Bahaya Kertas Cokelat yang Sering Digunakan Untuk Membungkus Makanan, Ini Penjelasannya

Kertas berwarna cokelat atau yang sering disebut dengan kertas minyak ini pasti sudah tak asing lagi.

Nah, kertas ini sering kamu jumpai untuk membungkus makanan. Mulai dari nasi, gorengan hingga jajanan tertentu.

Kertas ini dipilih karena harganya yang relatif murah dan simpel menggunakannya. Jika diperhatikan kertas ini juga dilapisi plastik tipis di satu sisinya.

Namun, tak disangka kertas yang dipakai banyak penjual nasi untuk membungkus makanan ini bisa mengganggu kesehatan.

Sejumlah penelitian menemukan kertas ini memiliki kandungan BPA yang berbahaya bagi tubuh.

BPA atau bisphenol A merupakan bahan kimia yang sering digunakan sebagai pembuat wadah makanan, bukan hanya plastik tapi juga kertas.

Nah, awalnya kandungan BPA digunakan pada wadah makanan kaleng. Hal tersebut dilakukan agar kaleng tidak mudah karatan. BPA ini mulai digunakan untuk melapisi kertas.

Hal itu bertujuan agar kertas lebih tahan terhadap panas. Bahaya penggunaan kertas minyak juga pernah disampaikan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Lisman Suryanagara, Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan kertas nasi yang dipakai untuk membungkus makanan.

Lisman menambahkan, zat kimia yang ada di kertas tersebut berdampak negatif bagi tubuh.

Selain itu, bisa memicu berbagai penyakit seperti kanker, kelenjar getah bening dan gangguan reproduksi hingga mutasi gen.

Menurutnya, bahan yang umum digunakan sebagai bungkus makanan dari masa ke masa antara lain adalah keramik, kaca, plastik, alimunium foil, hingga yang berbahan dasar kertas.

Nah, lebih baik jika kamu membeli makanan dan dibungkus kertas ini. Langsung pindahkan saja ke piring yang biasa.

Jangan Minum Soda Ketika Berpuasa, Ini Bahayanya

Bagi Anda yang suka minum soda, stop dulu selama bulan Ramadan ini. Apalagi jika Anda sedang menjalani puasa.

Pasalnya, soda memberikan efek buruk buat lambung, lho!

Hal ini dijelaskan Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jambi Helfiyan, Kamis (17/5/18). Dia bilang, soda memberikan efek buruk terhadap lambung.

“Minuman bersoda tinggi atau gas, tidak baik untuk kesehatan lambung,” katanya.

Dia menjelaskan, hal tersebut dikarenakan kandungan gas dalam minuman dapat mengganggu sistem pencernaan pada lambung.

Hal lebih buruk terjadi terhadap penderita sakit maag.

“Bagi penderita maag, dapat memperberat sakitnya,” ujarnya.

Selain itu, bagi orang-orang normal, soda dapat memicu flatus (kentut), sehingga dapat mengurangi kekhusyukan ibadah puasa.

“Kalau orang normal bisa flatus (kentut), sehingga dapat menggangu jalannya ibadah, seperti salat dan ibadah lainnya,” jelasnya.

Selain itu, minuman bersoda juga tidak baik bagi pengidap gula tinggi diabetes.

Sebab, katanya, kandungan gula yang tinggi dalam minuman bersoda dapat memicu gula darah.

“Gula tinggi juga tidak baik untuk kesehatan. Apalagi bagi yang bermasalah dengan gula darah,” dia mengatakan.

Untuk itu, dia mengimbau, agar dalam menjalankan ibadah puasa didukung dengan mengonsumsi makanan dan minuman dengan gizi seimbang.

9 Risiko Bayi Rentan Meninggal Mendadak Akibat SIDS

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) merupakan kejadian bayi meninggal mendadak tanpa ada gejala sebelumnya. Kondisi mengerikan ini paling sering menimpa bayi di bawah usia satu.

Fakta mengebutkan, SIDS sering kali terjadi akibat lingkungan tempat tidur bayi yang tidak aman.

Tak hanya itu, penelitian juga mengatakan bahwa risiko terjadinya kondisi ini bisa meningkat berlipat ganda bila terdapat hal-hal di bawah ini:

1. Usia
Sekitar 90 persen kasus SIDS terjadi pada bayi berusia di bawah enam bulan, yaitu pada bayi berusia dua hingga empat bulan.

2. Faktor Ibu dan Lingkungan
Status sosio-ekonomi rendah, usia hamil di bawah 20 tahun, dan tingkat pendidikan ibu yang rendah membuat risiko seorang bayi mengalami SIDS menjadi lebih tinggi.

Selain itu, ibu yang memiliki riwayat merokok, mengonsumsi alkohol atau menggunakan obat terlarang saat hamil maupun setelah bayi dilahirkan juga turut meningkatkan risiko kejadian SIDS.

Ketahuilah bahwa nikotin yang terdapat di peredaran darah ibu, dapat mempengaruhi perkembangan batang otak bayi, yang merupakan organ pengatur pernapasan.

3. Prematur dan Berat Lahir Rendah
Bayi yang lahir secara prematur dan memiliki berat badan lahir rendah lebih berisiko mengalami SIDS.

Penelitian menyatakan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan 1000–1499 gram memiliki risiko empat kali lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat SIDS.

Sedangkan bayi yang memiliki berat badan lahir 1500–2499 gram berisiko tiga kali lebih tinggi untuk mengalami kondisi mengerikan tersebut.

4. Gangguan Perkembangan Otak
Beberapa bayi ada yang terlahir dengan gangguan kemampuan pusat kontrol pernapasan di batang otak. Normalnya, bayi akan terbangun dan berpindah posisi saat jalan napas (hidung atau mulut) terhalang sesuatu.

Pada bayi yang mengalami gangguan, ia tidak dapat mengatasi keadaan tersebut sehingga menyebabkan jalan napas terhambat yang berujung pada kematian mendadak.

5. Infeksi
Banyak bayi yang mengalami SIDS memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan.

6. Posisi Tidur
Bayi baru lahir yang rentan mengalami kematian mendadak ialah yang sering berganti posisi saat tidur. Begitu pula dengan bayi yang tidur dengan posisi tengkurap.

Ini karena tidur dengan posisi yang tidak tepat dapat menyebabkan tersumbatnya jalan napas pada bayi.

Oleh karena itu, American Academy of Pediatrics menyarakan semua bayi sehat yang berusia di bawah satu tahun untuk tidur dengan posisi telentang.

7. Alas Tidur Terlalu Empuk Atau Tidak Datar
Bantal yang empuk atau alas tidur yang terbuat dari polystyrene membuat bayi berisiko 2–3 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian mendadak.

8. Tidur Bersama Dengan Orang Tua
Tidur dengan orang tua atau saudara turut meningkatkan risiko SIDS, terutama bayi yang berusia di bawah 13 minggu. Ini karena bayi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tertiban atau terhimpit ketika tidur.

9. Kepanasan Saat Tidur
Selimut yang terlalu tebal, suhu ruangan yang panas, pemakaian baju yang terlalu tebal, dan kondisi bayi sedang demam berhubungan dengan risiko kematian mendadak yang lebih tinggi.

Guna memperkecil risiko Sudden Death Infant Syndrome atau SIDS, pastikan Anda selalu memperhatikan dan memantau bayi saat dirinya tertidur.

Hal ini sangat penting dilakukan, apalagi bila bayi masih berusia di bawah satu tahun atau memiliki kelainan lahir bawaan.

Buka Puasa Dengan Gorengan? Jangan Keseringan, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan

Gorengan adalah menu yang bisa ditemukan dimana-mana, termasuk pada bulan Ramadan seperti sekarang. Bahkan gorengan kerap kali menjadi menu berbuka.

Tapi, tahukah bahwa jika terlalu sering mengonsumsi gorengan dapat membahayakan kesehatan?

Dilansir dari Hello Sehat, kandungan lemak dalam minyak yang ada pada gorengan membuat gorengan sulit dicerna, terutama ketika gorengan menjadi makanan pertama yang dimakan setelah puasa.

Bayangkan saja, ketika perut kosong setelah puasa seharian, perut harus mencerna lemak yang ada pada gorengan. Tentunya, saluran pencernaan bekerja lebih keras untuk dapat mencerna lemak tersebut.

Karena sulit untuk dicerna, proses untuk mencerna gorengan akan memakan waktu lama serta dapat mengganggu dan menghambat saluran pencernaan untuk mencerna zat gizi lain.

Karena gorengan lebih lama dicerna, perut tidak cepat merasa kenyang. Akibatnya, akan menambah makan gorengan lagi dan lagi dan menyebabkan terlalu banyak makan.

Kadang mungkin tidak sadar sudah memakan gorengan berapa buah. Setelah berhenti makan gorengan, baru akan merasa perut sudah penuh dan kenyang.

Buka puasa dengan gorengan dapat menimbulakn keluhan yang dirasakan berbeda-beda oleh tiap orang.

Jika memiliki saluran pencernaan yang sensitif, gorengan dapat merangsang asam lambung naik yang dapat menyebabkan heartburn (perasaan panas atau terbakar di sekitar perut bagian atas).

Kandungan lemak jenuh yang ada pada gorengan dapat mengakibatkan asam lambung naik.

Selain itu, sulitnya lemak untuk dicerna dan kandungan serat yang sangat sedikit pada gorengan dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit.

Beberapa orang mungkin juga merasakan tenggorokan gatal setelah makan gorengan. Hal ini dikarenakan terdapat kandungan akrolein pada gorengan yang menyebabkan rasa gatal. Akrolein ini terbentuk pada minyak yang sudah dipakai berkali-kali.

Faktor utama penyebab gorengan tidak sehat sebenarnya terletak pada minyak goreng yang dipakai untuk menggorengnya.

Dampak gorengan pada kesehatan tergantung dari jenis minyak atau lemak yang digunakan untuk menggoreng, cara menggoreng (apakah dengan cara deep fried atau pan fried), sudah berapa kali minyak dipakai untuk menggoreng (semakin sedikit dipakai semakin baik), dan berapa banyak garam yang ditambahkan pada makanan gorengan tersebut.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, sebaiknya kontrol konsumsi gorengan mulai dari sekarang. Jika ingin makan gorengan, sebaiknya memasaknya sendiri.

Gorengan yang beli di luar biasanya menggunakan minyak yang sudah dipakai berulang kali sehingga dapat memicu pembentukan zat-zat yang berbahaya bagi tubuh dan kesehatan.

Ada baiknya mencoba alternatif makanan lain daripada buka puasa dengan gorengan. Beberapa contoh makanan pembuka yang lebih sehat selain gorengan, seperti kolak, kue manis atau kue basah, berbagai macam buah-buahan, puding, siomay atau dimsum.

Hentikan Kebiasaan Minum Sambil Berdiri, Ini Bahayanya Jika Terus Melakukannya

Apakah Anda tipe orang yang minum sambil berdiri? Jika iya, sebaiknya kebiasaan ini Anda hilangkan. Sebab, nyatanya kebiasaan minum air sambil berdiri bisa membahayakan kita.

Minum air sambil berdiri menyentuh bagian bawah esofagus, yang pada gilirannya melukai sfingter santai yang dapat menyebabkan kerusakan.

Hal ini akan mengarah ke kondisi medis yang disebut GERD (Gastro Esophageal Reflux Disease). Bukan hanya itu, di bawah ini adalah akibat yang dapat ditimbulkan karena minum sambil berdiri.

1. Gangguan Pencernaan
Ketika seseorang duduk dan minum air, otot dan sistem saraf mereka biasanya lebih rileks daripada ketika berdiri.

Hal ini membuat sistem syaraf kita cepat memberikan pesan ke tubuh untuk mencerna air dengan makanan lain yang sudah kita makan.

2. Kerusakan Ginjal
Ketika seseorang minum sambil berdiri, air tidak disaring dengan benar oleh ginjal. Produk limbah kemudian masuk ke kandung kemih dan bercampur dengan darah yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal.

3. Arthritis
Salah satu kerusakan yang paling umum yang disebabkan oleh minum air dalam posisi yang salah adalah radang sendi.

Ketika kita minum air sambil berdiri, hal itu cenderung mengganggu keseimbangan cairan lain dalam tubuh yang menyebabkan kekurangan cairan yang dibutuhkan dalam sendi.

Hal ini menyebabkan terlalu banyak akumulasi cairan di sendi yang dapat memicu arthritis.

4. Saraf Tidak Tenang
Minum air sambil duduk, sistem parasimpatis bekerja yang pada dasarnya memungkinkan indera kita menjadi tenang dan sistem pencernaan lancar.

Sedang minum sambil berdiri, menempatkan tubuh kita dalam mode bertarung dan terbang yang menyebabkan ketegangan saraf di dalam tubuh.

5. Tingkat Asam yang Dicairkan
Air membantu dalam menurunkan tingkat asam dalam tubuh. Asupan air disarankan diminum perlahan dalam posisi duduk.

Posisi ini membantu dalam menurunkan tingkat asam dalam tubuh, karena tingkat asam dikombinasikan dengan jumlah air yang sesuai.

Sebaiknya Tidak Minum Kopi Atau Teh Saat Sahur, Ini Alasannya

Apakah sahabat sering minum teh saat sahur? Sepertinya hampir sebagian orang akan menikmati secangkir teh yang hangat dan manis.

Namun ternyata teh tidak dianjurkan untuk diminum saat sahur. Begitupun juga dengan kopi. Keduanya memiliki kandungan kafein yng bersifat diuretic yang akan menyebabkan tubuh menjadi dehidrasi.

Bahkan kopi tidak hanya menyebabkan dehidrasi, namun juga meningkatkan tekanan darah dan denyut jantung.=

Maka dari itu baiknya kalau kamu tetap ingin meminum teh saat sahu atau kopi, maka penggunaan gula pada the dan kopi harus dibatasi karena gula yang banyak jika diserap akan dapat membebani kerja insulin.

Terlebih lagi jika Ibu hamil yang berpuasa, maka sangat dianjurkan menghindari minuman kopi.

Karena, ibu hamil dan menyusui membutuhkan zat besi, sementara kandungan zat yang terdapat dalam kopi justru menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh. Zat ini justru akan berkompetisi dengan zat besi di dalam tubuh.

Terlebih buat ibu menyusui yang bayinya sangat sensitif. Tidak sedikit, bayi yang tidak kuat apabila ibunya mengonsumsi kopi. Hal ini mengakibatkan bayi mengalami kolik.

Jadi, bagaimana? Apakah masih ingin minum teh atau kopi saat Sahur? Lebih baik diganti dengan segelas susu hangat dan tidak lupa makan makanan yang memiliki kandungan serat tinggi ya.

Seandainya Tahu Dari Dulu, Teryata Begini Cara Menghilangkan Sakit Gigi Dalam 5 Menit

Sakit gigi adalah kondisi ketika muncul rasa nyeri di dalam atau disekitar gigi dan rahang. Penyebab sakit gigi disebabkan karena infeksi bakteri,pembusukan gigi, gigi retak dan penyusutan gusi.

Jika sakit gigi sudah kambuh, rasa sakit nyeri, ngilu dan nyut-nyutan yang dikuti dengan rasa deman dan pusing kepala.

Banyak hal yang tidak bisa kita lakukan saat gigi sakit, mulai dari susah makan, tidak bisa tidur, hingga tidak bisa melakukan aktivitas tertentu karena badan lemas.

Banyak cara dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit gigi mulai dari berkumur dengan air garam, minum obat, dan gosok gigi, namun sakitnya tidak kunjung sembuh.

Namum ada beberapa treatment yang mungkin kamu tidak tahu teryata bisa menyembuhkan sakit gigi dengan cepat.

Ini ada beberapa cara menghilangkan sakit gigi dengan cepat, antara lain:

Es Batu
Meletakkan es batu pada area yang sakit dapat membantu meredakan rasa sakit dengan segera. Rasa dingin membuat pembuluh darah menyempit sehingga rasa sakit berkurang.

Bawang Putih
Bawang putih adalah antibiotik alami yang dapat membantu melawan infeksi. Caranya haluskan 1 potong bawang putih, tambah sedikit garam lalu letakkan pada area gigi yang sakit.

Minyak Cengkeh
Minyak cengkeh juga bisa membantu mengatasi sakit gigi. Caranya rendam kapas kedalam minyak cengkeh, lalu gigit kapas yang telah direndam tadi pas pada bagian gigi yang sakit.

Jahe
Minum wedang jaeh sekaligus menggunakannya untuk berkumur teryata bisa meredakan rasa sakit gigi.

5.Bawang Merah
Potong bawang merah menjadi 2 bagian lalu gigitkan bawang merah pada bagian yang sakit. Usahakan air bawang merah mengenai area yang sakit.

Itulah beberapa cara sederhana untuk meredakan sakit gigi dalam 5 menit, Semoga bermanfaat.

4 Cara Efektif Menghilangkan Bekas Jerawat

Meskipun jerawat telah hilang, tapi biasanya ada bekas jerawat yang tertinggal sehingga terkadang membuat penampilan kurang oke, bener nggak Sobat?

Wajah berseri yang terbebas dari noda bekas jerawat menjadi dambaan banyak wanita. Namun tak jarang dari kita sudah down duluan karena, untuk menghilangkan bekas jerawat itu artinya akan ada perawatan ekstra dan membutuhkan biaya banyak.

Eeiits! Jangan dulu sedih Sobat, kita punya solusi untuk menghilangkan bekas jerawat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal untuk ke salon atau klinik.

1. Masker Putih Telur dan Madu
Madu dan telur dapat digunakan sebagai bekas jerawat yang paling ampuh. Gunakan kedua bahannya secara bersama-sama agar hasilnya maksimal.

Untuk menghilangkan bekas jerawat yang membandel pada wajah, Anda dapat membuat ramuan masker telur dan juga madu.

Telur yang digunakan adalah putih telur. Penggunaan masker ini sebaiknya sebelum tidur sampai bangun lagi di pagi harinya.

2. Menggunakan Air Jeruk Nipis
Jeruk nipis juga dapat digunakan untuk menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Cara menghilangkan bekas jerawat secara alami dengan menggunakan jeruk nipis ini sama dengan yang lainnya, yaitu oleskan air perasan jeruk nipis pada wajah.

Kemudian diamkan selama 10 sampai 15 menit lalu bilas dengan menggunakan air hangat.

3. Lidah Buaya
Lidah buaya biasanya dikenal dengan obat alami penumbuh dan penyubur rambut. Namun Tahukah Anda, ternyata lidah buaya juga dapat dijadikan sebagai obat alami menghilangkan bekas jerawat.

Untuk menghilangkan bekas jerawat dengan menggunakan lidah buaya sangatlah mudah, Anda tinggal ambil gel lidah buaya kemudian oleskan pada bagian wajah yang terdapat bekas jerawatnya.

Lakukan hal ini secara rutin setiap harinya, maka bekas jerawat Anda berangsur-angsur akan menghilang.

4. Bawang Putih
Ternyata bawang putih juga bisa menghilangkan bekas jerawat lho, Sobat. Untuk menghilangkan bekas jerawat yang ada pada wajah, Anda dapat menggunakan bawang putih.

Caranya yaitu haluskan bawang putih kemudian oleskan pada wajah yang terdapat bekas jerawatnya.

Nah itu dia cara alami untuk menghilangkan bekas jerawat yang bisa Sobat lakukan di rumah. Gimana? Murah meriah dan mudah dilakukan kan? Semoga ulasan ini bermanfaat yaa.

7 Manfaat Lemon Bagi Kesehatan Anda

Di balik rasa asam lemon, ternyata ada segudang manfaat yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh. Buah berwarna kuning ini kaya akan antioksidan dan vitmin C yang penting untuk tubuh.

Belum lagi kandungan protein, serat, karbohidrat, dan berbagai jenis mineral seperti magnesium, kalsium, serta kalium.

Kamu bisa mendapatkan berbagai manfaat lemon dengan mudah, karena buah ini bisa langsung dikonsumsi atau diolah menjadi infused water.

Kamu juga bisa membuat minuman lemon dengan campuran irisan jahe dan madu. Lalu, apa saja khasiat buah lemon bagi kesehatan tubuh? Berikut beberapa di antaranya:

Meningkatkan Kekebalan dan Daya Tahan Tubuh
Manfaat lemon yang pertama tentu saja berkaitan dengan daya tahan dan kekebalan tubuh. Dalam buah ini, terkandung flavonoid dan vitamin C dalam kadar yang tinggi.

Flavonoid sendiri adalah sejenis senyawa antioksidan yang berfungsi sebagai pelindung tubuh dari bahaya radikal bebas.

Mencegah Terserang Penyakit Batu Ginjal
Selain vitamin C dan senyawa antioksidan, lemon juga kaya akan asam sitrat yang berfungsi meningkatkan pH sekaligus volume air seni.

Hal ini dapat mengurangi risiko tubuh terserang penyakit batu ginjal. Caranya pun mudah, cukup dengan mengonsumsi air lemon sebanyak setengah gelas setiap harinya.

Membantu Proses Penyerapan Zat Besi Pada Tubuh
Zat besi juga menjadi salah satu mineral yang amat dibutuhkan tubuh. Kekurangan zat besi bisa membuat kamu rentan mengalami anemia atau kurang darah.

Oleh karena itu, kamu perlu mengonsumsi makanan yang kaya zat besi agar terhindar dari bahaya anemia. Supaya tubuh mudah menyerap zat besi dari makanan yang kamu konsumsi, kamu bisa menambahkan perasan lemon di atasnya.

Menjaga Kesehatan dan Kinerja Jantung
Ternyata, vitamin C tak hanya berperan sebagai penguat daya tahan dan kekebalan tubuh. Nutrisi ini juga memiliki peran penting untuk mengurangi risiko tubuh mengalami stroke dan sakit jantung.

Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi lemon dan mengimbanginya dengan olahraga juga membantu tubuh terhindar dari bahaya kolesterol dan tekanan darah tinggi.

Mengurangi Risiko Terserang Penyakit Stroke Iskemik
Menurut hasil penelitian, rutin mengonsumsi buah-buahan yang mengandung sitrus, seperti misalnya lemon, bisa membantu tubuh terhindar dari penyakit stroke iskemik atau berkurangnya pasokan darah ke bagian otak karena terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah.

Obat Sakit Tenggorokan
Tak hanya jahe yang mampu meringankan batuk dan melegakan tenggorokan, lemon juga ternyata memiliki fungsi yang sama.

Jika sakit tenggorokan terasa mengganggu, cobalah berkumur dengan air hangat yang sebelumnya telah ditambahkan jus lemon sebanyak satu sendok teh saja.

Sementara itu, kalau kamu sedang terserang batuk dan pilek, air hangat dengan perasan lemon dan dua sendok teh madu akan meredakannya.

Membantu Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
Mulut kamu berarora tak sedap? Pasti kamu jadi tidak percaya diri, ya. Namun, jangan khawatir, karena kamu bisa menggunakan lemon untuk menguranginya.

Rutin mengonsumsi lemon akan membuat mulut kamu jadi segar dan bebas bau tak sedap. Tak hanya itu, lemon juga mampu meringankan rasa nyeri dan ngilu pada gigi, lho!

5 Hal yang Sebabkan Perut Buncit Saat Puasa

Sudah berpuasa lebih dari dua minggu namun perut kok tetap buncit ya? Saat berpuasa, waktu makan berkurang dari yang biasanya tiga kali sehari menjadi dua kali sehari.

Selama jeda waktu dari waktu sahur sampai saat berbuka puasa, kamu pun tidak makan ataupun minum sama sekali.

Semestinya hal ini membuat berat badan cenderung stabil bahkan menurun. Namun, seringkali yang terjadi malah sebaliknya. Lingkar perut semakin luas dan bertambah buncit. Kira-kira apa yang menjadi penyebabnya?

Nyatanya, pengurangan waktu makan tidak bisa membuat perut buncitmu langsung mengempis. Kamu juga perlu memperhatikan asupan makanan dan menjaga gaya hidup tetap sehat bila ingin mendapatkan manfaat baik dari berpuasa.

Beberapa kebiasaan tidak baik berikut mungkin yang menjadi penyebab perut buncit saat puasa:

1. Menambah Porsi Saat Sahur
Karena takut cepat lapar saat menjalani puasa, banyak orang yang makan jadi lebih banyak dari porsi makan biasanya saat sahur.

Padahal yang membuat rasa lapar cepat datang atau tidak, bukan karena porsi makanan melainkan komposisinya.

Kamu disarankan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi yang tidak berlebihan dan dengan susunan menu yang meliputi komposisi nutrisi yang lengkap, seperti karbohidrat (nasi), lauk pauk (daging, tahu atau tempe), dan serat (sayur dan buah-buahan).

Hindari mengonsumsi mi instan atau makanan kaleng, karena selain cepat mengenyangkan tapi juga cepat membuatmu merasa lapar.

Kebiasaan langsung tidur lagi setelah makan sahur juga bisa membuat perut buncit saat puasa. Bila ingin tidur, tunggulah minimal 2 jam setelah makan sahur.

2. Kalap Saat Berbuka
Banyak orang yang sering menjadikan waktu buka puasa sebagai ajang ‘balas dendam’. Alhasil, saat azan magrib berkumandang, mereka menjadi kalap dengan makan dan minum dalam porsi yang sangat banyak.

Didorong oleh rasa lapar dan haus yang sangat tinggi, berbagai pililhan menu berbuka pun disantap, mulai dari makanan serba manis, digoreng, sampai junk food. Akibatnya, kalori yang masuk ke dalam tubuh pun melebihi dari yang seharusnya.

Kebutuhan kalori orang dewasa pada umumnya adalah sekitar 2000 untuk pria dan 1500 untuk wanita. Inilah yang menyebabkan perut buncit saat puasa.

Jadi, kamu sebaiknya tetap berbuka dengan yang manis tapi sehat, misalnya seperti buah potong, air kelapa, hingga kurma alami tanpa pemanis.

3. Langsung Makan Besar
Agar tubuh kembali segar setelah seharian berpuasa, menu makananmu saat berbuka puasa haruslah seimbang, yaitu terdiri dari karbohidrat, protein, serat, dan lemak.

Nah, agar nutrisi dari makanan yang kamu konsumsi bisa terserap tubuh dengan maksimal, kamu perlu memberi jeda waktu makan.

Jadi, saat berbuka, makanlah takjil manis yang ringan dan sehat terlebih dahulu. Setelah itu, jedalah waktu makan besar dengan menjalankan rutinitas salat magrib. Barulah setelah itu, kamu bisa melanjutkan dengan makan besar.

4. Makan Berat Lagi Sebelum Tidur
Walaupun sudah berbuka dengan makanan yang berat, biasanya beberapa jam menjelang tidur, rasa lapar sering muncul kembali. Jangan tergoda untuk makan berat lagi sebelum tidur.

Selain menggangu kualitas tidur, nutrisi dari makanan kurang bisa terserap dengan baik oleh tubuh.

Jadi, konsumsilah buah-buahan segar, yoghurt, atau oatmeal untuk menghilangkan rasa lapar. Dengan begitu, kamu pun juga bisa terhindar dari perut buncit saat puasa.

5. Malas Olahraga
Puasa sering dijadikan alasan untuk tidak berolahraga. Padahal tetap aktif melatih tubuh penting agar pembakaran makanan hingga peredaran darah tetap lancar.

Jadi, untuk mencegah perut buncit saat puasa, kamu dianjurkan untuk tetap melakukan olahraga namun dengan intensitas yang ringan agar tubuh tidak kelelahan.