Selalu Minta Dicarikan Jodoh yang Putih dan Cantik? Coba Renungkan Ini

Wahai ikhwan..
Mengapa selalu cari yang putih
Bukankah siang semakin indah
Dengan datangnya malam…
(Terinspirasi dari ustadz favorit kami yang telah berpulang, ustadz Armen Halim Naro, Lc rahimahullah)

Maksudnya adalah jangan cari atau minta dicarikan akhwat yang bayangannya seperti di film-film atau seindah khayalan cinta, begitu nadzor maka disangkanya selalu bulan purnama yang dilihat sah-sah saja mencari yg nilainya 9,5 putih dll, tapi (maaf) ngaca juga yang minta dicarikan.

Wahai Laki-laki, makan tuh cantik…

“Kenapa sih laki-laki kalau mau nyari jodoh, pasti ada kata-kata cantik, minimal 8,5 katanya, padahal, kalau lihat mukanya, kami para wanita pasti pada mau… [maaf], mau muntah”

“Laki-laki ini perlu kita blacklist, kita kasi tahu semua wanita-wanita disini sama di kota-kota lain, masa’ sudah nadzor, trus katanya sudah “insyaAllah”, trus testimoni beberapa orang juga muka mereka berdua sekufu, eh.. dia batalin tiba-tiba, ada juga laporan dari wanita kota sebelah, akhwat itu mantan foto model yang taubat, ternyata dia maju ta’aruf juga, trus mau nikah maju sama akhwat itu”

Tidakkah kalian para laki-laki mendengar hati kami, jika kecantikan adalah segalanya maka sungguh Allah tidak adil, tetapi sekali-kali tidak, Allah Maha Adil, kecantikan diciptakan sebagimana rezeki berupa anak, karena ia adalah ujian dan penghias dunia.

Okelah jika kalian berparas setengah Nabi Yusuf ‘alaihisallam, baru kalian bisa mencari yang cantik nan shalihah. Atau kalian banyak hapalan Al-Quran dan Hadist dan menguasai fiqh yang luas.

Dia tidak tahu ada ulama yang memakruhkan menikah dengan wanita yang terlalu cantik,

وتكره بارعة الجمال لانها إما أن تزهو، أي تتكبر، لجمالها، أو تمتد الاعين إليها
“Makruh hukumnya menikahi wanita yang terlalu cantik karena dua pertimbangan:

Pertama, biasanya wanita yang terlalu cantik itu memiliki sifat sombong karena kecantikannya

Kedua, terlalu mata yang melirik kepadanya” [Hasyiyah I’anah al Thalibin 3/270]

Catatan:
Ini hanya salah satu pendapat ulama saja, intinya pertimbangkan. Sebenarnya istri cantik, suami jelek juga tidak masalah.

Bisa saja suami berharap pahala dengan bersyukur dan istri berharap pahala dengan bersabar, tapi banyak faktor lainnya dan tidak hanya semata-mata karena faktor wajah

Sumber: muslimafiyah.com

Waspadalah, Ini 6 Tanda Leukimia yang Jarang Disadari Wanita…

Leukemia atau kanker darah merupakan jenis kanker cair. Seperti dikutip dari Prevention.com, dokter Martha Wadleigh dari Dana-Farber Cancer Institute mengatakan, leukemia pada orang dewasa umumnya ditemui pada usia 50-70 tahun.

Sayangnya, gejala leukemia tidak begitu jelas dan dianggap masalah biasa. Berikut ini 6 masalah kesehatan yang mungkin jadi tanda adanya leukemia.

1. Kulit Pucat
Kanker dalam darah bisa membuat sel darah rusak atau menghambat produksi sel darah merah di sumsum tulang Akibatnya, bisa terjadi anemia yang menyebabkan kulit terlihat pucat. Tangan juga bisa terasa dingin sepanjang hari.

2. Kelelahan
Kelelahan merupakan gejala umum dari leukemia. Mulailah bertanya-tanya ketika merasa sangat lelah sepanjang waktu padahal tidak sedang melakukan kegiatan yang padat. Anda akan merasa tidak berenergi. Kelelahan terjadi akibat kekurangan darah.

3. Mudah Infeksi Atau Demam
Sel darah adalah komponen penting dalam sistem kekebalan tubuh. Bila terkena leukemia yang mengacaukan sel-sel darah, kekebalan tubuh pun akan menurun. Anda akan menjadi mudah infeksi, lalu demam berulang.

4. Sesak Napas
Waspadai adanya masalah pada tubuh ketika mulai sering merasa sesak napas. Misalnya, saat melakukan aktivitas fisik, seperti menaiki tangga, tiba-tiba cepat terengah-engah dan sesak napas. Padahal sebelumnya tidak pernah merasakan demikian.

5. Memar
Muncul memar pada kulit secara tiba-tiba bisa jadi tanda leukemia. Selain memar, bisa juga hanya muncul bintik-bintik merah. Hal ini disebabkan oleh rendahnya trombosit sehingga terjadi perdarahan.

6. Berkeringat Malam Hari dan Nyeri Sendi
Selain lima gejala umum di atas, beberapa orang juga akan merasa berkeringat di malam hari hingga pegal atau nyeri pada persendian.

Perlu melakukan tes darah dengan memeriksa jumlah sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit.

Sumber: sahabatbunda.co

5 Cara Sederhana Untuk Mengetahui Subur Tidaknya Seorang Wanita…

Rasulullah menganjurkan umatnya untuk menikahi wanita yang penyayang dan subur.

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّى مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
“Nikahilah wanita yang penyayang dan subur karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud. Hadits senada diriwayatka oleh An Nasa’i dan Ahmad)

Yang menjadi pertanyaan, bagaimana cara mengetahui bahwa calon istri kita subur atau tidak, sementara dia masih gadis? Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan:

Tes Kesuburan

Cara yang paling valid untuk mengetahui wanita subur atau tidak adalah melalui serangkaian tes kesuburan yang dilakukan oleh ahli medis (baca: dokter).

Secara umum, melalui pemeriksaan ini dapat diketahui apakah ovarium mampu menghasilkan sel telur dan melepaskannya saat ovulasi, ada tidaknya sumbatan dalam tuba dan apakah ada kelainan dalam rahim yang dapat menghambat terjadinya implantasi dan perkembangan janin.

Permasalahannya, meminta calon istri melakukan tes kesuburan adalah yang tabu dan aneh dalam budaya kita. Meskipun hasilnya paling akurat, ia tidak bisa menjadi pilihan terbaik. Bisa-bisa, malah calon istri atau keluarganya membatalkan rencana pernikahan yang telah disusun sebelumnya.

Jumlah Anggota Keluarga

Cara kedua ini sangat mudah dilakukan karena sangat sederhana. Untuk mendeteksi calon istri subur atau tidak, lihatlah anggota keluarganya.

“Dengan mengetahui jumlah anggota keluarganya, kita bisa mengukur seberapa besar peluang calon istri memiliki keturunan. Biasanya keturunan dari keluarga ‘subur’ jauh lebih mudah menghasilkan keturunan. Anak tunggal, dengan banyak sepupu yang juga anak tunggal bisa pula menjadi indikator,” tulis dr Egha Zainur Ramadhani dalam buku Sehat & Sukses Pranikah. Kendati demikian, peluang ini hanya sekedar prediksi, tidak sevalid tes kesuburan.

Siklus Haid

Cara lain untuk mendeteksi seorang wanita subur atau tidak, adalah dari siklus menstruasinya. Jika lancar, peluang kesuburannya lebih besar. Siklus ini adalah indikator terjadinya ovulasi dan hormon bekerja dengan normal.

Karenanya banyak dokter yang menyarankan pasangan suami istri yang ingin segera punya anak untuk melakukan hubungan pada proses ovulasi yang umumnya terjadi pada hari ke-16 dari sejak hari pertama siklus menstruasi atau hari ke-14 sebelum menstruasi berikutnya.

Bagaimana cara mengetahui siklus haid calon istri lancar atau tidak? Dalam budaya kita, ini juga menjadi hal yang tabu jika langsung menanyakannya. Maka calon suami bisa mengutus seorang wanita untuk menanyakan kepada calon istrinya.

Berat Badan

Subur tidaknya wanita juga bisa dideteksi dari berat badan. Tubuh yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, dapat menyebabkan kinerja hormon tidak maksimal, ovulasi menjadi tidak teratur. Terlalu kurus menyebabkan sistem bekerja minimal untuk menghemat energi yang keluar.

Sedangkan terlalu gemuk dapat menyebabkan terjadinya perubahan level hormon dalam tubuh karena estrogen tidak hanya diproduksi di dalam ovarium tapi juga dalam lemak tubuh.

Masih dalam buku Sehat & Sukses Pranikah, dr Egha Zainur Ramadhani menjelaskan, 12% masalah ketidaksuburan disebabkan oleh masalah berat badan. “Terlalu kurus atau terlalu gemuk sangat mempengaruhi kesuburan bagi wanita,” tulisnya.

Nah, untuk mengetahui calon istri terlalu gemuk atau terlalu kurus, calon suami tidak perlu mengutus orang. Sebab dalam Islam disunnahkan nazhar, melihat calon istri. Mungkin dalam istilah sekarang, melalui forum ta’aruf.

Jalannya Menarik

Liputan6 pernah melansir hasil penelitian yang dilakukan Universitas Göttingen, Jerman, bahwa cara berjalan kaum wanita bisa memperlihatkan subur atau tidaknya mereka. Yang intinya, cara jalan wanita yang secara alami ‘menarik’ perhatian laki-laki merupakan salah satu indikator kesuburan mereka.

Bagaimana caranya calon suami mengetahui cara jalan calon istri? Pernah ada ikhwan yang meminta akhwat yang dita’arufkan dengannya untuk jalan. Ia ingin mengetahui cara jalan calon istrinya itu.

Entah untuk mengetahui ia subur atau hal lainnya. Hanya saja, cara ini dianggap tabu khususnya di kalangan aktifis dakwah. Lalu bagaimana? Sahabat seperti Jabir bin Abdullah dan Muhammad bin Maslamah mencontohkan, mereka mengamati calon istrinya secara diam-diam.

“Aku bersembunyi untuk memperhatikan calon istriku itu hingga aku melihat hal yang menarik bagiku untuk menikahinya,” kata Jabir bin Abdullah dalam sebuah hadits yang dikutip Ustadz Mohammad Fauzil Adhim dalam buku Saatnya untuk Menikah.

Wallahu a’lam bish shawab

Sumber: sahabatbunda.co

Wanita Cantik Ini Membuktikan Hijab Bisa Mengantarkannya Keliling Dunia

Siapa yang tidak kenal perempuan cantik dan modis yang satu ini. Terutama para hijaber mungkin sudah tidak asing lagi dengan nama Dian Pelangi.

Dari gaya berpakaian yang up to date membuatnya menjadi daya tarik masa yang begitu banyak di kalangan wanita berhijab.

Di balik kesuksesannya sebagai desainer hijab Indonesia, tentu pemilik nama lengkap Dian Wahyu Utami ini telah melewati masa-masa yang tak mudah hingga membuat namanya dikenal seantero Indonesia.

Berhijab Sejak Kecil

Tren berhijab memang lagi naik beberapa tahun ini di Indonesia. Namun, Dian sudah lama terbiasa mengenakan hijab sejak kecil bahkan dari bangku SD. Kebiasaan ini berlanjut hingga mengenyam pendidikan lanjutan di pesantren.

Sewaktu bersekolah di SMA desain Ecole Superior des Arts Techniques de la Mode (ESMOD) ini pun sempat buka hijab. Akan tetapi lantaran keluarga sedih, maka ia menggunakan hijab kembali.

Masuk SMK Tata Busana

Melakukan hal karna paksaan memang tidak mengenakan. Tetapi siapa sangka jika paksaan orang tua Dian saat itu menuntunnya untuk meneruskan usaha orang tua yang memproduksi fashion hijab berlabel Dian Pelangi.

Sempat Minder

Diakui oleh Dian, dirinya sempat merasa minder di awal karirnya. Lulus dari SMA, Dian remaja diminta mengelola butik orang tuanya yang ada di Jakarta. Namun, seiring perjalanan waktu, ia menikmati dunia fashion Hijab, menekuni dunia fashion dan akhirnya masuk ke sekolah ESMOD.

Berbekal dari pengetahuan Fashion dan agama, Dian remaja mulai bisnisnya sendiri meski kedua orang tuanya adalah pemilik butik busana muslim label Dian Pelangi di Pekalongan dan Jakarta.

Mulai dari desain, marketing, dan promosi dilakukannya sendiri. Namanya semakin dikenal setelah berpartisipasi dalam fashion show di Melbroune dan Jakarta tahun 2009 silam.

Kisah Hidup dan Film

Kemunculan merk Dian Pelangi dalam fashion tahun 2009 silam, karyanya di fashion week 2 negara, karyanya pun disambut hangat oleh masyarakat Indonesia.

Dian pelangi termasuk ke dalam daftar orang yang sukses di usia muda. Bahkan namanya masuk dalam daftar 7 pengusaha muda yang sukses dan menginspirasi.

Uniknya, kesuksesan dian pelangi ini bahkan di tuangkan ke dalam sebuah film berjudul “Dian di Balik Pelangi”. Film tersebut menceritakan perjalanannya menuju kesukesan dengan berhijab.

Sumber: studentpreneur.co

Soal Puisi Sukmawati, KH Cholil Nafis: Bangga Tidak Paham Syariah bagi Muslimah adalah Kecelakaan

Puisi karangan Sukmawati Soekarnoputri, “Ibu Indonesia” mendapat reaksi keras dari publik, khususnya warganet. Mereka menilai, patut diduga Sukmawati telah berusaha menyinggung ajaran-ajaran Islam. Puisi berjudul Ibu Indonesia itu dinilai akibat ketidaktahuan Sukmawati tentang Syariat Islam.

Bahkan diduga, puisi yang dibacakannya di acara Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Kamis lalu itu mengandung unsur SARA yang menyakiti umat Muslim di tanah air.

Berikut penjelasan resmi KH. M. Cholil Nafis, Wakil Ketua LBM PBNU (2005-2015), yang dirilis ngopibareng.id.

1. Tak mengerti syariat Islam bagi pemula itu keniscayan tapi bangga dg tak paham syariah bagi muslimah adalah “kecelakan”. Syariah itu sumber ajaran Islam yg wajib diketahui oleh pemeluknya. Syariah itu original dari Allah SWT. #puisiituaja

2. Cadar itu produk fikih dari ijtihad ulama yg meyakini sbg syariah berdasarkan dalil al Qur’an surat an-Nur: 31, khususnya menurut pendapat Ibnu Mas’d. Walaupun sebagian ulama yg tak mewajibkan cadar, Namun tak soal keindahan semata krn juga soal kepatuhan kpd Allah SWT. #puisiituaja

3. Adzan itu syi’ar Islam untuk memberi tahu dan memangil mendirikan shalat. Adzan bukan sekedar soal merdu suara muadzdzinnya dikuping, tapi bagi muslim Adzan itu menembus hati krn berisi keaguangan Allah, syahadat dan ajakan utk meraih kebahagiaan. #puisiituaja

4. Cadar dan adzan menyangkut keyakinan bukan soal keindahan, meskipun keduanya itu tak saling bertentangan. Tak layak membandingkan sesuatu yg memang tdk utk dibandingkan apalagi wilayah subjektif individu dan pelantunnya. Mana kebhinekaannya itu yg didengungkan #puisiituaja

5. Adzan berasal dari mimpi Abdullah bin Zaid bin Abdi rabbih yang sama dg mimpi Sayyidina Umar bin Khaththab ttg memberi tahu waktu shalat yg kemudian dibenarkan oleh Nabi saw dan langsung dipraktikkan oleh Bilal bin Rabah. Ini mimpi yg benar sbg hadits taqriri. #puisiituaja

6. Nabi saw. bersabda: Mimpi orang shaleh itu bagian dari 46 jalannya kenabian. Bhw mimpi bisa berperan sbg wahyu sbgaimana mimpi model adzan yg dialami oleh Abdullah bin Zaid dan Sayyidina Umar bin Khaththab yg kemudian ditetepkan oleh Nabi saw sbg hadits Nabi saw. #puisiituaja

7. Nusantara ini kaya dg budaya dannilai. Menilai keindahan tdk boleh merendahkan yg lain. Klaim merek kecap nomer 1 boleh saja asalkan jangan dibandingkan apalagi merendahkan kecap yg lain. Tak elok menyinggung yg lain utk membangun kerukunan dlm kebhinekaan.

#puisiituaja

Berikut ini puisi lengkap Sukmawati:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah
Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu
Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin

lautLihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat
Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku,

bumi Ibu IndonesiaAku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan adzan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta
Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun

Canting menggores ayat ayat alam surgawiPandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya. (adi)

Dishare dan disunting dari ngopibareng.id

Sumber : www.muslimoderat.net

Jangan Sembarang Ngomong! Seperti Ini Isi Hati Perempuan yang Sering Dituduh Pilih-pilih Jodoh

Jangan buru-buru menjudge seseorang, jika kita belum tahu latar belakang sikap seseorang… jangan terlalu cepat menyimpulkan.

Misalnya, seorang perempuan yang sudah berumur namun masih belum juga menikah, orang sekitarnya biasanya akan menuduhnya kebanyakan pilih-pilih jodoh, padahal belum tentu demikian lho.

Bisa jadi hal-hal inilah yang berada dalam pikiran atau hati seorang gadis yang belum juga menikah sekalipun sudah beberapa orang datang untuk ta’aruf, coba dipahami agar tidak tergesa menuduh orang lain ya Sob:

1. Lebih Baik Sabar Dalam Pencarian, Daripada Menyesal Karena Tergesa-gesa Menerima Seorang yang Tidak Tepat
Ada seorang gadis usianya memang sudah 40 tahunan, tapi ia dikenalkan oleh seorang laki-laki yang merokok dan tidak shalat, apakah ia harus menerima laki-laki tersebut hanya untuk menghindari bulian masyarakat mengenai statusnya?

Ada pula gadis lainnya yang masih berusia 26 tahunan, lalu dipaksa menerima ta’aruf dengan duda yang sudah memiliki anak, padahal ia berharap bisa menikah dengan seorang pria yang lajang juga.

Lalu perlukah ia menerima paksaan tersebut jika ia tidak yakin dapat menerima status barunya nantinya sebagai seorang istri sekaligus seorang ibu?

Jangan sama ratakan kesanggupan seseorang dengan orang lainnya yang bisa jadi kondisinya berbeda.

Faktanya, pernikahan yang tidak membahagiakan bisa mencelakakan tidak hanya pasangan suami istri, tapi juga anak-anak yang terlahir dari pernikahan tersebut.

Maka, beberapa perempuan memilih lebih baik bersabar dalam pencarian daripada menyesal karena salah memilih imam dalam rumah tangga, hanya karena takut menghadapi hinaan masyarakat.

2. Orang Lain Takkan Bertanggungjawab Jika Ada Masalah Dalam Rumah Tangga Nantinya
Orang-orang yang saat ini mengejek karena belum menikah juga, apakah akan bertanggungjawab jika terjadi hal buruk dalam rumahtangga gadis yang terpaksa menerima laki-laki yang sebenarnya tak diridhoinya menjadi suaminya?

Misalnya, tidak sreg karena akhlaknya terlihat buruk ketika proses ta’aruf, kondisi finansial sang laki-laki memprihatinkan dan sang perempuan sebenarnya tidak bisa menerimanya karena kondisi finansialnya pun kurang baik.

Tentu saja orang-orang di luar mereka tidak akan ikut bertanggungjawab jika ada kesulitan dalam rumah tangga yang dijalani, mungkin hanya bisa berkata “Makanya lebih selektif pilih jodoh,”

Lantas… mengapa saat sang gadis mencoba lebih selektif dalam memilih jodoh justru dituduh sebagai perbuatan ‘pilih-pilih’ jodoh, terlalu pemilih, dan tuduhan lainnya yang mudah diucapkan dari bibir ini?

3. Bisa Jadi Masih Merasa Saat Ini Waktunya Belum Tepat Karena Ada Masalah Mental Atau Psikologis yang Belum Teratasi
Tidak sedikit lho orang yang memiliki masalah psikologis dalam pernikahan, misalnya karena orangtuanya bercerai, bertengkar, KDRT dan permasalahan lainnya, tidak mudah menghilangkan trauma atas hal ini, sehingga perlu usaha intens untuk mengatasinya.

Apabila ditekan dan dipaksakan untuk berumahtangga padahal masalah internal dirinya sendiri belum beres, bukan tidak mungkin bisa menimbulkan masalah di kemudian hari.

Berdamailah terlebih dulu dengan kondisi masa lalu, baru kemudian bisa menghadapi masa depan yang lebih baik in syaa Allah.

4. Banyak Orang yang Hanya Bisa Mengejek Dan Berkomentar Tapi Tidak Memberi Solusi
Terlalu banyak ejekan dari sekitar, “Dasar pilih-pilih jodoh… dasar perawan tua,” dan ejekan tidak patut lainnya, akan tetapi tidak memberikan solusi misalnya dengan memperkenalkan laki-laki yang kriterianya mendekati apa yang dicari.

Alih-alih mencarikan yang sesuai kriteria, biasanya orang sekitar malah memaksakan temannya yang belum menikah, kriterianya apa saja asalkan diyakini baik… padahal baik belum tentu tepat/ cocok kan?

Apapun itu, pernikahan bukanlah permainan, tidak perlu kita terlalu banyak berkomentar tentang pilihan orang lain, terutama jika tidak bisa menawarkan solusi.

Boleh-boleh saja menasihati asalkan tidak sampai menghakimi yang bisa menyakiti hati. Karena sangat mungkin prasangkamu tidak tepat.

Sumber: annida-online.com

Kisah Hesti, Wanita Bercadar yang Kerap Menolong Anjing Malang

Seorang wanita bercadar bernama Hesti Sutrisno (37) memiliki belasan anjing yang dipeliharanya sampai saat ini. Kisahnya dengan anjing peliharaannya itu bermula sekitar 3 tahun silam.

Hesti mengatakan, anjing pertama yang dimilikinya yakni anjing hitam yang diberi nama Jon. Jon, kata Hesti, adalah anjing liar yang kerap kali terlihat di komplek perumahaannya.

“Kalau Jon kan liar di sini, di rumah kosong, jadi kalau anak-anak kecil main pada takut, nah saya tempatin mereka di rumah. Saya rawat anjing itu biar tetangga saya tong sampahnya nggak berantakan, nggak hilang sepatunya dibawa anjing, dan anak-anak pada aman kalau main. Ya sudah saya rawat dia di rumah,” kata Hesti di rumahnya di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan, Minggu (25/3/2018).

Setelah itu, Gopy menjadi anjing kedua Hesti yang dibawa ke rumah dari Kota Hujan, Bogor. Hesti dengan anjing-anjingnya itu selalu dipertemukan dengan cara tidak disengaja. Hesti dan Gopy di pertemukan di kali.

“Si Gopy, itu di Bogor dia masih kecil waktu itu, sekarang sudah besar. Dulu saya lagi main di kali dan ada anjing kecil, sebelum saya bawa pulang saya cari dulu siapa pemiliknya ternyata nggak ada yang akuin, malah saya disuruh buang ya saya nggak bisa akhirnya dibawa pulang. Karena kalaupun saya tinggalin nggak jamin hidup kan (anjing itu),” ujarnya.

Gopy bukan anjing terakhir yang dipungut ke rumah oleh Hesti. Tahun 2017, jumlah anjing yang dipelihara sudah 11 ekor. Hesti bukanlah seorang wanita pecinta binatang, baik kucing, apalagi anjing. Wanita yang sudah memiliki dua anak itu mengaku memelihara anjing yang dipungut di jalan itu karena merasa kasihan. Jika tidak ditolong, dia khawatir hewan-hewan itu akan mati.

“Nggak suka anjing awalnya. Saya takut sama anjing malah, tapi tiba-tiba Allah bolak-balikan hati saya jadi suka sama kucing, anjing,” ujar Hesti.

“Apapun yang saya alami, apapun yang ditetapkan Allah kita harus ridho, sabar. Kan kita nggak tahu waktu saya jalan akhirnya ketemu kucing kan kita nggak tahu. Itu sudah jalannya, kalau hati kita terketuk untuk menolong itu siapa yang tahu?” sambungnya.

Hesti Sutrisno (37)

Bagaimana Hesti dengan air liur anjing yang diharamkan dalam Islam?

Wanita yang dalam kesehariannya menjual kripik dan baju itu tidak khawatir dengan air liur anjing yang diharamkan dalam Islam. Menurut Hesti, Islam sudah mengajarkan cara mensucikan diri dari najis yang berasal dari anjing.

“Kan sudah ada cara mensucikannya kan. Gini loh, orang itu hanya sekadar melihat yang nampak di hadapan mereka, mereka nggak lihat kebenaran yang saya lakukan di dalam rumah. Ketika mereka banyak yang nanya, dan saya nggak perlu menjelaskan karena ini antara saya dan Allah. Jadi tak ada yang perlu saya khawatirkan, nggak perlu saya takutin,” ujar Hesti.

Hesti tak peduli dengan apa kata orang tentang anjing yang jadi peliharannya selama 3 tahun itu. Menurutnya, apa yang dijalaninya saat ini sudah ditakdirkan oleh Allah SWT, sehingga mana yang salah dan benar hanya dirinya dan sang pencipta yang mengetahuinya.

“Apapun yang saya alami, apapun yang ditetapkan Allah kita harus ridha dan sabar. Kan kita gak tahu, waktu saya jalan akhirnya ketemu kucing kan kita gak tahu. Itu sudah jalannya, kalau hati kita terketuk untuk menolong itu siapa yang tahu,” ucapnya.

“Biarkan saja yang saya urus menjadi saksi saya di akhirat nanti. Kalau yang mencela saya, nanti saat saya mati juga saya sendirian, kan mereka juga nggak jadi saksi kan? Yang di dunia nanti yang akan menyampaikan apa yang saya lakukan di bumi,” ujarnya.

Sumber : muslimoderat

Pentingnya Pendidikan Wanita, Karena Menjadi Istri yang Baik Tidak Cukup Hanya Modal Cantik Saja

Pendidikan bagi kaum wanita memang masih banyak dipandang sebelah mata oleh masyarakat Indonesia. Bahkan kita masih sering mendengar ungkapan, “ngapain cewek sekolah tinggi-tinggi, toh nanti ujung-ujungnya hanya ngurus anak dan suami”

Pernyataan tersebut sekilas memang ada benarnya, namun jika mau berfikir lebih jauh, bukannya mengurus rumah tangga juga perlu sebuah pengetahuan?

Terkecuali kamu hanya bercita-cita menjadi ibu rumah tangga biasa yang membangun rumah tangga juga ala kadarnya.

Tulisan ini sedikit menjelaskan bagaimana pentingnya pendidikan bagi seorang wanita. Sebab, meskipun jaman sudah maju, namun pendidikan bagi wanita masih kalah populer dibandingkan dengan merias wajah.

Wanita Akan Menjadi Seorang Ibu yang Merupakan Sekolah Pertama Bagi Generasi Bangsa
Bagi seorang muslim, mungkin sudah tidak asing dengan sebuah hadist nabi yang mengatakan jika wanita merupakan tiang negara.

Jika wanita wanitanya baik, maka negara tersebut akan baik, naun jika akhlak wanitanya rusak maka rusaklah negara tersebut.

Kenapa peran wanita begitu penting bagi negara? Sebab wanita merupakan sekolah pertama yang akan membentuk bagaimana kualitas generasi bangsa. Jika wanita memiliki ilmu, maka generasi yang dilahirkan juga generasi berilmu.

Loh kok cuma wanita, bukannya mendidik anak tanggung jawab suami istri? Memang benar, tanggung jawab mendidik anak ada pada suami istri.

Namun waktu terbanyak yang bisa dihabiskan dengan anak ialah istri, sebab suami banyak menghabiskan waktu di luar rumah dengan pekerjaannya.

Selain itu, anak juga lebih dekat dengan ibu, artinya sang anak akan lebih banyak meniru tingkah laku ibu dibandingkan ayah.

Jadi, kalau seorang ibu tidak berilmu, bagaimana bisa mendidik generasi bangsa yang gemilang dan cemerlang yang bisa berguna bagi agama, nusa dan bangsa?

Cantik Saja Tidak Cukup Untuk Menjadi Istri Dan Seorang Ibu yang Baik
Mungkin saat masih muda, kecantikan merupakan investasi terbesar bagi perempuan. Namun saat sudah berkeluarga apalagi sudah memiliki anak, inevstasi tersebut mulai memudar.

Coba jika saat muda kamu menginvestasikan ilmu dalam dirimu, sampai jasadmu terkubur di liang lahat investasi tersebut masih berguna buat kamu dan anak cucumu.

Menjadi wanita cantik itu baik, namun ada hal yang lebih penting dari sekedar memoles wajah, yakni seberapa banyak ilmu di isi kepala wanita untuk menjalani perannya sebagai istri dan ibu dari generasi bangsa.

Jika masih ada yang berfikiran, “ngapain wanita sekolah tinggi jika nanti kerjanya cuma masak sama momong anak” coba kamu bayangkan kembali.

Sebagai wanita, kamu lebih bangga mana, bekerja di perusahaan ternama, atau berhasil melahirkan generasi berilmu yang berguna bagi nusa, bangsa dan agama?

Kalau menurut saya pribadi, sangat sia-sia ilmu seorang wanita yang hanya dihabiskan untuk mengabdi di tempat kerjanya. Dan betapa mulianya wanita yang membesarkan anak-anaknya dengan segenap ilmu yang dimilikinya.

Sumber: inovasee.com

Yuk Contoh Cara Nabi Menghormati Wanita dan Istrinya yang Sungguh Luar Biasa…

yang katanya sudah modern—seperti saat ini, ternyata manusia masih mengalami masalah bagaimana memposisikan wanita. ironisnya, sebagian mengacu pada apa yang sebenarnya sudah sangat kuno, yakni feminisme.

“Istilah femina, feminisme, feminis berasal dari bahasa Latin fei–minus. Fei artinya iman, minus artinya kurang, jadi feminus artinya kurang iman. Wanita di Barat, sejarahnya, memang diperlakukan seperti manusia kurang iman. Wajah dunia Barat pun dianggap terlalu macho,” demikian papar Gus Hamid dalam bukunya Misykat(halaman 265).

Lain halnya dengan Yahudi. Jika wanita sedang haid, mereka pada umumya diisolasi, tidak diberi makan, minum dan tidak diizinkan berkumpul di rumah dengan keluarganya.

Hal itu didapati para sahabat Nabi di Madinah, sehingga mereka pun bertanya perihal tersebut kepada Nabi Muhammad Shallallahu alayhi wasallam.

Pertanyaan sahabat itu menjadi sebab turunnya satu ayat dari surah Al-Baqarah.

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا۟ النِّسَآءَ فِى الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ ۖ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللَّـهُ ۚ إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: “Haidh itu adalah suatu kotoran.” Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS. Al-Baqarah [2]: 222).

Berdasarkan ayat tersebut Nabi Muhammad memberikan jawaban, bahwa wanita yang sedang haid pun sebagaimana juga manusia: diberi makan, minum, dan berkumpul bersama keluarganya di rumah dan berbuat sesuatu terhadap mereka sebagai kewajaran kecuali berhubungan intim dengan suaminya. Demikian seperti termaktub dalam buku Perempuan dalam Literatur Islam Klasik editor Ali Muhanif (halaman 86).

Dengan kata lain, Islam sangat memuliakan wanita. Dan, itu berarti Nabi sangat memuliakan istri-istrinya. Lantas seperti apakah Nabi dalam interaksi rumah tangga bersama istri-istrinya?

Isham Muhammad Asy-Syarif dalam bukunya, An-Nabi Shallallahu Alayhi Wasallam ma’a jauzatihi menjelaskan bahwa Nabi sangat menghormati istri-istrinya. Lebih-lebih terhadap Khadijah Radhiyallahu Anha sebagai istri pertama.

Pertama, menghargai keimanan dan pengorbanannya.

“Dia beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, membantuku dengan hartanya ketika orang-orang tidak mau memberi bantuan, dan Allah Ta’ala, memberiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari wanita lain.” (HR. Ahmad).

Hadits itu disampaikan Nabi kepada Aisyah Radhiyallahu Anha ketika menjelaskan perihal kedudukan Khadijah di dalam hatinya.

Dengan kata lain, Nabi Muhammad sangat menghormati istrinya atas dasar iman meski telah tiada. Terhadap yang masih hidup, tentu Nabi amat menghormati dan memuliakannya.

Kedua, Suka menyenangkan hati istri.

Aisyah bercerita bahwa suatu hari orang-orang Habsyi masuk masjid lalu bermain. Rasulullah bertanya kepadaku, “Wahai Humairaa, apakah kamu ingin melihat mereka?” Aku menjawab, “Ya.”

Beliau lalu berdiri di pintu. Aku mendekat lalu menyandarkan daguku pada pundak beliau dan menempelkan wajahku pada pipi beliau. Salah satu ucapan mereka ketika itu adalah “Wahai Abul Qasim, selamat berbahagia.”

Selanjutnya Rasulullab bersabda, “Sudah cukup bagimu.” “Rasulullah, jangan terburu-buru,” kataku. Akhirnya beliau berdiri seperti semula.” (HR. Nasa’i).

Dengan memahami dan mengamalkan apa yang Nabi teladankan dalam interaksi beliau dalam berumah tangga, insya Allah akan mudah bagi para istri untuk mendapatkan ridho-Nya, karena istri yang dimuliakan oleh suaminya akan juga membahagiakan hati suaminya hingga mendapat kerdihoannya.

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ
“Siapakah wanita yang paling baik?” Jawab beliau, “Yaitu yang paling menyenangkan jika dilihat suaminya, mentaati suami jika diperintah, dan tidak menyelisihi suami pada diri dan hartanya sehingga membuat suami benci.” (HR. An-Nasai)

Dan, yang tidak kalah menarik adalah, saat peradaban lain memarginalkan wanita, Islam justru menjunjungnya. Satu di antara buktinya adalah adanya perawi hadits dari kalangan wanita yang juga diakui secara ilmiah.

Seperti Aisyah misalnya, putri Abu Bakar itu meriwayatkan 2210 hadits. Kemudian ada pula Ummu Salamah, Habibah, Maimunah, Zinab, Shafiyah, Habshah, dan Juwairiyah.

Dengan demikian menjadi terang benderang bagi kita bahwa feminisme tidak dibutuhkan dalam Islam, sebagaimana laut tidak membutuhkan garam.

Wallahu a’lam.

Sumber: islamkafah.com

6 Alasan Wanita Lebih Cepat Tua Dibanding Pria

mmmmmmmUsia memang menjadi hal penting yang harus menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan. Bagi sebagian besar pria, wanita yang jauh lebih muda dibanding mereka merupakan pilihan yang tepat untuk dijadikan pasangan hidup

Selain masih cantik dan memiliki tubuh yang indah, wanita yang masih muda juga tidak mudah mengalami penuaan.

Lain halnya jika ia memilih pasangan yang seumuran, meskipun umurnya sama namun wajah si wanita lambat laun bisa terlihat lebih tua dibanding dirinya. Mengapa bisa demikian?

Tenyata ada banyak alasan yang menyebabkan wanita lebih cepat terlihat tua dibandingkan pria. Meskipun ada alasan ilmiah yang menyebabkannya, namun bisa juga karena faktor kebiasaan hidup.

Apa sajakah alasan penyebab wanita lebih cepat tua dibanding pria? Berikut informasinya.

1. Kedewasaan
Alasan pertama seorang wanita lebih cepat tua dibandingkan pria karena wanita itu lebih cepat dewasa. Kedewasaan ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti pengalaman hidup dan situasi di kehidupan sehari-hari.

2. Kelenjar Keringat yang Lebih Sedikit
Wanita mempunyai kelenjar keringat yang lebih sedikit dibandingkan dengan pria. Kelenjar keringat sendiri berfungsi untuk menghasilkan minyak yang membuat kulit tetap lembut dan pembuluh darah membantu mengalirkan darah ke organ tubuh sehingga bisa mencerahkan kulit.

Jika kekurangan, maka akan membuat kulit lebih mudah tertarik kenjang dan mudah pula menimbulkan keriput.

3. Wanita Mengalami Menopause
Alasan selanjutnya wanita terlihat lebih tua dibanding pria walaupun keduanya seumuran adalah wanita mengalami menopause.

Wajah wanita yang cenderung cepat terlihat tua, keripur dan kurang segar karena berkurangnya hormon esterogen yang disebabkan karena manopause.

Padahal hormon esterogen ini berfungsi untuk menjaga kulit wajah agar terlihat sehat dan berseri. Dengan kekurangan esterogen ini akan membuat aliran darah berkurang dan menimbulkan garis halus serta kerutan pada kulit wajah.

4. Tulang Wanita Lebih Cepat Keropos
Selain mengalami menopause, wanita juga lebih mudah mengalami osteorporosis atau biasa dikenal dengan pengeroposan tulang dibandingkan dengan pria.

Tulang pada bagian pipi dan rahang bawah seorang wanita juga lebih cepat berubah daripada pria. Itulah yang menyebabkan wajah wanita jadi lebih mudah terlihat tua.

5. Wanita Lebih Mudah Stress
Tidak hanya mudah mengalami pengeroposan tulang, seorang wanita juga lebih mudah mengalami stres. Wanita memang lebih banyak memiliki beban pikiran dibandingkan pria. Penyebab stres ini bisa berasal dari kebiasaan hidup, pekerjaan ataupun kehidupan rumah tangga.

Selain mudah stres, wanita juga lebih banyak menyimpan rahasia dan tidak bisa blak-blakan seperti pria.

Hal inilah yang bisa menyebabkan wanita lebih cepat tua dibandingkan kaum pria. Oleh sebab itu, ada baiknya menjadi wanita yang lebih terbuka jika memiliki masalah.

6. Kurang Gerak
Alasan terakhir wanita lebih terlihat tua dibanding pria adalah kurang gerak. Banyak orang yang percaya bahwa orang yang kurang gerak membuat seseorang jad tampak lembek.

Hal ini jelas berbeda dengan pria yang lebih banyak bergerak. Oleh sebab itu, jika ingin tampak lebih muda perbanyaklah olahraga seperti lari ataupun bersepeda.

Demikianlah ulasan mengenai enam alasan wanita lebih cepat terlihat tua dibanding pria. Namun tidak perlu terlalu khawatir, karena hal tersebut bisa diatasi dengan perawatan dan gaya hidup sehat.

Jadi bagi kaum pria, jangan pernah takut untuk memilih pasangan yang seumuran atau lebih tua dari anda.

Sumber: infoyunik.com