara itulah dia mendapatkan kepuasan diri.

Misalnya, andai suaminya menginginkan satu jenis makanan, dia terus-menerus menyiapkan jenis makanan lainnya, sekalipun sebenarnya jenis makanan itu juga tidak disukainya. Wanita semacam ini adalah wanita yang paling dibenci kaum laki-laki.

8. Istri yang Menggemari Rutinitas
Istri semacam ini adalah sosok yang menganggap bahwa pernikahan adalah akhir dari segala kehidupannya. Sebab segala ambisi dan keinginannya telah dipendam dalam-dalam pasca menikah.

Menurutnya, setelah menikah tidak ada lagi keinginan dan ambisi. Dengan begitu, dia beranggapan bahwa hari ini sama dengan hari kemarin, dengan artian, bahwa segala sesuatu dalam kehidupan pernikahan hanya sarat dengan rutinitas yang teratur dan monoton.

Semoga para muslimah yang telah berkeluarga senantiasa istiqamah dalam membina hubungan yang sakinah mawaddah warahmah hingga akhirnya diberikan keberkahan anak-anak yang shalih shalihah.

Selagi Ada Waktu, Bahagiakan Ibumu!

HUH! Apaan sih Emak, aku udah segede gini masih juga diomelin, malu tahu ama tetangga.,” Gerutu itu hanya tersampaikan dalam dan lewat hati saja.

Pasalnya, sepulang kerja melihat aku langsung tiduran padahal beliau sedang masak untuk santapan nanti malam.

Aku mendiamkan saja omelan Emak ketimbang jadi keributan. Walau telinga panas, aku menyiapkan sikap cuek. Diam di kamar dan berselancar di facebook.

“Kangen Emak. Kalau ada Emak pasti aku bisa cerita.”

Satu status diposting oleh temanku semasa kuliah. Namanya Nuri, terkenal sebagai cewek yang ceria dan tak pernah mengeluh di sosmed.

“Nuri kenapa? Maaf kepo,” tulisku dalam sebuah komentar.

Tak menunggu waktu yang lama, lalu kami terhubung lewat jalur privacy inbox.

“Mamakku udah meninggal, Lis.”

“Kapan, Say?”

“Udah ada sebulan yang lalu. Aku kangen sama Emak. Mana sekarang lagi hamil, pengen semakin dekat sama beliau.”

“Nuri yang sabar ya. Jaga kesehatan disamping terus mendoakan Emak,” balasku lagi

“Iya. Tapi aku sedih banget, ada satu permintaan terakhir Emak yang tidak aku turuti meski kutahu itu larangan dokter.”

“Apa itu?”

“Emak minta aku masak sayur asem kesukaannya. Kalau saja itu aku turuti pasti gak menyesal seperti sekarang. Aku bodoh.”

Aku mulai menangis, walau tak pasti kutahu Nuri bersedih bisa jadi juga sambil meneteskan airmata.

Lalu Nuri kembali berbagi cerita tentang Emaknya. Tentang semuanya dan itu menyadarkan betapa aku masih beruntung. Hari ini masih bisa mendengar omelan Emakku walau tadinya sempat membuat jengkel di hati.

Nuri juga berpesan agar aku sebisa mungkin jangan mengecewakan Emak. Selagi ada waktu, bahagiakan semaksimal mungkin. Jika sudah tiada, apapun itu tidak bisa menebus kerinduan untuk bersamanya barang sejenak.

Selepas obrolan berakhir, kuhampiri Emak, yang kutemukan hanya sebuah senyuman. Aku menyuruhnya ke depan saja, membereskan dapur biarlah bagianku.

Kita tak pernah tahu, seberapa lama waktu yang diberikan untuk bersama. Mari kuatkan niat untuk membahagiakan orangtua selagi masa tidak menjadi penghalang untuk berbakti pada mereka.

Sosok Nenek Sahi: Umur 130 Tahun, Punya 450 Cucu

Seorang wanita Turki berusia 97 tahun dari Diyarbakir mengklaim memiliki 450 cucu dari hasil tiga pernikahannya.

Namun, dalam wawancara dengan koran Hurriyet, anggota keluarganya mengatakan wanita itu sebenarnya telah berusia 130 tahun.

Menurut mereka, jumlah cucu yang dimiliki nenek bernama Sahi Tayurak itu berdasarkan sensus tiga tahun lalu. Jika data tersebut benar, berarti wanita dari negara Islam tersebut merupakan wanita tertua di dunia.

Sudah Lupa Tahun Kelahiran
Anaknya yang berusia 90 tahun, Telliye, mengatakan, kartu identitas ibunya menunjukkan dia dilahirkan pada tahun 1919.

Tetapi Telliye sedikit lupa karena Telliye sendiri dilahirkan pada tahun 1926.

Berdasarkan itu, kata Telliye, keluarganya memperkirakan ibunya berumur 130 tahun.

Telliye juga menambahkan, bahwa sang ibu sering menceritakan pengalaman pahitnya di masa lalu yang menderita.

Sempat Miskin Sampai Sepatu Tak Terbeli
“Saya selalu merasa sedih ketika mengobrol dengan ibu tentang masa lalunya. Dia menceritakan pengalaman hidupnya yang miskin sehingga tidak mampu membeli baju atau sepatu,”

“Untuk menghitung jumlah keseluruhan cucunya, saya menghubungi semua saudara, sepupu, keponakan dan cucu,” katanya.

Sepanjang Hidup Cuma 1 Kali Operasi
Sementara itu, keluarga Sahi mengatakan, dia cuma menjalani satu operasi sepanjang hidupnya untuk membuang batu ginjal dari empedu.

Mereka turut mengklaim Sahi menjalani scan tulang 15 tahun lalu yang menunjukkan usianya sekarang 97 tahun.

Mereka kini menginginkan Sahi menjalani satu lagi pemeriksaan untuk mengetahui usia sebenarnya.

Sahi kini tinggal dengan seorang anak lelakinya di Sur – sebuah wilayah paling bergolak sejak setahun lalu karena pertempuran antara pasukan keamanan Turki dan Partai Pekerja Kurdistan (PKK).

Jika Belai Kepala Istri, Ini Dia Doanya

SIKAP romantis dari sang suami untuk istri perlu untuk dilakukan. Hal ini berguna demi kelangsungan rumah tangga yang harmonis. Suasana romantis dapat diciptakan dalam momen-momen apa pun. Baik itu ketika menonton televisi, bersantai di teras rumah atau pun ketika akan menjelang tidur. Yang pasti ketika keduanya sedang berada di tempat dan waktu yang sama.

Hal romantis bukan hanya dengan cara mengucapkan kata-kata yang indah saja, tapi menggunakan perilaku juga bisa. Salah satunya ialah membelai kepala sang istri. Istri akan merasa senang jika suami membelai kepalanya dengan penuh kelembutan. Ini membuktikan bahwa suami sangat menyayangi dan mencintai istrinya.

 

Seperti itulah doa yang dapat dibaca oleh suami ketika membelai kepala sang istri. Dengan begitu, keromantisan yang diciptakan di antara keduanya akan terasa penuh berkah karena didasari atas cinta karena Allah. Segala sesuatunya diserahkan kepada Allah. Sehingga, insya Allah rumah tangga yang seperti inilah yang akan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah. Wallahu ‘alam.

Tak Bertemu 10 Bulan Ekspresi Anak Lihat Ayah Pulang Tugas Mengharukan, Videonya Bikin Nangis

Menjadi seorang Prajurit TNI untuk mengabdikan diri kepada Negara dan Bangsa sangat membagakan.

Demi tugas menjaga wilayah dan ketuhan Negara Indonesia membuat anggota TNI harus terpisah jauh dari keluarga.

Sebuah video yang menampilkan seorang anak anggota TNI menyambut ayahnya pulang tugas menjadi viral di media sosial. Video itu di postinga oleh pemilik akun facebook Putri Syamsi Dewi Lestari.

Dalam video itu tampak seorang anak wanita berhijab melompat-lompat saat melihat ayahnya berbaris dengan prajurit TNI lainnya.

Dari keterangan yang dibuat oleh Putri rupanya situasi tersebut terjadi di Asrama Brigif 13 Tasikmalaya.

Putri juga menuliskan bahwa rupanya sang anak sudah tidak bertemu sang ayah selama 10 bulan.

Kebahagian itu pun tampak pada raut wajah anak wanita itu yang langsung memeluk ayahnya dengan erat.

Sama halnya seperti sang ayah yang merupakan prajurt TNI, sang anak pun terlihat berdiri gagah. Dengan berlari anak itu mengejar ayahnya dari belakang.

Postinga video yang diunggah pada 17 April 2017 itu pun disukai oleh 2 ribu pengguna facebook. Bukan hanya itu, postingan itupun banyak dikomentari oleh pengguna facebook.

Dalam kolom komentar banyak tulisan positif yang dilontarkan oleh netizen. Berikut komentar netizen dalam video tersebut.

Ana Trisia: Terharu liatnya

Nano Nano: Ini Baru Anak sholeha Bsa Ngertiin Ayahnya yg Sdg Bertugas Demi Negara RI Dan Untuk Membawa Nama Baik Keluarga.

Nanang Surawisesa Supriatna: Lucunya kamu nak…gak nyangka bisa mengenali ayahnya setelah ditinggal selama 10 bulan…

Bravo TNI semoga TNI tetap jaya dicintai rakyat Indonesia

Rara Ika Aprilita: Subhanallah mba… Nangis aq liatnya , semoga keluarga mba samawa ya bahagia dunia akhirat amiin.

Jika Suamimu Terpikat Wanita Lain, Ini yang Harus Kamu Lakukan

Mia geram. Menjelang dini hari saat ia terbangun, ia mendengar suaminya mengigau. “Sonia… kamu cantik sekali…” kata-kata itu terulang dua kali.

Paginya ia menelepon ke kantor suaminya. Ia bertanya apakah ada wanita bernama Sonia di sana. “Iya, Sonia adalah karyawan baru di kantor ini.”

Kehidupan pernikahan kadang tidak selalu mulus sesuai harapan. Kadang ada aral yang melintang. Diantara aral yang cukup berat adalah jika suami terpikat wanita lain. Seperti yang dialami Mia. Bagaimana menghadapinya:

Tabayun
Hal pertama yang perlu Anda lakukan jika suami terindikasi terpikat wanita lain adalah tabayun, cek dan recek. Konfirmasi. Jangan sampai Anda salah mengambil kesimpulan, langsung memvonis dan mengambil langkah salah yang justru membawa kemudharatan bagi pernikahan dan keluarga.

Jika Anda yakin bahwa suami Anda adalah lelaki setia, tidak ada bukti ia terpikat dan menjalin hubungan dengan wanita tersebut, maka singkirkan dugaan itu. Bisa jadi ia sekedar tertarik dengannya, dan Anda bisa mengambil langkah preventif untuk mencegah hal yang lebih jauh.

Jika Anda ragu kepada suami dan ada dugaan kuat ia terpikat, Anda bisa bertanya langsung kepadanya, dengan cara sehalus mungkin tentunya.

Ingatkan Suami
Ingatkan suami bahwa tujuan menikah adalah membentuk keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Ingatkan agar suami menjaga pandangan (ghadhul bashar).

Mengingatkan tidak harus langsung secara lisan, Anda bisa mengutip nasehat ulama kemudian Anda kirimkan kepada suami melalui SMS, WA atau BBM dengan menyertakan isyarat cinta Anda kepadanya.

Bisa pula Anda membelikan buku tentang menjaga pandangan dan sejenisnya. Atau mengajak suami mengikuti taklim yang membahas tentang keluarga sakinah.

Sebagaimana hadits Nabi, pandangan adalah salah satu panah iblis. Melalui pandangan seseorang bisa tertarik kepada lawan jenisnya. Jika pandangan dijaga, insya Allah salah satu pintu awal telah tertutup.

Tutup Peluang
Jika suami terindikasi terpikat dengan wanita lain, tutuplah peluang suami berduaan atau menjalin hubungan dengannya. Anda bisa memintanya untuk segera pulang setelah pekerjaan selesai dan sebagainya.

Jika suatu saat Anda mengetahui mereka akan melakukan perjalanan bersama (berdua), Anda bisa meminta suami menolaknya, meskipun itu adalah urusan pekerjaan. Minimal, mereka harus ditemani oleh orang lain.

Yang perlu menjadi catatan, Anda perlu melakukannya dengan elegan. Dan jangan sampai justru mengekang suami yang membuatnya berontak.

Perhatian dan Komunikasi
Banyak masalah yang timbul akibat kurangnya komunikasi. Tidak jarang pula masalah pernikahan terjadi karena suami istri merasa saling tidak mendapat perhatian. Suami pergi pagi pulang malam.

Istri juga sibuk sehingga jarang bertemu di rumah. Saat bertemu sudah sama-sama lelah. Tak ada waktu bicara dan santai bersama. Sedangkan di luar rumah, suami mendapatkan perhatian dari wanita lain. Nah, hal-hal seperti ini yang membuat ia bisa terpikat.

Ketika seorang istri menyadari hal ini, ia perlu membangun komunikasi yang baik dengan suaminya. Perhatian dan komunikasi yang baik akan membuat suami lebih tahan terhadap “godaan” dari wanita lain.

Tampil Lebih Baik
Seringkali setelah menikah, wanita tidak lagi memperhatikan penampilannya. Ia tak lagi berhias, malah berhiasnya ketika keluar rumah. Hal ini perlu diperbaiki.

Cobalah tampil lebih baik di hadapan suami. Buatlah variasi agar ia semakin cinta kepada Anda. Jangan berikan kesempatan “me-nomor dua-kan” Anda dari wanita lain.

Doa
Doa adalah senjata orang beriman. Upaya apapun yang Anda lakukan, sesungguhnya yang menggenggam hati suami Anda adalah Allah. Maka berdoalah kepada Allah agar ia menjadi suami yang setia, suami yang baik, suami yang shalih, dan dapat menjadi imam bagi Anda dan anak-anak.

Manfaatkan waktu-waktu mustajab untuk berdoa; setelah shalat fardhu, sepertiga malam yang terakhir, saat berbuka puasa, dan sebagainya.

Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT

Ajaran Agama Islam telah menerangkan tentang perkara Perceraian dan masing – masing sudah mempunyai aturan atau ketentuan yang boleh dilakukan didalam Hukum Perceraian.

Sehingga sebaiknya kalian sebagai Suami atau Istri sebelum mengambil keputusan penting didalam hubungan Suami Istri ada baiknya mempelajari ketentuan, syarat ataupun hukum yang berlaku di ajaran Islam sehingga apa yang dilakukan oleh anda semua dapat di Ridhoi oleh Alloh Swt.

Adapun untuk Pengertian Perceraian atau Talak Atau Gugat Cerai Menurut Islam ialah memutuskan hubungan Suami Istri secara sah menurut Syariah Islam ataupun Sah menurut Negara dari hubungan perkawinan ataupun pernikahan sebelumnya.

Kemudian perceraian merupakan salah satu hal yang paling menyedihkan karena didalamnya akan menimbulkan dampak – dampak buruk seperti membuat anak anda sangat terluka, terpukul dan benci kepada anda karna mereka dapat merasakan ketakutan akan kehilangan sosok ayah atau ibu mereka dan mereka akan takut kehilangan kasih sayang orangtua yang kini tidak tinggal serumah.

Selain itu Kerugian Perceraian selanjutnya dari Orangtua (Mertua) dari pasangan yang bercerai karena mereka sebagai orangtua dapat saja merasa takut, khawatir dan merasa kasihan terhadap anak mereka yang bercerai.

Dampak buruk perceraian lainnya akan dibenci oleh Alloh Swt karena perlu kalian ketahui bahwa proses perceraian memang sesuatu hal yang dihalalkan atau dibolehkan oleh agama tetapi hal tersebut tidak disukai oleh Alloh Swt.

Dalam hal ini seperti Sabda Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Ibnu Majah dalam Hadist yang telah di Shahihkan oleh Hakim yang berbunyi,

Perkara Halal yang paling tidak disukai oleh Alloh SWT adalah Perceraian” (Hadist Abu Daud dan Ibnu Majah)

Oleh karena itu ada baiknya bagi kalian seorang Suami Istri Muslim untuk tetap mempertahankan hubungan keluarga sah kalian, karena walaupun hukum melakukan perceraian dibolehkan asal menurut syariah atau Ketentuan Islam.

Tetapi banyak sekali dampak buruk atau kerugian yang akan mensertainya, namun dlm tersebut tentunya tergantung dari keadaan masing – masing karena ada yang harus pisah dan ada yang masih bisa dipertahankan.

Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT di Islam
Sebelum membahas lebih dalam tentang Hukum Istri Meminta Cerai Kepada Suami Karena KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) ada baiknya anda mengetahui dengan jelas tentang macam perceraian.

Karna di ajaran Islam sendiri terdapat dua Istilah Perceraian yang antara lain Talak Cerai atau Cerai Talak ialah perceraian yang dikatakan atau dilakukan oleh suami kepada istrinya.

Dan untuk istilah perceraian kedua adalah gugat cerai yang memiliki artian permintaan cerai yang dilakukan oleh pihak istri kepada suaminya atas dasar ketentuan Syariah Islam denga persetujuan oleh pihak pengadilan karena untuk Gugat Cerai Istri ke Suami harus melalui Pengadilan Agama sehingga jika belum atau tidak disetujui oleh Pengadilan Agama maka Gugat Cerai tersebut tidaklah Sah.

Untuk cara melakukan gugat cerai bagi istri ke suaminya terbagi menjadi dua cara yang antara lain gugat Cerai secara Fasakh yang merupakan Gugat Cerai tanpa adanya pemberian kompensasi uang atau barang berharga yang diberikan oleh Istri kepada suaminya.

Dan dalam kasus ini biasanya sang Suami melakukan perselingkuhan, menganiaya, bertingkah kasar, berzina dg orang lain dan tidak menafkahi istrinya baik lahir maupun batin secara terus menerus tanpa ada itikad untuk memperbaikinya.

Sedangkan gugat cerai secara khulu’ ialah gugatan perceraian yang dilakukan oleh istri kepada suami dengan memberikan uang atau barang berharga seperti mengembalikan haharnya (emas kawin) kepada suaminya yang dilakukan secara kesepakatan perceraian bersama antara suami dan Istri.

Hukum Istri Gugat Cerai Suami Karena KDRT
Untuk pembahasan tentang hukum istri minta cerai kepada suami karena KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) adalah dibolehkan atau dihalalkan.

Karena kekerasan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh suami terhadap istrinya sudah termasuk kedalam ketentuan syariat Islam dan untuk beberapa alasan yang termasuk ke dalam syariat Islam untuk istri meminta cerai kepada suami antara lain:

  • Suami tidak memberikan nafkah lahir ataupun batin dengan sengaja atau tanpa alasan yang jelas selama 4 bulan
  • Suami berbuat dosa besar baik berzina, berjudi, mabuk–mabukan dan lain sebagainya secara terus menerus tanpa adanya itikad untuk memperbaiki diri
  • Suami bertindak kasar kepada istri atau Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) secara terus menerus
  • Istri sudah tidak lagi mencintai suaminya denga sebab-sebab yang membuat istri takut tidak bisa melayani dan memberikan hak–hak suami denga baik

Sehingga bisa disimpulkan bahwa hukum istri gugat cerai kepada suami karena KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) sudah dibolehkan dan dihalalkan oleh ajaran agama Islam karena Istri mempunyai sebab atau syarat yang sesuai denga syariat Islam untuk meminta cerai kepada suami.

Adapun sang istri bisa melakukan gugat cerai fasakh jika sang suami menerima gugatan cerai istrinya secara ikhlas, tetapi jika sang suami tidak terima atau tidak mau bercerai, maka sang istri bisa melakukan gugat cerai dengan cara Khulu’ yaitu memberikan uang atau barang seperti menyerahkan Mahar (Emas Kawin) kepada suami yang dzalim tersebut.

Dan dalam hal ini maharnya berfungsi sebagai wujud protes atas kekerasan yang dilakukan oleh suami kepada Istrinya, maka dari itu suami harus menerima keputusan istrinya tersebut.

Sehingga tinggal menunggu proses persidangan perceraian berlangsung karena jika seorang Istri menggugat cerai maka harus diputuskan didalam persidangan apakah sah atau tidaknya perceraian tersebut.

Tak Malu, Pria Ini Membawa Ibunya yang Idap Alzheimer Bekerja dengannya Setiap Hari, Ini Alasannya

Seorang kurir berusia 52 tahun dari Chengdu, Provinsi Sichuan, Cina, telah memenangkan hati para netizen atas pengabdiannya pada sang ibu yang berusia 92 tahun.

Dilansir Tribunnews.com dari Next Shark pada Sabtu (21/4/2018), diketahui ia selalu membawa ibunya saat ia bekerja setiap hari.

Cai Yujun, merawat ibunya, Yang Suxiu yang telah didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer sejak tujuh tahun yang lalu.

BACA: Mantan Presiden Zimbabwe Mugabe Dituduh Korupsi Berlian Rp 208,3 Triliun

Cai dan sang ibu (Next Shark)
Karena menurutnya, tidak bijaksana meninggalkan ibunya sendirian dengan kondisi seperti itu.

Maka dari itu, Cai memutuskan untuk membawa ibunya bersama saat ia bekerja sehari-hari.

Tetapu untuk melakukan hal ini, Cai harus melakukan beberapa penyesuaian pada perjalanannya untuk memastikan kenyamanan untuk dirinya dan sang ibu.

Ia memasang kursi yang nyaman dengan melebarkan papan kayunya pada sepeda listriknya.

Cai juga menambahkan dua pedal dengan dua batang kayu lain untuk mengistirahatkan kaki ibunya saar mengendarai sepeda.

Dia juga mengikat tali kek keduanya yang berfungsi sebagai sabuk pengaman untuk memastikan ibunya aman.

Kendaraan yang digunakan Cai (Next Shark)
“Ibuku telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk keluarga. Maka ini adalah tanggung jawab saya untuk merawatnya dengan baik, tidak peduli betapa sulitnya hal itu,” kata Cai saat diwawancarai oleh The Cover.

Cai, bersama dengan istri dan keluarganya, pindah ke Chengdu 20 tahun yang lalu untuk mencari nafkah.

Keduanya mendapatkan pekerjaan sebagai kurir untuk toko komputer lokal, sementara sang ibu tinggal sendirian di rumah.

Cai dan sang ibu (Next Shark)
“Pada saat itu, ibu saya masih bisa berpikir jernih dan beliau biasanya tinggal di rumah atau pergi keluar untuk jalan-jalan,” kata Cai.

Sayangnya, hal itu mulai berubah saat Yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif dan masalah ingatan.

Yang secara bertahap menjadi lebih buruk, tak lama kemudian dia kehilangan kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri.

Yang, sang ibu (Next Shark)
Hal ini membuat Cai membiarkan Yang tinggal bersamanya setiap tahun mulai dari Januari hingga April, ketika sang ibu mulai bergabung dengannya saat bekerja.

Juga dikatakan bahwa pria itu memegang tangan ibunya setiap kali mereka berjalan bersama saat mengantarkan produk, sehingga sang ibu tidak akan tersesat.

“Ketik kami melakukan pengiriman ke gedung kantor, penjaga keamanan sering menolak ibu untuk masuk. Kemudian saya akan bertanya apakah dia bisa menjaga ibu saya, jika tidak, apakah mereka akan bertanggung jawab atas kecelakaan apapun?” kata Cai.

Cai saat mengajak sang ibu bekerja dengannya (Next Shark)
Akhirnya, penjaga keamanan pun membiarkan sang ibu ikut dengan Cai.

Cai sering membawa barang-barang yang harus dia bawa saat ia harus memegang tangan ibunya juga.

Cai dan sang ibu (Next Shark)
Rekan-rekan Cai juga sangat mendukung tindakan tanpa pamrihnya tersebut.

Mereka juga kerap membantu Cai menjaga ibunya saat ia tidak bisa membawa sang ibu bersamanya.

VIRAL: DJ Avicii Meninggal, Para Musisi Dunia Merasa Kehilangan

“Banyak teman yang suka ngobrol dan bercanda dengan ibu,” ungkap Cai menutup perbincangan.

Tega! Seorang Balita Dianiaya Ayah Tiri Hanya Karena Selalu Gagal Berhitung Satu Hingga Lima

Mengajari seorang anak memang membutuhkan kesabaran yang sangat besar.

Bukan hanya kesabaran, namun juga membutuhkan kasuh sayang untuk membuat sang anak mengerti.

Lain hal dengan gadis kecil yang berasal dari Rusia ini.

Dilansir dari Metro, gadis yang tidak disebutkan namanya ini alami kekerasan oleh sang sang ayah tiri.

Alasannya sangat sepele, yakni sang anak yang disebut masih berusia empat tahun tersebut belum bisa menghitung dari satu sampai lima.

Menurut pihak kepolisian setempat, diduga gadis balita itu dipukuli berulang kali dengan kabel yang ada di pengisian daya gawai.

Lebih lanjut pihak kepolisian menambahkan, bahkan korban juga cambuk menggunakan sabur dari celana pria tersebut.

Diduga, sang ayah tiri itu melakukan kekerasan terhadap korban selama dua hari.

BACA: Akhirnya Mahfud MD buat Saluran Youtube Resmi, Ini Video Pertama yang Diunggah

BACA: Terbongkar! Kevin Hillers Blak-Blakan Buka Rahasia Awal Kenal Lucinta Luna

“Luka yang diderita gadis itu ada di bagian kepala, punggung, dada, perut dan lengan,” ujar pihak kepolisian.

Sedangkan sang ibu yang sekaligus pasangan tersangka disebut tidak segera melorkan ke pihak berwajib karena sangat takut kehilangan kekasihnya.

Sang ibu yang juga tidak disebut namanya tersebut hanya mengobati sang anak di dalam rumah.

Korban tertolong setelah teman dari sang ibu melihat gadis kecil itu kesakitan saat berkunjung.

Teman itu pun segera melaporkan tersangka yang ternyata masih berusia 20 tahun itu ke pihak berwajib.

Pria yang berasal dari Republik Soviet itu telah dituduh lakukan tindakan penyiksaan dan akan mendapat hukuman tujuh tahun penjara jika terbukti bersalah. (*)