Heboh! Non Muslim Ini Bilang “Puasa Kentut”, Polisi Tak Terima Agamanya Dilecehkan

Sebuah video menghebohkan beredar di Twitter, Jumat (1/6/2018). Pasalnya, seorang wanita yang ditilang polisi karena melanggar lalu lintas marah-marah.

Tak hanya menghina polisi, ia juga melontarkan kata-kata yang dinilai melecehkan agama polisi.

Ketika polisi minta wanita tersebut tidak emosi karena saat ini bulan puasa, ia justru melontarkan cacian “puasa kentut.” Hal itu membuat beberapa polisi yang mendengar caciannya merapat.

“Ibu jangan menghina ranah agama lho,” kata polisi mengingatkan.

“Ah, cepetan,” sergah wanita tersebut.

“Ibu, itu ranah agama lho,” kata polisi lainnya.

“Penghinaan itu,” sahut polisi lainnya.

“Jangan bilang puasa kentut, Bu!”

“Ibu agamanya apa? Saya tanya. Ibu hati-hati, Bu,” lantas wanita itu menyebut agamanya. Ternyata dia non muslim.

Video tersebut diunggah akun Twitter @mpuanon, Jumat (1/6/2018) pukul 16:59. Belum ada keterangan kejadian tersebut kapan dan di mana. Netizen pun meminta wanita tersebut diusut.

MpuAnon
@mpuanon
Puasa kentut?
Ketika Agama Polisi dilecehkan.

4:59 PM – Jun 1, 2018
648
960 people are talking about this
Twitter Ads info and privacy
“Cari sampe ketemu…..!!!” kata @kangsemproel.

“Nampak jelas perusak toleransi dan kebhinekaan sesungguhnya.. Mayoritas sdh menahan diri, minoritas mestinya tau diri..” kata @DeWitarsa

“Hanya di Indonesia dimana minoritas bisa seenaknya menghina mayoritas, didepan penegak hukum lagi! Dan kita yg dihina diminta utk terus toleransi oleh mereka. Ga salah ini? Tuntut ibu itu atas penghinaan ini!” kata @Iqeza

“Harus diusut yg bilang puasa itu kentut. Pelecehan thd Islam!” kata @ariefarafa

“Sbg muslim, sy tidak terima ibadah suci sy dihina” kata @fikoyMS

“Puasa itu syariat Islam, seenaknya saja dibilang kentu* Semoga ia diproses secara hukum & mendapat ganjaran yg setimpal atas mulut kotor & kasarnya” kata @Maarrni

“Parah.. jangan didiamkan yg seperti ini.. kok bangsa Indonesia seperti terjajah di negara sendiri oleh mereka2.. #JanganDiam” kata @UmiHaryani5

lihat video sdi bawah ini

Cewek Ini Dicari Warga Batam Karena Dianggap Lecehkan Agama Islam

Nama Ria Siregar mendadak viral di media sosial dan paling dicari umat muslim di Batam saat ini. Pasalnya, postingan Ria Siregar di Facebook dianggap telah melecehkan umat Islam.

Dalam postingannya itu Ria Siregar mengatakan, meski dia beribadah hanya hari Minggu dan itupun 2 jam, tapi tidak sama kelakuan dengan orang agama lain (kalian) yang beribadah tiap detik dan menit, ia pun menyebut nama salah satu binatang.

Dia juga mengatakan, bosan mendengar pengeras suara di masjid, dan juga menyebut percuma beribadah 5 waktu dan berpuasa selama sebulan tapi hasilnya nol.

Tidak jelas apa maksud dari postingannya itu, dan meski tanpa ada menyebut nama agama manapun, tapi netizen merasa apa yang disebut oleh Ria Siregar itu jelas ditujukan untuk umat muslim.

Pantauan benankmerah.co diakun Ria Siregar, tampaknya postingan itu telah dihapusnya, tapi screnshoot postingan Ria Siregar yang dianggap melecehkan umat Islam itu bersileweran di Facebook.

Berikut beberapa akun Facebook yang memposting srcrenshoot Ria Siregar dan ini telah dibagikan ribuan netizen di Facebook.

Jaga mulutmu Ria Siregar

“Jaga muncung sndri aja neng,, bntr lagi kena ciduk kau.. Jg bilang fb d hack,, ujung” nya nangis Ria Siregar, Sebarkan,” ujar Chae Has You

Ria Siregar dikasih dua pilihan

“Kita sbg bangsa sedang berduka.
Jangan memperkeruh suasana
#damai_itu_indah Saya kasih 2 pilihan @ria siregar, meminta maaf atau kami polisikan,” tulis Helmi Helmi Syukri

Inilah 4 Komika yang Pernah Tersangkut Kasus Pelecehan Agama

STAND Up Comedy merupakan hiburan baru bagi penikmat lawak atau komedi di Indonesia. Stand up comedy telah mengalami perkembangan pesat. Terbukti bahwa hanya dalam kurun waktu beberapa tahun, banyak bermunculan komika-komika yang berhasil merambah industri hiburan tanah air.

Sayangnya, kesuksesan tersebut ‘ternodai’ oleh aksi beberapa orang komika yang dianggap melecehkan agama dalam materi yang disampaikannya ketika melakukan stand up comedy.

Dilansir dari berbagai sumber, ada empat nama komika yang sempat diperkarakan atas tuduhan pelecehan agama. Siapa saja mereka? Inilah dia:

1. Ustaz Ambia

Namanya mungkin kurang begitu dikenal. Namun, perkara pelecehan agamanya bisa dibilang terjadi sudah cukup lama. Jauh sebelum kasus komika di jaman sekarang, di tahun 2004, Ustaz Ambia Dahlan sudah dinilai bermasalah.

Saat itu ia menjadi peserta ajang Stand Up Comedy di sebuah stasiun TV swasta. Dirinya menyebut-nyebut soal salat ke panggung stand up comedy.

2. Uus

Pada tahun 2016, Uus kena masalah karena menyinggung cewek-cewek berhijab yang menangis saat nonton konser Kpop.

“Cewek pake hijab, terus dateng ke konser nangis-nangis. Mungkin keluarganya terlalu over protektif jadi pelampiasannya di situ. Enggak ngaruh kan berhijab mah cuma buat nutup aurat, akhlak mah belakangan jadi ya gua bakal tetep ngomong. Entah hijab atau engga, akhlak urusan belakangan kan ya? Yang penting nutup aurat, besok aku pake baju diving deh,” ungkap Uus dalam penampilan stand up comedy-nya kali itu.

Pernyataan Uus yang dianggap melecehkan itu bukan hanya terjadi sekali saja. Ia juga pernah dianggap melecehkan ulama saat kasus Habib Rizieq mencuat di media. Imbasnya, Uus diboikot tampil dari beberapa acara di stasiun TV.

3. Ge Pamungkas

Ge Pamungkas tersandung tuduhan pelecehan agama setelah menyampaikan materi stand up comedy dalam sebuah promosi film. Ia menyinggung soal kondisi Jakarta dan mengkaitkannya dengan ujian Allah.

“Sekarang, kalau banjir adalah cobaan dari Allah SWT, Sesungguhnya Allah akan memberikan cobaan kepada yang dicintai. Cintai Apaan. Itu orang enak-enak, cobaan!” ujar Ge.

Penggalan ucapannya tersebut kini menuai reaksi keras di kalangan netizen dan berujung pada pelaporan ke pihak kepolisian.

4. Joshua Suherman

Mantan penyanyi cilik yang kini merambah dunia komedi, baru-baru ini juga menuai kontroversi. sebuah penampilan stand up comedy-nya, ia terjerat perkara pelecehan agama.

“Orang zaman dulu semua mata laki-laki tertuju pada Annisa Annisa Aniis (ex Cherrybelle) ya kan semuanya Annisa. Padahal skillnya Anni yah tipis tipis ya kan? skill nge-dance tipis-tipis, cantik relatif. Kenapa gua mikir Kenapa Annisa selalu lebih unggul dari Cherly? Sekarang gua ketemu jawabannya. Makannya Che, Islam karena di Indonesia ini ada hal yang tidak bisa dikalahkan dengan apapun, mayoritas,” ungkap Joshua.

Kasus pelecehan agama yang dituduhkan terhadap Joshua itu kini sudah masuk ke pihak kepolisian.

Ini Maksudnya Wanita Lemah Akal dan Agamanya

WANITA merupakan perhiasan di bumi ini. Mereka begitu berharga, sehingga kedudukannya begitu mulia. Namun, namanya manusia pasti memiliki titik kelemahan. Ada yang mengatakan bahwa kelemahan dari kaum wanita itu dalam hal akal dan agamanya. Benarkah demikian?

Akal berasal dari kata iqaal artinya ikatan, mengikat sesuatu hingga tidak bebas bergerak. Fungsi akal yaitu memberikan pertimbangan, pendapat atau memilih sesuatu.

Biasanya akal menjadi lemah dan kalah jika menghadapi perasaan. Di sini masalahnya, wanita lebih kuat menggunakan perasaan dan emosi dibandingkan pria. Pria lebih banyak memakai akalnya ketimbang perasaan. Karenanya wanita diberi tugas oleh Allah untuk mengandung, menyusui, memelihara anak, dan tugas-tugas lain yang lebih banyak membutuhkan perasaan.

Perasaan punya nilai tinggi, sangat mulia dan diperlukan sekali untuk mewujudkan kasih sayang. Sedang akal justru mengalahkan perasaan dan kasih sayang. Misalnya, seorang ayah bersikap keras dalam mendidik anaknya. Ibunya, karena dorongan perasaan mencegah suami berbuat seperti itu. Anak memerlukan kesempurnaan akal dari ayah dan perasaan kasih sayang dari ibu.

Kekurangan akal wanita dibanding pria bukan berarti cela. Justru kelebihannya merupakan kebanggaan.

Kekurangan-kekurangan itu bukan berarti membedakan pahala wanita dengan pria. Masing-masing mendapat pahala sesuai dengan tugas dan fungsinya.

Allah SWT berfirman, “Bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan dan bagi para wanita ada bagian dari apa yang mereka usahakan,” (QS. An-Nisa: 32).

Jadi, kita sebagai seorang wanita tidak usah khawatir akan mendapatkan balasan yang lebih sedikit dari Allah SWT. Karena telah kita ketahui bahwa Allah itu Maha Adil. Maka, Allah akan memberikan yang terbaik bagi para wanita sesuai dengan tugas dan fungsinya. Oleh karena itu, jadilah sebagai wanita yang sebenarnya, yang mengikuti aturan sesuai dengan kodratnya sebagai wanita.

Ustad Tengku Zulkarnain : Fiksi itu di Masa Depan akan menjadi Realita…

Pengamat Politik sekaligus Dosen Filsafat UI, Rocky Gerung memberikan pernyataan yang kontroversial di acara Indonesia Lawyers Club (ILC), Selasa (10/4/2018).

Dirinya mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi, namun berbeda dengan fiktif.

“Fiksi adalah energi yang dihubungkan dengan telos, dan itu sifatnya fiksi. Dan itu baik. Fiksi adalah fiction, dan itu berbeda dengan fiktif,” ujarnya.

Dirinya juga mengaitkan dengan kitab suci dan aktivitas berdoa yang menurutnya merupakan fiksi.

“Anda berdoa, Anda masuk dalam energi fiksional bahwa dengan itu Anda akan tiba di tempat yang indah,” ujarnya menjelaskan.

Rocky menambahkan, dalam agama, fiksi adalah keyakinan. Dalam literatur, fiksi adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi.

Hal ini mendapat tanggapan dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wakasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Ustaz Tengku Zulkarnain.

Melalui akun Twitter pribadinya @ustadtengkuzul, dirinya memaparkan perbedaan fiksi dengan fiktif.

“fiksi itu di masa depan akan menjadi realita. Dulu, film Flash Gordon, manusia terbang ke angkasa masih fiksi, sekarang sudah menjadi realita.

Lain dengan fiktif, Fiktif itu ‘ngibul’ bahasa betawinya. Misalnya akan buyback Indosat. Jika selama 5 tahun tidak dibeli, maka itu namanya janji fiktif”, ujarnya.

Source: Tribunnews.com

Karena Agama Bukan Warisan, Orang Tua Kristen Ini Ikhlaskan Anaknya Masuk Islam

Ayah kristen… Ibu kristen, dengan yakin anak 8 tahun ini bersikeras untuk masuk islam.
Kok bisa..??? Ya bisa, karena agama bukan warisan

Ketapang…
Anak ini bernama Yogi Setiady, usianya baru 8 tahun, duduk di kelas 2 SDN 18 Sukabangun. Diantar sendiri oleh ibu kandungnya yang masih beragama non muslim ke KUA Delta Pawan dengan maksud untuk memeluk agama Islam.

Ayah dan mama kandungnya telah mengikhlaskan anak ini masuk Islam, karena setiap saat terus “memaksa” ayah dan mamanya agar ia bisa masuk Islam. Dia rajin ke Surau setiap shalat lima waktu, belajar ngaji dan sholat. Ketika dites ngajinya, dia sudah hafal surat Al Fatihah, Al Ikhlas, do’a ibu bapak, do’a makan, dll.

Ditanya cita-citanya, dengan tegas dia jawab ingin menjadi seorang Ustadz. Pembacaan dua kalimat syahadat yang memang sudah lancar, bahkan artinya sudah hapal ini disaksikan guru sekolahnya. Semoga Allah Subhanahuwataala meridhoi dan terus memberikan hidayah kepada anak ini. dan kita berharap anak inilah kelak yang akan menarik kedua orang tuanya kedalam hidayah Allah yakni Islam Rahmatan Lilalamin.

Perseteruan 3 Saudara Kandung: Islam – Yahudi – Kristen

Harus diakui, berita walikota London yang baru, Sadiq Khan, menjadi gegap gempita hanya karena statusnya sebagai seorang muslim.

Hal tersebut membuat sepak terjang prestasi politik beliau sebagai pejuang HAM, anggota parlemen dan Menteri Transportasi seakan tidak bermakna. Mayoritas media di Indonesia juga kurang tertarik membahas bahwa beliau berasal dari partai “kiri”, barangkali khawatir merusak euforia umat.

Kekurangpahaman akan ideologi “kiri” di negeri ini nyaris serupa dengan kekurangpahaman akan “persaingan” antara Yahudi, Kristen dan Islam yang seklise perseteruan antar saudara kandung yang saling mengklaim memperebutkan warisan.

Di samping tanah suci (Yerusalem) dan banyak nabi yang sama, ketiganya juga bukan hanya satu ras, melainkan satu darah: keturunan Abraham. Yahudi dan Yesus sebagai keturunan Ishak, Muhammad sebagai keturunan Ismail – meski dipisahkan sejarah ratusan tahun di antara mereka.

Di luar perbedaan yang sering dibesar-besarkan oleh dengan cara saling “mengkafirkan” tersebut, ketiga saudara kandung ini sebetulnya mempunyai banyak persamaan.

Puasa
Yahudi memiliki tradisi berpuasa beberapa waktu dalam setahun untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting. Yang terutama adalah peringatan Yom Kippur, di mana mereka berpuasa (makan/minum/berhubungan seks) selama 25 jam dan menghabiskan waktu di tempat ibadah.

Aspek utamanya adalah Teshuvah (bertobat, kembali pada Sang Pencipta), dan membenahi kesalahan dengan sesama.

Yesus diceritakan berpuasa 40 hari penuh di padang gurun dengan tidak makan sama sekali. Puasa ekstrim seperti ini dulu juga dilakukan Nabi Elia dan Nabi Musa. Yesus pun menyerukan:

“Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” (Matius 6:17-18)

Puasa, dalam setiap agama termasuk juga Islam, dipercaya melatih kerendahan hati, supaya manusia merasakan sebagai makhluk lemah dan membutuhkan Tuhannya.

Tetapi kenapa orang Kristen sekarang tidak lagi berpuasa? Sampai pertengahan abad ke-20, umat Katolik masih berpuasa tiap Sabtu malam sampai Minggu siang setelah ibadah.

Hingga kemudian muncul tren ibadah pada Minggu malam. Oleh Paus Pius XII pada tahun 1950, puasa 24 jam setiap minggu yang dirasa terlalu memberatkan tersebut, diubah menjadi puasa 3 jam sebelum ibadah.

Tahun 1964, Paus Paulus VI mengubahnya menjadi 1 jam sebelum ibadah.

Sedekah
Yahudi mewajibkan sumbangan Tzedakah minimal 10% penghasilan mereka. Kristen dan Katolik pun demikian, yang disebut perpuluhan. Sementara dalam Islam terdapat kewajiban berzakat dengan jumlah minimal 2,5%.

Jilbab
Tradisi jilbab sudah dimulai pada masa Assyria. Kala itu, para wanita terhormat diwajibkan memakai jilbab untuk membedakan dengan wanita rampasan perang dan budak.

Pada tradisi Yahudi, penutup kepala digunakan untuk membedakan orang-orang Yahudi dengan non-Yahudi. Penutup kepala digunakan oleh orang Yahudi dan Kristiani awal (abad ke 5 M) terutama untuk ke tempat ibadah, sebagai simbol tunduk pada Tuhan dan suami, juga simbol kerendahan hati (supaya wanita tidak malah sibuk ingin menarik perhatian dengan bersolek).

Tapi, ya, manusia, bosan dengan penutup kepala sederhana, malah diganti dengan topi yang semakin trendi (topi lebar berhias untuk para ningrat).

Abad ke-19, penutup kepala di gereja tinggal tradisi dan fashion. Ketika tren topi berakhir tahun 1960-an, berakhir pulalah tren penutup kepala di gereja, kecuali biarawati dan komunitas Yahudi/gereja kuno tertentu.

Dari simbol kerendahan hati menjadi tren fashion, komersialisasi jilbab di tanah air hanyalah mengulang sejarah.

Sunat
Perintah sunat diberikan oleh Abraham dalam kitab Taurat Yahudi. Ini adalah simbol materai darah antara orang Yahudi dan Tuhannya. “Haruslah dikerat kulit khatanmu, dan itulah akan menjadi tanda perjanjian antara Aku dan kamu.” (Kitab Kejadian 17:11)

Yesus pun dulu mengikuti tradisi sunat Yahudi, 8 hari setelah lahir. Lalu mengapa sekarang tidak ada sunat umat Kristiani? Murtad? Huss… suudzon. Jadi setelah Yesus wafat dan para muridnya mengajar, ada kejadian sebagai berikut:

“Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajar kepada saudara-saudara di situ: Jika kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan Musa, kamu tidak dapat diselamatkan. Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu.” (Kisah Para Rasul 15:1-2)

Sejak saat itu, para rasul menekankan “sunat hati” sebagai esensi sunat sebenarnya.

“Sunat memang ada gunanya, jika engkau mentaati hukum Taurat; tetapi jika engkau melanggar hukum Taurat, maka sunatmu tidak lagi ada gunanya. Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat , bukanlah sunat yang yang dilangsungkan secara lahiriah.” (Roma 2)

Dari ayat itu, para rasul merombak bukan cuma tradisi sunat, tapi juga eksklusivitas agama Yahudi di mana hanya keturunan murni Yahudi yang boleh memeluk Judaism. Itu sebabnya agama baru yang disebarkan Yesus disebut Katolik, dari bahasa Yunani katholikos yang berarti universal.

Tidak Makan Babi
Orang Yahudi dan Yesus tidak makan babi. Dalam Kitab Ulangan di Alkitab (yang mana sama dengan kitab Taurat Yahudi) disebutkan: “Jangan makan babi. Binatang itu haram, karena walaupun kukunya terbelah, ia tidak memamah biak. Dagingnya tak boleh dimakan, bangkainya tak boleh disentuh.”

Lalu kenapa sekarang orang-orang Kristen “gagal” melaksanakan perintah Tuhan? “Gagal” itu sebetulnya hanyalah istilah orang nyinyir, sebab alasan utamanya ada pada sejarah.

Babi adalah hewan ternak yang sangat mudah dipelihara dan cepat beranak pinak. Makanannya enggak rewel, bisa makanan apapun makanan sisa tuannya.

Nah, karena alasan selera makan babi tersebut, pada abad ke 15 SM bangsa Mesir menganggap babi itu terlalu jorok dan hanya pantas dimakan orang miskin.

Ketika Mesir menaklukkan bangsa-bangsa di sekitarnya (termasuk bangsa Yahudi dan Arab), mereka menyebarkan budaya anti-babi. Tapi pada akhir zaman perunggu, ketika bangsa Yunani dan Romawi bergantian menaklukkan Israel, mereka membawa serta babi Eropa dalam menu sehari-hari.

Sikap pro-babi ini diperkuat penafsiran dari Kitab Markus 7:14-19 (setengah Alkitab sama dengan kitab Taurat Yahudi, setengahnya lagi kitab yang ditulis murid-murid Yesus – di antaranya Kitab Markus ini):

“Lalu Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka: ‘Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. Apapun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.’” Jadi, semua makanan dan minuman itu HALAL.

Kalau memang babi diharamkan karena makanannya jorok (makanan sisa sayur, buah, daging, tulang, sampai tokai), harusnya ikan mas dan lele diharamkan juga dong, ya enggak?

Di desa-desa di Tiongkok, banyak toilet dibangun di atas kandang babi, sedangkan di sini pemandangan lumrah ada MCK dibangun di atas kolam.

Nah, ketika orang yang puasa/tidak, berzakat/tidak, berpeci & berjilbab/tidak, sunat/tidak, makan babi/tidak, sama-sama ada yang baik dan jujur, ada pula yang terus-terusan korupsi atau tega merampok/memperkosa/membunuh, sebetulnya apa sih yang kita ributkan?

Tidak bisakah kita mementingkan esensi saling menghargai pilihan selama tidak merugikan/menyakiti alam dan segala isinya, hidup rukun bergotong-royong tanpa harus berseteru memperebutkan kavling surga?

Atau harapan ini terlalu muluk-muluk?

Sumber: mojok.co

Gus Aab: Di Indonesia, Islam Tak Perlu Diformalkan

Untuk Indonesia, Islam tidak perlu diformalkan, tapi ajarannya cukup menjiwai kehidupan masyarakat. Penerapan Islam yang elegan diibaratkan sebagai garam. Untuk mengubah rasa, garam tidak perlu mengubah warna makanan, tapi cukup mencemplungkan diri sedikit saja, makanan sudah berubah rasanya.

Ungkapan tersebut disampaikan Ketua PCNU Jember, KH Abdullah Syamsul Arifin yang akrab disapa Gus Aab saat berceramah dalam rangka memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW di aula PB Sudirman, Kantor Bupati Jember, Jawa Timur, Rabu (10/4).

Menurutnya, pemformalan ajaran Islam di Indonesia, selain tidak cocok dengan kondisi kebhinekaan bangsa, juga belum tentu Islam benar-benar bisa menjiwai kehidupan masyarakat.

“Jadi Islam jangan dijdikan cat pewarna. Kalau cat pewarna ya hanya penampilan fisiknya yang berubah. Tapi kalau garam, maka rasa makanan apapun bisa berubah. Dan idealnya, penerapan Islam seperti filosofi (garam) ini,” ujarnya.

Ia juga mengibaratkan Islam seperti air. Ditaruh di bejana apapun bisa. Dan ketika dilihat warna air selalu mengikuti warna bejana tersebut. Tapi intinya, tetap bening. Begitu juga dengan Islam. Islam selalu bisa menyesuaikan diri mengikuti “warna” budaya lokal, di manapun Islam menjejakkan kaki.

“Selama itu tidak menyangkut yang pokok (akidah), Islam memang terbuka untuk berubah. Tapi kalau sudah menyangkut pokok, Islam wajib mempertahankan jati dirinya. Sama dengan air, di mana-mana berubah sesuai warna bejana dan bentuknya. Tapi aslinya tetap bening,” urainya.

Dikatakannya, penerapan Islam sangat fleksibel. Tergantung situasi dan kondisi. Begitu juga di Indonesia, penerapan Islam menyesuaikan diri dengan kondisi ke-Indonesia-an.

Karenanya Islam Indonesia tidak penah berbenturan dengan budaya lokal, bahkan mengakomodasinya. Dan itulah sebabnya kemudian lahir istilah Islam Nusantara.

“Jadi Islam Indonesia, tidak harus sama dengan Islam di Timur Tengah karena aturan, budaya dan kondisi di Indonesia berbeda dengan Arab,” ulasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)