Kisah Pilu Bocah 7 Tahun Dijemput dari Rumah Nenek untuk Meledakkan Diri, Kini Ia Yatim Piatu

Perih dan sakit kini harus dirasakan Ais, bocah perempuan 7 tahun yang selamat dalam tragedi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya, Senin 14 Mei 2018.

Anak bungsu dari tiga bersaudara ini harus kehilangan kedua orangtuanya serta dua kakaknya.

Orangtua Ais, Tri Ernawati (43) dan Tri Murtiono merupakan pelaku aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.

Begitu juga dengan kedua kakaknya, Muhammad Daffa Amin Murdana (18), Muhammad Dary Satria Murdana (14) yang tewas dalam aksi tersebut.

Ais dibonceng oleh orangtuanya menggunakan sepeda motor.

Kini, Ais harus menderita akibat luka karena ledakan bom dan harus hidup sebatang kara.

Berikut 5 fakta soal Ais yang selamat dalam aksi bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya.

1. Terpental 3 Meter

Detik-detik video bom bunuh diri di Mapolrestabes Surabaya teleh beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman, Ais dibonceng oleh orangtuanya menggunakan sepeda motor.

Bom pun meledak tepat di pintu penjagaan Mapolrestabes Surabaya.

Dikutip dari Surya, polisi menyebut ada campur tangan Tuhan atas selamatnya Ais.

“Ini mungkin rencana Tuhan. Seorang anak di tengah bom meledak diambil oleh AKBP Ronny (Kasat Reskoba Polrestabes Surabaya). Dilarikan dari peristiwa bom itu untuk diselamatkan. Ini rencana Tuhan, dan kita berikan perawatan intensif,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Satu bocah berusia 7 tahun yang merupakan anak tersangka selamat meski sempat mendapat luka ledakan dan terlempar setinggi 3 meter sebelum kembali terjatuh.

2. Berdiri Lalu Ditolong Polisi

Tak berselang lama usai ledakan, rupanya Ais bisa bangkit.

Ia berdiri kemudian berjalan dengan sempoyongan.

Anak kecil itu diselamatkan oleh AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

AKBP Roni Faisal Saiful Faton merupakan Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya.

Saat itu, Roni mengaku melihat anak perempuan menangis dan menyangkut di motor bersama ibunya.

“Saya teriak, berdiri nak. Saya takut mobil yang terbakar meledak,” jelas Roni.

Begitu anak berdiri, kata Roni, dirinya kemudian berlari dan menyambar anak perempuan berumur 7 tahunan itu.

“Saya langsung angkat anak itu,” aku AKBP Roni Faisal Saiful Faton.

Saya bopong, yang penting anak itu segera dibawa ke rumah sakit,” lanjutnya.

3. Tulisan di celana dalam

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera dalam tayangan Kompas TV menyebut identitas anak kecil tersebut.

Identitasnya, kata Barung, terungkap dari tulisan di celana dalam.

Menurut Barung, nama yang tertulis di celana dalam anak kecil tersebut ialah AIS.

Belum dapat dijelaskan apakah itu nama asli atau sekadar inisial.

4. Dijemput di rumah nenek

Sebelum aksi bom bunuh diri, ibu Ais, Tri Ernawati menyemputnya di rumah neneknya yang berada di Ngagelrejo, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kebetulan Ais memang sering tinggal di rumah neneknya.

Ahmad, pihak keamanan RT di Krukah Selatan, mengaku kenal dengan pelaku wanita yang kerap datang ke rumah ibunya.

“Yang perempuan kami kenal baik, yang laki-laki hampir enggak pernah ketemu. Ibunya tadi pagi ke sini sama anaknya yang besar, bawa tas ransel, ke sini mungkin jemput anak perempuannya yang kecil. Anaknya yang kecil kan tidur di tempat saudaranya,” kata Ahmad, Senin sore.

“Kaget. Orangnya baik yang perempuan. Yang laki baik juga tapi kurang gabung (dengan masyarakat),” tuturnya.

5. Dirawat Intensif

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera mengatakan anak perempuan itu dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Tadi saya sudah melihat instensif perawatannya, karena terus terang anak itu terlempar sekitar 3 meter ke atas kemudian jatuh lagi,” kata Barung di Mapolda Jawa Timur, Surabaya.

Anak perempuan berinisial AIS itu disebut membutuhkan perawatan intensif yang cukup agar dapat mengembalikan kondisinya seperti semula.

Barung meminta agar semua pihak mendoakan AIS yang merupakan anak dari terduga pelaku teror satu keluarga yang tewas di Mapolrestabes Surabaya supaya segera kembali sehat. (Yudhi Maulana Aditama)

Ini Foto Adik Naura, Bocah yang Kirim Surat kepada Ustadz Adi Hidayat

Kecerdasan Ustadz Adi Hidayat ternyata mampu menginspirasi banyak orang. Salah satunya adalah seorang anak kelas 4 SD dari Lampung.

Baru-baru ini, Naura mengirim surat kepada Ustadz Adi Hidayat. Bocah berusia 10 tahun itu ternyata sering hadir bersama keluarganya dalam kajian Ustadz Adi Hidayat di Lampung.

Setelah surat Naura untuk Ustadz Adi Hidayat viral, kali ini sebuah foto yang menampilkan Ustadz Adi Hidayat bersama seorang anak juga tersebar di akun Instagram. Anak itu ternyata adik Naura. Bukan hanya Naura, sang adik, Aretta pun sedang menghafal ayat-ayat Allah itu.

Foto tersebut diunggah oleh akun @alghuraf pada Kamis (14/9/2017). Postingan tersebut mendapat ribuan like dan juga beberapa komentar.

Salah seorang netizen berkomentar, Aretta ini adalah anak dari tetangganya. “Ini anak tetanggaku, namanya aretta, anaknya luar biasa cerdas… masyaAllah… memang sejak kecil, nampak hidayah Allah sudah terlihat padanya,” tulis akun ummu_rasydan.

Berikut caption yang ditulis akun @alghuraf

Melanjutkan cerita tentang ananda Naura Shafira, Naura dan keluarga merupakan jamaah di lampung yang rutin hadir dalam kajian ustadz adi tiap bulannya, MasyaAllah bukan hanya Naura bahkan Aretta sang adik pun tidak mau kalah dengan kakaknya, sama-sama sedang menghafal Al-Qur’an dan memiliki cita-cita mulai😭 .

berikut foto sang adik bersama Al-Ustadz Adi Hidayat Hafidzahullah, MasyaAllah sejak kecil sudah memakai jilbab syar’i, semoga Allah menjaga dan memudahkan mereka dalam setiap aktifitasnya, Aamiin.

semoga kita juga bisa mendidik anak-anak kita menjadi sholeh/sholehah, menciptakan keluarga islami insyaAllah.

Viral Driver Ojek Online Kena ‘Tipu’ Bocah SD, Endingnya Kocak Banget

Hadirnya transportasi online memang memberikan kemudahan bagi banyak orang.

Seperti bagi anak-anak sekolah yang membutuhkan transportas cepat dan efektif.

Tak mengherankan jika saat ini beberapa driver ojek online bisa mendapatkan banyak orderan dari anak-anak sekolah saat berangkat maupun pulang.

Seperti kisah seorang driver ojek online yang dibagikan oleh akun Instagram @dramaojol.id pada Selasa (8/5/2018).

Driver yang tidak diketahui namanya tersebut mendapat orderan dari anak SD saat pulang sekolah.

Tampaknya si anak memesan ojek online menggunakan akun orang yang dikenalnya.

(Instagram)
Saat hampir tiba di lokasi, peta menunjukkan driver harus memasuki komplek perumahan mewah.

Anak SD tersebut kemudian meminta driver ojek online menyiapkan KTP.

Pasalnya, setiap memasuki komplek perumahan tersebut, tamu harus meninggalkan KTP di pos satpam sebagai jaminan.

Ketika sudah mulai memasuki komplek, si anak memberi tahu arah menuju rumahnya pada driver ojek online.

Keduanya pun berhenti di sebuah rumah besar yang berhalaman luas.

Si driver kemudian mengungkapkan kekagumannya terhadap rumah tersebut.

“Ini rumah lu? Gede banget. Bagus lagi. Main futsal bisa nih di depannya,” ujar driver ojek online.

“Bagus ya om rumahnya. Oh iya bayarnya udah gopay kan ya om?” tanya si anak.

Driver mengiyakan pertanyaan anak SD tersebut dan memintanya untuk segera masuk ke rumah.

(Instagram)
“Udah sono lu masuk. Dicariin emak lu ntar,” suruh driver.

Setelah orderan selesai, driver ojek online tak segera pulang.

Ia menunggu si anak masuk ke rumahnya terlebih dahulu.

Namun, apa yang dilihat driver tersebut kemudian sungguh tak diduga.

Alih-alih masuk ke dalam rumah mewah, ternyata si anak menaiki tangga di tembok yang berada di sebelah.

(Instagram)
Ternyata rumah anak SD tersebut bukanlah di komplek perumahan, melainkan perkampungan yang berada di sebelah komplek.

Kejadian ini pun sontak membuat netizen membanjiri komentar.

Banyak yang merasa terhibur dengan tingkah anak SD yang ‘menipu’ driver ojek online.

“Wkwkwkwk, lucu bgt ini bocah. Pake jalan pintas ya tong. Hihi #NiceIdea,” tulis @yuyuncimi.

“Wkwkwk intinya dia numpang lewat ama numpang manjat,” tambah @bbacim.

“Hahahah leh uga gaya lu hahaha,” imbuh @aput_gobang.

“Demi apa malam malam baca gini bikin ngakak sampaj perut sakit haha. ya Allah tong tong ada ada aja,” timpal @intandwp03.

Tak hanya itu, banyak juga netizen yang mendoakan supaya anak SD kelak bisa memiliki rumah sebagus dekat tempat ia memanjat.

“Semoga dewasa nanti rumahnya sebagus itu ya dek,” komentar @cholizka98.

“Suatu hari nanti anak itu punya rumah bagus yg dia pengen,” lanjut @ekyfabyanto

Lakukan Kekerasan pada Bocah 7 Tahun di Bus, Seorang Pria Ngaku Moodnya Sedang Buruk

Sebuah insiden mengejutkan terjadi dalam bus di Sichuan, Tiongkok.

Insiden yang terekam oleh CCTV itu melibatkan seorang pria dan satu orang bocah laki-laki.

Dalam video rekaman CCTV, tampak seorang bocah laki-laki berdiri di lorong bus sambil berpegangan pada tiang lalu menggerak-gerakkan kakinya.

Pria yang duduk di sisi kanan hanya memperhatikan tingkah bocah itu.

Tiba-tiba kakinya diarahkan ke pria itu lalu menendangnya beberapa kali.

Awalnya pria itu terlihat tenang, tapi sejurus kemudian kemarahannya memuncak.

Tak disangka, pria itu langsung memukul si bocah, melemparnya ke lantai bus, dan menginjak kepalanya dengan penuh amarah.

Bocah itu tentu saja tergeletak di lantai, tak bisa berdiri bahkan bergerak.

Penumpang lain bergegas menghentikan pria yang mengamuk itu agar tidak menyerang si bocah lagi.

Dikutip dari Bastille Post pada Jumat, 4 Mei 2018, pria itu akhirnya ditangkap dan ditahan oleh pihak berwenang, sementara si bocah langsung dibawa ke rumah sakit.

Dokter mendiagnosis, bocah itu menderita patah pada tulang punggung, lengan atas, dan rongga hidung.

Selain itu, jaringan lunak di wajah kirinya tampak membengkak.

Setelah penyelidikan, diketahui pria itu bernama Guo (21) dan si bocah juga bernama Guo (7).

Bocah itu rupanya naik bus sepulang sekolah. Dia mengaku tidak mengenal pria itu dan dipukuli setelah menendangnya sebanyak tiga kali.

Dari pengakuan si pria, dia memukul korban karena suasana hati yang buruk gara-gara pekerjaannya.

Ditambah saat berada dalam bus, ada bocah yang tidak bisa diam bahkan menendangnya.

Emosinya tersulut, lalu lakukan kekerasan pada bocah itu, tapi dia segera menyadari apa yang telah dilakukannya adalah sebuah kesalahan.

Guo ditahan oleh polisi selama 15 hari dan harus membayar denda.

Polisi mengatakan akan memantau keadaan bocah laki-laki yang jadi korban itu dan menunggu hingga dia pulih kembali sebelum menentukan tindakan lebih lanjut.

Pemerkosa Bocah di Mojokerto Terekam CCTV, Ini Yang Dilakukan Polisi

Bocah belia berinisial BL (6) menjadi korban pemerkosaan oleh orang tidak dikenal ketika pulang dari sekolahnya menuju rumahnya di Dusun Mengelo Tengah, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Perbuatan biadab itu dilakukan di rumah kosong persis di samping Masjid Miftahul Huda desa setempat.

Informasinya, saat itu korban pulang seorang diri berjalan kaki.

Pasca melahirkan ibu korban tidak dapat menjemputnya.

Tidak diketahui secara pasti apakah pelaku orang terdekat korban atau orang lain yang menjemput korban.

Warga sempat melihat pelaku melarikan diri mengendarai motor Beat warna merah menuju ke jalan raya Sooko.

Kasat Reskrim Polres Mojokerto, Ajun Komisaris Polisi (AKP) M. Fery mengatakan anggotanya masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku pemerkosaan siswi TK.

“Pelaku masih DPO untuk kasus ini telah dilaporkan yang masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya, Kamis (3/5/2018).

Sepertinya yang diberitakan sebelumnya, seorang siswi TK menjadi korban pemerkosaan oleh pria tidak dikenal.

Aksi biadab pelaku dilakukan di rumah kosong persis di samping Masjid Miftahul Huda, Dusun Mengelo Tengah, Desa Sooko, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Pelaku melakukan perbuatan asusila tersebut saat siang bolong, Rabu (2/5/2018).

Pelaku kabur melarikan diri menuju jalan raya mengendarai sepeda motor matic.

Firman warga setempat mengatakan sempat melihat korban berjalan sembari menangis tersedu-sedu.

Korban mengepalkan tangan seperti menahan sakit.

“Dia (korban) menangis di jalan menuju rumahnya. Banyak darah berceceran di kaki korban,” ujarnya kepada wartawan.

Warga yang melihat korban sempat berupaya mengejar pelaku yang diduga menuju ke arah barat jalan raya Sooko.

Namun hingga kini pelaku tidak kunjung ditemukan.

“Pelaku memakai jaket cokelat pakai Honda Beat,” bebernya.

Dari pengamatan di lapangan ada rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) dari rumah warga yang sempat merekam pelaku.

Namun, sayangnya kamera CCTV tersebut letaknya berada cukup jauh sehingga pelaku tidak begitu jelas. (Mohammad Romadoni)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pelaku Pemerkosaan Siswi TK di Mojokerto Sempat Terekam Kamera CCTV, Ini Penjelasan Polisi,

 

Mata Kiri Bocah Ini Harus Diangkat karena Tumor, tapi Dokter Malah Mengangkat Mata Kanan yang Sehat

Bocah satu tahun menderita tumor ganas pada mata kiri yang mengancam nyawanya.

Tumor tersebut haruslah segera diangkat.

Namun, saat operasi berlangsung, dokter malah mengangkat mata kanannya yang sehat.

Dilansir Tribunnews dari Mirror, anak satu tahun itu kini buta total lantaran dokter mengangkat mata yang salah.

Fernando Jonathan Valdez Ayala (Mirror)
Dokter bedah Armando Cisneros Espinoza memastikan mata kiri Fernando Jonathan Valdez Ayala sudah tidak berfungsi lagi dan harus segara dioperasi.

Namun, karena mata kanannya yang diambil, Fernando Jonathan Valdez Ayala jadi tak memiliki mata yang sehat satupun.

Kejadian ini terjadi Medical Unit of High Speciality Mexican Social Security Institute, Meksiko.

Rumah sakit (Mirror)

Orang tua Fernando Jonathan yang syok melihat kejadian tersbut langsung mengajukan gugatan pada pihak rumah sakit serta meminta kompensasi.

Fernando Jonathan Valdez Ayala (Mirror)

Sementara itu, dokter Armando Cisneros membela dirinya dengan berkata ia mengangkat mata kanan karena ia melihat tumor di situ.

Pengujian akan dilakukan untuk membuktikan apakah benar ada tumor di mata kanan yang sudah diangkat tersebut.

Namun keluarga Fernando Jonathan bersikeras akan melakukan pengujian mandiri.

Orang tua Fernando Jonathan Valdez Ayala (Mirror)

Sementara itu sang ayah, telah melaporkan kejadian itu pada polisi dan investigasi dilakukan pada pihak rumah sakit.

Pengacara keluarga Fernando Jonathan berkata bahwa Fernando masih punya tumor di mata kirinya dan hidupnya masih terancam.

Viral, Bocah 12 Tahun Kelabui Banyak Orang Kabur dari Australia ke Bali, Ini Pengakuannya

Beberapa orang memuji kepandaian dan keberanian anak 12 tahun tersebut.

Namun banyak pula yang menyebut aksinya itu kurang ajar dan tak pantas ditiru.

Adalah bocah 12 tahun asal Australia yang berhasil mengelabui banyak orang agar dirinya dapat plesiran dari Australia ke Indonesia tanpa dicurigai.

Kisah petualangannya ini pun viral.

Lantaran tak ada yang menyangka bocah usia 12 tahun itu berani bepergian jauh seorang diri.

Beberapa anak seusianya mungkin akan menangis dan ketakutan berkeliaran sendiri di jalan tanpa orang terdekatnya.

Dilansir dari Unilad, bocah laki-laki itu berniat kabur setelah terlibat argumen dengan orangtuanya.

Ia lalu menyusun rencana sedemikian rupa agar niatnya terlaksana dengan baik.

Bocah yang namanya dirahasiakan itu sebelumnya mencari informasi sebanyak-banyaknya melalui internet.

Ia mencari tahu maskapai mana yang mengizinkan anak usia 12 tahun terbang sendirian dan tak memerlukan surat izin orangtua atau sebagainya.

Berbekal kartu kredit yang ia curi dari ibunya, bocah ini pun berhasil memesan tiket pesawat termurah menuju Bali, Indonesia.

Untuk membuat paspor, ia mengelabui neneknya untuk membuatkan dan mengambilkan paspor untuknya.

Setelah itu ia pun mengemasi baju, sandal, dan tabir surya layaknya hendak liburan.

Tak lupa, ia membawa skuternya untuk menemaninya berpetualang di Bali.

Ia pun berhasil transit dari Sydney ke Perth dan kemudian melanjutkan perjalanan ke Bali.

Ia sendiri tak menyangka akan dengan mudah melewati petugas tanpa dicurigai mengapa tak ada orang dewasa yang mendampingi.

Dituturkannya, petugas hanya meminta kartu siswa dan paspornya.

“Mereka cuma meminta kartu tanda siswa dan paspor untuk membuktikan aku benar-benar berusia 12 tahun dan sudah duduk di bangku SMP,” tutur si bocah pada A Current Affair dikutip dari Unilad.

Bocah tersebut bukan hanya iseng kabur dan tak tahu arah tujuan.

Dirinya menghabiskan empat hari dengan liburan mewah dan menyewa sebuah kamar di hotel bintang empat.

Ia pun memesan makanan dan menghabiskan hari-hari pelariannya dari rumah bak raja.

Tak ada yang mencurigai adanya penyalahgunaan kartu kredit atau semacamnya.

Entah cara apa yang dilakukan anak itu.

Ketika orangtuanya sangat khawatir mengetahui anaknya telah hilang karena tak muncul di sekolah,

Anak tersebut justru menghabiskan liburan tanpa rasa takut.

Ibunya, Emma, menuturkan “Aku sangat terkejut, merasa marah dan tak tahu harus berkata apa mengetahui dirinya pergi ke luar negeri sendirian.”

Saat diwawancara mengenai pelariannya dari rumah tersebut, anak itu hanya menjawab “sangat menyenangkan, aku ingin pergi berpetualang.”

Bocah itu mungkin akan mendapatkan hukuman untuk waktu yang lama.

Aksinya ini mungkin membuat beberapa orang iri.

Terutama bagi yang belum berkesempatan pergi ke Bali padahal usianya sudah jauh dari anak tersebut.

Bocah 13 Tahun Tewas Disambar Petir

Bocah 13 tahun warga Tempilang Kecamatan Tempilang Kabupaten Bangka Barat tewas disambar petir ketika sedang mencari timah (ngelimbang), Minggu (22/4) kemarin.

Menurut Medi Hestri tetangga korban sekaligus anggota DPRD Kabupaten Bangka Barat, kejadiannya sekitar pukul 17.00 kemarin saat hujan mengguyur wilayah setempat.

“Nama anaknya Dapa, sekolah di SD 15 Tempilang, kejadiannya Minggu kemarin (22/4). Dia bersama orangtuanya ngelimbang, saat hujan disertai petir turun mereka berhenti di pondok, disitulah petir menyambar Dapa,” cerita Medi kepada Bangkapos.com, Senin (23/4/2018)

Dia melanjutkan, sehari-hari Dapa sering bermain bersama anaknya, orangnya baik dan tidak banyak tingkah.

“Saya sangat terharu mendengarnya, apalagi saat melayat ke rumahnya, teman-teman sekolahnya datang semua. Disaat teman-temannya bermain, dia membantu orangtuanya ngelimbang pada hari libur sekolah,” ungkap Medi.

Ingat Bule Bertato yang Dulu Tolong Bocah Kurus? Bertahun-tahun Berlalu, Kini Nasibnya Jadi Begini

Beberapa tahun lalu, sebuah foto tiba-tiba menjadi viral.

Foto tersebut memperlihatkan seorang bocah kurus berkulit gelap sedang diberi minum oleh wanita bule bertato.

Serangkaian foto-foto bocah yang diberi nama Hope ini telah menjadi viral setelah diposting di facebook oleh Anja Ringgren Loven.

Anja merupakan pendiri Yayasan Pembangunan dan Pendidikan Anak Afrika.

Kisah bocah yang diberi nama Hope ini memang sungguh menyedihakn

Hope dibuang keluarganya karena dianggap sebagai bocah penyihir

Usianya saat itu mungkin baru dua tahun, bahkan belum mengerti apa-apa tentang hidup.

Tapi keluarganya menganggap Hope sebagai jelmaan penyihir.

Ia kemudian dibuang ke jalanan hingga kelaparan.

Tubuhnya yang kecil itu hanya bisa berjalan kesana kemari mencari makan dan tempat tinggal.

Hingga akhirnya ia ditemukan dan diselamatkan Anja.

Diketahui, Hope berada di jalanan lebih dari delapan bulan.

Kondisinya saat ditemukan pun sangat memprihatinkan.

Badannya kurus, mengalami malnutrisi dan juga cacingan.

Kemudian Anja dan African Children’s Aid Education and Development Foundation (ACAEDF) langsung memberikan tindakan pemulihan.

Hope harus diselamatkan dan diberi kesempatan untuk memiliki masa depan.

Delapan minggu kemudian, kondisi terbaru bocah ini kembali oleh Anja namun bocah ini sudah tampak sangat berbeda.

Bisa tersenyum, tak lagi kurus dan memiliki kesehatan yang stabil begitulah Hope sekarang ini. Setelah dirawat oleh Anja, keadaan Hope makin membaik.

Di Nigeria, balita seperti Hope bukanlah kasus pertama.

Banyak orang tua yang menelantarkan bahkan membuang bayi karena menganggap mereka bocah penyihir.

Berada di tempat barunya ini, Hope mendapatkan harapan hidup baru yang lebih baik.

Walaupun sebelumnya ia harus mendapatkan transfusi darah dan juga perawatan.

Ia akan aman bersama dengan 35 kakak-kakak barunya.

Dan karena Anja dan ACAEDF, mereka dipastikan punya kehidupan yang layak dan juga kesempatan untuk bersekolah.

Karena menurut Anja, pendidikan lah yang akan menjadi kunci untuk melawan tahayul yang dipercaya oleh masyarakat Nigeria.

Kabar Anja kini

Setelah bertahun-tahun berlalu, Anja rupanya masih aktif dalam bidang sosial.

Khususnya persoalan sosial yang ada di Afrika.

Itu seperti yang terlihat dalam sejumlah unggahannya di akun Facebook miliknya, Anja Ringgren Loven.

Bahkan, saat ini dia sedang fokus mengurusi persoalan kesejahteraan para janda yang ada di Afrika.

“Ulang Tahun David akan segera datang. Jadi aku bertanya padanya tentang keinginan ulang tahunnya. Dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak ingin hadiah apapun atau pesta ulang tahun. Yang dia inginkan adalah mendukung ribuan janda di masyarakat kami di sekitar dinnødhjælp children center di Nigeria “Tanah harapan”.

Aku bertanya david mengapa dia ingin mendukung janda, dan dia mengatakan kepada saya bahwa membantu janda, berarti menyelamatkan nyawa ribuan anak. Ini pada akhirnya berarti membantu seluruh generasi.

David mengatakan kepada saya bahwa janda adalah orang termiskin dan paling rentan di masyarakat afrika hari ini, dan itu sangat memilukan baginya untuk melihat bagaimana wanita menderita sendirian, mencoba untuk menjaga anak-anak mereka hidup. Ini benar-benar mempengaruhi masa depan dan kesejahteraan ribuan anak-anak.

Jadi David telah memutuskan untuk mendukung dan memberdayakan para janda dalam masyarakat kita. Jadi daripada menerima hadiah untuk ulang tahunnya dia ingin mengumpulkan uang untuk para janda sehingga mereka bisa memulai bisnis untuk memberikan anak-anak mereka masa depan yang lebih cerah.

Bocah 13 Tahun Peraih Lima Medali Lomba Robotik Internasional, Sabet Medali karena Robot Bajak Sawah

Debin Putra Muhammad (13), mengharumkan nama Indonesia melalui robot bajak sawah buatannya.

Siswa kelas VIII di SMP Negeri 4 Pamulang ini baru saja mendapat lima medali dari lima kategori yang diikutinya pada ajang Asian Junior Robot Cup 2018, pada Minggu (15/4/2018) lalu.

Kejuaraan tersebut diikuti puluhan peserta dari lima negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Mesir dan Brunei.

Anak ke dua dari dua bersaudara tersebut memenangi katrgori robot kreatif dan robot sumo untuk medali perak, sedangkan anak 13 tahun itu mendapatkan tiga medali perunggu dari kategori breakspeed, robot soccer dan maze solving.

Di kategori robot kreatif ia menampilkan robot bajak sawah hasil buatannya.

Debin mengaku sengaja membuat robot bajak sawah karena di Indonesia banyak petani dan ia berharap bisa membantunya dengan robot.

“Buat membantu petani,” kata Debin kepada TribunJakarta.com, di Sekolahnya di SMP Negeri 4 Tangerang Selatan, Jumat (20/4/2018).

Anak laki-laki yang bercita-cita ingin menjadi insinyur tersebut mengatakan ingin membuat robot yang bisa bersih-bersih.

“Jadi kalau disuruh-suruh, tingval pakai robot,” ujarnya.