Istri Facebooker, Durhaka Jaman Now

Saya belum pernah membaca status facebook seorang suami membeberkan aib dan cela istrinya, namu saya sangat banyak melihat kaum istri yang selalu mengumbar aib suami dan permasalahan rumah tangganya dibuat status Facebook.

Faktanya

  • Ada masalah sama suami curhat di Facebook
  • Ngambek sama suami buat status Facebook
  • Marah sama suami buat status Facebook
  • Suami ada aib dibuat status Facebook
  • Jadi tontonan orang permasalahan keluarga
  • Jadi rusak kehormatan suami
  • Jadi bahan gunjingan orang
  • Jadi bahan candaan orang

Pengunjung Facebook bebas kritik suami, ejek suami, hina suami karena istri beberkan aib dan permasalahan rumah tangga dengan penuh cela distatus facebooknya.

Allaahul musta’an, istri model ini amat besar dosanya di sisi Allah sebab hancurkan kehormatan dan harga diri suaminya.

Menyakiti hati dan perasaan suaminya dan akan mendapatkan doa laknat dari para bidadari di surga.

Kelar hidup loo duhai istri jika didoakan buruk sama bidadari surga. Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُؤْذِى امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِى الدُّنْيَا إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُورِ الْعِينِ لاَ تُؤْذِيهِ قَاتَلَكِ اللَّهُ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيلٌ يُوشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا

“Jika seorang istri menyakiti suaminya di dunia, maka calon istrinya di akhirat dari kalangan bidadari akan berkata: “Janganlah engkau menyakitinya. Semoga Allah mencelakakanmu sebab ia hanya sementara berkumpul denganmu. Sebentar lagi ia akan berpisah dan akan kembali kepada kami.” (HR. Tirmidzi no. 1174 dan Ibnu Majah no. 2014. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

Duhai para istri yang suka umbar aib suami, Rasulullah memerintahkan menutupi aib sesama muslim, termasuk pasanganmu

Rasulullah Shalallaaahu alaihi wa salam bersabda,

“Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR Muslim).

Pulang Kerja Makan Dengan Hidangan Lezat, Pria Ini Syok Lihat Status WA Istri, Netizen: Dasar Durhaka!

Istri ini dianggap durhaka sebab tega menghidangkan masakan ini kepada suaminya sendiri yang mencarikan nafkah. Mengkisahkan kisah rumah tangga yang baru saja dialami seorang pria yang juga merupakan seorang driver ojek online.

Peristiwa itu bermula pria itu pulang ke rumah usai bekerja sebagai driver ojek online. Seperti biasa saat suami sampai dirumah setalah lelahnya bekerja, istri selalu menyiapkan hidangan untuk suaminya.

Tanpa rasa curiga, si suami memakan hidangan yang sudah di siapkan istrinya dengan lahap.

Setelah kejadian itu malam harinya si suamipun merasa curiga, sebab istrinya tertawa-tawa sendiri tidak jelas sebabnya. Pria itu pun merasa penasaran. Rasa penasaran itu terjawab saat dia membuka status Whatsapp sang istri pada pagi hari.

Dalam status itu, tampaknya istri pria itu baru saja memasak sup ikan. Dia pun memakan hasil masakannya itu. Saat dimakan, ada sesuatu yang dirasanya cukup aneh.

Seperti kisah yang diunggah oleh akun Instagram @dramaojol.id yang dikutip dari tribunnews.com. Awalnya, sesuatu yang aneh itu dikiranya tentakel cumi-cumi. Namun, belakangan diketahui benda yang dikiranya tentakel cumi-cumi itu ternyata seekor cicak.

Parahnya, bukan segera membuang makanan itu, sang istri justru memberikan makanan itu kepada suaminya. Dia pun menuliskan kisahnya itu di status tersebut, dan meminta orang lain tak memberitahukan masalah itu kepada suaminya.

Sumber: radarislam.com

Hati-hati! Bikin Orang Tua Menangis, Ternyata Durhaka…

Kita ini seringkali menganggap remeh pada orangtua ktia. Padahal, perbuatan yang kita anggap sepele saja bisa dikategorikan durhaka jika kita lakukan hal tersebut pada orangtua kita dan mereka merasa tersinggung karenanya.

Berikut ini beberapa perbuatan yang perlu kita hindari agar terjauh dari durhaka pada orangtua:

1. Membuat Orangtua Menangis Karena Sakit Hati
Abdullah bin ’Umar radhiyallahu ’anhuma berkata,

إبكاءالوالدينمنالعقوق
”Membuat orang tua menangis termasuk bentuk durhaka pada orang tua.”

Kalau membuat orangtua menangis karena bahagia atau terharu, misalnya karena kita menghajikan mereka, tentu tidak dianggap durhaka, justru berbakti.

Membuat orangtua menangis yang dimaksudkan adalah disebabkan ia merasa sakit hati atau susah hati dikarenakan diri kita.

Maka, kita perlu terus memeriksa, apakah orangtua ikhlas hatinya karena kita menitip anak pada mereka? Ataukah orangtua merasa terganggu karena di masa tuanya pun tetap ‘susah’ karena diri kita?

2. Memandang Orangtua Dengan Tatapan Tajam
Mujahid mengatakan, “Tidak termasuk sikap berbakti adalah seorang anak memandang kedua orang tuanya dengan pandangan yang tajam.

Barangsiapa yang membuat kedua orang tuanya sedih, berarti dia telah mendurhakai keduanya.”

3. Tidak Melakukan Perintah Orangtua Padahal Bukan Perintah Melakukan Maksiat
Ka’ab Al Ahbar pernah ditanyakan mengenai perkara yang termasuk bentuk durhaka pada orang tua, beliau mengatakan,

إذاأمركوالدكبشيءفلمتطعهمافقدعققتهماالعقوقكله
“Apabila orang tuamu memerintahkanmu dalam suatu perkara (selama bukan dalam maksiat, pen) namun engkau tidak mentaatinya, berarti engkau telah melakukan berbagai macam kedurhakaan terhadap keduanya.” (Birrul Walidain, hal. 8, Ibnul Jauziy)

Maka berhati-hatilah dalam berkomunikasi dengan orangtua, jika mereka menginginkan kita menikah misalnya, padahal kita belum siap, maka komunikasikanlah dengan sebaik-baiknya, jangan anggap sepele karena bisa jadi sumber kedurhakaan kita pada orangtua.

4. Memaki Orangtua Orang Lain
“Dari Abdullah bin ‘amr bin al-ash ia berkata, Rasulullah Saw telah bersabda: “ di antara dosa-dosa besar yaitu seseorang memaki kedua orang tuanya.“

Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah, apakah ada seseorang yang memaki kedua orang tuanya?”

Beliau menjawab: “ Ya, apabila seseorang memaki ayah orang lain, kemudian orang itu membalas memaki ayahnya kemudian ia memaki ibu orang lain, dan orang itu memaki ibunya.” (HR. Bukhari)

Memaki orangtua orang lain sama dengan memaki orangtua sendiri, maka jangan sampai kita lakukan hal tersebut karena termasuk dosa besar.

Mungkin kita pernah melakukan beberapa hal di atas, maka mari kita meminta maaf pada kedua orangtua kita, hingga mereka merasa ridho pada diri kita.

Wallahualam.

Sumber: ruangmuslimah.co

Bagikan!! Sholatnya Istri yang Kurang Ajar Sama Suaminya Tidak Akan Diterima Oleh Allah

Islam menempatkan kedudukan suami begitu sangat istimewa bagi seorang istri. Mentaati suami dan selalu berusaha mendapatkan keridhaan-Nya menjadi sebab baginya untuk masuk surga.

Sebagaimana sikap kurang ajar, menentang, dan durhaka kepada suami menjadi sebab seorang istri digiring ke neraka. Ini adalah perkara sangat penting sekali untuk diperhatikan para istri dan wanita muslimah.

Maka wajib bagi istri untuk memperhatikan suaminya. Bahwa suami adalah satu pintu besar dari pintu surganya. Mematuhi suami dalam kebaikan adalah jalan menuju surga.

Karenanya, janganlah seorang istri kurang jaar, menyombongkan diri dan membangkang terhadap suaminya.

Dari al-Husain bin Mihshan Radhiyallahu ‘Anhu, bahwa bibinya mendatangi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk satu keperluan. Setelah selesai, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda kepadanya, “Apakah kamu punya suami?” Ia menjawab, “ya.”

“Bagaimana sikapmu terhadapnya?” tanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Ia menjawab, “Aku selalu melayaninya, kecuali apa yang tak kumampu.”

Kemudian beliau bersabda,

انْظُرِي أَيْنَ أَنْتِ مِنْهُ، فَإِنَّهُ جَنَّتُكِ وَنَارُكِ
“Perhaitkan posisimu terhadapnya, karena dia adalah surgamu dan nerakamu.” (HR. Ahmad)

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada bibi Al-Husain juga berlaku kepada setiap muslimah. Berlaku bagi setiap istri. Perhatikan kedudukanmu di sisinya.

Apakah engkau sesuai keinginannya, sayang kepadanya, melayaninya, menghiburnya saat sulit, menyambut seruannya? Jika demikian maka keridhaannya menjadi sebab istri masuk surga.

Ataukah engkau jauh dari harapannya, sering membuat jengkel dirinya, menentang dan durhaka kepadanya, dan kufur terhadap kebaikannya,? Jika demikian maka kemurkaan dan kemarahan suami menjadi sebab si istri masuk neraka.

Bahkan di hadits lain, shalat seorang wanita tidak akan diterima dan diangkat kepada Allah karena sebab kemurkaan suami terhadapnya.

Dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

ثلاثة لا تجاوز صلاتهم آذانهم العبد الآبق حتى يرجع وامرأة باتت وزوجها عليها ساخط وإمام قوموهم له كارهون
“Tiga orang yang shalat mereka tidak melampaui telinga mereka. Yaitu budak yang kabur sampai dia kembali, isteri yang tidur sementara suaminya marah kepadanya, dan pemimpin sebuah kaum dan kaum itu membencinya.” (HR. Al-Tirmidzi)

Dalam Sunan Ibni Majah dengan isnad hasan, dari Ibnu Abbas, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam,

ثلاثة لا ترفع صلاتهم فوق رءوسهم شبرا : رجل أم قوما ، وهم له كارهون ، وامرأة باتتوزوجها عليها ساخط ، وأخوان متصارمان
“Tiga orang yang shalat mereka tidak akan terangkat melebihi kepala mereka walau sejengkal saja: seseorang yang mengimami satu kaum semetara mereka membencinya, wanita yang tidur semetara suaminya marah kepadanya, dan dua saudara yang saling memutuskan hubungan.”

Dalam hadits ini, dapat juga dipahami, bahwa tanda diterimanya shalat seorang istri adalah dengan ridha suaminya kepadanya.

Bahwa shalat seorang istri akan diangkat kepada Allah Subahanahu wa Ta’ala jika suaminya ridha kepadanya.

Sangat aneh, ada seorang wanita selalu mengenakan pakaian shalat, dekat dengan sajadahnya, dan mushaf berada di tangannya. Namun, ia tak peduli kebutuhan suaminya terhadap dirinya. Ia tidak patuh kepada suaminya.

Bahkan menyombongkan diri dan menentang suaminya. Sungguh, shalat dan berbagai ibadah wanita ini sangat sulit diterima Allah Subahanahu wa Ta’ala. Wallahu a’lam.

Semoga tulisan yang singkat ini dapat menjadi pengingat dan bermanfaat.

Sumber: bagikandakwah

5 Cara Mengatasi Istri Tukang Marah dan Sulit Diatur

Khususnya para suami yang sudah terlanjur salah pilih istri, Anda mungkin bingung dengan tingkah istri yang sulit sekali diatur dan sangat gampang marah-marah.

Sebelum menyalahkan yang lainnya Anda perlu introspeksi mengapa kok sampai bisa menikahi perempuan seperti ini, jangan lupa bahwa sebagai pemimpin. Anda harus mampu menghisab diri sendiri terlebih dahulu.

Akan tetapi karena nasi telah menjadi bubur, mari kita simak dalil Quran mengenai apa yang perlu dilakukan suami dalam menghadpai istri ‘bandel’ seperti ini:

“Dan wanita-wanita yang kamu bimbang nusyuznya maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya”. (QS. an-Nisa : 34)

1. Nasihatilah Dia
Nasihati istri dengan sabar, bahwasanya marah-marah bukanlah hal yang baik untuk dipelihara, karena akan berdampak buruk bagi rumah tangga dan anak-anak.

2. Pisahkan Diri Dari Tempat Tidur
Pisah tempat tidur sebagai hukuman bagi istri, akan tetapi jika istri masih tidak mau berubah, bisa lakukan yang ketiga.

3. Pukullah Dia
Ingat, tidak boleh memukul istri di wajah agar tidak mempermalukannya atau menyakitinya, pukul yang dimaksud di sini bukan berarti KDRT, melainkan pukulan untuk meluruskan sifat istri yang buruk

4. Panggil Mediasi Dari Pihak Keluarga Laki-laki dan Perempuan
Jika memang 3 cara sebelumnya tidak berhasil, maka mulailah meminta mediasi dari 2 belah pihak keluarga, untuk menasihati istri agar mau mengubah sikap.

5. Bercerai/ Talak 1
Apabila tetap tidak mempan, maka perceraian talak 1 bisa dijatuhkan. Wallaahu ‘alam.

Semoga menjadi istri shalihah yang patuh pada suami dan bersikap lemah lembut, bagaimana pun surga dan neraka istri ada pada suaminya.

Sumber: ummi-online.com

Suami Pulang Kerja, Kasih Uang Hasil Bekerja, Tidak Bersyukur, Istri Dan Mertuanya Malah Memukul Dan Melemparinya Gelas Dan Piring!

Dinilai kurang memberi uang belanja, seorang suami yang sedang menggendong balitanya dihajar istri sendiri yang dibantu oleh kedua mertuanya.

Pukulan bertubi-tubi menggunakan balok kayu, juga piring dan gelas yang dilempar membabi buta, membuat tubuh sang suami penuh dengan luka.

Bahkan, kepalanya yang bocor dan sejumlah luka akibat gigitan membuatnya kian berdarah-darah.

Ujungnya, sang suami pun lapor ke polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Senin malam kemarin.

Dikutip Grid.ID dari Facebook Yuni Rusmini, sang suami Hafid Betranius warga Dusun Rampal, Desa Pondok Joyo, Kecamatan Semboro, Jember ini pulang dari kerja sebagai kuli angkut kayu pada sebuah meuble di wilayah Kecamatan Tanggul.

“Seperti biasa Pak, pulang kerja saya langsung menggendong anak saya yang masih umur satu tahun,” ungkap Hafid mengawali kisah dalam laporannya.

Sambil menggendong anaknya, Hafid memberikan uang belanja 200 ribu rupiah hasil kerjanya selama seminggu kepada Nur Holifa istrinya.

Bukannya bersyukur, setelah menerima uang itu, kata Hafid, istrinya justru marah-marah karena merasa kurang dan tidak cukup untuk menutupi kebutuhan hidup.

Dan diluar perkiraannya, sembari melempar uang kearahnya, istrinya serta merta memukulinya dengan balok kayu.

“Saya juga digigit berkali-kali sampai luka Pak,” ungkapnya.

Belum berakhir, amarah istrinya yang dibantu kedua mertuanya dilanjutkan dengan lemparan piring dan gelas yang mengakibatkan kepalanya bocor.

Hafid mengaku tak mampu berbuat apa-apa pada waktu itu.

Yang ada dalam pikirannya hanyalah menyelamatkan dan melindungi balita yang ada dalam gendongannya.

Ujungnya, usai peristiwa mengenaskan itu, sambil menggedong bayinya, Hafid mendatangi kantor Kepolisian Sektor Semboro untuk membuat laporan pengeroyokan dan penganiayaan yang dilakukan istri dan kedua mertuanya.

“Laporan sudah diterima dan kita tindak lanjuti dengan melakukan visum pada korban,” terang Aiptu Sukirno, Kanit Reskrim Polsek Semboro pada sejumlah awak media kemarin.

Bahkan, lanjut Sukirno pihaknya langsung melakukan pemeriksaan pada korban dan pemanggilan pada terlapor untuk dimintai keterangan.

Jika nanti para terlapor terbukti bersalah, jelas Sukirno akan dijerat dengan pasal 170, tentang pengeroyokan yang dilakukan secara bersama-sama dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Durhaka Kepada Ibu dan Takut Kepada Istri, Ciri Akhir Zaman

Ibu adalah seseorang yang paling layak kita muliakan. Betapa tidak, semua orang telah tahu bagaimana seorang ibu mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, menjaga, mendidik, menyayangi, melindungi, dan memenuhi segala yang kita butuhkan sejak kita masih dalam kandungannya, hingga kita dewasa.

Semua orang telah tahu, bagaimana seorang ibu selalu menyayangi anak-anakanya dan selalu beraharap kebahagiaan mereka. Semua orang telah tahu, bagaimana seorang ibu rela berkorban demi kebahagiaan anaknya.

Namun ketika dewasa dan telah berkeluarga, banyak di antara kita yang malah lupa dan mengabaikan ibu kita. Banyak di antara kita yang setelah dewasa menjadi durhaka kepada ibu dan malah takut kepada istri.

Apabila yang demikian itu telah terjadi, maka sesungguhya ini adalah tanda-tanda hari kiamat, yaitu ketika seseorang durhaka kepada ibunya dan lebih dekat serta takut kepada istrinya untuk melawan dan mendurhakai ibunya atau ayahnya sendiri. Fenomena ini sudah terjadi dewasa ini

Seringkali kita melihat, ada seorang ibu tinggal sendirian di rumahnya yang nyaris tak pernah dijenguk atau dikunjungi oleh anak-anaknya. Padahal, anak-anak dan menantunya hidup enak dalam kemuliaan, kemudahan dan kekayaan.

Pada saat itu, andai ibu atau ayah tinggal bersama anak-anak mereka, kehidupan orang tua ini tidak akan mendapat perhatian atau perawatan, seperti yang diberikan anak-anak mereka kepada orang lain.

Abu Hurairah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Apabila harta rampasan perang (al-Fai’) hanya dibagikan di kalangan orang-orang kaya, seorang suami takut kepada istrinya dan durhaka terhadap ibunya, dan seseorang lebih dekat kepada temannya daripada ayahnya sendiri,” (HR. Tirmidzi. Mata rantai periwayatan hadits ini lemah).

Sumber: islampos.com