Inilah Azab Jika Kita Meninggalkan Sholat 5 Waktu

Siksa neraka sangat mngerikan, selain di akhirat, mereka yang meninggalkan Sholat akan menerima siksaan di dunia dan di alam kubur yang terdiri dari tiga siksaan.

Tiga Jenis Siksaan di Dalam Kubur

Kuburnya akan dihimpitkan serapat mungkin sehinggah meremukkan tulang-tulang dada. Dinyalahkan api di dalam kuburnya dan api itu akan membelit dan membakar tubuhnya sehinggah siang dan malam tiada henti-henti.

Akan muncul seekor ular yang bersama “SUJA’IL AQRA” Ia akan berkata, kepada si mati dengan suaranya bagi hililintar.” Aku disuru oleh Allah memukulmu sebab meninggalkan Sholat dari Subu hinggah Dhuhur, kemudian dari Dhuhur ke Asar, dari Asar ke Maghrib dan dari Maghrib ke Isya’ hinggah Subuh”.

Ia dipukul dari waktu subuh hinggah naik matahari, kemudian dipukul dan dibenturkan kinggah terjungkal ke perut bumi kerana meninggalkan Sholat Dhuhur.

Kemudian dipukul lagi kerana meninggalkan Sholat Aasar, begitulah seterusnya dari Asar ke Maghrib, dari Maghrib ke waktu Isya’ hinggah ke waktu Subuh lagi. Demikianlah seterusnya siksaan oleh “SAJA’UL AQRA” hinggah hari Qiamat.

Maksud Hadits: “Orang yang mengamalkan Sholat, akan Allah hantarkan kepadanya seekor ular besar bernama “SUJA’UL AQRA”, yang matanya memancarkan api, mempunyai tangan dan berkuku besi, dengan membawa alat pemukul dari besi berat”.

Di dalam neraka jahanam terdapat wadi (lembah) yang didalamnya terdapat ular-ular berukuran sebesar guntung dan panjangnya sebuah perjalanan. Kerjanya tiada lain kecuali mengiggit manusia yang tidak mengerjakan sholat semasa hidupnya.

Bisa ular itu juga menggelegak di badan mereka selama 70 tahun sehinggah hancur seluruh daging mereka. Kemudian tumbuh kembali pulih, lalu digigit lagi dan begitulah seterusnya.

Dosa Meninggalkan Sholat Fardhu
Barang siapa yang sengaja meninggalkan sholat firdhu lima waktu:

Subuh
Allah Ta’ala akan menenggelamkan kedalam neraka jahanam selama 60 tahun hitungan akhirat. (1 tahun diakhirat = 60,000 tahun dibumi)

Dhuhur
Dosanya sama seperti membunuh 1000 orang muslim.

Ashar
Dosanya seperti menghancurkan Ka’bah.

Maghrib
Dosanya seperti berzina dengan orang tuanya sendiri.

Isya’
Allah Ta’ala akan berseru kepada mereka: “hai orang yang meninggalkan sholat isy’, bahwa aku tidak lagi ridha’ engkau tinggal dibumiKu dan menggunakan nikmat-nikmatKu, segala yang digunakan adn dikerjakan adalah berdosa kepada Allah Ta’ala.

Siksa dan Kehinaan Bagi yang Meninggalkan Sholat di Dunia

Allah Ta’ala menghilangkan berkat dari usaha dan rezikinya.
Allah Ta’ala mencabut nur orang-orang mukim (sholeh) dari pada wajanya.
Ia akandibenci oleh orang-orng yang beriman.
Ketika Sakaratul Maut

Ruh dicabut ketika ia berada di dalam keadaan yang sangat halus.
Dia akan merasa amat pedih ketika ruh dicabut keluar.
Dia akan mati dalam keadaan Buruk (su’ul khatimah).
Ia akan dirisaukan dan akan hilang immannya.
Ketika di Alam Berzakh

Ia akan merasa susah (untuk menjawab) terhadap pertanyaan (Serta menerima hukuman) dari Malaikat Mungkar dan Nakir yang sanagat menakutkan.
Kuburnya akan menjadi sanagt gelap.
Kuburnya akan menghimpitnya sehinggah semua tulang-tulang rusuknya berkumpul (seperti jari bertemu jari).
Siksaan oleh binatang-binatang berbisa seperti ular, kalajengking dan lipan.
Malikat Jibril as, telah menemui Nabi Muhammad SAW, dan berkata: Ya Muhammad..Tidakakah diterima bagi orang yang meninggalkan Sholat iaitu: Puasanya, Shadawahnya, Zakatnya, Hajinya dan Amal baiknya”.

Orang yang meninggalkan Sholat akan diturunkan kepadanya tiap-tiap hari dan malam seribu laknat dan seribu murka. Begitu juga Para Malaikat di langit ke-7 akan melaknatnya.

Sumber: islamituindah

Inilah 5 Maksiat yang Mendapat Balasan Langsung di Dunia

Kehidupan di dunia sebenarnya hanya sebuah ujian sebelum menempuh kehidupan kekal di akhirat nanti. Allah SWT menyediakan neraka sebagai balasan atas orang-orang yang dzolim semasa hidupnya, sementara golongan yang selalu berbuat kebajikan akan mendapatkan balasan surga.

Namun tahu kah anda bahwa selain dibalas pada hari kiamat nanti, beberapa maksiat berikut ini akan disegerakan balasannya oleh Allah saat masih di dunia. Tidak hanya kepada individu yang melakukannya, kemurkaan Allah ini juga bisa menimpa suatu kaum karena kemaksiatan mereka.

Lihat saja bagaimana Allah SWT mendatangkan bencana kepada suatu negeri. Tidak pernahkah terpikir bahwa bencana-bencana tersebut merupakan azab yang disegerakan karena kemaksiatan yang dilakukan?

Nabi Muhammad SAW menjalaskan dalam banyak hadistnya tentang hal ini. Berikut kenali lima maksiat ini balasannya langsung terjadi dunia.

1. Berzina
Perbuatan maksiat pertama yang akan disegarakan balasannya di akhir zaman kelak adalah berzina. Zina merupakan suatu perkara yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Sehingga perbuatan ini dikaterogikan ke dalam dosa besar.

Dalam hukum Islam, seseorang yang melakukan zina maka ia perlu dicambuk. Selain itu, orang tersebut juga harus diasingkan ke tempat yang jauh dari permukiman. Apabila yang melakukannya ketika sudah berumah tangga maka hukumannya adalah dilempar batu hingga mati.

Saat ini, banyak orang yang melakukan zina baik dengan cara bersembunyi-sembunyi bahkan ada juga yang melakukannya secara terang-terangan. Dalam kehidupan bermasyarakat hubungan antara kaum laki-laki dan perempuan itu harus dipisahkan. Agar tidak terjadi kebejatan sosial di antara keduanya.

Zina akan menimbulkan banyak dampak buruk bagi pelakunya, selain mendapatkan dosa dari Allah, ia juga bisa saja tertular penyakit seperti HIV/AIDS.

Inilah bentuk balasan Allah yang diberlakukan ketika suatu kaum bebas melakukan zina. Untuk itu, janganlah sekali-sekali mendekati zina apalagi berbuat zina agar Allah tidak melaknat kita di akhir zaman kelak.

2. Mengurangi Takaran Timbangan
Maksiat selanjutnya yang akan disegarakan balasannya di akhir zaman kelak adalah mengurangi timbangan. Berdagang memang menjadi pekerjaan yang dianjurkan di dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri dahulunya adalah seorang pedagang yang jujur dan dapat dipercaya.

Namun saat ini, banyak orang yang bekerja sebagai pedagang melakukan kecurangan. Di antaranya adalah menipu pembeli demi mendapatkan keuntungan lebih.

Cara menipu yang mereka lakukan ini adalah dengan mengurangi takaran timbangan. Padahal sebenarnya perbuatan yang demikian itu akan disegarakan balasannya oleh Allah SWT di akhir zaman kelak.

Mereka akan dihukum dengan paceklik yang panjang, kesempitan hidup dan kedzoliman penguasa. Orang-orang yang memiliki kebiasaan seperti ini biasanya lebih memprioritaskan kehidupan dunia dibanding dengan akhir zamannya.

Mereka melakukan penipuan dengan mengharap kemewahan hidup. Namun ternyata perbuatan seperti ini tidak diperbolehkan di dalam Islam.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa menjadikan akhir zaman sebagai orientasi hidupnya, maka Allah akan jadikan kekayaan ada dalam hatinya, Allah himpun kekuatannya, dan dunia akan menghampirinya, sedang ia tidak menginginkannya, dan (sebaliknya) barangsiapa menjadikan dunia sebagai cita-citanya, Allah jadikan kefakiran ada di depan matanya, Allah cerai beraikan urusannya dan dunia tidak menghampirinya kecuali apa yang sudah Allah takdirkan untuknya.” (HR. At-Tirmidzi : 2465)

3. Menahan Zakat
Zakat adalah rukun Islam yang paling besar dalam hubungan sesama manusia. Selain untuk menolong sesama yang membutuhkan, zakat juga berfungsi untuk membersihkan harta.

Terkadang Allah menguji manusia melalui harta, bagi yang beriman mereka akan mengeluarkan kewajiban untuk membayar zakat. Sebaliknya, bagi mereka yang kikir tidak akan keluar setetes hartapun dari kantong mereka untuk menunaikan zakat.

Sesungguhnya perbuatan yang demikian dilarang oleh Allah SWT. Bahkan kemaksiatan ini akan menjadi salah satu perbuatan yang disegarakan balasannya di akhir zaman kelak. T

idak hanya hanya itu, bangsa yang tidak mau mengeluarkan zakat, maka akan dihukum oleh Allah SWT dengan tertahannya hujan dari langit dan mereka akan mengalami kemarau yang panjang.

4. Menyalahi Janji Allah dan Rasul-Nya
Memilihara janji dengan Allah SWT dan Rasul-Nya, ditafsirkan sebagai menghormati peraturan dan garis ajaran yang telah ditetapkan di dalam Islam.

Dengan kata lain, memilihara perjanjian ini adalah dengan menghargai kemuliaan anugerah agama Islam, Kitab suci Al-Qur’an dan sunnah yang ditinggalkan oleh Rasulullah SAW.

Bagi orang yang beriman, melaksanakan janji ini adalah hal yang sangat mudah mengikuti semua aturannya. Namun sebaliknya, jika umat Islam sudah mulai merasa jemu dan tidak lagi berbangga dengan keislamannya dan mereka mencari cara dan budaya hidup baru dari bangsa lain yang demikian inilah ciri orang yang akan dilaknat oleh Allah.

Atas perbuatan mereka menyalahi janji Allah ini, golongan tersebut akan segera mendapatkan balasan ketika sudah mendekati akhir zaman kelak yakni Allah akan menjadikan musuh dari kalangan orang luar yang menguasai mereka dan merampas sebagian hak mereka.

5. Dosa Kepada Orang Tua
Orang tua merupakan wali Allah di dunia. Bahkan Allah meletakkan kewajiban berbakti kepada kedua orang tua setelah kewajiban menyembah kepada-Nya. Karena keutamaan ini maka Allah begitu murka jika ada anak yang durhaka dan menyakiti orangtuanya. Balasannya akan segera kan di dunia.

Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ada dua pintu (amalan) yang disegerakan balasannya di dunia; kedzoliman dan durhaka (pada orang tua).” (HR. Hakim dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1120)

Terlebih jika orang tua tersebut saat terdzolimi kemudian mengadu kepada Allah atas kesakitannya. Maka doa tersebut akan bergerak dan berhembus menuju angkasa, menembus awan, mencapai langit, dan diamini oleh para malaikat, kemudian Alloh Ta’ala mengabulkannya. Rosululloh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Tiga doa yang tidak tertolak : doa orang tua, doa orang yang berpuasa dan doa orang yang terdzolimi. (HR. al-Baihaqi dalam Sunan Kubro : 6185 dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah : 1797)

Demikianlah penjelasan mengenai lima maksiat yang akan disegerakan balasannya di Akhir zaman. Semoga setelah membaca artikel ini dapat menambah keimanan kepada Allah dan menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar.

Karena sesungguhnya hukuman Allah itu berasal dari perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia itu sendiri. Tetaplah menjadi hamba Allah yang beriman dan bertakwa.

Sumber: infoyunik.com

Inilah Azab Mengerikan Bagi Pencuri Tanah Orang Lain

Tanah merupakan salah satu benda yang harganya sulit untuk turun. Oleh karena itu, banyak orang yang berinvetasi dengan membeli tanah karena kelak harganya akan naik.

Tapi pembahasan ini bukan soal investasi tanah, melainkan tentang azab bagi orang yang mempunyai tabiat mencuri tanah milik orang lain.

Di lingkungan sosial, sedikit banyak kita akan menemukan orang-orang yang usil menggeser tanda batas tanah, mencangkul batas tanah hingga tidak terlihat si pemilik.

Atau memperkarakan kepemilikan tanah di meja hukum meski sebenarnya bukan hak milik. Sebaiknya anda sudah harus berpikir seribu kali jika ingin curang terhadap permasalahan ini.

Tidak main-main, Allah SWT akan mengalungkan tujuh lapis tanah dan menghukum manusia untuk menggali bumi hingga tujuh lapisan.

Aisyah ra menuturkan, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa mengambil sejengkal tanah secara dzolim, maka kelak akan dikalungkan kepadanya tujuh lapis tanah. ” (HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim dari Abu Hurairoh, “seorang mengambil sejengkal tanah orang lain tanpa hak, pada hari kiamat kelak pasti Allah kalungkan kepadanya tujuh lapis tanah. ”

Ya’la bin Murroh mengungkapkan, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Seseorang yang mengambil tanah dengan cara dzolim, kelak Allah akan memaksanya menggali tanah tujuh lapis tanah, kemudian mengalungkan kepadanya sampai selesai pengadilan di antara manusia.” (HR. Ahmad, Tabrani, dan disasihkan oleh Ibnu Hibban).

Tidak peduli lagi kerabat, tentangga, bahkan saudara sekalipun bisa berlaku curang jika nafsu duniawinya sudah menggerogoti. Perkara tanah ini, bukan hanya dilihat semisal satu jengkal dari permukaan.

Namun kepemilikan tanah hingga menuju dasar bumi. Sehingga jika kita curang satu jengkal saja, maka yang kita curangi sebanyak tujuh lapisan di dalamnya.

“Di dalam Hadits ini (hadits ‘Aisyah) menunjukkan dalil bahwa orang memiliki tanah maka dia memiliki juga (tanah) bagian bawahnya sampai tujuh lapis bumi, tidaklah boleh seseorang melubangi kecuali dengan izinnya.

Misalkan kamu ditakdirkan mempunyai tanah seluas tiga meter persegi dan sekeliling (tanahmu) adalah tanah milik tetanggamu, kemudian tetanggamu bermaksud untuk membuat lubang/terowongan diantara tanahnya, dan melewati bagian bawah tanahmu.

Maka tidaklah dia dibenarkan dalam hal ini karena kamu memiliki tanah dan apa saja yang berada di bawah tanah tersebut sampai tujuh lapis bumi. Sebagaimana juga ruang udara (di atas tanahmu) adalah milikmu sampai ke langit.

Maka seseorang tidak bisa untuk membangun atap kecuali dengan izinmu. Oleh karena itu berkata ulama, ‘Udara itu mengikuti apa yang tetap (tanah), dan tanah itu sampai tujuh lapis bumi.

Jadi seseorang (yang memiliki tanah) mempunyai bagian atas bagian bawah (dari tanahnya), tidak boleh seseorang (merampasnya).

Berkata Syaikh Salim: “Barangsiapa memiliki tanah, maka berarti dia memilikinya dari bawah sampai atas. Dan dia berhak melarang orang menggali bagian yang berada di bawah tanahnya, baik berupa lubang ataupun sumur tanpa meminta izin dan persetujuan darinya.

Dan dia juga merupakan pemilik tambang dan barang-barang berharga berharga dibawahnya. Dia boleh memperdalam lubang di bawah tanahnya sekehendak hatinya selama tidak membahayakan orang lain yang bertetangga dengannya.” [Syarah Riyadush Shalihin, jilid hal. 522]

Para ulama berkata, ‘Seandainya tetanggamu memiliki pohon, kemudian dahannya memanjang ke tanahmu dan ranting-rantingnya menjadi menutupi tanahmu, maka sesungguhnya tetanggamu harus membenggokkan (dahan tersebut) dari tanahmu.

Jika tidak memungkinkan untuk dibengkokkan maka (dahan tersebut) harus dipotong, kecuali kamu mengizinkan keberadaannya, karena ruang udara (di atas tanahmu) adalah milikmu, mengikuti (kepemilikkan) apa yang tetap (tanah).”

Sumber: jadzab.com