Anak Durhaka Ini Tiap Hari Siksa dan Pukuli Ibu Kandung yang Merawatnya Penuh Kasih Hingga Berdarah-darah

Izzan Abdullah alias Brekele (23), pelaku pemukul Ibu kandung dan pembakaran rumah orang tuanya pada Sabtu (26/5/2018) telah diamankan pihak kepolisian.

Kekejaman Brekele terhadap ibunya Tri Iswanti sudah berlangsung cukup lama. Sejak usia 14 tahun anak pertama itu sudah berusan dengan kasus hukum.

Iswanti yang ditemui di rumah kakaknya, yang berjarak 100 meter dari rumahnya di Pedukuhan Kaligondang, Desa Sumbermulyo, Kecamatan Bambanglipuro, Bantul, menceritakan hal itu.

“Pertama kali berurusan dengan hukum sejak SMP, mungkin sekitar umur 14 tahun. Waktu itu saya bolak balik Bapas (Balai pemasyarakatan) di Wonosari (Gunungkidul). Lupa waktu itu kasus apa, karena banyak sekali Kasusnya,”katanya Senin (28/5/2018).

Upaya dilakukan untuk memperbaiki kelakuan putranya itu sudah dilakukan berulang kali. Namun selalu gagal, mulai masuk pesantren hingga rehabilitasi ketergantungan alkohol dan obat.

Bahkan ketika melakukan penganiayaan pun selalu dilaporkan ke polisi. Tetapi Brekele tetap menghajar ibunya. Bahkan ayahnya yang meninggal Januari 2018 lalu pun saat sakit sering dianiaya.

“Dia orangnya nekat, siapa saja berani,” ucapnya. Puncaknya, saat hari Sabtu (26/5/2018) siang, Brekele pulang.

Sambil marah dia meminta uang dari ibunya yang bekerja sebagai penjual beras di pasar itu. Uang Rp75.000 pemberiannya itu digunakan untuk pesta minuman keras bersama teman-teman di rumahnya.

Lalu pergi, bersama temannya. Sore hari, pelaku pulang ke rumah tak mendapati ibunya karena sedang di masjid untuk sembahyang.

Lalu pergi ke rumah budenya (bibi) yang bernama Sujimah (50) untuk meminta uang. Karena tak sesuai harapannya lalu dia menganiaya kambing milik budenya.

Kali ini Izzan akhirnya bertemu ibu kandungnya saat Iswanti baru berbuka puasa di tempat jualan takjil. Dia kalap dan menganiaya ibunya hingga ibunya tersebut tersungkur dan tidak sadarkan diri.

“Punggung saya ditendang, kepala saya dipukul. Saat saya berlumur darah dia masih bilang mau membunuh saya,” sesalnya.

“Waktu itu saya dianiaya tidak ada yang menolong, mungkin tetangga sudah lelah dengan anak saya. Beruntung dua orang tetangga akhirnya keluar dan menangkap dia,” imbuhnya.

Iswanti yang penuh luka di kepala, langsung dilarikan ke Puskesmas dan dia menyadari anaknya membakar rumah peninggalan suaminya itu. Kondisi rumah Tri Iswanti setelah dibakar sang anak.

“Ada tiga mobil pemadam yang datang, kemarin sudah dibersihkan warga,” katanya. Dia mengakui kelakuan anaknya sudah keterlaluan. Bahkan sudah mengancam jiwanya.

Bahkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dirinya harus meminjam uang dari tetangga, karena hasil jualan di pasar habis diminta Izzan.

“Kok ya tega menganiaya saya, wong setiap hari saya kasih uang Rp30.000 sampai Rp40.000 kadang lebih, makan tinggal makan, pakaian semua bersih tinggal pakai. Mungkin karena pengaruh obat dan minuman keras jadi parah. Biasanya ngamuk tidak sampai segitunya,” ucapnya.

Dia berharap polisi menetapkan hukuman setimpal. Iswanti mengaku berpikir belum tentu menerima kembali anaknya suatu saat nanti.

“Berat mas, berat takut ngancam saya juga. Takut diulangi lagi. Sakitnya belum sembuh,” sesalnya.

Iswanti pun masih menunggu rumahnya dibersihkan, dan rencana nya akan dibantu pemuda kampung setempat. Sementara tinggal di rumah kakaknya Sujimah.

Pernyataan serupa dikatakan bude pelaku, Sujimah. Akibat kekerasan yang dilakukan ponakannya itu perkakas di rumahnya habis mulai dari gelas hingga piring.

Terakhir kambingnya terpaksa dijual karena luka tusuk, dan seekor lainnya harus dirawat karena luka yang sama.

“Disini kalau tidak diberi seperti di rumahnya sendiri apa yang ada dihancurkan,” katanya.

Berapa Kali Sebaiknya Seorang Istri Mengunjungi Orang Tuanya? Ini Jawabannya

Seorang wanita yang sudah bersuami tetap terkena perintah silaturahim. Yakni menyambung tali persaudaraan kepada orang-orang yang memiliki hubungan darah atau hubungan nasab dengannya.

Manusia yang paling berhak untuk ia sambung hubungan baiknya itu adalah orang tuanya. Terlebih, ada perintah khusus berbuat baik kepada orang tua yang tertuju kepada anak laki-laki atau perempuan; baik ia masih sendiri atau sudah berkeluarga.

Allah Subahanahu wa Ta’ala berfirman,
وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan beribadah selain kepada-Nya dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Isra’: 23)
واعبدوا الله وَلاَ تُشْرِكُواْ بِهِ شَيْئاً وبالوالدين إِحْسَاناً

“Beribadahlah kepada Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. Al-Nisa’: 36)

Birrul Walidain (berbuat baik kepada orang tua) mencakup semua bentuk kebaikan yang membuat gembira dan bahagia keduanya.

Bisa dengan harta, berkata baik, patuh kepada perintahnya yang mubah, dan semisalnya. Termasuk di dalamnya adalah mengunjungi keduanya saat sang anak wanita ini sudah berkeluarga dan tinggal jauh dari keduanya.

Tidak diragukan lagi, orang tua sangat senang dikunjungi anak-anak yang sudah berpisah rumah dari dirinya. Tidak terkecuali anaknya yang wanita jika sudah bersuami.

Bagi seorang suami hendaknya membantu istrinya dalam kebaikan ini. Suami tidak boleh sengaja memutuskan hubungan istrinya dari orang tua dan suadara-saudaranya. Ia tidak boleh melarang sang istri menyambung silaturahim.

Suami juga harus menjaga kemuliaan (nama baik) istrinya di hadapan orang tua nya dan saudara-saudaranya dengan menjaga nama baiknya sebagai anak yang berbakti ke orang tuanya dan tidak melupakan kebaikan keduanya.

Pertanyaannya yang terkadang timbul, berapa kali seorang anak yang sudah berkeluarga mengunjungi orang tuanya?

Syariat tidak menetapkan batasan khusus mengunjungi orang tua. Sepekan sekali, sebulan sekali, tiga bulan sekali, atau lebih dari itu.

Anjuran ini kembali kepada situasi dan kondisi sang anak karena kesibukannya dan kesibukan suaminnya, kondisi ekonomi keluarganya, jauh dekatnya jarak, jadwal sekolah anak-naknya, dan kondisi lainnya.

Ada sebagian anak wanita yang tinggal jauh dari rumah orang tuanya; beda kabupaten, propinsi, pulau, bahkan ada yang beda negara. Tentu semua ini berpengaruh pada kunjungan ini.

Syariat tidak membatasi masa untuk berkunjung dan silaturahim. Hukumnya dikembalikan kepada ‘urf (kebiasaan yang berlaku di masyarakat).

Jika yang masih satu wilayah, pantesnya satu bulan sekali, misalnya, maka ia mengunjungi ayah ibunya sebulan sekali.

Jika saat lebaran anak mengunjungi orang tuanya, lumrahnya, maka hendaknya anak wanita dan suaminya mengatur jadwal mengunjungi orang tuanya.

Suami istri harus saling memahami kebutuhan ziarah (kunjungan ini) sehingga kewajiban birrul walidain dari masing-masing pasangan tidak mengganggu keharmonisan hubungan mereka.

Intinya, dalam masalah mengunjungi orang tua istri ini, sang suami harus menyadari akan kewajiban istrinya untuk berbakti dan berbuat baik ke orang tuanya.

Istrinya punya kewajiban silaturhim kepada keduanya dan saudara-saudaranya. Suami harus membantu istrinya dalam tugas ini. Ia tak boleh sengaja memutuskan hubungan istrinya dari orang tua dan saudara-saudaranya.

Sang istri juga harus memahami kondisi suami dan keuangannya sehingga tak memaksakan keinginan dan kerinduannya untuk mengunjungi orang tuanya.

Ia meminta suaminya untuk menghantarkannya ke rumah orang tuanya sesuai kemampuan dan waktu luangnya.

Wallahu a’lam.

Sumber: congkop.xyz

Hukum Menegur Orang Tua yang Lalai Ibadah, dan Cara Terbaik Menegurnya Sebagai Anak

Pertanyaan:
Assalamualaikum…
Maaf saya bertanya, apakah hukumnya bila seorang anak menegur atau memberi nasehat kepada orang tuanya karena lalai dalam beribadah (tidak sholat dan puasa).

Dan apakah cara yang terbaik dalam Islam untuk menegur mereka (orang tua) agar mereka bisa memahami maksud kita dengan ikhlas.

Jawaban:
Waalaikumussalam
Seburuk apapun orang tua wajib kita hormati. Namun penghormatn padanya tak menghalangi kita untk berbuat amar ma’ruf nahi munkar.

Artinya, jika kita melihat org tua melakukn tindakn terlarang, kita wajib mengingatkannya dg cara halus dan mengedepankan sopan santun.

Nabi Ibrahim AS sendiri pernah menegur ayahnya untuk kembali kepada jalan yg diridhai Allah SWT.

Namun demikian, ketika kita sudh mengingatkannya akn tetapi org tua kita tidk menerima, bahkn tersinggung, tidklah menjdi masalah bagi kita. Kewajibn kita hanyalah amar ma’ruf dan nahi munkar saja.

Supaya orang tua kita kembali ke jalan yang benar, selain melalui pendekatn yg komunikatif, mintalah kepd Allah SWT supaya org tua kita menjdi orang tua yg baik dan taat pada Allah SWT.

Allah berfirman di dalam al-Qur’an:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً
“Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar: ‘Patutkah ayah menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan- tuhan?’…” (QS. al-An’aam : 74)

ﺍﺩْﻉُ ﺇِﻟَﻰ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺭَﺑِّﻚَ ﺑِﺎﻟْﺤِﻜْﻤَﺔِ ﻭَﺍﻟْﻤَﻮْﻋِﻈَﺔِ ﺍﻟْﺤَﺴَﻨَﺔِ ﻭَﺟَﺎﺩِﻟْﻬُﻢْ ﺑِﺎﻟَّﺘِﻲ ﻫِﻲَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑَّﻚَ ﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﻤَﻦْ ﺿَﻞَّ ﻋَﻦْ ﺳَﺒِﻴﻠِﻪِ ﻭَﻫُﻮَ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﺑِﺎﻟْﻤُﻬْﺘَﺪِﻳﻦَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui org-org yang mendapat petunjuk” (QS. an-Nahl : 125)

Adapun kerangka dasar tentang metode dakwah (termasuk didalamnya cara yg baik menegur org tua yg tidak shalat atau tdk puasa misalnya) yang terdapat pada ayat tersebut di atas adalah:

1. Bi Al-Hikmah
Kata hikmah seringkali diterjemahkan dalam pengertian bijaksana, yaitu suatu pendekatan sedemikian rupa sehingga pihak objek dakwah mampu melaksanakan apa yang didakwahkan atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, konflik mauoun rasa tertekan.

Dalam bahasa komunikasi disebut sebagai frame of reference, field of referene, field of experience, yaitu situasi total yang mempengaruhi sikap pihak komunikan (objek dakwah).

Menurut Syech Imam Nawawi Al Bantani, dalam tafsir Al Munir bahwa Al Hikmah adalah Al Hujjah Al Qoth’iyyah Al Mufidah lil Al-‘Aqoid Al Yaqiniyyah ( Hikmah adalah dalil-dalil yang qath’i dan berfaedah bagi kaidah-kaidah keyakinan).

Dakwah bil hikmah adalah sebuah metode komunikasi dakwah yang bersifat persuasif, yang bertumpu kepada human oriented.

Maka konsekuensi logisnya adalah pengakuan kepada hak-hak yang bersifat demokratis agar fungsi dakwah yang bersifat informatif dapat diterima dengan baik. Sebagaimana ketentuan Allah dalam Al-Quran:

فَذَكِّرْ إِنَّمَا أَنتَ مُذَكِّرٌ () لَّسْتَ عَلَيْهِم بِمُصَيْطِرٍ
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan. Engkau bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” (QS. Al-Ghasiyah [88]: 21-22)

Dengan demikian dapat diketahui bahwa hikmah mengajak manusia menuju jalan Allah tidak terbatas pada perkataan lembut, kesabaran,ramah tamah dan lapang dada, tetapi juga tidak melakukan sesuatu melebihi ukurannya. Dengan kata lain harus menempatkan sesuatu pada tempatnya.

2. Mauizhah Hasanah
Adalah memberikan nasihat yang baik kepada orang lain dengan cara yang baik, yaitu petunjuk-petunjuk ke arah kebaikan dengan bahasa yang baik, dapat diterima, berkenan di hati dan lurus pikiran.

Sehingga pihak yang menjadi objek dakwah dengan rela hati dan atas kesadarannya sendiri dapat mengikuti ajaran yang disampaikan. Jadi dakwah bukan propaganda.

Sedangkan menurut Ali Musthafa Ya’kub dalam Sejarah dan Metode Dakwah Nabi dikatakan bahwa mauizhah Hasanah adalah ucapan yang berisi nasihat yang baik dan bermanfaat bagi orang yang mendengarkannya.

Atau argumen-argumen yang memuaskan sehingga pihak audiensi dapat membenarkan apa yang disampaikan oleh subjek dakwah.

Seorang dai harus mampu mengukur tingkat intelektualitas objek dakwahnya, sehingga apa yang disampaikan mampu diterima dan dicerna dengan baik serta ajaran-ajaran islam yang merupakan materi dakwah dapat teraplikasi didalam keseharian masyarakat.

Hal ini sesuai dengan pesan Rosulullah dalam sebuah hadits: “Berbicaralah kamu dengan manusia sesuai dengan kadar kemampuannya”

3. Mujadalah
Mujadalah adalah berdiskusi dengan cara yang baik dari cara-cara berdiskusi yang sudah ada.

Mujadalah merupakan cara terkahir yang digunakan untuk berdakwah dengan orang-orang yang memiliki daya intelektualitas dan cara berpikir yang maju.

Seperti digunakan untuk berdakwah dengan ahli kitab. Oleh karena itu al-Quran juga memberi perhatian khusus tentang berdakwah dengan ahli kitab karena mereka memang telah dibekali pemahaman keagamaan dari utusan terdahulu.

Al-Qur’an juga melarang berdebat dengan mereka kecuali dengan jalan yang baik.

وَلَا تُجَادِلُوا أَهْلَ الْكِتَابِ إِلَّا بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ إِلَّا الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْهُمْ
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) melainkan dengan cara yang baik. Kecuali dengan orang-orang yang zhalim diantara mereka” (QS. Al-Ankabut [29] :46)

Berbekal ayat tersebut , kaum muslim dilarang berdebat dengan ahli ktab kecuali dengan cara yang baik, sopan santun, lemah lembut dan menunjukkan ketinggian budi ummat islam kecuali jika mereka menampakkan keangkuhan dan kezhaliman.

Sumber: wakidyusuf

Ais, Anak Pelaku Bom Polrestabes Surabaya: Selamat Berkat Campur Tangan Tuhan dan Jago Bela Diri

Seorang bocah bangkit berdiri usai ledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5/2018).

Bocah itu selamat setelah Kasat Resnarkoba Rony Faisal Faton di sekitar penjagaan pos polisi Mako Polrestabes Surabaya langsung mengangkat bocah itu dan menjauhkannya dari area.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam tayangan Kompas TV menyebut identitas anak kecil tersebut.

Identitasnya, kata Barung, terungkap dari tulisan di celana dalam.

Menurut Barung, nama yang tertulis di celana dalam anak kecil tersebut ialah AIS.

Belum dapat dijelaskan apakah itu nama asli atau sekadar inisial.

Ternyata, anak tersebut bernama Aisyah Azzahra Putri (7), putri bungsu keluarga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.

Lalu bagaimana keseharian Aisyah?

TribunJakarta.com merangkum fakta-fakta dari Kompas.com dan Surya.

1. Aisyah Dikenal Jago Bela Diri

Polisi menyelamatkan seorang anak perempuan dari area ledakan bom di pintu masuk Polrestabes Surabaya pada Senin (14/5/2018) (TribunJatim/Istimewa)

Aisyah dikenal memiliki prestasi dalam bidang olahraga bela diri.

Bahkan dalam waktu dekat, dia dijadwalkan mengikuti kejuaraan bela diri di Malaysia.

Prestasi tersebut diungkap Nur, tetangga orangtua ibu dari keluarga bom bunuh diri Mapolrestabes Surabaya, Selasa (15/5/2018).

“Ais (Panggilan Aisyah) itu jago bela diri, kapan hari katanya habis menang kejuaraan Tapak Suci di Solo, dan dalam waktu dekat katanya akan ke Malaysia untuk kejuaraan,” kata Nur.

Aisyah Azzahra Putri adalah putri bungsu keluarga yang meledakkan bom di Mapolrestabes Surabaya pada Minggu lalu.

Ayah, ibu, dan dua kakaknya tewas dalam ledakan tersebut.

Aisyah selamat setelah terlempar 3 meter dari lokasi ledakan.

2. Aisyah Selamat Walau Terlempar 3 Meter

Seorang polisi nekat menyelamatkan anak kecil usai ledakan bom di Polrestabes Surabaya. (ISTIMEWA/Capture Video)

Aisyah adalah anak teroris yang selamat saat aksi penyerangan di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya, Jalan Sikatan, Surabaya Senin (14/5/2018) sekitar pukul 08.50 WIB.

Seperti diketahui aksi ini dilakukan sekeluarga berjumlah lima orang mengendarai motor Honda Beat L 6629 NN dan Honda Supra L 3559 D.

Saat dihadang 2 petugas polisi, tiba-tiba terjadi ledakan besar.

Ternyata empat pengendara motor itu lah pelaku bom bunuh diri.

Sedangkan, satu anak kecil kelahiran 2010 hidup dan kini dalam kondisi terluka.

Bocah berkerudung tersebut tampak merangkak dari samping mobil dan motor yang rusak akibat bom.

Sementara api dan asap ledakan masih mengepul, ia mencoba berdiri sendiri.

Polisi yang berada di sekitar berteriak “Astaghfirullah” ketika melihat sang bocah.

Anak kecil itu diselamatkan oleh AKBP Roni Faisal Saiful Faton, Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Saat itu, Roni mengaku melihat anak perempuan menangis dan menyangkut di motor bersama ibunya.

“Saya teriak, berdiri nak. Saya takut mobil yang terbakar meledak,” jelas Roni.

“Saya langsung angkat anak itu,” aku AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

“Saya bopong, yang penting anak itu segera dibawa ke rumah sakit,” lanjutnya.

Ditambahkan Rony, kondisi anak tersebut terluka dan berdarah akibat posisinya yang berada di belakang motor peledak.

“Luka berdarah semua. Meledak motor di depan, dia di belakang bersama ibunya. Kondisi ibunya meninggal,” kata Rony.

Ia melihat anak tersebut tergeletak, namun kemudian tubuhnya bergerak dan mencoba bangun.

Seketika, kata Ronny tangannya lekas merangkul anak itu dan menggendongnya.

“Dia linglung berdarah-darah, luka. Saya pikir pingsan kok bangun saya ambil,” terangnya.

“Posisi saya di depan samping. Saya langsung lari, panggilan hati,” tambahnya.

Polisi menyebut ada campur tangan Tuhan atas selamatnya bocah perempuan 7 tahun yang diajak menjadi pelaku bom bunuh diri oleh orangtuanya di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/05/2018).

“Ini mungkin rencana Tuhan. Seorang anak di tengah bom meledak diambil oleh AKBP Ronny (Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya). Dilarikan dari peristiwa bom itu untuk diselamatkan. Ini rencana Tuhan, dan kita berikan perawatan intensif,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Kombes Frans Barung Mangera mengatakan anak perempuan itu dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Tadi saya sudah melihat instensif perawatannya, karena terus terang anak itu terlempar sekitar 3 meter ke atas kemudian jatuh lagi,” kata Barung di Mapolda Jawa Timur, Surabaya.

Anak perempuan berinisial AIS itu disebut membutuhkan perawatan intensif yang cukup agar dapat mengembalikan kondisinya seperti semula.

Barung meminta agar semua pihak mendoakan AIS yang merupakan anak dari terduga pelaku teror satu keluarga yang tewas di Mapolrestabes Surabaya supaya segera kembali sehat.

3. Kapolri Sebut Aisyah Saksi Penting

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian (Tribunnews.com)

Aisyah merupakan anak pengebom Polrestabes Surabaya, Tri Murtono (50), bersama istrinya Tri Ernawati (43), warga Surabaya.

Dalam aksi bom bunuh diri yang dilakukannya, Tri Murtono dan Tri Ernawati mengajak tiga orang anaknya.

Dua anak laki-laki bernama MDAM (18), MDSM (14).

Sedangkan anak perempuannya yang diajak adalah Ais (7).

Dalam kejadian tersebut, Ais selamat dari ledakan.

“Ini saksi yang paling penting. Biarkan dia dulu dirawat. Setelah nanti bisa diajak bicara, kita akan tanya,” ucap Tito Karnavian.

Selain itu, Tito juga menyebut ada tiga saksi penting lainnya dari lokasi pengeboman di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo.

Tiga saksi penting itu merupakan anak dari Anton Febrianto (47), teroris yang tewas seusai bom yang dirakitnya meledak.

“Bom itu dimiliki ayahnya dan meledak sendiri. Kita akan sampaikan nanti. Tiga anak itu tentu tahu persis,” kata Tito.

Pasangan Anton Febrianto dan Puspitasari (47) punya empat anak, dua orang mengalami luka-luka dan satu orang selamat.

Satu orang lainnya ikut tewas bersama Anton dan Puspitasari.

4. Kondisi Terkini Aisyah

Serangan bom di Polrestabes Surabaya menyisakan kisah pilu dari Ais, bocah yang selamat dalam insiden itu.

Ais adalah putri bungsu pasangan Tri Murtiono dan Tri Ernawati, pelaku bom bunuh diri di markas polisi tersebut.

Saat ini Ais dalam perawatan di rumah sakit Surabaya.

Akun Twitter @HoofdbureauID membagikan kondisi terkini bocah tersebut.

“Tidurlah Dik Ais,
Kami akan selalu menjagamu…,” tulis akun ini.

Sejumlah netizen tampak menyemangati bocah sebatang kara ini.

@Adi Murachman‏: Ya allah nelongso ndelok e ndan..jek cilik dijak ngebom..umur sakmono jek seneng2 e dulinan,ngaji..

@Dwi Purwanto: Semoga menjadi anak solihah,Dan kelak jadi orang hebat,Aamiin

@Duta_Hidayad : Kasian…..sungguh….

Menurut Kapolda Jatim Irjen Machfud Arifin, Aisyah sudah menjalani operasi pengambilan serpihan ledakan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim pada Senin malam kemarin.

“Saat ini masih proses pemulihan,” ujarnya.

Keempat anggota keluarga yang tewas adalah Tri Ernawati (Ibu), Tri Murtono (bapak), Muhammad Daffa Amin Murdana (anak pertama), dan Muhammad Dary Satria Murdana (anak kedua).

5. Syarat Adopsi

Machfud Arifin memastikan akan melalukan pendampingan secara intensif terhadap anak-anak pelaku bom seperti Ais.

“Kalau sudah sehat kita beri pemahaman, pendampingan terhadap anak-anak ini, polwan, psikolog, terus ahli radikalisasi untuk memberi pemahaman yang benar supaya nggak terngiang-mgiang terus kejadian ini,” ujar Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur, Selasa (15/4/2018).

Kapolda Jawa Timur menambahkan pihaknya akan meminta jaminan pada pihak keluarga yang berhak atas pengasuhan anak tersebut.

“Karena semuanya orang tuanya sudah meninggal, mungkin neneknya, mungkin omnya, mungkin pakdhenya harus betul-betul dijamin yang dia ‘waras’ dalam merawat anak-anak ini. Kalau nggak ada jaminan dan pemahaman yang ‘waras’ tidak akan saya berikan,” tegas Machfud Arifin.

Tidur Anak Tidak Nyenyak? Yuk, Kenali Penyebanya dan Begini Cara Mengatasinya

Gangguan tidur enggak hanya terjadi pada orang dewasa saja, balita pun juga bisa mengalaminya. Kok bisa? Beda halnya dengan bayi, balita umumnya sudah punya pola tidur yang teratur.

Mereka pun bisa tidur malam lebih panjang tanpa terbangung. Nah, agar anak bisa tidur nyenyak, orangtua perlu tahu apa saja pemicu dari gangguan tidur ini.

1. Berkeringat
Sebagian anak bisa saja mengeluarkan banyak keringat saat memasuki fase tidur dalam atau periode tidur yang paling nyenyak. Di tahap ini, tubuhnya sedang memulihkan diri dan bersiap untuk menghadapi hal baru.

Ibu enggak perlu khawatir dari keringat yang berlebih ini. Cobalah untuk mengatur suhu ruangan agar lebih sejuk atau kenakan Si Kecil pakaian yang berbahan adem.

Kata ahli, bila kamar terlalu hangat, suhu tubuh anak pun akan meningkat, sehingga bisa membuat terbangun di malam hari. Nah, mendinginkan ruangan bisa membantu agar tidur lebih berkualitas dan nyenyak.

2. Enggak Tidur Siang
Biasanya anak berusia dua tahun sudah mulai menolak diajak tidur siang. Wajar kok, tandanya Si Kecil sudah siap mengurangi jam tidurnya karena jam tidur di malam hari sudah cukup panjang.

Kata ahli kedokteran tidur dari Rumah Sakit Anak, Boston, Amerika Serikat, anak balita sudah bisa terjaga dalam waktu yang lebih panjang di siang hari dibandingkan dengan bayi.

Andai anak masih sering tidur siang, wajar kok jika mereka sesekali menolaknya, sebab pola tidurnya memang masih bervariasi dari hari ke hari.

Ibu enggak perlu memaksa anak untuk tidur. Cukup kenali tanda-tanda anak yang membutuhkan tidur siang. Contohnya, bila Si Kecil jadi rewel karena kelelahan.

3. Terbangun di Tengah Malam
Meski sudah punya pola tidur yang teratur, terkadang anak balita juga bisa terbangun pada tengah malam. Biasanya, hal ini dikarenakan bila dirinya baru mempelajari keterampilan baru, misalnya berjalan.

Nah, inilah yang membuat mereka susah tidur karena terlalu fokus pada kemampuan baru yang didapatnya.

Enggak hanya itu, anak yang suka terbangun pada tengah malam juga bisa dikarenakan suasana lingkungan yang enggak kondusif. Misalnya, panas, bising, dan sebagainya.

4. Lapar
Karena pertumbuhannya yang sudah semakin pesat, kinerja otak balita akan bekerja lebih besar, bahkan dibandingkan dengan orang dewasa.

Dengan begitu, mereka membutuhkan glukosa sebagai sumber energi lebih banyak daripada orang dewasa. Nah, glukosa ini enggak lain diperoleh dari makanan. Makanya, jangan heran kalau anak akan terbangun pada tengah malam saat kelaparan.

5. Mimpi Buruk
Sama halnya dengan orang dewasa, mimpi buruk pada anak juga bisa membuatnya merasa takut dan cemas.

Biasanya, orang yang mengalami mimpi buruk, akan terbangun dari fase tidur nyenyaknya. Enggak cuma itu, mimpi buruk juga terkadang akan membuat mereka untuk sulit tidur kembali.

                                                  Tips Tidur Nyenyak
1.Buat Rutinitas Tidur
Sama halnya dengan orang dewasa, rutinitas tidur yang nyaman bisa membuat tidur Si Kecil jadi lebih nyenyak dan berkualitas, lho.

Setelah menentukan rutinitas tidur yang nyaman, tetaplah pada jadwal tersebut. Misalnya, membacakan buku, mencuci tangan dan kaki, menyanyikan lagu pengantar tidur, hingga mematikan lampu tidurnya.

2. Cukupi Kebutuhan Energinya
Agar enggak rewel di malam hari dan tidurnya bisa nyenyak, jangan sampai mereka kekurangan makan sepanjang hari. Dengan cara ini, mereka enggak akan terbangun pada malam hari dalam keadaan lapar.

3. Buat Perubahan
Jika Si Kecil terbiasa tidur terlalu larut, jangan langsung mengganti jam tidurnya. Cobalah buat perubahan secara perlahan.

Kamu bisa menggeser jam tidurnya sedikit lebih awal tiap malamnya, sampai kamu bisa menemukan waktu yang pas untuk dirinya.

4. Bawa ke Kamar Lebih Awal
Yang perlu diketahui, jangan terjebak dengan prinsip untuk membuat anak terus terjaga sehingga membuatnya lelah.

Nah, banyak ibu yang percaya kalau anak sudah terjaga dari siang hari, maka tidur malamnya akan semakin nyenyak. Enggak begitu, sebab kelelahan yang berlebihan justru akan membuat mereka sulit tertidur.

Bukan Hanya Anak, Orang Tua Juga Bisa Durhaka

DEWASA ini kita sering mendengar kezaliman yang dilakukan orangtua kepada anaknya. Ada ayah yang memperkosa anaknya selama bertahun-tahun, atau seorang Ibu yang menjual anaknya.

Islam sangat keras menentang kekerasan pada anak, bahkan tak menunjukkan kasih sayang saja dilarang.

Dari Abu Hurairah ra katanya Rasulullah mencium Hasan bin Ali. Ketika itu duduk Aqra bin Habis. Al Aqra berkata: ”Saya mempunyai sepuluh anak, tidak seorangpun di antara mereka yang pernah saya cium”. Rasulullah memandang kepadanya, kemudian berkata: ”Siapa yang tidak mengasihi tidak akan di kasihi”(Shahih Bukhari jilid IV, hadis ke 1696).

Islam dalam segala aspek kehidupan

Pemisahan agama dari kehidupan keluarga, masyarakat, bahkan bernegara menjadi pemicu utama dalam membentuk individu yang tak berperasaan. Kekerasan yang diterima anak baik fisik maupun psikis adalah bukti jauhnya manusia dari hati nurani. Padahal perasaan dan nurani hanya dapat terasah dengan hadirnya iman dan ketaqwaan.

Bagaimana mungkin seorang yang memiliki iman tega menyakiti makhluk lemah anak demi pelampiasan amarah, menghancurkan karakter anak dengan kata-kata negatif, bahkan membunuh masa depan mereka dengan pelecehan seksual? Kekerasan hanya akan membentuk anak yang telah dewasa menjadi pribadi penerus lingkaran kezaliman pada anak di bawahnya. Bagaimana memutusnya?

Islam paling depan menyuarakan perlindungan dan kasih sayang terhadap mereka sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah saw terhadap anaknya, cucunya, bahkan anak para sahabatnya. Beliau bersabda, “Man laa yarham laa yurham” siapa yang tidak mencintai maka dia tidak dicintai. (HR. Muslim)

Dalam Al-Qur’an, Allah telah memberikan landasan dasar dan metode yang universal dalam mendidik anak. Penyampaian aqidah sebagai awal pendidikan yang disampaikan Luqman kepada buah hatinya, juga kasih sayang para nabi kepada anaknya semua terekam dalam Al-Qur’an.

Sehingga tak heran jika kemudian Allah juga menekankan pentingnya ketaatan anak kepada orang tua, serta berbuat baik dan menghormati keduanya. Itu semua adalah hubungan timbal balik yang berhak didapat orang tua yang mendidik anaknya dengan penuh kemuliaan.

Lalu bagaimana dengan orang tua yang alakadarnya dalam mendidik anak, tidak memperhatikan nilai kasih sayang, moral, apalagi bekal keimanan? Anehkah jika Allah membalas doa anak untuk orang tuanya dengan kasih sayang yang alakadarnya juga, karena isi doa sang anak adalah “Ya Allah, kasihilah orang tuaku sebagaimana ia menyayangiku.

Orangtua Juga Bisa Durhaka

Ustadz Muslih Abdul Karim, Lc menceritakan kepada Ummi, pada suatu hari, seorang laki-laki menemui Umar bin Khaththab untuk mengadukan kedurhakaan anaknya. Umar memanggil anak tersebut dan menegur perbuatannya itu. Setelah itu anak tersebut bertanya, “Wahai Amirul Mukminin, bukankah anak memiliki hak atas orangtuanya?”

Umar menjawab, “Benar.”

“Apa hak anak?” tanya sang anak. Dijawab Umar, “Memilihkan calon ibu yang baik untuknya,

memberinya nama yang baik, dan mengajarinya Al-Qur’an.”

Anak itu berkata, “Wahai Amirul Mukminin, ayahku tidak melakukan satu pun dari apa yang tuan sebutkan itu. Ibuku wanita berkulit hitam bekas budak beragama Majusi. Ia menamakanku Ju’lan (tikus atau curut), dan dia tidak mengajariku satu huruf pun dari Al-Qur’an.

Umar segera memandang orangtua itu dan berkata, “Engkau datang mengadukan kedurhakaan anakmu, padahal engkau telah durhaka kepadanya sebelum ia mendurhakaimu. Engkau telah berbuat buruk kepadanya sebelum ia berbuat buruk kepadamu.” Semoga bermanfaat

Manfaat Temulawak Untuk Kesehatan Anak

Sudah tahu dong kalau temulawak bermanfaat untuk menambah nafsu makan anak.

Tapi tahukah bahwa temulawak punya beberapa manfaat lainnya untuk kesehatan anak termasuk untuk mengusir nyamuk.

Penasaran apa saja manfaat lain temulawak untuk anak? Berikut beberapa diantaranya:

1. Bermanfaat Untuk Lambung
Temulawak sangat bermanfaat untuk lambung lho. Rimpang temulawak dapat digunakan sebagai obat antioksidan, aktifitas tersebut disebabkan karena adanya senyawa flavonoid, fenol serta kurkumin.

Antioksidan intraselular, seperti glutation melindungi mukosa lambung dari stres oksidatif dari fagositosis.

Ketika sistem pertahanan antioksidan tidak mencukupi, radikal bebas menyebabkan kerusakan membran sel, kerusakan oksidatif dan kematian sel juga terjadi terus-menerus.

2. Mencegah infeksi Bakteri dan Virus
Penelitian di laboratorium dan pada hewan menunjukkan bahwa curcumin dapat membunuh bakteri dan virus.

Namun, para peneliti belum dapat membuktikan efek yang sama dapat ditemukan pada manusia.

Pada masa pertumbuhan anak, proses infeksi bakteri dan virus berpotensi mengganggu kelancaran dan optimalisasi pertumbuhan anak.

Dengan curcumin yang membantu menekan angka risiko infeksi, maka curcumin dapat membantu kelancaran proses pertumbuhan dan perkembangan anak.

3. Dispepsia
Curcumin menstimulasi kandung empedu untuk lebih produktif. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi turmeric dapat mengatasi gejala kembung.

Pada kesehatan anak, dapat membantu melancarkan proses pencernaan.

4. Pengusir Nyamuk yang Ampuh
Nyamuk, hingga saat ini masih menjadi momok yang cukup menakutkan, sebab banyak penykit yang dapat ditimbulkan hanya dengan satu gigitan kecil dari binatang kecil tersebut, contohnya demam berdarah dan juga malaria.

Kandungan minyak atsiri dalam temulawak memiliki kandungan linelool yang fermasuk ke dalam golongan fenil alkohol atau sering disebut fenol yang memiliki fungsi sebagai pengusir nyamuk, karena mempunyai daya repellent terutama pada jenis Aedes aegepti.

5. Mendukung Tumbuh Kembang Anak
Kandungan antioksidan dalam senyawa curcumin mampu meregenerasi sel dengan cepat sehingga terhindar kerusakan yang dapat membuat tubuh melemah.

Hal tersebut sangatlah penting demi pertumbuhan serta perkembangan anak dimasa depan dan meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Wahh, ternyata ada banyak manfaat yang bisa didapat dari temulawak. Nah, jika anak tidak suka dengan rasa temulawak, bisa dicampurkan demgan madu atau makanan lainnya.

Sudah Punya Anak Tapi Istri Tidak Mau Berjilbab dan Tidak Sholat, Ini yang Harus Suami Perbuat

Pertanyaan:
Kami menikah sudah hampir 5 tahun dan sudah dikaruniai 2 anak, usia 4 dan 3 tahun, tetapi istri saya tetap belum mau shalat dan belum berjilbab sesuai tuntunan syariat.

Kalau disuruh dia justru melontarkan ucapan yang kurang enak didengar. Bahkan sering kalau dinasihati, dia malah bilang,

“Kawin lagi aja sama perempuan yang berjilbab dan yang shalatnya baik.”

Saya tidak tahu, dia itu serius atau main-main. Saya sudah langganan majalah dan sering saya suruh baca, bahkan majalah itu saya taruh saja biar dia bisa membacanya, tetapi jawabannya, “Dari sekolah dulu sudah dapat semua itu.”

Mohon petunjuk dan pencerahan dari Ustadz dan saya harus bagaimana?

Jawaban:
Wahai Saudaraku, bersyukurlah kepada Allah karena Anda masih ingat tanggung jawab seorang suami terhadap istrinya. Perlu dimaklumi bahwa wanita dititipkan kepada kaum pria agar mendidik dan memimpinnya.

Wanita itu kurang akal dan agamanya, dijadikan dari tulang yang paling bengkok, bila diperlakukan dengan keras akan patah.

Bila dibiarkan tetap saja dia bengkok yaitu suka berbuat jahat dan menyelisihi sunnah (tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ed), sebagaimana yang disebutkan dalam hadits yang shahih.

Wanita perlu dinasihati pelan-pelan, diambil hatinya, beri tahukan kepadanya bahwa Allah memerintah wanita berjilbab untuk keindahan wanita itu sendiri agar terhindar dari fitnah dan menimbulkan fitnah, serta membuat jiwa suami tenang.

Ajaklah istri berkunjung ke teman yang istrinya berjilbab, ajak dia untuk ikut menuntut ilmu. Jika dia berubah sedikit demi sedikit, maka alhamdulillah.

Kemudian, upayakan dia tidak banyak keluar rumah bila dia belum mau berjilbab, mohonlah kepada Allah di setiap saat agar istri diberi petunjuk agar mudah mengamalkan dinul Islam.

Selanjutnya, tentang dia malas mengerjakan shalat, beri tahu dia bahwa shalat adalah perintah Allah, bukan perintah suami.

Seseorang dikatakan muslim bila menjalankan shalat. Bila tidak, maka dia menjadi kafir, sedangkan orang kafir tidak boleh menikah dengan orang Islam.

Bacakanlah hadits berikut ini dengan bahasa nasihat, semoga istri mau sadar dan segera rajin shalat lagi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِيْ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ اَلصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ
“Sesungguhnya perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka dia kafir.” (HR. An-Nasa’i; dinilai shahih oleh Al-Albani dalam Al-Misykah, 1/126)

Jika usaha dengan lembut dan dengan berbagai macam cara belum juga dia mau shalat, sedangkan suami sudah menimbang maslahat dan madharat-nya.

Bila dia meminta cerai maka ceraikan dia, semoga Allah mengganti dengan yang lebih baik.

عَسَى رَبُّهُ إِن طَلَّقَكُنَّ أَن يُبْدِلَهُ أَزْوَاجاً خَيْراً مِّنكُنَّ مُسْلِمَاتٍ مُّؤْمِنَاتٍ قَانِتَاتٍ تَائِبَاتٍ عَابِدَاتٍ سَائِحَاتٍ ثَيِّبَاتٍ وَأَبْكَاراً
“Jika Nabi menceraikan kamu, boleh jadi Rabb-nya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kamu, yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang mengerjakan ibadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.” (QS. At-Tahrim: 5)

Wahai Orang Tua, Ajari Anakmu Dzikir Pagi dan Petang

Orang tua baiknya ajarkan anak pula untuk terbiasa membaca dzikir pagi dan petang.

Ajarkan anak bahwa ini akan melindungi dirinya dari berbagai macam bahaya dan dapat raih kebaikan di hari ini.

Orang tua juga akan semakin termotivasi menjaga dzikir ini karena harus menuntun anak untuk membaca.

Ruwaifi Tuasikal, pagi ini memanggil saya yang sedang berada di depan komputer, Pa ayo baca dzikir pagi.

Lalu seperti biasa saya bawa dia ke ruang baca TPA dan dia mulai baca dzikir pagi sendiri sampai bacaan dzikir nomor 5. Walau pelan bacanya karena baru Iqra’ 6.

Mbaknya juga demikian, Rumaysho Tuasikal diajarkan hal yang sama.

Bergantian, saya tuntun dzikir pagi setelah Rumaysho setor hafalan surat bada Shubuh, dan istri menuntun dzikir petang bada Maghrib.

Lihatlah pengajaran anak sudah diperintah oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sejak dini.

Dari Amr bin Syu’aib, dari bapaknya dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu, beliau meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مُرُوا أَوْلاَدَكُمْ بِالصَّلاَةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ سِنِينَ وَفَرِّقُوا بَيْنَهُمْ فِى الْمَضَاجِعِ
“Perintahkan anak-anak kalian untuk mengerjakan shalat ketika mereka berumur 7 tahun. Pukul mereka jika tidak mengerjakannya ketika mereka berumur 10 tahun. Pisahkanlah tempat-tempat tidur mereka.” (HR. Abu Daud no. 495. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Contoh lagi adab makan juga diajarkan sejak dini. Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendidik ‘Umar bin Abi Salamah adab makan yang benar. Beliau berkata pada ‘Umar,

يَا غُلاَمُ سَمِّ اللَّهَ ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah (bacalah bismillah) ketika makan. Makanlah dengan tangan kananmu. Makanlah yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)

Tak Sengaja Menelan Peluit, Setiap Nafas Anak Ini Keluarkan Suara Semprit

Pernah tak sengaja menelan sesuatu saat makan atau saat beraktivitas lainnya?

Tak sengaja menelan makanan atau permen yang belum terkunyah mungkin sudah sering kita jumpai atau bahkan pernah kita alami. Tapi, bagaimana jadinya jika yang tertelan adalah sebuah peluit?

Dikutip dari laman odditycentral.com, seorang anak laki-laki berusia 8 tahun yang tidak disebutkan namanya karena privasi beberapa waktu lalu tak sengaja menelan peluit.

Sehingga, setiap kali ia bernafas, ada suara sempritan yang ke luar dari saluran pernafasannya.

Dengan apa yang menimpanya, dokter pun terpaksa melakukan operasi bedah kecil demi mengeluarkan peluit.

Beruntung, operasi yang dilakukan berjalan lancar dan peluit kecil berwarna putih yang tertelan pun berhasil dikeluarkan dari saluran pernafasan si anak.

Dokter yang melakukan operasi bedah sendiri adalah Dr. Gomez Zuviria asal rumah sakit di wilayah Argentina utara, sebelah barat daerah Tucuman.

Dr. Gomez mengungkapkan bahwa insiden ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua terutama orang tua agar senantiasa mengawasi dan memastikan anak-anak saat mereka bermain.

Dr. Gomez juga memperingatkan bahwa beberapa mainan bisa sangat berbahaya bagi kesehatan juga keselamatan anak.

Sehingga, orang tua penting memilihkan mainan paling aman untuk anak.

Mengenai anak yang tak sengaja menelan peluit dan membunyikan suara sempritan saat bernafas videonya juga tersebar luas di sosial media facebook sang dokter.

Seak diposting pada 26 September 2017, video itu telah dilihat sebanyak 9 juta kali. Dibagikan hingga 8,6 ribu kali dan mendapat belasan ribu like serta komentar.