9 Risiko Bayi Rentan Meninggal Mendadak Akibat SIDS

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) merupakan kejadian bayi meninggal mendadak tanpa ada gejala sebelumnya. Kondisi mengerikan ini paling sering menimpa bayi di bawah usia satu.

Fakta mengebutkan, SIDS sering kali terjadi akibat lingkungan tempat tidur bayi yang tidak aman.

Tak hanya itu, penelitian juga mengatakan bahwa risiko terjadinya kondisi ini bisa meningkat berlipat ganda bila terdapat hal-hal di bawah ini:

1. Usia
Sekitar 90 persen kasus SIDS terjadi pada bayi berusia di bawah enam bulan, yaitu pada bayi berusia dua hingga empat bulan.

2. Faktor Ibu dan Lingkungan
Status sosio-ekonomi rendah, usia hamil di bawah 20 tahun, dan tingkat pendidikan ibu yang rendah membuat risiko seorang bayi mengalami SIDS menjadi lebih tinggi.

Selain itu, ibu yang memiliki riwayat merokok, mengonsumsi alkohol atau menggunakan obat terlarang saat hamil maupun setelah bayi dilahirkan juga turut meningkatkan risiko kejadian SIDS.

Ketahuilah bahwa nikotin yang terdapat di peredaran darah ibu, dapat mempengaruhi perkembangan batang otak bayi, yang merupakan organ pengatur pernapasan.

3. Prematur dan Berat Lahir Rendah
Bayi yang lahir secara prematur dan memiliki berat badan lahir rendah lebih berisiko mengalami SIDS.

Penelitian menyatakan bahwa bayi yang lahir dengan berat badan 1000–1499 gram memiliki risiko empat kali lebih tinggi untuk mengalami kematian akibat SIDS.

Sedangkan bayi yang memiliki berat badan lahir 1500–2499 gram berisiko tiga kali lebih tinggi untuk mengalami kondisi mengerikan tersebut.

4. Gangguan Perkembangan Otak
Beberapa bayi ada yang terlahir dengan gangguan kemampuan pusat kontrol pernapasan di batang otak. Normalnya, bayi akan terbangun dan berpindah posisi saat jalan napas (hidung atau mulut) terhalang sesuatu.

Pada bayi yang mengalami gangguan, ia tidak dapat mengatasi keadaan tersebut sehingga menyebabkan jalan napas terhambat yang berujung pada kematian mendadak.

5. Infeksi
Banyak bayi yang mengalami SIDS memiliki riwayat infeksi saluran pernapasan.

6. Posisi Tidur
Bayi baru lahir yang rentan mengalami kematian mendadak ialah yang sering berganti posisi saat tidur. Begitu pula dengan bayi yang tidur dengan posisi tengkurap.

Ini karena tidur dengan posisi yang tidak tepat dapat menyebabkan tersumbatnya jalan napas pada bayi.

Oleh karena itu, American Academy of Pediatrics menyarakan semua bayi sehat yang berusia di bawah satu tahun untuk tidur dengan posisi telentang.

7. Alas Tidur Terlalu Empuk Atau Tidak Datar
Bantal yang empuk atau alas tidur yang terbuat dari polystyrene membuat bayi berisiko 2–3 kali lebih tinggi untuk mengalami kematian mendadak.

8. Tidur Bersama Dengan Orang Tua
Tidur dengan orang tua atau saudara turut meningkatkan risiko SIDS, terutama bayi yang berusia di bawah 13 minggu. Ini karena bayi memiliki kemungkinan yang lebih tinggi untuk tertiban atau terhimpit ketika tidur.

9. Kepanasan Saat Tidur
Selimut yang terlalu tebal, suhu ruangan yang panas, pemakaian baju yang terlalu tebal, dan kondisi bayi sedang demam berhubungan dengan risiko kematian mendadak yang lebih tinggi.

Guna memperkecil risiko Sudden Death Infant Syndrome atau SIDS, pastikan Anda selalu memperhatikan dan memantau bayi saat dirinya tertidur.

Hal ini sangat penting dilakukan, apalagi bila bayi masih berusia di bawah satu tahun atau memiliki kelainan lahir bawaan.

Menyedihkan Pria Berumur 23 Tahun Ini Terjebak dalam Fisik Bayi Berumur 1 Tahun,

Manpreet Singh, seorang pria asal Punjab, India berhenti tumbuh sebelum bisa berjalan maupun berbicara.

Tampilan fisik dan mentalnya tampak seperti bayi satu tahun, tapi ia sebenarnya adalah pria dewasa berusia 23 tahun.

Manpreet, yang biasa dipanggil ‘Baba’ karena ukurannya yang seperti bayi, terlahir sebagai bayi yang sehat 1995 silam.

Tapi entah mengapa, Manpreet kemudian tak bisa tumbuh layaknya anak-anak lain.

Tubuhnya seolah terperangkap di dalam raga seorang bayi.

(Mirror)
Tak hanya itu, telapak tangannya membengkak, kaki dan wajahnya besar dengan kulit kendor.

Ia hanya bisa melakukan komunikasi melalui gerakan.

Layaknya balita, Manpreet hanya bisa tertawa, menjerit, menangis, tanpa bisa bercakap-cakap.

Akibat kondisinya ini, kedua orangtua Manpreet menyerah untuk merawatnya dan menitipkannya pada paman dan bibi yang menyayanginya.

“Menpreet cekikikan seperti balita dan jarang bersedih.

(Mirror)
Hanya ketika anjing atau hewan tertentu mengeluarkan suara, ia akan menangis ketakutan.

Dia adalah anak yang menyenangkan, dan gemar memberi isyarat pada tamu untuk duduk,” papar Karanvir Singh, paman Manpreet.

Dia menambahkan, kadang-kadang Manpreet sangat nakal.

“Meskipun ia hanya berbicara dalam sedikit kosa kata, misalnya maa (mama) dan mama (paman), Manpreet belajar keterampilan komunikasi menggunakan tangan.

(Mirror)
Ia juga ahli meniru orang,” tambahnya.

Karanvir mengaku telah mencoba mengembalikannya kepada kedua orangtuanya, tapi Manpreet selalu rewel dan meminta kembali kepada paman dan bibinya.

“Kami benar-benar menyayanginya, dia membuat hatiku tenggelam,” timpal sang bibi.

Khawatir akan masa depannya, keluarga telah berkonsultasi dengan dokter di kota.

“Kami membawanya ke beberapa dokter, tetapi kondisinya pun tak lebih baik.

Kami kini telah menerima nasibnya dengan senang hati, dan memilikinya adalah kebahagiaan bagi kami,” imbuh Karanvir sembari memeluk Manpreet.

Pertumbuhan Manpreet berhenti diduga karena adanya ketidakseimbangan hormon.

“Seorang anak mulai berkembang secara mental dan fisik sejak usia tiga tahun.

Jika tubuhnya tidak berkembang, orangtua harus membawanya ke pengobatan medis yang lebih baik untuk mengobatinya,” ujar MK Bhadu, seorang petugas medis di Hisar, dikutip TribunStyle.com dari Mirror, Senin (30/4/2018).

Para ilmuwan percaya, Manpreet memiliki Laron Syndrome, suatu kondisi genetik langka yang hanya mempengaruhi 300 orang di seluruh dunia.

Sepertiga orang yang menderita kondisi genetik langka ini tinggal di desa-desa terpencil di Provinsi Loja selatan Ekuador.

Penderita Sindrom Laron kekurangan hormon yang menstimulasi sel untuk tumbuh dan membelah, serta membentuk sel-sel baru.

Para dokter mengatakan bahwa mereka perlu melakukan penyelidikan yang tepat terhadap kondisinya sebelum dapat mendiagnosisnya.

Apakah Penting Susu Formula untuk Bayi?

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dok, mohon penjelasannya soal susu formula untuk bayi dan anak-anak. Apakah betul diperlukan sebagai pengganti ASI?

UMMU HABIB

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Ummu Habib, mungkin maksud pertanyaan di atas adalah pemberian susu formula untuk bayi (usia dibawah 2 tahun ), karena pemberian susu untuk anak (usia di atas 2 tahun) tidak ada kaitannya lagi dengan ASI.

Susu formula bayi adalah susu yang dibuat dari bahan susu sapi atau susu kedelai, yang kandungannya dibuat mendekat nutrisi yang terdapat dalam ASI.Artinya, sebagus apapun susu formula, tidak bisa menyamai kebaikan yang terdapat dalam ASI.

Pemberian susu formula pada bayi biasanya disebabkan dua hal :

1. ASI tidak keluar sama sekali. Biasanya bayi diberikan susu formula sebagai pengganti ASI.

2. ASI tidak mencukupi. Biasanya pemberian susu formula sebagai pendamping ASI.

Yang harus diperhatikan dalampemberian susu formula adalah :

1. Hendaknya kandungan gizi pada susu formula cukup dan mendekati ASI.

2. Hendaknya susu formula disesuaikan dengan usia bayi

3. Susu formula kadang menimbulkan reaksi alergi pada bayi, seperti gatal atau mencret. Nah jika ini terjadi segera tukar atau konsultasikan dengan dokter Anda.

Pemberian ASI tentu yang utama, minimal 4 bulan pertama diberikan secara eksklusif. Sesudahnya baru boleh diberikan makanan pendamping ASI. Wallahualam.

Heboh Siswi Peserta SBMPTN Melahirkan Bayi di Toilet Kampus Unhas

Ujian SBMPTN di Universitas Hasanuddin (Uunas) Makassar, Sulawesi Selatan, baru berlangsung sekitar 30 menit, tepatnya pukul 10.45 Wita, ketika seorang peserta berinisial IR minta izin masuk toilet.

IR seorang peserta asal Enrekang ini tak sekali meminta izin.

Kepala Humas Unhas, Ishaq Rahman mengatan IR meminta izin hingga 3 kali.

“Dia ke toilet berbolak balik tiga kali. Yang ketiga kalinya tinggal agak lama, kurang lebih setengah jam,” sebutnya.

Pengawas SBMPTN mulai curiga.

Pengawas lalu menghubungi petugas medis yang yang disiapkan panitia SBMPTN.

“Tim medis menunggu sekitar satu jam di depan toilet. Pengawas mendengar si peserta seperti meringis. Nah, pas keluar, dia dalam keadaan kuyup, pucat, lesu, dan ada beecak darah.” sambungnya.

Namun saat itu dia wanita itu belum diketahui jika baru saja melahirkan bayi.

Ia pun ngotot untuk kembali mengikuti SBMPTN. Namun, ditolak oleh pengawas.

Petugas medis pun membawanya ke rumah sakit Wahidin yang masih terletak di kawasan kampus Unhas.

Sekitar pukul 12.00 wita, Suri (41) petugas cleaning servis asal Kampung Nipa nipa, Antang pun melaporkan telah menemukan bayi di bak closet toilet itu.

Sang bayi masih dalam kondisi bernyawa.

Menurut Suri, ia mendengar suara tangisan bayi di dalam kamar mandi, sehingga perempuan tersebut mencari tahu dari mana asal suara tangisan bayi tersebut berasal .

“Saat membuka penutup bak air closet ditemukan seorang bayi laki laki yang masih terlilit dengan ari ari dan masih berlumuran darah yang disimpandalam bak air,” ujarnya.

Selanjutnya petugas cleaning service langsung menyelamatkan bayi tersebut.

Kemudian langsung menelpon pihak kampus.

Tidak lama kemudian bayi tersebut langsung dibawa ke rumah sakit pendidikan dengan menggunakan mobil ambulans untuk dilakukan pertolongan pertama ke RS pendidikan Unhas. Jl Perintis Kemerdekaan.

Setelah tiba di rumah sakit pendidikan Unhas, bayi tersebut dirawat. Berat bayi 1.4 kg.

Ini Kronologi Lengkap Penemuan Bayi Versi Tim Medis SBMPTN Unhas

Pelaksanaan SBMPTN 2018 Sektor Unhas, Selasa, 8 Mei 2018, diwarnai peristiwa mengejutkan sekaligus mengharukan. Salah seorang peserta yang mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Ruang Pusat Bahasa Kampus Unhas Tamalanrea melahirkan seorang anak.

Ishaq Rahman, Kepala Unit Humas dan Protokoler Universitas Hasanuddin dalam rilisnya menjelaskan kronologi penemuan bayi di toilet.

Awalnya, peserta yang memilih ujian Kelompok Campuran ini mengeluh sakit pada bagian perut, ketika ujian sesi kedua baru berlangsung sekitar 30 menit, atau sekitar pukul 11.15 WITA. Ia sempat bolak-balik ke toilet sampai tiga kali. Sesuai SOP pengawasan, setiap kali ke toilet ia didampingi salah seorang pengawas ruangan.

Pada saat ke toilet untuk ketiga kalinya, peserta yang berinisial IRF ini terdengar beberapa kali mengerang, dan tinggal agak lama di dalam toilet. Pengawas ruangan yang mendampingi kemudian melaporkan hal ini ke posko pusat, dan saat itu juga Posko Pusat berkoordinasi dengan Tim Medis SBMPTN Unhas.

Tiga orang tim medis yang tiba di lokasi beberapa menit kemudian mencoba memberikan bantuan. Namun IRF menolak, dan melarang tim medis untuk masuk. “Kami sempat mendengar ia teriak beberapa kali. Teriakan kedua dan ketiga itu tersengar seperti orang mengedan,” kata dr. Irda Yulianti Dahri, salah seorang anggota tim medis.

Tim medis juga mendengar suara air diguyur sangat banyak dari dalam kamar mandi yang tertutup rapat. “Setelah lebih tiga puluh menit menunggu, kami mulai berpikir untuk mendobrak pintu karena menurut kami ini hal yang tidak lazim. Tetapi tiba-tiba ia keluar dari dalam kamar mandi dalam kondisi basah kuyup. Ia kelihata lelah dan ada bercak-bercak darah,” lanjut dr. Irda.

Sesaat IRF keluar, tim medis kemudian masuk ke toilet untuk memeriksa. “Kami sebenarnya curiga ada sesuatu, mungkin pendarahan atau keguguran. Tetapi kami tidak menemukan apapun di dalam kamar mandi,” kata Risnawati, salah seorang anggota Tim Medis.

IRF ingin kembali ke ruangan untuk melanjutkan ujian. Namun hal itu tidak diijinkan oleh tim medis karena kondisi kesehatannya tampak sangat tidak memungkinkan. Ia dipaksa untuk ke rumah sakit, namun IRF menolak. Tim medis menegaskan ia hanya boleh kembali ke ruang ujian jika sudah diperiksa oleh dokter di rumah sakit. Akhirnya, IRF bersedia untuk dibawa ke Rumah Sakit Pendidikan Unhas yang terletak hanya beberapa ratus meter dari lokasi ujian dengan menggunakan ambulans.

Sekitar pukul 12.00 WITA, ketika tim medis dan IRF sedang berada di rumah sakit, seorang tenaga kebersihan (cleaning service) Unhas masuk untuk membersihkan toilet. Ia mendengar suara bayi menangis. Ketika mencari-cari, ia sangat terkejut menemukan ada sesosok bayi di dalam bak air kloset yang tertutup rapat.

Tim medis Unhas kemudian kembali lagi ke Pusat Bahasa. Bayi tersebut diberikan perawatan darurat, dan segera dibawa ke Rumah Sakit Unhas. IRF mengatakan kepada tim medis bahwa itu adalah bayinya.

Pada pukul 18.00 WITA, kondisi bayi dalam keadaan stabil dibawah pengawasan dokter Rumah Sakit Unhas. Sementara IRF yang mengakui sebagai ibunya juga dalam keadaan stabil dan telah dapat memberikan keterangan kepada aparat kepolisian dari Sentra Perlindungan Anak dan Perempuan.

Tim Medis Unhas

Pada pelaksanaan SBMPTN 2018, Universitas Hasanuddin membentuk Tim Medis yang khusus bertugas selama pelaksanaan ujian SBMPTN. Tim Medis Unhas terdiri atas 2 (dua) kelompok, yaitu 1 kelompok siaga di Kampus Unhas, dan 1 kelompok siaga di SMA Negeri 1 Makassar. Tugas utamanya adalah memberikan bantuan bagi peserta dan pengawas jika ada yang mengalami masalah kesehatan pada saat pelaksanana ujian.

Nama-nama Tim Medis Unhas untuk SBMPTN 2018 yang bertugas di Kampus Unhas dan memberikan pertolongan pertama pada kasus di Pusat Bahasa ini adalah:
1. dr. Irda Yulianti Dahri (dokter)
2. Asvirawati Amran, S.Kep, Ns. M.Kep (perawat)
3. Risnawati, S.Kep, Ns. M.Kep (perawat)
4. Mappawar (supir ambulans)

Sementara Tim Medis Unhas bertugas di Posko SMA Negeri 1 Makassar adalah:
1. dr. Dwi Setia Ningrum (dokter)
2. Jenny Latief, S.Kep, Ns. (perawat)
3. Darliana Gaffar, S.Kep, Ns (perawat)
4. Usman (supir ambulans)

Pada pelaksanaan SBMPTN kali ini, selain menangani kasus yang dialami IRF, juga terdapat beberapa kasus kesehatan yang dialami oleh peserta, misalnya di SMA Negeri 7 ada peserta yang sempat pingsan karena tidak sarapan. Tim medis memberikan bantuan sehingga yang bersangkutan dapat kembali melanjutkan ujian. Begitu juga di salah satu ruangan di Fakultas Farmasi, ada peserta yang ingin pulang dan meninggalkan ujian karena “datang bulan” hari pertama. Namun berkat kesigapan tim medis dan pengawas, peserta ini dapat tetap melanjutkan ujian hingga selesai.

Rektor Unhas, Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA menyampaikan prihatin atas peristiwa yang dialami oleh IRF. “Namun saya juga bersyukur bahwa ia dan bayi tersebut dalam keadaan selamat. Ini menunjukkan bahwa keberadaan tim medis ini sangat penting dalam situasi seperti ini,” kata Prof. Dwia.

Kasus yang menimpa IRF nampaknya akan berpengaruh terhadap hasil SBMPTN yang ia ikuti. Sesuai ketentuan, peserta SBMPTN untuk kelompok campuran wajib mengikuti ketiga sesi ujian. Karena tidak mengikuti salah satu sesi, maka dapat dipastikan IRF tidak akan lulus.

Viral Bayi Lahir Diberi Nama Xiaomi, Ternyata Ini Arti Sebenarnya

Produk Xiaomi acap kali jadi buah bibir pecinta gadget dunia.

Pasalnya, perusahaan asal Tiongkok tersebut beberapa kali membesut produk keren dengan harga murah.

Bahkan konon, harga yang ditawarkan produk besutan Xiaomi terlalu murah dan membunuh pasaran ponsel sekelasnya.

Berbicara masalah pencinta Xiaomi, seberapa cintakah kamu dengan produk yang satu ini?
Apakah kamu sama seperti Fredi Yana yang memberi nama anak perempuannya dengan nama Xiaomi?

Ya, pengguna Twitter Tanah Air tengah dihebohkan dengan fakta mengenai bayi asal Lampung yang diberi nama Xiaomi.

Kisah ini pun menjadi viral di media sosial.

Ini empat fakta menarik tentang bayi Xiaomi:

1. Arti dan nama lengkap

Bayi asal Lampung Indonesia ini tak hanya bernama Xiaomi.

Orangtuanya memberi nama lengkap Xiaomi Fradella Naufalyn.

Konon, saat sang ayah ingin menamakan putrinya tersebut dengan nama Xiaomi, ia sampai harus searching dulu di internet.

Setelah ditelusuri, tenyata arti dari Xiaomi sendiri adalah Padi Kecil.

2. Nama orangtua

Meski anaknya diberi nama dengan nama salah satu merek ponsel terkenal dunia, ayah Xiaomi bukan seorang karyawan dari perusahaan asal Tiongkok ini.

Xiaomi adalah buah hati pasangan Fredi Yana (27) dan Delima (25).

Keduanya tinggal di Desa Abung Jayo, Kecamatan Abung Selatan, Lampung Utara.

Fredi merupakan seorang Mi Fans, meskipun tak aktif dalam komunitasnya.

3. Diunggah oleh Senior Vice President Xiaomi

Tahu nggak kalau ternyata berita bayi Xiaomi sampai juga di telinga Wang Xiang.

“Seberapa besar penggemar kami mencintai Xiaomi? Misalnya, Mi Fans Indonesia Fredi dan Delima menamai putrinya “Xiaomi”!” tulis Wang Xiang di Twitter.

4. Lahir tahun 2017

Meskipun baru populer akhir-akhir ini, ternyata bayi Xiaomi tak lahir pada tahun 2018.

Dilihat dari aktanya, bayi Xiaomi lahir pada Agustus 2017.

Berarti saat ini bayi Xiaomi sudah menginjak usia delapan bulan. (*)

Pria ini Kini Bunuh Istri yang Juga Putrinya & Bayinya Lalu Bunuh Diri

Beberapa waktu lalu, masyarakat Amerika Serikat dikejutkan oleh sebuah kisah cinta terlarang yang begitu menggemparkan.

Seorang pria asal Carolina telah ditangkap karena sosoknya melakuka hubungan incest setelah dia mencampakkan istrinya dan memiliki bayi dengan putrinya.

Steven Walter Pladl., (42), dan putri kandungnya Katie Rose Pladl, (20), ditangkap di akhir bulan Januari lalu di rumah mereka di Knightdale, North Carolina.

Penangkapan ini terjadi setelah istri Steven mengatakan kepada polisi bahwa dia menghamili putri mereka.

Dikutip dari Daily Mail, Katie diadopsi keluar dari negara bagian setelah dia lahir.

Ketika dia berusia 18 tahun, dia menggunakan media sosial untuk menemukan orang tua kandungnya.

Pada bulan Agustus 2016, Katie pergi untuk tinggal bersama orangtuanya dan dua anak mereka yang lain di dekat Richmond, Virginia.

Waran tersebut menyatakan bahwa Steven dan istrinya secara hukum terpisah tiga bulan kemudian, pada bulan November 2016.

Sang istri mengatakan kepada pihak berwenang bahwa bulan dia pindah dari rumah, Steven telah tidur di lantai kamar tidur Katie.

Sang istri juga mengatakan bahwa dia mengetahui bahwa putrinya hamil dan Steven adalah ayah pada Mei 2017.

Akun Instagram Katie Pladl
Akun Instagram Katie Pladl (Instagram)
Steven telah meminta kedua anak yang lebih muda untuk menyebut Katie sebagai ibu tiri mereka, meskipun dia adalah saudara mereka.

Setelah mengetahui tentang kehamilan tersebut, sang istri mengatakan bahwa dia menghubungi suaminya dan bertanya apakah dia telah menghamili Katie.

Dia mengakui bayinya itu dan mengatakan mereka berencana untuk menikah.

Katie memposting foto Instagram pada bulan Juli yang menyatakan bahwa dia dan Steven sudah ‘menikah’, walaupun secara hukum mereka tidak dapat melakukannya.

Unggahan Katie Pladl
Unggahan Katie Pladl (Instagram)
Polisi mengatakan setelah Mei 2017, Katie dan Steven pindah ke Wake County, North Carolina.

Surat perintah penahanan dikeluarkan untuk mereka pada bulan November 2017 dan mereka ditangkap di rumah Knightdale mereka pada bulan Januari.

Pihak berwenang mengatakan ketika mereka ditangkap seorang bayi laki-laki sedang bersama mereka.

Waran mengungkapkan bahwa bayi tersebut lahir pada bulan September 2017.

Unggahan Katie Pladl
Unggahan Katie Pladl (Facebook)
Ayah dan anak perempuannya ditahan di Wake County Detention Center sambil menunggu ekstradisi ke Virginia.

Mereka telah didakwa incest dengan orang dewasa, perzinahan, berkontribusi terhadap kenakalan.

Steven dan Katie masing-masing dikenakan obligasi senilai $ 1 juta (sekitar Rp 13 milyar).

Steven keluar dari penjara dengan jaminan, tapi Katie tetap di balik jeruji besi sampai kasusnya selesai.

Setelah Katie dan Steven sama-sama keluar dari balik jeruji inilah, kisah tragis justru terjadi.

Hari Kamis (12/4/2018) keduanya dikabarkan tewas beserta anak hasil hubungan haram mereka.

Tak hanya itu saja, ayah tiri dari Katie Pladl juga ditemukan tewas di TKP.

Melansir dari WITC, mereka ditemukan meninggal dalam sebuah truk di persimpangan jalan raya di Knightdale, North Carolina pada pukul 08.40 waktu setempat.

Kabarnya mereka meninggal dalam perjalanan mereka menuju New Milford, Connecticut.

Dugaan sementara dari pihak kepolisian, Steven diduga sebagai penyebab kejadian tragis ini.

Steven diduga menembak sosok Katie Pladl, sosok ayah tirinya yakni Anthony Fusco, dan bayi hubungan haram mereka sebelum ia menembak dirinya sendiri.

Steven sendiri ditemukan di TKP yang berbeda.

Sosoknya ditemukan dalam keadaan tertembak di kepala di dalam mobil di area Wake County, North Carolina.

Sebelum kejadian tragis ini, Ibu Katie yang juga istri Steven sempat menelepon 911

Melansir dari CBS17 , dia mengatakan kepada 911: “Katie baru saja memutuskan hubungan dengannya (Steven) kemarin”

“Dia (Katie) sedang berada di New York dan dia bilang kepadaku bahwa Steven sedang dalam perjalanan ke kediamannya untuk meminta rujuk kembali.” ujar Ibu Katie dengan penuh rasa takut di percakapan telepon dengan 911.

“Dia meninggalkan bayinya yang mati. Dia menyuruhku menelepon polisi dan aku tidak boleh pergi ke sana.”

Terkait kronologi kejadian secara detil ini, polisi masih melakukan penyelidikan secara mendalam.

Status Pilu Ibu Kisahkan Anaknya Meninggal di Ayunan Bayi, Benarkah Berbahaya?

Ayunan bayi hingga kini masih dipakai sejumlah ibu untuk menidurkan anak.

Tapi, ada pula yang menyebut alat ini sebenarnya tidak aman untuk bayi.

Seorang netizen asal Sungai Buloh, Malaysia, yang memakai nama Shazzy Wanie, mengisahkan cerita pilunya.

Anak keduanya, yang masih berusia 10 bulan, meninggal dunia saat tidur di ayunan bayi tanpa pengawasan.

Status Shazzy menjadi viral.

Benarkah ayunan bayi berbahaya?

Beginilah Shazzy berkisah, lewat bahasa Malaysia yang kami terjemahkan :

Assalamualaikum semua. Alhamdulillah selesai sudah urusan pemakaman jenazah anak lelaki kesayangan kami Mikhael Sufyan pagi tadi.

Hujan rintik turun sewaktu shalat jenazah dijalankan dan cuaca mendung di tanah pemakaman memudahkan segala urusan.

Syukur alhamdulillah, Allah pinjamkan selama 10 bulan seorang anak lelaki cukup sempurna untuk kami manja dan berkasih sayang.

Sudah tiba masa untuk mengembalikan pinjaman Allah yang paling bernilai itu.

Ramai yang bertanya apa yg terjadi.

Berat untuk saya ungkapkan dengan kata-kata.

Karena ajal dan maut telah ditentukanNya.

Cuma penyebabnya saja mungkin berbeda-beda.

Tiada niat saya untuk menyalahkan pihak tertentu.

Sekadar untuk menjelaskan, apa sebenarnya yang sudah terjadi, supaya tidak ramai orang bertanya-tanya.

Mikhael meninggal dunia akibat lemas dalam buaian di rumah babysitter, saya dan keluarga menerima takdir dari-Nya.

Almarhum ditemui dalam keadaan tertelungkup di dalam ayunan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan tak ada denyut nadi lagi sewaktu tiba di klinik terdekat.

Walaupun bantuan masih diberikan dalam ambulans ke rumah sakit, dan juga sewaktu tiba di rumah sakit, malangnya, masih tiada respon dan anak kesayangan kami ditetapkan meninggal dunia pada hari Jumat penuh barakah, 6 April 2018, jam 13.20.

Hujan turun selebat-lebatnya, turut menangisi kepergian anak kami.

Sungguh.. Cukup berat ujian dari-Nya buat kami sekeluarga.

Namun, kami ikhlas dengan ketetapan dari-Nya dan syukur dengan nikmat dalam ujian ini.

MIKHAEL SUFYAN ANAK YANG TERPILIH UNTUK JADI ANAK SURGA dan kami IBU BAPAK TERPILIH UNTUK MEMILIKI ANAK SYURGA.

Allahuakbar. Perkara yang paling mommy takutkan selama ini, terjadi akhirnya.

Kehilangan seseorang yg sangat kami sayangi.

Semoga Allah ganti dengan sebesar-besar ganjaran dan hikmah, buat kami sekeluarga, dan diberikan ketabahan, kesabaran, obati kerinduan dan kesedihan ini untuk hadapi kehidupan mendatang.

Aamin insha Allah.

Terima kasih buat semua yg bersama2 kami dari awal hingga akhir urusan.

Mohon sedekahkan AL FATIHAH untuk #MikhaelSufyan ya bila ada kelapangan. Terima kasih.

Update :

Terima kasih atas doa kalian semua. Memang membantu saya lebih kuat menerima kehilangan.

Maaf belum ada kekuatan untuk balas komen dan lain-lain.

Hati dan jiwa masih rapuh lagi-lagi dalam usaha pulihkan semangat anak sulung #MelissaSofea yang juga rindukan adik kesayangannya.

Saya terbaca ramai yang bertanya tentang ayunan.

Saya memang tidak gunakan ayunan untuk anak-anak di rumah sendiri tetapi atas permintaan babysitter untuk mudahkan urusan menjaga anak saya bersama anak-anak asuhan lain, saya bolehkan untuk anak saya diletakkan di dalam ayunan.

Setahu saya ayunan yang digunakan di rumah babysitter jenis berlubang tanpa bantal.

Kembali ke hari kejadian.. Almarhum diantar ke rumah babysitter dlm keadaan aktif, happy, hanya flu.

Malah, malam sebelumnya merupakan hari pertama almarhum berdiri sendiri tanpa support.

Anyway, hasil postmortem, paru-paru almarhum banyak lendir dan itu jadi penyebab almarhum mudah sesak nafas dan lemas bila tertelungkup di dalam buaian.

Sedangkan memang kebiasaan tidurnya tiarap.

Seperti yang saya katakan, itu semua penyebab untuk kepergianya yang memang telah ditakdirkan.

Mungkin Allah tahu saya tak cukup kuat bila anak meninggal sewaktu dalam penjagaan saya, maka diambil kesayangan saya sewaktu dia bersama orang lain.

Allahuakbar… Allahuakbar…. Allahuakbar!!!

Status Shazzy Wanie ini diunggah pada 7 April 2018, dan hingga kini dibagikan 5.400 pengguna Facebook.

Sebanyak 14 ribu pengguna Facebook lain memberi reaksi pada statusnya.

Tak sedikit yang ikut berkomentar, mengucapkan dukacita kepada Shazzy Wanie dan mendoakan almarhum.

“Innalillah..takziah sis dan family..tak terbayang kesedihan sis atas kehilangan anak..” tulis Anne Warad.

Sejumlah tulisan soal bahaya penggunaan ayunan bayi, memang bermunculan di internet.

Di situs Livestrong.com misalnya, memuat peringatan kepada para ibu untuk tidak terbiasa menidurkan bayi di ayunan.

Dalam situs ini disebut, ayunan bayi, meski bisa membuat bayi sangat nyaman, tapi tidak dianjurkan untuk dipakai terus menerus.

Dalam beberapa bulan penggunaan, ayunan bayi bisa menjadi tidak aman digunakan, dan bayi harusnya mulai ditidurkan di kasur atau ranjang bayi.

Penyebab dan Cara Mengatasi Sembelit Pada Bayi

Ketika buah hati kita mengalami ganggungan dalam perkembangannya, maka tak disangkal lagi setiap orangtua terutama para ibu akan mengalami kecemasan yang berlebihan.

Padahal jika kita mampu mengatasi kecemasan tersebut akan lebih mudah bagi kita menemukan solusinya.

Lalu gangguan atau penyakit apa lagi sih yang kerap datang pada usia bayi selain batuk pilek dan demam? Ya, salah satunya adalah sembelit.

Sebenarnya apa sih sembelit itu? Terus apa saja penyebab dan bagaimana cara kita menghadapinya? Berikut adalah penjelasan singkat penyebab dan cara mengatasi sembelit pada bayi, silahkan disimak dengan baik, semoga bermanfaat.

Sembelit adalah kelainan yang terjadi pada bagian pencernaan sehingga berakibat kotoran mengeras dan sulit buang air besar. Akibat kotoran yang tidak bisa keluar membuat perut akan terasa sakit melilit.

Jika hal tersebut terjadi pada orang dewasa mungkin akan mudah mengatasinya, lalu bagaimana jika terjadi sembelit pada bayi?

Tak perlu cemas atau khawatir, ada baiknya sebelum semua itu terjadi, para ibu wajib menambah pengetahuan dengan mencari tahu penyebab dan cara mengatasi sembelit pada bayi.

Pada umumnya bayi yang baru lahir akan mengalami buang air besar sebanyak 4 kali dalam sehari. Hal tersebut akan berlangsung hingga bayi berusia 7 hari.

Jika bayi yang masih mengalami masa ASI eksklusif tidak mengalami BAB dalam kurun waktu satu minggu, maka masih bisa dikatakan normal karena ASI merupakan salah satu asupan makan yang mudah dicerna oleh bayi.

Bahkan jangan cemas ketika lewat satu minggu bayi tidak BAB, lalu ketika mengalami BAB, feses/kotorannya tidak mengeras atau cair.

Kejadian seperti itupun juga memberi arti bahwa sebagian besar asupan ASI terserap dengan baik oleh bayi.

Para ibu boleh merasa khawatir bahkan wajib membawa bayi atau anak dibawah usia 2 tahun ke dokter ketika hingga 2 minggu bahkan lebih bayi tidak bisa BAB dan bisa dikatakan telah mengalami sembelit.

Dan berikut ini adalah situasi gawat yang wajib diketahui oleh para ibu ketika bayi mengalami sembelit:

  1. Ketika dalam waktu 24 jam dari kelahiran bayi tidak mengalami BAB
  2. Terjadi demam
  3. Terdapat darah dalam feses
  4. Berat badan sulit naik

Penyebab umum yang memicu terjadinya sembelit pada bayi:

  • Bayi kekurangan cairan atau kurang minum. Karena terjadi metabolisme yang tinggi membuat bayi akan banyak mengeluarkan cairan melalui keringat atau kencing. Oleh sebab itu para ibu harus rajin memberikan asupan cairan atau air minum sesuai waktu yang ditentukan.
  • Pemberian vitamin yang mengandung mineral zat besi akan membuat feses bayi membentuk seperti kotoran kambing, jika hal ini terjadi, coba konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu mengenai pemberian vitamin tersebut.
  • Pada bayi yang telah menerima asupan makanan di luar dari ASI, wajib diselingi dengan pemberian makanan buah-buahan seperti pepaya atau buah pir. Karena sembelit kerap terjadi yang disebabkan oleh sisa pembuangan protein yang didapat melalui makanan berupa kacang-kacangan (nabati) atau hewani, sehingga bayi membutuhkan cairan lebih banyak dalam pencernaannya.

Sembelit bisa diatasi dengan cara berikut ini:

  • Ibu mengkonsumsi obat pencahar alami seperti mengkonsumsi buah pepaya atau jus buah pir dan meminum air mineral lebih banyak. Karena dengan begitu Bayi akan menyerap makanan dan mineral tersebut melalui ASI yang diterimanya.
  • Perhatikan asupan makanan padat yang diberikan sebagai makanan pendamping ASI, karena pencernaan bayi yang belum bisa bekerja secara optimal maka ada jenis makanan-makanan tertentu yang tidak cocok seperti buah pisang yang belum terlalu matang dan empuk.
  • Lakukan pemijatan lembut pada perut bayi searah jarum jam dengan menggunakan jari. Mandikan dengan air hangat karena hawa panas yang dihasilkan dapat melancarkan pencernaan.
    Melalui informasi diatas kiranya mampu membantu para ibu sedikit lebih tahu mengenai penyebab dan cara mengatasi sembelit pada bayi sehingga tak lagi merasa cemas ketika bayi mengalami sembelit.

Bayinya Dirawat akibat Meningitis, Nurul dan Lenny Bingung Cari Uang Rp 250 Juta

Pasangan suami istri (pasutri) Nurul Wahyudi (39) dan Lenny (41) bingung mencari dana Rp 250 juta untuk kesembuhan anaknya Arian Nur Alfin (5 bulan) yang terbaring di RSUP Sanglah, Denpasar, Bali.

Arian Nur Alfin hingga kini menjalani perawatan di sal Cempaka NICU RSUP Sanglah sejak November 2017 lalu.

Arian diagnosa menderita penyakit meningitis (infeksi selaput otak).

Tak hanya itu, hasil diagnosa dokter, kondisi organ dalam belum sepenuhnya terbentuk utuh.

“Kata dokter, saluran pernafasan anak saya terganggu, paru-parunya juga rusak. Karena itu, untuk bernafas saja, anak saya ini hingga kini dibantu dengan c-pap atau alat bantu pernafasan,” ungkap ibu kandung Arian, Lenny saat ditemui Tribun Bali di depan ruangan NICU Cempaka RSUP Sanglah, Kamis (19/4/2018).

Baca: Tiga Pecalang Pukul Polisi Dihukum 4 Bulan Penjara

Arian lahir pada 16 November 2017 lalu secara prematur di saat usia kandungan genap 6 bulan.

“Setelah lahir, saya dan anak langsung dibawa ke RS lagi dan dirawat selama lima hari,” kata dia.

Menurut tim medis, bayi dalam kondisi kritis.

Ditemukan cairan pada organ paru-paru dan juga di dalam otak, sehingga harus dirawat di ruang inkubator.

Lantaran pembiayaan di RS terlalu mahal, akhirnya bayi ini dirujuk ke RSUP Sanglah untuk mendapatkan perawatan lebih intensif.

“Biaya perawatan selama lima hari di sana mencapai Rp 26 juta. Keluarga saya tidak mampu, akhirnya dirujuk ke RSUP Sanglah,” cerita Lenny.

Selama lima bulan terakhir mendapatkan perawatan intensif, namun hingga kemarin kondisi bayi belum menunjukkan perkembangan signifikan.

Baca: Kecelakaan di Yamanashi Jepang, 7 WNI Terluka, Satu di Antaranya Dilarikan ke RS Pakai Helikopter

Dikatakan Lenny, anaknya hingga kini belum bisa menggerakkan syaraf motorik anggota tubuhnya secara normal.

“Untuk menangis, anak saya tidak bisa. Kalau menangis dia hanya kelihatan air matanya saja. Untuk membuka mata saja dia belum bisa,” kata Lenny sembari menunjukkan foto kondisi mata anaknya yang membengkak.

Lenny tetap berusaha tegar dan berusaha melakukan upaya terbaik demi kesembuhan anak pertamanya tersebut.

Biaya perawatan selama lima bulan ini sudah membengkak hingga mencapai Rp 250 juta.

Jumlah angka tersebut jauh di luar kemampuan ekonominya.

Suami Lenny, Nurul Wahyudi hanya bekerja sebagai buruh di perusahaan konstruksi.

Sedangnya Lenny berhenti dari pekerjaannya sebagai karyawan toko untuk menjaga Arian.

Keluarga ini sempat mencari bantuan ke Dinas Sosial Kota Malang.

Namun, surat rekomendasi yang ditujukan kepada Dinas Sosial Provinsi Bali tidak menuai hasil.

Dinas, kata Lenny, hanya memiliki program bantuan untuk warga telantar.

Pihak RS Sanglah memberi keringanan penundaan pembayaran.

“Pihak rumah sakit membolehkan mencicil biaya Rp 2 Juta per bulan dengan jangka waktu selama 10 tahun,” ujarnya.

Lenny berharap adanya uluran kepedulian bagi siapa saja yang ingin membantu.

Selama ini, Lenny berusaha mencari dukungan donasi di berbagai elemen masyarakat dan instansi.

“Saya mohon doanya, semoga segera disembuhkan anak saya,” kata dia.

Mengenal Penyakit Pada Bayi Saat Musim Hujan dan Cara Pengobatannya

Pada saat musim hujan kita wajib waspada dan mengenal penyakit pada bayi baik sumber permasalahannya dan bagaimana menanggulanginya.

Musim hujan dan cuaca ekstrem memang berdampak buruk bagi kesehatan, jangankan untuk bayi yang masih begitu rentan, orang dewasa pun bisa sangat mudah terkena penyakit di saat musim hujan tiba.

Bagi orang dewasa mengatasi penyakit di musim hujan akan jauh lebih mudah dibanding pada bayi karena kita sudah mampu mengonsumsi suplemen kesehatan yang banyak beredar di pasaran.

Namun bagi bayi kita tidak bisa sembarang memberikan obat-obatan dan vitamin tanpa pengawasan dari dokter. Untuk itu diperlukan kehati-hatian dan ketelatenan untuk merawat bayi yang sakit di musim hujan.

Selain karena bayi akan cenderung lebih rewel dari biasanya, kita pun juga wajib menjaga tubuh kita agar tidak ikut sakit sehingga bisa merawat si kecil dengan baik.

Penyakit yang sering datang saat musim hujan dan mengganggu kesehatan bayi kita adalah Batuk Pilek dan Diare.

Bisa dipastikan ketika musim hujan tiba, tempat praktek dokter spesialis anak akan penuh dengan pasien. Mari kita mulai dengan mengenal penyakit pada bayi ini dan bagaimana awal timbulnya penyakit-penyakit ini.

Meskipun ini penyakit yang umum dan biasa terjadi, namun bila tidak ditangani dengan baik bisa menimbulkan masalah yang lebih berat.

Batuk pilek pada bayi saat musim hujan seringnya timbul karena udara yang lembab dan dingin sehingga mengganggu sistem pernafasan pada bayi.

Belum lagi bila ventilasi udara di rumah tidak baik dan banyak polutan seperti debu, asap dapur dan asap rokok yang mampu memperparah kondisi si kecil.

Selain karena kondisi udara yang rawan terhadap timbulnya banyak penyakit, batuk pilek juga sering disebabkan oleh virus yang ditularkan dari penderita lain yang ada di dalam rumah.

Batuk pilek seringnya ditandai dengan munculnya demam yang berkelanjutan. Sedangkan virus yang menyebabkan diare seringnya menyebabkan timbulnya gejala batuk pilek sebelum muncul gejala penyakit diare.

Pada dasarnya batuk pilek dan diare ini akan mudah sembuh apabila sistem imun pada bayi kuat dan terjaga, oleh karena itu terutama untuk bayi di bawah enam bulan, obat terbaik adalah terus memberikannya ASI karena hanya ASI yang dapat memberikan daya tahan tubuh yang lebih baik.

Sedang pengobatan utama untuk bayi yang mengalami diare adalah dengan menjaga tubuhnya agar tidak kurang cairan.

Menjaga kebersihan adalah hal utama yang perlu diperhatikan dalam penanggulangan penyakit pada bayi yang sering datang saat musim hujan. Sering-seringlah mencuci tangan karena lewat tangan inilah virus seringkali datang dan membawa penyakit pada keluarga kita.

Biasakan juga si kecil untuk membersihkan tangannya, lap dengan tisu basah tiap kali mereka selesai beraktivitas, apalagi untuk si kecil yang sedang hobi memasukkan jari-jarinya ke dalam mulut. Jangan lupa pula cuci tangan setelah mengganti popok si kecil.

Tidak perlu terlalu gegabah untuk membawanya ke dokter saat batuk pilek, kecuali diarenya sudah demikian parah dan si kecil tidak mau minum ASI dan kekurangan cairan.

Untuk bayi di atas enam bulan selain memberinya ASI, berikan lebih banyak air putih dan MP-ASI yang banyak mengandung vitamin A, C, D, E serta omega 3.

Balsem khusus bayi juga sangat ampuh untuk menghangatkan tubuh bayi. Wanginya juga sangat membantu si bayi untuk melegakan pernafasannya saat pilek menyerang. Namun hati-hati menggunakan balsam pada bayi yang memiliki kulit sensitif.

Mengenal penyakit pada bayi yang sering timbul saat musim hujan dengan baik akan membantu kita untuk tidak terlalu khawatir dan bisa memberikan penanganan yang tepat untuk si kecil.