Uus Sindir Artis Berhijab dan Tuding Ustaz Radikal, Cuitannya Bikin Netizen Gaduh dan Tuai Kecaman

Rizky Firdaus Wijaksana atau lebih dikenal dengan nama panggung Uus kembali menuai kontroversi melalui

cuitan twitter @uusbiasaaja (13/5/2018).

Kali ini ia menyindir seorang artis yang disebutnya telah berhijrah.

Selain itu, Uus juga mengungkap ustaz yang dinilai radikal.

Dalam cuitannya kali ini, Uus seakan menyindir artis berhijrah yang tutup mata dan telinga.

Terkait aksi terorisme yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini.

Para artis yang tidak ikut bersuara, dinilainya karena takut dibully.

Sontak cuitan tersebut mengundang komentar dari Netizen.

Pasalnya, bukan hanya sekali Uus menyinggung perihal sara di media sosial.

Uus sempat menuai kontroversi atas cuitannya di akun media sosial Twitter.

Karena menghina sejumlah artis K-Pop hingga menjadi sorotan media Korea Selatan.

Selain itu, Uus juga menuai hujatan gara-gara dianggap mengkritik perempuan berhijab yang terlalu fanatik akan K-Pop.

Bahkan dia sempat menyindir seorang habib lewat unggahannya.
Kasusnya pada saat itu cukup memberi dampak bagi karir Uus.

Tapi nyatanya kini komedian berkepala plontos itu tak juga kapok.

Berikut cuitan terbarunya yang memancing kontroversi:

“Artis-artis yang udah hijrah ini. Aman. Tetep laku. Endorsan banyak. Sering posting ustad favorit. Ternyata ustadnya menanam

bibit radikal. Terus diem aja. Tida menyuarakan apapun. Takut dibully. Pengennya dipuji terus,” tulis @uusbiasaaja.

Twitter
Uus sindir artis berhijab dan ustaz
Hingga kini ada ratusan komentar yang membanjiri cuitan Uus tersebut.

“Eh gila si uus ga ada ngeri ngerinya ya .. Lo tuh selalu bikin sensasi mulu .. Emg lo udh bisa ngasih apa buat umat islam ? Org

kalo ga ada ilmjnya ya begini , sering ngomong ga jelas, nglantur terus sensasi mulu,sepi job lu ??” tulis @sucidhmynti‏.

“Emang siapa bang?? Ada buktinya gak… Setau gua ustad itu gak ada yg radikal, yang radikal itu bukan ustad.. Radikal bukan

bagian dari islam. Islam itu kan rahmatan lil alamin.. Jadi jangan disamain terorist adalah islam.. Kalo twit twit lu kaya gini lu sama

aja ngadu domba umat,” tulis @ariemarsbrand.

“Justru tindakan mu ini berpotensi meneror sesama us. Coba sebut ustad mana yg nyebar bibit radikal? Berani? Laporkan us.

Jangan jadi banci yg cuma lempar batu sembunyi tangan,” tulis @Manuruung.

Bagi yang Ingin Istiqamah Berhijab, Simak Caranya!

Kewajiban seorang muslimah untuk mengenakan hijab telah ditetapkan Allah SWT dalam Alquran. Dengan hijab seorang muslimah insyaallah terhindar dari maksiat atau perbuatan tidak terpuji.

Tak hanya itu, hijab juga bertujuan menutup aurat, yang menurut bahasa Arabnya berarti bagian dari tubuh manusia kecuali telapak tangan dan muka, yang haram untuk dilihat ataupun dipegang.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ
“Hai Nabi, Katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu …” (QS. al-Ahzab : 59).

Namun keputusan berhijab memang terasa berat bagi sebagian orang. Bahkan orang yang sudah berhijab pun harus beristiqamah dengan pilihannya meskipun memang tidak mudah.

Didalam berjilbab pun kita dituntut untuk istiqamah meskipun memang tidak mudah. Untuk itu, ada beberapa tips agar dapat istiqamah dalam berjilbab.

Pahami dan Amalkan Dua Kalimat Syahadat
Ketika kita sudah mengucapkan kalimat Syahadat, maka kita sudah berikrar bahwa Allah SWT adalah Rabb kita dan Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan serta panutan hidup.

Maka secara otomatis kita harus mengikuti dan patuh terhadap aturan Allah SWT, termasuk dalam berpakaian.

Kaji Kandungan al-Qur’an
Membaca dan memahami Al-Quran tanpa disadari dapat meneguhkan hati orang-orang yang beriman. Seperti yang dijelaskan Allah dalam surat An-Nahl ayat 102:

Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. (Q.S An-Nahl[16]: 102)

Cara ini dapat dilakukan dengan mengikuti pengajian, kahian atau aktif di dalam suatu majelis ilmu (taklim).

Kosisten
Meskipun kita masih sedikit dalam melakukan ibadah-ibadah terutama sunnah, namun konsisten dalam melakukannya akan lebih baik daripada ibadah besar tapi hanya sekali.

Tetap menggunakan jilbab sehari-hari dalam segala kondisi, terutama ketika di luar rumah akan membuat kita yakin akan hijab yang kita pakai.

Baca Kisah Orang-orang Shalehah, Khususnya yang Istiqamah Berjilbab
Luangkan waktu untuk membaca bacaan islami, media cetak ataupun online khususnya yang membahas tentang keutamaan berjilbab.

Selain itu, baca juga kisah orang-orang yang mendapatkan hidayah atau ‘keajaiban’ setelah berjilbab insya Allah akan menjadi motivasi untuk istiqamah dalam berjilbab.

Bergaul Dengan Orang -orang Shaleh
Cobalah untuk berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan yang bernuansa keagamaan.

Kegiatan ini secara tidak langsung akan membuat kita yakin dan tersadar bahwa berjilbab dapat membuat tali persaudaraan semakin erat, keyakinan semakin mantap dan Allah SWT pun akan melindungi dan menjaga kita.

Memohon Kepada Allah SWT Agar Diberi Keistiqamahan
Doa adalah salah satu senjata orang beriman. Kekuatan doa sangat berpengaruh dalam perjalanan hidup seseorang.

Doa juga merupakan suatu pengakuan bahwa kita sesunggunya lemah dan tidak berdaya, untuk itu butuh kekuatan.

Dengan doa, akan membuat kita memiliki rasa optimis dalam menghadapi setiap masalah. Berdoalan kepada Allah SWT agar Allah SWT senantiasa memberikan keteguhan dalam kebaikan salah satunya dalam berjilbab.

Ini Jawaban Atas Pernyataan: “Buat Apa Berkerudung, Jika Kelakuan Rusak”

‘Buat apa berkerudung jika kelakuan rusak’. Pernyataan ini sering keluar dari mulut kaum hawa dengan maksud sebagai pembenaran akan prinsip hidupnya yang tak mau memakai kerudung. Bahkan pernyataan itu dikuatkannya dengan berkata: “Kan kasihan, islam nanti jadi jelek di mata dunia. Jadi lebih baik kita perbaiki kelakuan kita saja dulu sebelum memutuskan mengenakan kerudung”.

Sekilas kata-kata ini terdengar benar dan bijak hingga banyak kaum hawa yang mengikuti jalan ini. Padahal dibalik kata-kata ini ada bahaya besar mengintai yang pada akhirnya mendatangkan kebinasaan demi kebinasaan bagi kaum hawa itu sendiri. Bahkan dampak merusak yang timbul dari pemahaman ini juga berimbas pada kaum adam.

Betapa tidak, semakin hari semakin banyak kaum hawa yang tidak menutup auratnya. Mereka merasa bahwa rambut bukanlah aurat, hingga mereka santai saja keluar rumah tanpa mengenakan kerudung. Ditambah lagi trend busana yang mereka kenakan mengikuti gaya para artis sinetron yang serba minim dan ketat. Alhasil, lekuk-lekuk tubuh tergambar jelas. Hal ini menjadi godaan besar bagi kaum adam yang melihatnya.

Saudariku muslimah marilah kita berhenti dari mengatakan ‘kerudungin hati dulu, baru deh kerudungin rambut’. Jika pun hati memang belum sepenuhnya bisa diperbaiki, maka menutup rambut alias berkerudung adalah tetap wajib hukumnya. Belum bisanya kita menata hati agar menjadi islami atau belum bisanya kita memperbaiki kelakuan, tidak menjadi sebab gugurnya kewajiban tersebut.

Dzat yang Maha Agung yang telah menciptakan perempuan, sudah mengeluarkan SK resmi akan hal ini. Firman-Nya dalam Alquran:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzaab: 59)

Jadi biarkan saja kerudung itu melekat di kepala dan menjuntai menutupi dada. Karena dengan demikian, saudariku muslimah telah menunaikan salah satu kewajibannya terhadap sang Pencipta.

Sekarang mari kita lihat dari sudut pandang lain. Katakanlah mereka yang berpaham ‘perbaiki kelakuan dulu, barulah berkerudung’ memang berhasil menjadi wanita berkelakuan baik. Mereka selalu mendirikan sholat yang 5 waktu plus sholat-sholat sunnah lainnya. Tak lupa setiap hari mereka pun mengaji Alquran. Zakat, infaq dan sedekah pun selalu mereka keluarkan. Mereka juga selalu ramah dan menjalin silaturahmi dengan semua orang.

Namun Wahai Saudariku, semua itu tidak menjadi sebab gugurnya dosa yang dipikul akibat ia tidak menutup auratnya. Ia tetap dicatat sebagai hamba Allah yang berdosa karena tidak mau melaksanakan salah satu perintah-Nya. Padahal perintah itu sudah begitu jelas terpampang di depan batang hidungnya dan tidak pula ada udzur yang menghalanginya.

Coba kita bayangkan, ketika dia tengah asyik mengaji membaca ayat-ayat suci Alquran, kemudian ia sampai pada ayat ke-59 surat Al Ahzaab di atas:

“Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

“Emhh make jilbabnya ntar-ntar dulu deh Tuhan. Hamba mau perbaikin kelakuan dulu”. Ucapnya.

Tak disangka hanya berselang hitungan hari, ia tutup usia. Allah mencabut ruh dari raganya. Lalu alasan apa yang hendak ia sodorkan kelak di Yaumul Hisab mengenai keengganannya berkerudung dan mengenakan jilbab?

‘Buat apa berkerudung, jika kelakuan rusak’, hendaknya tidak lagi menjadi paham yang dianut oleh wanita muslimah agar tidak menutup auratnya. Janganlah perbuatan rusak segelintir muslimah membuat kita menilai sesuatu secara keseluruhan. Ibarat pepatah, ‘karena nila setitik, rusak susu sebelanga’. Tetaplah mengenakan kerudung walaupun belum bisa memperbaiki diri. Namun, dari hari ke hari hendaklah ada usaha untuk menuju ke arah perbaikan diri itu.

Wallahu A’lam

Sumber: kabarmakkah.com