Ingin Buktikan Tuhan Itu Ada, Wanita Ini Tabrakkan Mobil ke Tiang Beton

Sebuah mobil mengalami kecelakaan tunggal. Mobil yang dikendarai seorang wanita bersama dua anaknya tersebut tiba-tiba berbolak menghantam tiang beton. Hal itu terekam dari kamera CCTV.

Yang mengejutkan, sang pengendara mengakui bahwa dirinya sengaja menabrakkan mobil SUVnya ke tiang tersebut.

Bakari Warren, nama wanita berusia 25 tahun itu.

Ia yang awalnya mengemudikan mobil dengan baik ke arah Peachtree Industrial Boulevardi Gwinnett County, Amerika Serikat, mengatakan kepada anaknya bahwa Tuhan akan menyelamatkan mereka.

Ia pun menyuruh kedua anaknya yang duduk di belakang untuk mengikatkan sabuk pengaman erat-erat. Mereka masih berusia tujuh tahun dan lima tahun. Setelah itu, Warren memejamkan mata dan mobilnya tiba-tiba berbelok menabrak sebuah tiang beton.

Pernyataannya didukung oleh kesaksian sang anak.


Bakary Warren bersama kedua anaknya (thecount.com)
Oddity Central melansir, Senin (26/3/2018), polisi tidak bisa menerima alasan itu meringankan Warren. Ia pun dijatuhi hukuman penjara, dan baru bisa bebas dengan jaminan 22.000 dolar AS.

Sumber: tarbiyah.net

Anak SD Disidang, Ayah Menangis Tak Kuat

Ayu Widiyaningsih, bocah SD yang menjadi terdakwa karena kasus kecelakaan lalu lintas, hari ini harus kembali ke Pengadilan Negeri (PN) Jember, Jatim.

Dia kembali menjalani proses diversi. Yakni, pengalihan penyelesaian perkara anak dari proses peradilan pidana ke proses di luar peradilan pidana.

Tidak ada persiapan apa pun yang dilakukan siswa kelas VI SDN Kemuningsari Lor itu. Bahkan, dia tetap masuk sekolah Rabu kemarin (19/4). Hal berbeda dirasakan Monadi, ayahanda Ayu.

Saat didatangi Jawa Pos Radar Jember di rumah pinjaman yang dihuninya, dia berulang-ulang meneteskan air mata mengingat peristiwa yang menimpa anaknya. Apalagi saat berbulan-bulan merawat luka kecelakaan anaknya pulang-pergi ke rumah sakit.

”Saya hitung utang saya 20 jutaan,” katanya.

Dana puluhan juta rupiah itu dia pinjam untuk perawatan medis Ayu. Monadi tidak tahu bagaimana harus membayar kalung dan gelang emas milik saudaranya yang digunakan untuk pengobatan buah hatinya tersebut.

Dia mengatakan tidak mungkin meminta bantuan kepada sopir Yaris yang terlibat kecelakaan dengan anaknya.

”Tapi, dulu pernah diberi utangan,” ujarnya.

Soal utang yang melilitnya tidak lagi dia pikirkan terlalu dalam. Yang membuat dia waswas, lanjut Monadi, adalah anak bungsunya itu terancam menjadi terpidana.

”Saya akan minta menukar hukuman ke hakim supaya saya yang dipenjara menggantikan Ayu,” katanya, sambil meneteskan air mata.

Menurut Monadi, anaknya masih bisa diharapkan meraih cita-cita. Sementara itu, dia merasa sudah cukup menjadi buruh lepas penjaga kebun di samping kantor kepala desa Kemuningsari Lor, Kecamatan Panti.

”Saya miskin. Tapi, saya tidak ingin anak saya juga miskin. Akan semakin miskin dia jika sampai dipenjara,” ujarnya.

Jumariyah, ibunda Ayu, menyatakan akan ikut mengantar anaknya ke pengadilan. Dia memilih libur berjualan gorengan. Dia berharap, kasus yang menjerat anaknya bisa tuntas hari ini.

Dengan begitu, Ayu bisa kembali berfokus belajar menyiapkan ujian akhir sekolah. Apalagi, Ayu sudah kelas VI.

”Sebenarnya tidak tega ikut ngantar Ayu. Tapi, saya akan mencoba supaya pak hakim tidak menghukum dia,” katanya.

Sementara itu, Ahmad Baidowi -ayahanda Windi, sapaan karib Yenni Amelia yang juga mengalami kecelakaan pada waktu yang sama, menyesali langkahnya memerkarakan kasus kecelakaan itu.

Sebab, upayanya itu malah mengakibatkan Ayu menjadi tersangka. Dia yang kemarin ditemui di rumah orang tua Ayu menegaskan bahwa keluarganya tidak mempunyai niat membawa Ayu sampai ke pengadilan seperti saat ini.

Dia mengatakan, laporan yang diperkarakan itu ditujukan untuk pengemudi mobil Yaris.

Sumber: jpnn.com

Cerita Menegangkan, Seseorang Dari Rombongan KSP Ciputat Yang Kecelakaan Ditanjakan Emen

Mungkin jika jadi dibatalkan kejadian ini tidak akan menimpa, ujar salah seorang rombongan KSP Ciputat, dari awal ternyata memang hendak dibatalkan, tapi dengan alasan agar tidak mengecewakan yang lainnya akhirnya dilanjutakan.

Kecelakaan bus di Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat mestinya tidak terjadi jika rombongan Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Permata Ciputat membatalkan kunjungan ke Ciater. Menurut keterangan Juju (43), salah seorang anggota KSP Permata Ciputat yang ikut rombongan, perjalanan menuju Ciater sempat ingin dibatalkan setelah selesai melaksanakan rapat akhir tahunan (RAT).

“RAT selesai, kami kemudian makan-makan dan foto-foto. Memang sebenarnya sudah mau digagalin ke Ciater karena sudah terlalu sore,” sebut Juju kepada awak media di Taman Makam Legoso, Minggu (11/2/2018). Selain karena sudah terlalu sore, Juju melanjutkan, perjalanan ke Ciater ingin dibatalkan karena acara sejak awal berangkat Sabtu pagi sudah molor.

“Namun, ketua merasa bertanggung jawab terhadap rencana itu dan enggak mau mengecewakan maka jadilah agenda itu dilakukan. Tadinya mau dialihkan ke floating market karena lebih dekat dari tahu susu karena kita abis belanja di situ,” ucap Juju.

Perjalanan menuju Ciater pun akhrinya jadi dilakukan dan setelah mencapai Tanjakan Subang, satu dari tiga bus rombongan terguling. Sebelumnya diberitakan, sekitar 150 orang rombongan koperasi itu menaiki tiga bus yang tengah melakukan kegiatan di kawasan Bandung dan Subang, Jawa Barat. Satu bus yang berada di depan terguling saat melintasi Tanjakan Emen, Subang, Jawa Barat. Penyebab kecelakaan bus diduga mengalami rem blong. Sementara dua bus lainnya selamat.

Sumber :wajibbaca.com

Ini Penjelasan Kostrad Terkait Insiden Tenggelamnya Sebuah Tank di Sungai Bogowonto

Terkait insiden kecelakaan sebuah tank Yonif Mekanis 412/6/2 Kostrad yang tergelincir dan tenggelam di Sungai Bogowonto, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah dibenarkan Kepala Penerangan Kostrad, Letkol Inf Putra Widyawinaya.

Dia menjelaskan kecelakaan di sungai berada di belakang Markas Yonif Mekanis Raider 412/6/2 Kostrad itu, mengakibatkan dua orang meninggal. Keduanya adalah Pratu Randi Suryadi dan Iswandari yang tak lain adalah Kepala Paud Ananda.

Peristiwa nahas itu bermula dari kegiatan outbond anak-anak TK dan Paud yang salah satu kegiatannya yaitu berkeliling asrama menggunakan Ranpur.

“Saat pengenalan lingkungan sekitar asrama menggunakan Ranpur, terjadi kecelakaan yang tidak diperkirakan saat Ranpur melintasi sungai yang berpasir,” ungkapnya.

“Akibat kondisi dasar sungai yang tidak kokoh sehingga Ranpur miring, amblas dan terperosok menyebabkan sebagian penumpang Ranpur terjatuh, hanyut terbawa derasnya aliran sungai dan tidak terselamatkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, “Kostrad mengucapkan Turut berbela sungkawa kepada pihak keluarga dari korban maupun masyarakat terkait dengan peristiwa kecelakaan dan akan bertanggung jawab untuk mengusut tuntas dengan mengeluarkan tim investigasi agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.”

Anak Ini BAB Darah Sepulang Dari Kolam Renang, Penyebabnya Bikin Merinding, Jangan Sampai Anakmu Juga Seperti Ini

Berenang memang menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Ya, apalagi kini sudah banyak kolam renang yang disediakan di beberapa waterpark. Selain itu, ada juga wahan lain seperti perosotan hingga ember tumpah.

Meski untuk mengunjungi waterpark dibanderol dengan harga yang lumayan, tak membuat para pengunjung mengurungkan niat untuk datang. Biasanya waterpark selalu menjadi tujuan rekreasi para keluarga karena bisa dinikmati ramai-ramai.

Namun ternyata baru-baru ini muncul kisah memilukan dari seorang pengguna media sosial. Seorang Ibu bernama Ira Tarina Ochan menuturkan pengalamannya usai berenang di kolam renang yang membuat warganet turut prihatin.

Kemungkinan besar penyakit yang diderita oleh anak Ira Tarina Ochan berawalnya dari kolam renang. Ira Tarina Ochan sebelumnya mengajak sang buah hati ke kolam renang. Wanita ini awalnya cuma berpikir ingin untuk menyenangkan buah hatinya sebab ketika itu sedang hari libur juga.

Namun keceriaan pergi berenang itu tak disangka berubah jadi malapetaka. Sehabis dari kolam renang, langsung saja anak Ira Tarina Ochan buang air besar dengan disertai darah. Ira Tarina Ochan tak ingin sampai anak lain juga mengalami hal yang serupa sehingga membagikan kisahnya tersebut. Berikut unggahannya, Senin (19/2).

“Peringatan buat para orang tua, harus lebih waspada saat mengajak buah hati kekolam renang. ini terjadi pd buah hatiku…..

Niat hati ingin nyenengin si buah hati, menuruti keinginannya untuk pergi berenang… pas bgt hr libur km pun sekeluarga berangkat kekolam renang ga jauh dr tempat sy tinggal. tanpa disangka2 kebahagian itu berubah jd mala petaka buat buah hatiku, ibarat nasi sudah menjadi bubur hanya selang beberapa jam saja setelah pulang dr berenang,anaku langsung BAB yg disertai dengan keluarnya darah segar. kami pun langsung bawa ke klinik terdekat selang 3 hari ga ada perubahan,tanpa pikir panjang sy langsung bawa ke dokter spesialis anak, di RS dekat rumah. dokter bilang ada luka di anusnya, tp sy ragu karena sy liat anus nya baik2 sj ga ada yg luka,hanya sedikit memerah mungkin karena sering buang2 air besar.selang 1 minggu setelah ke dokter anak masih tetap ga ada perubahan BAB nya msh mengeluarkan darah segar dan itu pun ga sedikit, sangat banyak,terlihat di pampers nya… disitu sy langsung lemas air mata pun bercucuran, hati ibu mana yg ga sedih meliat buah hatinya mengeluarkan darah segar dr anus nya. dan itu terjadi 1 minggu lebih ga ada perubahan.sempat terlintas dipikiranku pikiran negatif tentang buah hatiku,penyakit apa yg diderita anaku??

Sy dan suami pun langsung ambil tindakan membawa anak kami ke RS.Hermina Grand wisata, sesampainya si RS. sy ceritakan kronologis nya dr awal sampai akhir. dan dokter pun langsung mengambil keputusan bahwa anak sy harus dirawat, susterpun mengambil sampel darah,dan ee nya buat di bawa ke ruang laboratorium, untuk mengetahui penyakit nya apa.ke esokan harinya dokter pun menjelaskan hasil dr lab nya, ya Allah betapa kaget nya sy dan suami sy disaat dokter memberitahukan bahwa anak sy terkena virus Amoeba dan bakterinya dah ngegrogotin usus nya menjadi luka, sy sempet bertanya virus amoeba itu apa dok? dan penyebabnya dr mana ?dan dokter pun menjelaskan bisa dr air kolam renang yg tertelan.di situ sy langsung lemas,,,”

kabarmakkah.com