Ibu Hamil dan Menyusui Jika Tidak Puasa Tak Wajib Mengganti Puasanya, Cukup Bayar Fidyah Saja

Hukum Qadha’ dan Fidyah untuk Hamil dan Menyusui [Murdhi’]
Sekedar mengingatkan, Ibnu Katsir di Muqaddimah tafsirnya mengatakan bahwa tidak sepantasnya kita menyebutkan ikhtilaf dan aqwal para ulama tapi kita kemudian tidak memberikan tarjihnya.

Jadi, mari kita sama-sama belajar untuk itu. Kalau tidak bisa tarjih, ya cukup katakan menurut yang saya tahu berdasarkan pendapat ulama anu begini jadi kita harus begini.

Adapun kalau pendapat lain saya tidak tahu. Cukup tanpa menyebutkan ada A, B, C dst tapi kemudian tidak menyodorkan tarjih atau mana yang rajihnya.

Kedua, Al-Ustadz Abdul Hakim Abdat kerap mengingatkan kita untuk melakukan bahts. Tidak berhenti sampai apa kata Syaikh, namun terus menelusuri apa dibalik itu sehingga Syaikh bisa berkesimpulan seperti itu.

Alasannya, jika kita berhenti sampai pada apa kata Syaikh, maka begitu Syaikh meninggal ilmu akan terputus bersamanya dan anak-anak kita hanya akan mewarisi kesimpulannya bukan dasarnya sehingga ketika kelak muncul hal serupa tapi tak sama seiring perkembangan peradaban manusia, kebingungan lah yang ada. Wal ‘iyadzu billah.

Adapun berkenaan dengan mana yang rajih bagi hamil dan murdhi’ apakah (1) qadha atau (2) fidyah atau (3) qadha dan fidyah?

Ada ikhtilaf di kalangan para ulama berkenaan dengan permasalahan ini. Pendapat yang mu’tabar terbagi kedalam tiga:

  1. Wanita yang hamil dan murdhi’ (menyusui) boleh tidak berpuasa dan jika demikian mereka wajib qadha saja
  2. Wanita yang hamil dan murdhi’ boleh tidak berpuasa dan jika demikian mereka wajib membayar fidyah saja tanpa qadha
  3. Orang yang hamil dan murdhi’ boleh tidak berpuasa dan jika demikian mereka wajib qadha dan membayar fidyah

Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur’an membawakan hal ini dengan menyebutkan siapa shahabat yang berpendapat demikian. Ali bin Abi Thalib untuk [1], Ibnu Abbas untuk [2] dan Ibnu Umar untuk [3].

Mari kita mulai pembahasan dari ayat yang ada:

Allah berfirman:

وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ
“Dan bagi orang yang tidak mampu berpuasa, maka (ia membayar) fidyah (dengan cara) memberi makan orang miskin” (QS. Al-Baqarah: 184)

Pada awal mula diperintahkannya puasa seperti dalam ayat 183-184 ini, orang diberi kebebasan memilih, kalau mau berpuasa silakan kalau tidak berarti harus memberi makan orang miskin sebagai gantinya (lihat Tafsir Ibnu Katsir).

Namun demikian, hukum yang terkadung di ayat 184 ini kemudian dimansukh dengan ayat berikutnya (185) yang mengatakan:

“Siapapun yang mendapati bulan (Ramadhan) maka ia harus berpuasa.” Silakan lihat penjelasan mansukhnya ayat 184 oleh ayat 185 ini di buku Shifat Shoum Nabi oleh Syaikh Ali Hasan dan Syaikh Salim Al-Hilali.

Allah berfirman:

وَمَن كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ يُرِيدُ اللَّهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ الْعُسْرَ
“… maka barangsiapa yang sakit atau sedang safar, (dia boleh tidak berpuasa) dan membayarnya di hari yang lain. Allah mengendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesulitan bagimu …” (QS. Al-Baqarah: 185)

Berdasarkan kedua ayat ini maka disimpulkan bahwa semua kaum muslimin wajib berpuasa, dan keringanan untuk tidak berpuasa hanya berlaku bagi orang yang sakit dan orang yang dalam keadaan safar. Dan sebagai kompensasinya, mereka harus membayarnya di hari lain (qadha’).

Namun kesimpulan ini terlalu dini, karena ada riwayat Abu Dawud dan Al-Baihaqi dari Ibnu Abbas dan Mu’adz bin Jabbal, bahwa hukum “bagi yang tidak mampu maka (ia membayar) fidyah kepada orang miskin” tetap berlaku, hanya berlakunya itu adalah bagi pria yang sudah tua, wanita yang sudah tua serta wanita hamil dan murdhi’. Kedua riwayat ini shahih adanya.

Dengan demikian, maka kesimpulan lanjutannya adalah:

Semua kaum muslimin yang mendapati bulan ramadhan wajib berpuasa. Kewajiban ini dikecualikan bagi:

  • Musafir dan orang sakit, keduanya boleh tidak berpusa tetapi harus menggantinya di lain hari (qadha)
  • Orang tua, wanita hamil dan menyusui (murdhi’), mereka boleh tidak berpuasa tetapi harus menggantinya dengan cara memberi makan orang miskin sejumlah harinya (fidyah)

Sampai disini jelaslah permasalahan. Namun jika demikian kesimpulannya, kenapa ada pendapat yang mengatakan harus qadha -baik menyendiri hanya qadha ataupun dibarengi dengan fidyah- ?

Jawabnya, qadha dan fidyah adalah ibadah, dan al-aslu fil ‘ibadati at-tauqifiyyah. Jadi, mana dalilnya kalau qadha ikut berperan dalam bolehnya wanita hamil dan murdhi untuk tidak berpuasa? Kalau memang ada dalil tentu kita nyatakan demikian, kalau tidak ada dalil berarti kembali pada kesimpulan di atas.

Mereka yang berpendapat qadha sangat bertanggung jawab, apa yang diyakini berpijak pada dalil sebagi berikut:

Hadits riwayat An-Nasa’i dari Anas bin Malik: “Sesungguhnya Allah mengangkat (kewajiban) dari musafir setengah sholat dan dari wanita hamil serta menyusui (kewajiban) puasa.”

Hadits ini shohih adanya. Hadits ini juga merupakan dalil bahwa wanita hamil dan menyusui mendapatkan keringanan untuk tidak berpuasa.

Dari hadits ini, mereka beristidlal bahwa posisi musafir dan wanita hamil serta menyusui ini sama karena adanya dilalah iqtiran di sana.

Dengan demikian maka kompensasinya sama yaitu harus mengganti di lain hari karena musafir apabila tidak berpuasa ia harus menggantinya di lain hari (qadha).

Mereka juga menggunakan qiyas dengan orang sakit. Oleh karena orang sakit apabila tidak berpuasa harus menggantinya di lain hari (qadha’), maka demikian juga halnya dengan wanita hamil dan menyusui.

Dengan demikian, jelaslah dalil/alasan pendapat tentang wajibnya qadha’ bagi wanita hamil dan menyusui.

Lalu pendapat ketiga bagaimana, yaitu tentang wajibnya qadha dan fidyah? Ini lebih mudah, mereka mencoba menggabungkan kedua pendapat di atas. Dan ini benar.

Dalam arti, ketika kita menjumpai seolah ada beberapa dalil/pendapat yang terkesan bertentangan, solusi pertamanya adalah kita coba thariqatul jam’i, kita coba gabungkan. Kalau ternyata tidak bisa karena memang jelas kontradiksinya dalam kondisi bagaimanapun baru kita lakukan tarjih (adu unggul).

Penggabungan ini dirinci dalam beberapa kondisi. Namun apapun kondisinya itu semuanya berpulang pada benar tidaknya istidlal tentang wajibnya qadha bagi wanita hamil dan menyusui tersebut.

Jika benar, maka pendapat penggabungan itu mungkin lebih tepat. Jika ternyata tidak, maka kita kembali ke semula, yaitu hanya fidyah.

Berarti masalahnya, benarkah istidlal mereka yang berpendapat wajibnya qadha?

Jawabnya, dengan istidlal seperti tersebut di atas, maka konsekuensinya mereka harus membuktikan bahwa semua riwayat Abu Dawud, Baihaqy, dan Daruqhutni tentang membayar fidyah itu adalah dho’if/lemah.

Kenapa? Karena istidlal ini kontradiksi dengan kedua riwayat itu, yakni dari Ibnu Abbas dan Ibnu Umar. Sekiranya riwayat-riwayat ini memang dho’if, tentu yang rajih adalah pendapat wajibnya qadha, sebab qiyas dengan orang sakit adalah benar dan dilalah iqtiran dengan musafir juga jelas.

Namun ternyata tidak demikian kenyataanya. Semua riwayat itu shahih, dan jelas bertentangan dengan istidlal mereka yang mengatakan wajibnya qadha.

Perincinnya:

[1] Riwayat Abu Dawud dari Ibnu Abbas: “Telah tetap bagi laki-laki dan wanita yang sudah lanjut usia dan tidak mampu berpuasa, serta wanita yang hamil dan menyusui jika khawatir keadaan keduanya, untuk berbuka dan memberi makan orang miskin setiap harinya”.

[2] Riwayat Ad-Daruquthni dari Ibnu Umar: “Seorang wanita hamil dan menyusui boleh berbuka dan tidak mengqadha”.

“Berbukalah dan berilah makan orang miskin setiap harinya dan tidak perlu mengqadha.”

Dalam jalan lain dikatakan bahwa anak perempuan Ibnu Umar adalah istri seorang Quraisy, dan sedang hamil. Dia merasa kehausan ketika puasa Ramadhan, maka Ibnu Umar pun menyuruhnya berbuka dan memberi makan seorang miskin.

[3] Riwayat Al-Baihaqi dari Ibnu Umar bahwa beliau ditanya tentang wanita hamil yang khawatir akan kandungannya: “Berbuka dan gantinya memberi makan satu mud gandum setiap harinya kepada seorang miskin.”

Dengan demikian, maka jelaslah bahwa pendapat wajibnya qadha dengan istidlal seperti tersebut di atas adalah tidak tepat, kecuali -sekali lagi kecuali- kalau riwayat-riwayat perinci tersebut tidak shohih alias dho’if.

Adapun qiyas dengan orang sakit, tidak bisa dilakukan karena telah datang riwayat yang jelas dan menerangkan tentang kedudukan dan kondisi wanita hamil dan menyusui ini.

Sekali lagi juga, jika semua riwayat itu dlo’if tentu qiyas ini benar adanya. Dan segera kita katakan bahwa yang wajib adalah qadha’.

Dengan demikian, tampaklah cahaya terang bagi kita dan jernihlah segala kekeruhan yang ada, walhamdulillah, bahwa yang rajih berdasarkan dalil-dalil yang ada adalah bagi wanita hamil dan menyusui diberikan keringanan untuk tidak berpuasa dan mereka harus menggantinya dengan membayar fidyah kepada orang miskin sejumlah hari di mana mereka tidak berpuasa.

Tidak ada kewajiban qadha’ bagi mereka karena tidak ada dalil yang mendasarinya.

Hadits Ibnu Umar di atas juga menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan apakah wanita hamil berbuka karena khawatir terhadap dirinya atau anaknya atau keduanya, semuanya sama cukup dengan membayar fidyah.

Wanita Hamil, Boleh Puasa, Boleh Juga Tidak

ISLAM itu tidak mempersulit. Tapi agama Islam datang untuk memudahkan segala hal. Jadi bila merasa sulit pada saat menjalankan Islam berarti salah dalam memelajari dan memahaminya. Salah satu contoh Islam memberikan kemudahan bagi seorang wanita yang sedang hamil di bulan Ramadhan. Tentunya ada kriteria tertentu antara yang boleh berpuasa dan yang tidak boleh berpuasa.

Berikut beberapa kondisi yang mengharuskan wanita hamil untuk tidak berpuasa:

1. Menurunnya tekanan darah, sampai bersangkutan pingsan, pusing, atau hilangnya konsentrasi

2. Muntah yang berkelanjutan, khususnya 1/3 awal dari masa kehamilan. Muntah tersebut menyebabkan hilangnya cairan dan garam mineral, seperti sodium dan potassium. Hal tersebut sangat berpengaruh pada pencernaan dan hilangnya nafsu makan.

3. Meminum tablet yang dapat meningkatkan pembentukan kemih pada saat terjadi pembengkakan pada kedua kaki yang bukan diakibatkan sebagai gejala keracunan kehamilan. Pada saat itulah tablet-tablet itu bekerja menghilangkan unsure potassium yang berbahaya bagi tubuh. Oleh karena itu, penting sekali bagi orang yang mengalami gangguan itu untuk mengkonsumsi makanan yang kaya dengan unsure potassium, seperti jeruk, pisang, dan tomat. Diharapkan makanan itu dapat meringankan perasaan tertekan yang menimpanya, karena berkurangnya kadar potassium dalam tubuh.

4. Terjadinya pendarahan yang dirasakan pada saat kehamilan, baik 1/3 awal maupun 1/3 akhir dari masa kehamilan.

5. Penyakit yang dirasakan pada saat dalam kondisi hamil, terutama penyakit ginjal. Hal itu disebabkan karena pada saat seseorang menderita penyakit ginjal, maka akan terjadi pemusatan urine pada saat yang bersangkutan berpuasa dalam kondisi udara sangat panas. Ini akan berakibat fatal dan berbahaya pada penyakit ginjal yang dideritanya. Begitu juga penyakit jantung, penyakit diabetes yang tidak teratur, dan penyakit membesarnya kelenjar gondok yang juga sangat membahayakan.

6. Keguguran yang terjadi berulang kali atau kelahiran prematur. Ada bukti-bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa tidak mengkonsumsi makanan dalam jangka waktu yang lama dapat berakibat terjadinya keguguran atau kelahiran prematur.

7. Mengalami keracunan yang ditunjukkan dengan meningkatnya tekanan darah dan bertambahnya berat badan yang disertai dengan pembengkakan pada kudua kaki. Hal itu sebagai akibat dari tertahannya cairan dan garam yang dibarengi dengan peningkatan kadar protein pada air seni.

Anjuran untuk Wanita Hamil yang Berpuasa

Jika wanita hamil memutuskan untuk berpuasa, maka ia harus mengikuti beberapa petunjuk yang dianjurkan oleh para ahli, sebagai berikut:

1. Mengurangi konsumsi makanan berlemak.

2. Menkonsumsi secukupnya dan tidak berlebihan. Jangan mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang banyak pada saat berbuka. Menu berbuka hendaknya dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama pada saat berbuka dan tahap kedua dikonsumsi setelah empat jam kemudian.

3. Mengakhirkan makan sahur sebisa mungkin.

4. Mengurangi konsumsi makanan yang asin dan mengurangi jumlah garam dalam makanan serta memperbanyak cairan.

5. Makan buah-buahan segar yang sudah dicuci dengan bersih untuk menghindari terjadinya sembelit.

6. Mengkonsumsi vitamin.

7. Meminum jus kurma pada saat berbuka untuk membantu melancarkan pencernaan.

8. Minum susu kental dan keju untuk mendapatkan zat kalsium.

9. Usahakan menghindari makanan berlemak yang banyak dikonsumsi pada bulan Ramadhan, seperti mie instan, kue donat, dan manisan. Makanan berlemak dapat menyebabkan tubuh bertambah berat badannya yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, terutama naiknya tekanan darah. Di sisi lain makanan berlemak juga dapat menyebabkan kesulitan mencerna makanan sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Melakukan apa yang dianjurkan oleh para pakar kesehatan, seperti berolahraga dengan jalan kaki, khususnya setelah atau sebelum berbuka jika hal itu memungkinkan.

Jalani Pemotretan Kehamilan, Perut Lucinta Luna yang Katanya Hamil 2 Bulan Jadi Sorotan

Nama Lucinta Luna tak henti-hentinya menjadi sorotan.

Setelah sempat membuat heboh dengan isu transgender, kini Lucinta mengaku hamil.

Pasalnya Lucinta Luna mengaku dirinya telah hamil 2 bulan 15 hari.

Personil Duo Bunga ini bahkan melakukan pemotretan Maternity (momen ketika janin masih di dalam kandungan).
Hal tersebut diketahui dari unggahan Instagram storynya baru-baru ini.

Pemotretan Lucinta Luna (Instagram)
Ia terlihat tengah pemotretan di studio milik Mario Photography.

Sementara itu, dalam unggahan Instagramnya, Selasa (8/5/2018), Lucinta Luna mengunggah sebuah video ketika ia pemotretan.

Ia tampak tengah berpose di dalam studio dengan mengenakan gaun warna hijau.

Gaun panjang tersebut memperlihatkan perut Lucinta Luna yang terlihat membuncit.

Lucinta Luna pun berpose memegang perutnya sambil menatap kamera.

Melihat postingan Lucinta Luna tersebut, netizen pun menyoroti keanehan pada perutnya.

Banyak yang ragu jika perut orang hamil dua bulan tak mungkin sebesar itu.

vtria_r: “Prasaan 2 bulan ga segede gitu deh.. Itu mah kayak 4 bulan lebih..”

liananel7469: “2 bulan kok gede banget yaaa setau gw 2 bln masih belum terlalu terlihat sihh”

febrilianagilptri: “Mba kok 2 bulan udah sebesar itu sih, biasanya 4bulan baru keliatan besar”

Banyak pula yang menduga perut buncitnya tersebut hanya buatan semata.

febrinaelsaputri77: “Tar supaya gendut pakai bantal kayak sinetron hamil isina bantal kwkwk”

lioneljaden89: “2bln 15hari gede ajah say.. Kyk hamil 5bln.. Salah itung ga??? Hahaha hamil anggur x yaaa”

nadaputri__: “Itu hamil apa buncit kebanyakan bir? , mana ada perempuan tulen yg bangga hamil diluar nikah? Aduhhhh #halutingkattinggi”

Penyebab dan Cara Mengatasi Sulit Tidur Pada Ibu Hamil

Beberapa ibu hamil sering mengalami sulit tidur atau insomnia pada malam hari. Penyebab insomnia ini tidak terlepas dari banyaknya perubahan yang terjadi selama kehamilan baik perubahan fisik maupun psikologi.

Beberapa faktor yang menyebabkan ibu hamil sulit tidur antara lain adalah posisi tidur yang kurang nyaman, frekuensi buang air kecil yang meningkat, kaki kram, dan rasa tidak nyaman karena perut yang makin besar.

Perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan merupakan salah satu faktor yang menimbulkan rasa tidak nyaman pada ibu hamil.

Pada kehamilan trimester pertama, biasanya hormon progesteron meningkat drastis sehingga ibu hamil mudah mengantuk di siang hari.

Ketika anda mengalami insomnia, ini harus diatasi dengan tepat karena istirahat yang cukup sangat penting untuk ibu hamil agar kesehatan janin tetap terjaga.

Tidur cukup juga menjamin kesehatan anda dan memberikan cukup energi ketika proses persalinan. Untuk mengatasi insomia, berikut ini beberapa tips yang dapat anda lakukan.

Tidak Perlu Khawatir Insomnia
Jika anda sulit tidur, hindari berbaring di ranjang dan memaksa mata terpejam. Lakukan beberapa kegiatan seperti membaca, menulis, atau mandi air hangat.

Kegiatan yang menenangkan cenderung membuat bosan dan menyebabkan kantuk. Hindari mengecek email, media sosial, atau berita di malam hari.

Posisi Tidur
Jangan tidur dengan posisi telentang. Cobalah tidur dengan posisi menghadap ke samping. Gunakan pula bantal di antara lutut dan bagian bawah perut untuk menopang tubuh anda. Agar lebih nyaman, gunakan bantal untuk mengganjal bagian punggung.

Olahraga
Lakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari. Anda bisa melakukan yoga, pilates, atau jalan kaki. Olahraga dan melakukan relaksasi setiap hari akan memudahkan tidur di malam hari.

Asupan Makanan dan Minuman
Minumlah banyak air putih di siang hari dan kurangi jumlahnya ketika hari mulai malam. Ini penting dilakukan agar Anda tidak mudah bangun di malam hari karena ingin buang air kecil.

Untuk makanan harian, hindari mengkonsumsi gorengan dan makanan pedas dan asam. Makanlah dalam porsi yang kecil tetapi sering.

Tidur Siang
Jika anda merasa ngantuk siang hari, maka tidurlah. Namun jangan lakukan jika ini membuat anda justru sulit terlelap di malam hari.

Demikian anda beberapa tips mudah untuk mengatasi sulit tidur di malam hari. Tidur malam untuk ibu hamil minimal adalah 6 jam.

Tidur yang cukup akan membantu menjaga kesehatan anda dan membuat pertumbuhan janin berlangsung optimal.

Ini Penjelasan Kenapa Ibu Hamil Butuh Tidur Siang

Ada perasaan bersalah setiap kali ibu hamil menghabiskan siangnya dengan tidur-tiduran. Walaupun setiap bangun badan terasa segar, rasa bersalah kerap melanda.

Jangan dulu merasa tidak enak dan menganggap diri bermalas-malasan, karena sebenarnya ada banyak manfaat tidur siang buat ibu hamil.

Menurut penelitian dari National Sleep Foundation, para ibu hamil mengalami masalah tidur malam 2-3 hari setiap minggunya. Ini dikarenakan posisi tidur yang kurang nyaman seiring usia kehamilan yang tua, terutama di trimester ketiga.

Belum lagi hasrat ingin buang air kecil yang membuat ibu hamil harus bolak-balik ke kamar mandi dan suhu udara yang dirasanya panas karena perubahan hormon membuat ibu hamil kerap terbangun. Oleh karena itu tidur siang menjadi waktu di mana ibu hamil menebus tidur malam yang kurang.

Manfaat tidur siang memiliki hubungan yang kuat terhadap emosi ibu hamil. Rasa lelah akan mengacaukan mood dan membuat ibu bisa uring-uringan tanpa sebab, yang pada akhirnya berakibat pada janin juga. Tidak hanya terkait dengan perasaan emosional saja, tidur yang cukup juga memengaruhi proses kelahiran.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Kathy Lee, pakar kehamilan dan kesehatan ibu hamil dari University of California, San Francisco, ibu hamil yang memiliki waktu tidur kurang dari enam jam lebih berisiko menjalani persalinan caesar ketimbang ibu hamil yang memiliki tidur yang cukup dan berkualitas.

Setelah mengetahui manfaat tidur siang untuk ibu hamil, ada baiknya juga ibu tahu hal-hal yang bisa membuat ibu mendapatkan tidur berkualitas.

Banyak Minum Air
Air menjadi salah satu asupan yang perlu diperhatikan selama masa kehamilan. Perbanyak minum air putih di siang hari untuk melelapkan tidur. Tapi, jangan pada malam hari, karena akan meningkatkan hasrat berkemih ibu di tengah malam dan mengganggu tidur.

Olahraga
Olahraga nyatanya memberikan sumbangsih untuk tidur lelap. Pastikan ibu hamil menyempatkan waktu untuk berolahraga di pagi dan sore hari untuk memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan metabolisme sehingga bisa tidur lelap di malam hari.

Lakukan Kegiatan Menyenangkan Sebelum Tidur
Mood memberikan pengaruh untuk tidur yang nyenyak. Supaya ibu hamil mendapatkan tidur yang berkualitas, ada baiknya ibu melakukan ritual menyenangkan sebelum tidur.

Misalnya seperti minum susu hangat, berendam air hangat, mendengarkan musik, membaca buku, bahkan bisa juga berhubungan intim dengan pasangan.

Tidur dengan Menyamping ke Kiri
Banyak pakar kesehatan yang menyarankan ibu hamil untuk memilih posisi tidur menyamping ke kiri. Ini adalah posisi paling aman dan nyaman yang memperlancar aliran darah ke janin.

Tidur menyamping ke kiri juga dapat melindungi organ dalam, sehingga memang menjadi pilhan terbaik untuk tidur aman dan tenang untuk ibu hamil.

Posisikan Bantal Senyaman Mungkin
Pilihlah bahan bantal yang lembut dan menenangkan, akan lebih baik lagi bantal yang memang dikhususkan untuk ibu hamil. Posisikan tubuh senyaman mungkin, dan posisikan bantal pada bagian yang sering terasa kelihan. Misal, betis yang sering kram atau di punggung yang sering pegal.

Hindari Makanan yang Membuat Ibu Hamil Mual
Mual akan membuat ibu hamil susah tidur karena banyak terjaga. Hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung kafein atau zat lain yang membuat ibu terjaga. Pilihlah diet seimbang untuk kesehatan ibu dan bayi dalam kandungan.

Hamil 5 Bulan, Remaja Ini Dipukul Pacarnya Sendiri Sampai Mati Karena Hal Sepele

Sungguh malang wanita ini, sudah dihamili, ia juga dibunuh oleh kekasihnya hanya karena alasan sepele.

Anna Galicia (19), mengandung janin berusia 5 bulan dari hasil buah cintanya bersama sang kekasih yang bernama Carl David Asejan.

Tidak diketahui bagaimana itu bisa terjadi. Namun kemungkinan besar keduanya adalah anak ‘gaul’ yang terlibat dengan pergaulan bebas.

Diketahui pula, jika keduanya tinggal dalam satu rumah. Dan mungkin inilah yang menjadi penyebab Anna sampai hamil.

Suatu ketika, Anna yang sedang berbadan dua terlibat dalam perdebatan sengit di unit kondominium mereka di Alabang, Muntinlupa.

Tanpa disangka, perdebatan itu membuat kekasihnya, Carl berani berbuat nekat dengan memukul Anna hingga tewas.

Anna meninggal setelah sampai di rumah sakit karena kehilangan banyak darah.

Ternyata, penyebabnya sangat sepele. Kakak laki-laki Anna mengatakan, bahwa sebelum dihabisi oleh Carl, adiknya sempat menelepon dan menceritakan tentang kejadiannya.

Dihimpun dari Grid.ID, penyebab munculnya perdebatan dan tewasnya Anna adalah hanya gara-gara Anna tidak mau pergi bekerja karena sedang tidak enak badan akibat sedang hamil.

Anna bekerja sebagai agen call center, sementara Carl menganggur dan hanya bersantai di sekitar rumah mereka.

Penolakan Anna itulah yang diduga memicu emosi hingga akhirnya berujung pada pemukulan.

Yang mengejutkannya, aksi pemukulan seperti ini bukanlah kali pertama yang dialami oleh Anna.

Sebelumnya, Anna juga sudah sering dipukul oleh Carl, namun yang disayangkannya ia tidak pernah mengadukan hal ini kepada kakak laki-lakinya.

Mbah Mijan Sebut ‘Filosofi Kopi’ Kuhamil Duluan Sudah 4 Bulan

Sosok Mbah Mijan kembali meramalkan suatu kejadian yang membuat publik heboh.

Adanya ramalan itu kerap membuat dirinya diundang ke berbagai acara untuk menerawang aneka kasus.

Selain diundang di acara televisi, Mbah Mijan juga sering menuliskan hasil ramalannya melalui Twitter.

Tak jarang, ramalan yang ia tulis membuat netizen heboh.

Salah satunya adalah penerawangannya yang satu ini.

Pada Jumat (20/4/2018), Mbah Mijan menuliskan bahwa ia kembali mengalami halusinasi.

Baca: Terbongkar! Kevin Hillers Blak-Blakan Buka Rahasia Awal Kenal Lucinta Luna

Ia menyatakan dalam halusinasinya itu tetiba muncul sosok ‘Filosofi Kopi’ sedang bernyanyi.

“Kuhamil duluan sudah 4 bulan, September nanti istriku lahiran,” tulisnya.

Mbah Mijan mengatakan tweetnya tersebut tidak jelas dan harap diabaikan saja.

“Kadang vision itu muncul secepat kilat, kalo tidak dicuit pasti lupa,” ungkapnya.

Baca: Ramai Kaos #2019GantiPresiden,Adian Napitupulu: Yang Diadu Itu Program, Bukan Kaosnya

Cuitannya itu discreenshot dan diposting kembali di akun Instagram @lambe_turah.

“Duhhhh
Apose mbah mbah
Tiba tiba demen ama kehaluan yang HQQ
.
Mungkin gara gara siembah banyakan ikutan nyimak komenan netizen sambil ngemil rengginang bukan
.
Kalo minceu cuma mau bilang
Pasti akhir september
Bukan awal
Maklum biasa nonton pilem g30s jaman kecil dulu,” tulis kepsyen tersebut.

Sontak saja, ramalannya tersebut mendapatkan beragam komentar dari netizen.

Bahkan, banyak dari komentar netizen yang menduga kalau cuitan itu mengarah kepada Chicco Jerikho dan sang istri.

@fausta_ndf: Pada suudzon iya siapa tau itu perut emang gede .kyk gue ga hamil d blg hamil krna prut gue emang buncit jd skaliny hamil sebulan itu kliatan kyk 6 bln

@ellaeb95: Biarin aj napa asal nikah aj , ga hamil2 jg jd omongan

@adist.nst: anak kalem, auwwwwww. ngeri kali

Baca: Belum Jadi Hak Milik, Perumahan di Kawasan Pondok Rajeg Plester Tanah Warga

@nurlailamalia: Ah gak tau deh.tapi salfok deh perasaan baru hmil bbrp minggu yg lalu.kok uda kelihatan besar ya perutnya putri.ah gak tau deh…positif thinking lah

Sebelum meramalkan hal itu, Mbah Mijan mengaku ngefans dengan sosok Nagita Slavina.

Sosok Nagita dikenal sebagai sosok penyabar ibu dan istri penyabar membuat Mbah Mijan ingin memeluk kencang istri Raffi Ahmad ini.

Mbah Mijan ingin peluk Nagita

“Kalo ada kesempatan bertemu, Mbah pengin banget meluk bocah ini yang kenceeeng banget, ngefans berat soalnya,” tulis @mbahmijan dalam keterangan unggahannya seperti dikutip Grid.ID, Kamis (19/4/2018).

Dalam unggahannya itu Mbah Mijan memposting foto Nagita Slavina dari samping.Tak sedikit netizen yang menanyakan maksud dari caption yang dituliskan Mbah Mijan tersebut.

“Koko @roykiyoshi juga mau ketemu mbak Gigi…kok pada penasaran semua yah??” tanya @rama.ryana.

“Pasti ada sesuatu sm memsye @nagitaslavinatengker,” ujar @srie_handayanice.

“Cie.. mbah mijan, sama mbah aq juga ngefans berat sama memsye,” ucap @fean120992.

mbahmijan
instagram.com/mbahmijan
“Mungkin mbah mijan tau sesuatu.dan salut serta bisa baca yg dirasakan nagita saat ini. makanya mbah mijan ngefans sm nagita.bener ga mbah ?” kata @gustyaningsih26.

“Emang knp mbah kok pgn bngt meluk kak gigi?ada alasan tersendiri kah?” tulis @azizahrazka.

“Roy aja pingin gigi ke karma..maybe kaya mbah mijan n roy mereka tau yaaa…perasaan gigi,” ungkap @msyabilla.

“@raffinagita1717 jangan mau ketemu @mbahmijan, nnti di peluk,” tandas @suchinursyafitri.

Penyebab Keputihan Saat Hamil yang Harus Ibu Waspadai

Saat hamil, tubuh wanita akan mengalami banyak perubahan yang kadang membuat seseorang was-was.

Sebenarnya ibu hamil tidak perlu cemas, cukup perhatikan apakah yang dialami itu perubahan normal (fisiologis) atau perubahan abnormal (patofisiologis).

Apabila perubahan masih dalam taraf normal, ibu hamil tidak perlu khawatir, sebaliknya jika sudah tidak normal, maka segera periksakan diri agar pengobatan bisa segera dilakukan.

Keputihan merupakan salah satu perubahan yang terjadi pada wanita hamil. Sebenarnya apa sich keputihan itu dan apapula penyebab keputihan pada ibu hamil? Keputihan disebut juga Flour Albus yang merupakan keluarnya cairan dari area kewanitaan.

Keputihan saat hamil terjadi akibat adanya perubahan hormon selama kehamilan berlangsung, jadi semua wanita hamil pasti akan mengalaminya.

Hanya saja, yang harus diwaspadai adalah apakah keputihan tersebut normal atau merupakan reaksi infeksi?

Keputihan yang Normal Pada Saat Hamil
Keputihan bisa dikatakan normal, apabila memiliki ciri-ciri, antara lain: cairan bening keputihan, tidak berwarna (putih kehijauan/kekuningan/kecoklatan/kemerahan), dan tidak berbau menyengat/busuk, dan tidak menimbulkan gatal, nyeri, dan iritasi.

Keputihan normal tidak akan mengancam kehamilan dan janin, asalkan ibu hamil rajin menjaga kebersihan area kewanitaannya.

Selain terjadi keputihan di awal kehamilan, biasanya ibu hamil juga akan mengalami keputihan pada saat menjelang persalinan.

Cairan putih kemerahan dan tekstur sangat kental yang keluar sebelum persalinan merupakan sumbat lendir yang berfungsi menjaga kehamilan agar terus berjalan dan melindungi janin dari kuman.

Penyebab Keputihan Pada Ibu Hamil yang Harus Diwaspadai
Sebenarnya, meningkatnya cairan vagina pada saat hamil mengandung manfaat yang sangat besar, yakni untuk mencegah timbulnya infeksi dari area vagina sampai ke rahim.

Namun ibu hamil juga harus waspada, karena kehadiran cairan vagina bisa juga menimbulkan infeksi vagina yang membahayakan kehamilan dan janin, karena itulah ibu hamil diwajibkan menjaga kebersihan dan kesehatan area vagina.

Hem, kira-kira keputihan yang bagaimanakah yang harus diwaspadai oleh ibu hamil, simak informasi berikut ini:

  • Infeksi atau peradangan akibat keputihan terkontaminasi bakteri, parasit, dan jamur.
  • Infeksi virus HPV atau Human papilloma virus yang dapat menyebabkan kutil pada area kewanitaan.
  • Keputihan yang disebabkan penyakit kanker leher rahim
  • Keputihan akibat penyakit yang ditularkan akibat hubungan seks, misalnya sifilis dan gonorhoe (GO).
    Agar ibu hamil semakin mengerti bagaimana membedakan keputihan normal dan abnormal.

Berikut ini merupakan ciri-ciri keputihan tidak normal yang perlu diwaspadai saat hamil dan membutuhkan penanganan serius dari dokter :

  • Cairan lebih kental dan terasa lengket
  • Cairan berwarna putih kekuningan, kehijauan atau kecoklatan
  • Jumlah cairan lebih banyak dari biasanya
  • Cairan menimbulkan rasa gatal, iritasi dan nyeri
  • Cairan berbau anyir, menyengat, atau busuk

Tips Penting Menghadapi Keputihan Saat Hamil

Nah, agar bisa menjalani kehamilan dengan sehat dan selamat sampai masa persalinan.

Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan ibu hamil ketika mengalami keputihan, antara lain :

  • Selalu menjaga kebersihan area vagina
  • Pastikan area vagina dalam kondisi kering dan bersih
  • Gunakan celana dalam yang bisa menyerap keringat
  • Hindari penggunaan pantyliner
  • Jangan minum obat keputihan tanpa rekomendasi dari dokter
  • Hindari penggunaan cairan pembersih vagina secara berlebihan, karena justru mematikan bakteri baik di area kewanitaan.

Demikian tadi pembahasan mengenai penyebab keputihan saat hamil yang perlu anda ketahui. Dengan begitu diharapkan untuk para wanita atau ibu hamil akan bisa mengetahui mana keputihan yang normal dan mana yang tidak normal ketika di masa kehamilan.

Semoga bermanfaat.