Kentut di Dalam Air Bisa Membatalkan Puasa? Ini Jawabannya

Pertanyaan yang tak kalah populer selalu ditanyakan ketika bulan suci ramadan tiba yakni, apakah kentut di dalam air bisa membatalkan puasa?

Pemahaman yang beredar di kalangan masyarakat kita bahwa bila orang berpuasa lalu berendam di air lalu ia kentut di dalamnya maka puasanya batal.

Alasannya, hal demikian memungkinkan masuknya air ke tubuh, baik melalui telinga, hidung atu dubur.

Pertanyaan: Bagaimana hukum orang yg sdg menjalankan ibadah puasa trus mandi di kolam renang dan buang angin di dalam kentut?

Jawaban:
Menyelam di kolam ketika puasa tidak apa-apa (boleh), dengan catatan air tidak masuk kedalam tubuh, aman dari masuknya air.

Imam Nawawi rahimahullah didalam kitabnya Al-Majmu’ syarh al-Muhadzdzab mengatakan:

“Boleh bagi orang yang berpuasa menyiramkan air (ketubuhnya) dan menyelam didalam air (berendam didalam air), berdasarkan riwayat Abu Bakar bin Abdirrahman bin Al-Harits bin Hisyam, ia berkata:

“menceritakan kepadaku orang yang menyaksikan Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wa Sallam pada musim kemarau menyiramkan (membasuh) kepalanya dengan air karena cuaca yang sangat panas dan dahaga sedangkan beliau dalam keadaan berpuasa”.

Juga boleh memakai celak mata berdasarkan riwayat dari Anas “sesungguhnya ia memakai celak sedangkan ia berpuasa” dan karena mata bukanlah lubang tembus, maka tidak batal puasanya dengan sesuatu yang masuk kedalamnya”

Adapun mengenai kentut didalam air (kolam), itu membatalkan puasa.

Hal ini juga dalam rangka ihtiyath (kehati-hatian).

Sedangkan didalam al-Fatawa Al-Hindiyah fiy Madzhab al-Imam A’dham Abu Hanifah (madzhab Hanafiy) disebutkan bahwa kentut didalam air hukumnya makruh bagi orang yang berpuasa.

Yang lebih bagus adalah lebih hati-hati agar puasa kita benar-benar terpelihara.

Buang Air Kecil, Ada Adabnya Juga Lho dalam Islam

MENGELUARKAN kotoran dalam tubuh adalah suatu hal yang selalu terjadi, dan menjadi kebiasaan setiap makhluk yang bernyawa. Aktivitas biasa ini, terkadang membuat seseorang lalai juga dalam perkara-perkara yang seharusnya dilakukan. Terutama ketika akan buang air kecil.

Buang air kecil adalah aktivitas yang sering dilakukan, menjadi biasa. Akan tetapi, kebiasaan tatakrama yang baik dalam Islam ketika akan buang air kecil itu terkadang sering terlupakan, bahkan mungkin tidak diketahui sama sekali. Nah, untuk itu perlu bagi Anda mengetahui adab-adab ketika akan buang air kecil. Sebab, jikalau kita tidak mengikuti aturan atau ketentuan yang ada dalam Islam, bisa jadi akan menjerumuskan kita ke dalam lubang kenistaan yang tiada akhir, yakni neraka jahannam. Lalu, apa saja adab-adab buang air kecil itu?

1. Menjauh dan menutup aurat dari manusia

Pada contoh kasus seperti ini adalah saat buang air kecil di urinoir. Faktanya, ada beberapa urinoir yang tidak menyediakan sekat pembatas antar satu dengan yang lainnya. Sehingga, memberikan kesempatan aurat dapat terlihat orang di sebelah saat buang air kecil.

Dari Jabir bin ‘Abdillah RA berkata, “Kami pernah safar bersama Rasulullah SAW, beliau tidak menunaikan hajatnya sampai beliau pergi ke tempat yang tidak kelihatan,” (HR. Ibnu Majah).

2. Tidak berhati-hati terhadap najis (air seni)

Tidak membersihkan diri, tidak menyiram air seni, tidak pula berhati-hati terhadap percikan ketika buang air kecil, sesungguhnya semuanya itu mendatangkan bahaya pada diri sendiri.

3. Tidak buang air kecil pada air yang tergenang

Dari Jabir dari Rasulullah SAW bersabda, “Bahwasanya beliau melarang buang air kecil pada air yang tergenang,” (HR. Ahmad, Muslim, Nasa’i dan Ibnu Majah).

4. Tidak menghindari arah kiblat

Dalam kaitannya dengan arah kiblat bahwasanya Rasulullah SAW melarang umatnya untuk buang hajat dengan menghadap atau membelakangi kiblat

Dari Abu Ayyub Al-Anshari, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Apabila kalian buang hajat, janganlah menghadap kiblat. Namun menghadaplah ke timur atau ke barat,” (HR. Bukhari dan Muslim).

5. Membaca doa sebelum masuk kamar mandi

Mengawali dengan mengucapkan doa sebelum masuk ke kamar mandi merupakan adab yang baik dan contoh dari perilaku Rasulullah SAW.

Dari Ali bin Abi Thalib, bahwasanya Nabi SAW bersabda, “Penghalang antara pandangan jin dan aurat manusia adalah jika salah seorang di antara mereka memasuki tempat buang hajat, lalu diucapkan ‘bismillah’,” (HR. Tirmidzi).

Dan dalam sebuah hadis lain disebutkan, Anas RA berkata, “Dulu, jika Rasulullah SAW hendak masuk ke tempat buang air, maka beliau berkata (berdoa), ‘Allahumma inni audzubika minal khubusi wal khabaaits’ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari para setan laki-laki dan perempuan,” (HR. Jamaah).

6. Tidak membersihkan diri dengan tangan kanan

Bukanlah adab yang baik ketika seseorang membersihkan diri saat buang air kecil maupun besar, menggunakan tangan kanan. Karena tangan kanan lebih identik untuk melakukan hal-hal baik, seperti berwudhu, makan, minum, menunjuk kalam saat membaca Al-Quran dan lain-lain. Oleh karena itu, seseorang yang ingin membersihkan diri saat buang air kecil maupun besar hendaklah menggunakan tangan kiri.

Dari Aisyar RA, berkata, “Adalah tangan kanan Rasullah SAW untuk berwudhu dan makannya. Tangan kirinya untuk beristinja dan sesuatu yang kotor,” (HR. Abu Dawud).

7. Membersihkan diri dengan air

Dari Anas bin Malik, berkata, “Rasulullah SAW pernah memasuki tempat buang air. Maka, aku pun dan seorang bocah sebaya denganku datang membawa seember air dan kotak kecil, lalu beliau beristinja (cebok) menggunakan air,” (HR. Bukhari dan Muslim).

Apabila dalam kondisi terpaksa, tidak ada air, seperti saat hendak ke hotel, atau ke tempat-tempat umum yang tidak menyediakan air untuk membersihkan diri setelah buang air kecil atau buang air besar, maka barulah diperbolehkan untuk menbersihkan diri dengan beberapa benda.

Rasulullah SAW bersabda, “Jika seseorang di antara kalian buang air, maka hendaknya ia membawa tiga batu yang dipakai untuk istinja, karena (tiga) batu tersebut mencukupi baginya (untuk beristinja),” (HR. Ahmad, Nasa’i dan Abu Dawud).

8. Berdoa ketika keluar dari kamar mandi

Dari Aisyah RA berkata, “Adalah Rasulullah SAW jika keluar dari kamar mandi maka beliau berdoa, ‘Ghuraanaka’ (aku memohon ampunanmu).”

Aturan Minum Air Putih Saat Puasa

Meski harus menahan rasa haus selama periode waktu tertentu, kamu tetap perlu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Sebab, kekurangan cairan saat puasa bisa menyebabkan dehidrasi.

Kondisi tersebut umumnya ditandai dengan bibir dan kulit kering, pusing, sakit kepala, lemas, hingga urine berwarna gelap atau bahkan tidak buang air kecil sama sekali.

Sebenarnya, kebutuhan cairan tubuh saat puasa dan hari biasa tetaplah sama, yaitu sekitar delapan gelas sehari.

Namun pada bulan puasa, ada pola khusus yang bisa kamu terapkan untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh harian, seperti pola 2-4-2. Pola apakah itu? Berikut ini aturan minum air putih saat puasa:

2 Gelas Air Putih Saat Berbuka
“Berbukalah dengan yang manis”. Mungkin, slogan tersebut yang menjadi alasan sebagian orang untuk berbuka dengan yang manis.

Tidak ada yang salah memang, apalagi kalau kamu berbuka dengan buah kurma atau buah manis lainnya. Tapi sebisa mungkin, dahulukan minum air putih saat berbuka.

Sebab, minum air putih segera saat berbuka bisa menghilangkan dahaga dan menggantikan cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas sepanjang hari.

Namun kamu juga perlu berhati-hati untuk tidak langsung menenggak habis dua gelas air sesaat setelah berbuka. Karena ini akan menyebabkan perut kembung. Triknya adalah minum secara berkala sambil kamu mengonsumsi kurma dan takjil lainnya.

4 Gelas Air Putih Saat Makan Malam
Saat malam hari sampai menjelang tidur, sebaiknya kamu minum empat gelas air putih. Kamu bisa membaginya dengan dua gelas air putih setelah makan malam dan dua gelas air putih setelah tarawih atau menjelang tidur.

Agar manfaat air putih maksimal, usahakan untuk minum air putih 30 menit sebelum makan besar dan tepat sebelum tidur.

Sebab, minum air putih tepat sebelum atau sesudah makan dan saat makan bisa melemahkan cairan pencernaan dan membuatnya bekerja kurang efektif.

Sedangkan minum air putih tepat sebelum tidur bisa membantu tubuh mengisi kembali cairan yang hilang, membuang racun dalam tubuh, dan membuat tidur lebih nyenyak.

2 Gelas Air Putih Saat Sahur
Sahur sangat penting untuk memberikan energi yang cukup bagi tubuh selama berpuasa. Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk melakukan sahur, terutama untuk memenuhi asupan makanan dan cairan tubuh.

Sesuai dengan pola 2-4-2, kebutuhan cairan sahur yang bisa kamu penuhi adalah dua gelas air putih. Sebab, selain memenuhi kebutuhan cairan tubuh, dua gelas air putih saat sahur juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh.

Diantaranya adalah membantu meringankan sakit perut dan gangguan pencernaan, membuang racun di dalam tubuh, dan menjaga sistem limfatik tubuh.

Agar tubuhmu kembali bertenaga, kamu bisa mengonsumsi minuman lain selain air putih. Beberapa minuman penambah tenaga yang bisa kamu konsumsi saat berbuka adalah air kelapa, madu, teh manis, jus buah, dan susu.

Untuk minuman manis, jangan lupa perhatikan konsumsi gula harian, ya. Kementerian Kesehatan RI merekomendasi agar konsumsi gula harian tidak melebihi 50 gram atau setara dengan 4 sendok makan per hari.

Mengenal Manfaat Mandi Air Panas dari Onsen, Pemandian Air Panas Ala Jepang

Orang Jepang menyukai onsen sejak zaman kuno. Setidaknya terdapat 27.000 mata air panas di negeri Sakura ini dan sekitar tiga ribu penginapan memanfaatkan pemandian air panas sebagai daya tarik wisata.

Dilansir dari Nippon.com, pada abad ke-8 Onsen digunakan oleh para prajurit setelah habis berperang untuk menyegarkan badan dan menyembuhkan luka-luka. Para biksu Budhha juga meyakini bahwa berendam di air panas mampu menyembuhkan berbagai penyakit.

Ilmuwan kesehatan asal Jepang, Dr. Yuko Agishi bahkan sudah meneliti tentang khasiat Onsen dan membenarkan bahwa mandi air panas dengan kandungan mineral yang banyak memang dapat menyembuhkan berbagai penyakit seperti rematik, neuralgia, hipertensi, dan kulit.

Secara umum mandi air panas diyakini

Oleh karena itu, tidak ada salahnya jika Anda ingin menjadikan terapi ini sebagai suatu rutinitas harian. Tidak perlu jauh-jauh ke Jepang, Anda bisa mencobanya di rumah sehabis pulang kerja atau di sela-sela waktu santai.

Tentu akan merepotkan jika Anda harus memasak air setiap pagi. Untungnya, kini ada teknologi water heater yang semakin memudahkan Anda untuk merasakan sensasi mandi air hangat. Anda pun tidak perlu lagi memasak air secara konvensional.

ariston
Salah satu produsen pemanas air nomor satu di dunia, Ariston, menghadirkan inovasi melalui produk-produknya. Kali ini melalui ARISTON AURES, Anda bisa merasakan temperatur air yang stabil meskipun terjadi perubahan tekanan air yang disebabkan penggunaan air di tempat lain secara bersamaan.

Selain itu, terdapat fitur Memorize Temperature yang dapat menyimpan pengaturan temperatur air untuk tiga anggota keluarga sekaligus. Sehingga pengguna tidak perlu mengatur ulang temperatur ideal setiap kali mandi.

Dari sisi keamanan, Aures memiliki fitur ekstra, yaitu Smart Anti Scalding System yang akan mencegah proses pemanasan jika suhu melebihi pengaturan, serta fitur Splash Proof sebagai perlindungan dari cipratan air dengan Indeks Proteksi yang tinggi (IP25).

Seperti produk pemanas air Ariston lainnya, Aures dilengkapi dengan Total Safety System atau sistem keamanan berlapis yang bergaransi.

Adapun produk lainnyaa dari Ariston yakni Ariston Thermo yang berdaya listrik rendah dan tersedia dalam berbagai varian tenaga (350W, 500W, dan 800W) sehingga Anda masih bisa mandi air hangat dengan harga terjangkau.

Hilang Saat Ambil Air Wudhu, Wardiah Diduga Tersapu Luapan Sungai Mane

Wardiah binti Beransah (43) hilang saat berwudhu di aliran Sungai Mane, Pidie, Kamis (19/4/2018) sekitar pukul 18.45 WIB.

Wardiah tercatat warga Dusun Lhok Bili, Desa Mane, Kecamatan Mane.

Wanita tersebut diketahui hilang saat ditemukan pakaian, sandal dan kain sarung di pinggir sungai.

Letak sungai dengan rumah Wardiah terpaut 30 meter, tepatnya dibelakang rumah korban.

Sebelumnya keluarga mencari Wardiah, karena hingga pukul 19.00 WIB, Wardiah tidak kunjung pulang ke rumah.

“Pencarian korban tadi sempat dilakukan polisi bersama warga, tapi karena gelap sehingga dihentikan sementara,” tukas Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK kepada Serambinews.com, tadi malam.

Ia menyebutkan, Wardiah hilang di sungai yang terletak dibelakang rumah korban saat berwudhu menunaikan Shalat Magrib.

Tapi, korban terseret arus sungai yang airnya tiba-tiba mengalir deras, akibat hujan di hulu. Warga yang tinggal di dekat sungai harus hati-hati dan waspada.

“Besok, pencaharian akan kita lakukan kembali dengan menyisir Sungai. Mudah-mudahan jasad korban bisa ditemukan,” pungkasnya. (*)

Hukum Berlebihan Menggunakan Air Wudhu’

Pada topik yang sama yaitu membahas tentang wudhu. Di artikel sebelumnya juga sudah saya posting mengenai wudhu. Tanpa kita sadari bahwa ternyata ada larangan bagi kita yang sering melakukan wudhu dengan air yang sangat banyak.

Adapun hadist tentang larangan wudhu berlebihan. Sah tidaknya suatu ibadah dimulai dengan berwudhu. Jika cara yang kita lakukan saat wudhu sudah benar menurut ajaran Islam. Tentu dalam beribadah kita akan lebih tenang dan khusyuk tanpa mengkhawatirkan sesuatu. Untuk itu, di artikel ini saya akan memberikan penjelasan kepada Anda mengenai wudhu yang berlebihan.

Apa Hukum Menggunakan Air Wudhu Berlebihan?
Mengingat sebagian wilayah Indonesia air begitu melimpah. Sehingga penggunaan air untuk berwudhu lebih tampak berlebihan. Dalam hal berwudhu para ulama juga memberikan catatan tersendiri khususnya dalam menggunakan air. Jika berlebihan dalam menggunakan air para ulama menghukuminya makruh. Meskipun wudhu itu dilakukan di sungai yang mengalir dan airnya berlimpah.

Dalam sebuah hadis diceritakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berjalan melewati sa’ad yang sedang berwudhu, lalu Beliau menegurnya. “jangan berlebihan menggunakan air” Sa’ad bertanya “apakah ada berlebihan dalam masalah wudhu” Rasulullah menjawab “iya, meskipun engkau berada di sungai yang mengalir” (hadis riwayat Ibnu Majah)

Bahkan dalam hadis sahih riwayat Bukhari dan Muslim juga disebutkan bahwa nabi berwudhu dengan satu butir saja atau setara dengan 2 telapak tangan yang laki-laki sedang. Sedangkan beliau mandi menggunakan air satu sof atau setara dengan tempat mod. Menurut ulama kontemporer takaran satu mod kurang lebih setara dengan 80 ML air dengan kata lain jumlah ini jauh dengan takaran air minum botol yang berisi 600 ml. Air dalam jumlah inilah yang biasa digunakan nabi untuk berwudhu Sedangkan untuk mandi nabi menggunakan satu sof air atau sekitar 2 , 75 liter.

Baca juga : Hukum Wudhu Sambil Bicara

Lihatlah betapa iritnya Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dalam menggunakan air untuk bersuci. Dengan demikian ketika berwudhu hendaknya kita tidak membuka aliran air keran dengan penuh. Karena itu hanya akan membuang-buang air. Aliran air sesuai kebutuhan dan gunakan air secukupnya untuk berwudhu sekalipun air melimpah.

Membasuh Kepala Sampai Leher, Termasuk Wudhu Yang Berlebihan?
Kadangkala ketika berwudhu kita menemui beberapa orang yang membasuh leher hingga basah kuyup seperti orang habis mandi. Barangkali karena merasa kepanasan maka dengan membasuhnya bisa mendinginkan tubuh. Apakah yang demikian itu juga terbilang berlebihan dalam menggunakan air wudu?

Dalam hal ini para ulama menyatakan membasuh leher merupakan salah satu tindakan yang makruh dilakukan dalam berwudhu. Mereka memandang, membasuh leher bukan bagian dari ritual wudhu. Sehingga tindakan ini melebih-lebihkan dalam agama. Barangkali ini pula hikmah membasuh anggota tubuh maksimal 3 kali. Jika lebih dari tiga kali para ulama menghukuminya makruh.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

“Barangsiapa melebihkan yang lebih dari tiga kali maka dia telah berbuat tidak baik dan zalim.” (HR Ibnu khuzaimah)

Nah, itulah pemaparan tentang berlebihan menggunakan air wudhu dengan menggunakan air yang berlebihan. Semoga artikel ini dapat menjadi motivasi untuk Anda pada pertemuan kali ini.