Miliarder Muda Ini Habiskan Hartanya Untuk Beramal Usai Divonis Kanker, Kematiannya Ditangisi Dunia

Hidup seorang manusia tak ada yang tahu akan bertahan sampai kapan. Hanya Tuhan yang tahu batasan umur makhluknya entah itu manusia, hewan atau tumbuhan sekalipun.

Hal tersebut karena kematian termasuk ke dalam takdir muallaq, takdir pasti dari Allah yang tidak dapat diubah oleh manusia.

Akan tetapi, hal tersebut dapat diubah dengan jalan memperbaiki nasib sebelum ajal datang menjemput.

Nasib yang dimaksud adalah apakah kita akan meninggal dalam keadaan husnul khotimah atau suul khotimah. Hal tersebut dapat diubah oleh kita sendiri.

Seperti yang terjadi pada salah seorang pemuda asal Australia. Pemuda ini bernama Ali Banat berasal dari Greenacre di barat daya Sydney, Australia.

Pemuda ini merupakan pebisnis yang sukses, hidup nyaman dan bergelimang kemewahan.

Kamar tidurnya saja dipagari dengan sepatu Louis Vuitton, satu-satunya merek alas kaki yang dikenakannya, dan gelang seharga $ 60.000 (£ 33.945).

Salah satu mobilnya termasuk Spider Ferrari senilai $ 600.000 (£ 339.237,50).

Dan masih juga daftar kekayaan Ali yang lainnya yang tentunya akan membuat mata semakin melotot jika disebutkan satu persatu.

Namun, hidupnya seketika berubah 180 derajat. Pada bulan Juli 2015, Ali mendapat berita yang tidak pernah terlintas sama sekali dalam pikirannya.

Pengusaha berusia 33 tahun ini didiagnosis Kanker Karsinoma Kistik Adenoid stadium 4. Bahkan oleh dokter, hidupnya diperkirakan bertahan sampai 7 bulan saja.

Sontak, hal tersebut membuat dirinya syok dan sedih. Tapi kalian tahu apa yang diperbuatnya usai mendengar vonis dokter?

Bukan putus asa dan mengeluh dalam keterpurukan, justru pemuda ini bangkit dan melakukan hal luar biasa.

Semua harta kekayaannya ia sumbangkan ke badan amal yang juga didirikannya. Ia mendirikan badan amal bernama Muslims Around the World (MATW) pada Oktober 2015.

Menurutnya, ketika dia sakit, semua harta kekayaan yang dengan susah payah ia kumpulkan ini tak ada artinya lagi.

“Saat kau tahu bahwa kau sakit atau kau tidak punya banyak waktu untuk hidup, ini adalah hal terakhir yang ingin kau kejar. Dan begitulah cara kita menjalani kehidupan sehari-hari, ” katanya saat diwawancara di program Youtube bertajuk Gifted With Cancer.

Tak hanya itu, menurutnya juga, kanker yang ia derita bukanlah suatu penyakit melainkan sebuah ‘karunia’ dari allah.

Ia pernah diwawancara oleh ‘Living Muslim’, sebuah serial video produksi komunitas Muslim Australia, yang ditayangkan di Facebook pada November 2015 lalu.

“Saya diberi karunia oleh Allah, Alhamdulillah, dengan kanker yang ada di seluruh tubuh saya,” ujar Ali dalam video tersebut.

Video ini sudah ditonton lebih dari 3 juta orang di Facebook. Organisasi MATW miliknya ini telah membantu ribuan orang di sejumlah negara termasuk Togo, Ghana, dan Burkina Faso.

Ali juga tak segan untuk mengunjungi berbagai negara di Afrika. Bahkan ia bekerja keras untuk mencari sponsor sehingga 100% donasi dapat diberikan ke proyek dan tidak ada biaya administrasi sama sekali.

Dengan uang donasi itu, MATW bertujuan untuk membangun desa bagi lebih dari 200 janda, masjid, sekolah ke rumah 600 yatim piatu, rumah sakit mini atau pusat medis, dan bisnis untuk mendukung masyarakat setempat.

Hal tersebut bisa terlihat di Instagram official MATW @matw_project. Bahkan, dana yang tadinya hanya menargetkan $1 juta dolar, atau Rp 10 miliar ini kini sudah melebihi target.

Ali sering memberikan perkembangan terbaru baik dari proyeknya di Afrika hingga kondisi kesehatannya, khususnya lewat video di Facebook dan Instagram, kepada ratusan ribu pengikutnya.

Dalam keadaan hidung yang diberi selang infusan, kantung mata yang mulai menghitam, bibir yang pucat, Ali tetap rajin memberi semangat dalam berbagai video yang diunggahnya di akun @matw_project.

Usai berjuang membantu masyarakat yang kekurangan dan membutuhkan, rupanya Allah masih memberikan kesempatan hidup lebih lama untuk Ali Banat.

Ia bisa bertahan hingga tiga tahun lamanya. Pada Selasa (29/5/2018), Ali Banat menghembuskan napas terakhirnya sebelum azan Magrib berkumandang. Ali meninggal tepat di hari ke-13 bulan suci Ramadan.

Berbagai ucapan bela sungkawa pun mengalir dari sahabat, saudara sesama muslim dan juga yang lainnya.

Proses pemakamannya pun disiarkan secara langsung di Facebook MATW project. Sudah hampir 3 juta orang menonton video tersebut.

Ratusan orang juga ikut mendoakan dan mengiringi kepergian Ali Banat ke peristirahatan terakhir.

Please make Dua for our dear brother Ali Banat. (Burial)

Dikirim oleh The Australian Muslim pada 29 Mei 2018

Ini 15 Tanda Kematian yang Bisa Dilihat 6 Bulan Hingga 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput

Ada kehidupan pasti ada kematian dan satu hal ini pasti akan dialami semua manusia yang hidup. Manusia mengalami roda kehidupan lahir, tua dan meninggal.

Kematian seseorang merupakan rahasia Illahi dan ketika saat itu tiba tidak ada satu manusia pun yang mampu menolaknya.

Kelahiran manusia akan membawa sukacita, sedangkan kematian akan membawa kesedihan

Meskipun roda kehidupan tersebut diketahui dan disadari manusia, namun kematian tetap meninggalkan kesedihan bagi yang tinggalkan.

Seperti dikutip dari laman cahayamuslim.com dari artikel tentang tata cara perawatan kesehatan di situs 39yst.com, diulas terkait 15 tanda-tanda menjelang kematian seseorang.

Tanda-tanda kematian seseorang tersebut terlihat dalam kurun waktu enam bulan sebelum ajal menjemput. Berikut 15 tanda-tanda seseorang menjelang kematian:

1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan. Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan. Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.

2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri. Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang ajal tidak akan bisa melihatnya.

3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.

4. Warna tinja menjadi putih.

5. Gigi menjadi esktrim kering dan hitam.

6. Telinga menjadi lisut dan kusam.

7. Hidung menjadi miring.

8. Bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.

9. Mata tidak terasa silau ketika menatap matahari. Tentu saja Matahari di siang hari, bukan matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau.

Namun, ia bisa menatap matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.

10. Air kencing menjadi asam. Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.

11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri.

Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar matahari, atau di bawah sinar bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.

12. Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.

13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.

14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum.

Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.

15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu.

Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.

Munculnya tanda-tanda ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, terutama nomor 13 dan 14, jika ada tanda-tanda seperti ini, maka usia hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.

Tanda 40 Hari Sebelum Ajal Menjemput
Inilah beberapa tanda, lebih spesifik 40 hari sebelum kematian menjemput, seseorang akan mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini seperti dikutip dari Eberita.org

Pertama: 40 hari menuju kematian
Tanda-tanda kematian ini juga muncul setelah masuk waktu asar, bagian pusat dari tubuh kita akan berdenyut. Itu pertanda bahwa daun yang tertulis nama kita dari pohon yang terletak di Arshy Allah SWT. Telah gugur.

Lalu malaikat maut mengambil daun tersebut dan segera membuat persiapan diantaranya mulai mengawasi kita setiap saat.

Dan sesekali malaikat maut menampakkan dirinya kepada orang yang akan dicabut nyawanya dalam wujud manusia, dan seketika itu pula orang itu akan terasa terkejud dan bingung melihat malaikat maut.

Walaupun malaikat maut wujudnya hanya satu tapi atas izin Allah swt, Dia mampu mencabut nyawa seseorang dalam waktu yang bersamaan.

Kedua: 7 hari ketika kematian akan datang
Tanda ini muncul setelah masuk waktu asar, tanda-tanda kematian ini hanya diberikan Allah swt Terhadap orang yang diuji Allah dengan Sakit, biasanya orang yang sedang sakit tak berselera makan, tiba-tiba ingin makan.

Ini merupakan isyarat dari Allah bahwa kematian memang benar-benar sudah dekat.

Ketiga: 3 hari, kematian diambang pintu
Pada suatu saat akan terasa denyutan di tengah dahi kita, yaitu antara dahi kanan dan dahi kiri. Jika tanda-tanda kematian ini dapat dirasakan maka sebaiknya berpuasalah kita setelah itu.

Supaya perut kita tak mengandung banyak najis, dan ini akan memudahkan orang lain utk memandikan jasad kita.

Setelah itu pula mata hitam kita tak bersinar lagi, dan bagi orang yg sakit, hidungnya perlahan akan masuk ke dalam, ini dapat terlihat jelas kalau dilihat dari sisi tubuh kita.

Telinga akan layu dan berangsur-angsur masuk ke dalam. Tapak kaki tegak berangsur-angsur lurus ke depan dan sukar untuk ditegakkan lagi.

Keempat: Sehari sebelum kematian
Tanda-tanda kematian ini juga terjadi setelah waktu ashar, kita akan merasakan denyutan di bagian ubun-ubun, ini menandakan kita sudah tak sempat lagi melihat waktu ashar di keesokan harinya.

Kelima: Tanda terakhir, Kematian Menghampirimu
Kita akan merasakan sejuk di bagian pusat, lalu turun ke pinggang dan akan terus naik ke bagian halkum.

Pada masa ini hendaknya kita sering beristighfar memohon ampun pada Allah, dan sering-sering membaca syahadat.

Menata hati, memfokuskan fikiran kita hanya kepada satu arah yaitu Allah SWT.

3 Isyarat Kematian sebelum malaikat maut mencabut nyawanya
Dikutip dari kabarmakkah.com, dalam kitab Irsyadul Ibad diceritakan bahwa Nabi Ya’qub AS sering bertanya pada Malaikat Maut. Di antara salah satu pertanyaan itu adalah terkait dengan masalah kematian.

“Aku tahu bahwa tugasmu adalah mencabut nyawa manusia. Namun alangkah lebih baik jika engkau memberi isyarat padaku terlebih dulu sebelum menjemput nyawaku nanti.” kata Nabi Ya’qub.

“Baiklah, kelak akan kukirim kepadamu dua atau tiga isyarat.”

Selang beberapa lama, Malaikat Maut datang kembali datang untuk menemui Nabi Ya’qub AS. Nabi Ya’kub bertanya, “Apa kedatangan Saudara hanya untuk sekedar bertamu seperti biasanya?”

“Tidak, aku mau mencabut nyawamu.” jawab Malaikat Maut.

“Bukankah dahulu aku pernah berpesan padamu agar mengingatkan aku sebelum kau mencabut nyawaku?” kata Nabi Ya’qub karena kaget nyawanya hendak dicabut.

“Sudah aku kirimkan kepadamu isyarat yang kau tunggu-tunggu itu, tak hanya satu bahkan tiga sekaligus: pertama, rambutmu yang sudah banyak memutih; kedua, tubuhmu yang sering melemah; dan ketiga badanmu yang sudah membungkuk. Itulah isyarat yang telah kukirimkan kepada semua manusia sebelum aku mendatangi mereka untuk kucabut nyawanya.” jawab Malaikat Maut.

Begitulah cara Allah SWT memberikan peringatan kepada seluruh manusia dengan ajal yang sudah mulai dekat. Karena tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati. (QS. al-Anbiya’:35).

Namun, kebanyakan manusia lebih suka pura-pura untuk melupakannya. Manusia mengakui tiga isyarat kematian tersebut, tetapi mereka sering menyalahinya dengan perbuatannya.

Manusia mengaku sebagai hamba Allah, tetapi kelakukannya terbalik dengan pengakuannya. Mereka sering berkata Allah-lah yang memberinya rezeki dan mencukupi kebutuhannya.

Namun pikiran dan hati mereka terpenjara dengan keduniawian. Mereka mengetahui bahwa kematian itu pasti akan menemuinya, namun lihatlah amal dan ibadah mereka.. seolah-olah mereka tidak akan pernah mati dan meninggalkan dunia fana ini.

Betapa banyak manusia yang mengaku dirinya adalah hamba Allah, namun perbuatannya tak sesuai dengan pengakuannya. Karena realitanya banyak diantara mereka yang menjadi hamba uang, hamba dunia, hamba jabatan, dan semisalnya.

Mulutnya sering berucap, “Aku adalah hamba Allah,” namun tangannya masih saja mengambil hak orang lain, mendzalimi dan merugikan orang lain, atau mungkin senang ‘menerima’ sesuatu yang tidak seharusnya dia terima.

Dengan petunjuk dan rahmat Allah, Semoga kita bisa menata kembali kehidupan kita ke jalan yang lebih baik, Jalan yang telah dicontohkan Allah dalam Al Qur’an dan Assunnah, Sehingga sisa-sisa umur yang ada bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya.

Dengan semakin bertambahnya usia, semoga semakin bertambah pula ketaatan dan kualitas ibadah kita, bukan malah semakin bertambah dosa-dosa kita kepada-Nya. Naudzubillah min dzalik.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bahagia orang-orang yang panjang usianya lagi baik amal perbuatannya.” (HR Thabrani).

Wallahu a’lam.

Hati-hati: Jika Kamu Mengalami Tanda-tanda Ini, Maka Kamu Sudah Dekat Dengan Hari Kematianmu

Lahir, tua, sakit dan mati adalah hal yang wajar dalam roda kehidupan manusia. Ada kehidupan pasti ada kematian, saat kelahiran manusia akan membawa sukacita, sementara kematian akan membawa kesedihan, sulit memang untuk bisa menjaga keseimbangan jiwa dalam menyadari betul akan arti hidup dan mati.

Dalam artikel tentang tata cara perawatan kesehatan di situs 39yst.com telah diulas terkait 15 tanda-tanda menjelang kematian seseorang. Berikut 15 tanda-tanda seseorang menjelang kematian.

1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan. Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan. Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.

2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri. Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang ajal tidak akan bisa melihatnya.

3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.

4. Warna tinja menjadi putih.

5. Gigi menjadi esktrim, kering dan hitam.

6. Telinga menjadi lisut dan kusam.

7. Hidung menjadi miring.

8. Bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.

9. Mata tidak terasa silau ketika menatap Matahari. Tentu saja Matahari di siang hari, bukan Matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau, namun, ia bisa menatap Matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.

10. Air kencing menjadi asam. Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.

11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri. Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar Matahari, atau di bawah sinar Bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.

12. Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.

13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.

14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum. Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.

15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu. Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.

Pada bagian akhir artikel juga ditekankan, bahwa munculnya tanda-tanda ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, terutama nomor 13 dan 14, jika ada tanda-tanda seperti ini, maka usia hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.

Wallahua’lam…

Habib Salim Asy-Syathiri: Orang Mati Butuh Orang Hidup, Doakan dan Ziarahi Kuburnya

Habib Salim bin Abdullah bin Umar asy-Syathiri adalah seorang pemuka para ulama di Tarim Hadhramaut Yaman. Kedalaman dan kepakaran beliau dalam segala ilmu telah disepakati banyak ulama, hingga sebuah gelar prestisius diberikan kepada beliau, yakni, Sulthonul ‘Ilmi. Nasihat-nasihat yang beliau berikan sangat dahsyat, menggugah hati-hati yang terlelap, dan menyinarinya dengan cahaya Nabawi, khas seorang pewaris Nabi. Kerugian yang besar jika nasihat hebat beliau ini kita lewatkan:

من عزّ مصابا كأنّ له مثله أجره

“Siapa yang bertakziyah kepada orang yang tertimpa musibah, dia akan mendapat pahala seperti orang yang terkena musibah tersebut.”

Orang yang bernasab pada orang saleh akan mendapat manfaat dari keturunannya tersebut:

وَالَّذِينَ آمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُم بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ

“Dan orang-orang yang beriman, yang keturunan-keturunan mereka mengikuti keimanan mereka, akan Kami golongakan bersama mereka.” (QS. ath-Thur ayat 21)

Seperti diceritakan dalam surat al-Kahfi, dimana Nabi Musa As. Diperintah oleh Nabi Khidhir As. untuk membangun sebuah rumah yang orangtua dari anak yang rumahnya dibangun tersebut adalah orang saleh. Ahli tafsir menyebutkan bahwa yang dimaksud orang saleh itu adalah orangtua dari nasab ke-7 di atas mereka.

Ada orang yang menganggap bahwa tahlilan adalah bid’ah. Mereka adalah orang-orang yang salah tapi merasa benar. Mereka tidak melaksanakan apa yang dikerjakan oleh kakek-kakek mereka. Mereka membaca al-Fatihah ketika salat Jenazah tapi menentang pembacaan al-Fatihah untuk mayit.

Apa yang dilakukan pada waktu salat Jenazah bertentangan dengan yang dikatakannya. Misal pembacaan al-Fatihah untuk mayit adalah sesuatu yang dilarang, pasti Allah akan melarang pembacaan al-Fatihah pada saat salat Jenazah!

Dikisahkan seorang sahabat bernama Sa’ad berkata, “Ya Rasulallah, aku mempunyai ibu yang sudah meninggal, seandainya dia hidup pasti dia akan bersedekah.”

Lalu Rasulullah bersabda, “Bersedekahlah untuknya!”

Sa’ad mempunyai sumur dan sumur tersebut disedekahkan untuk kaum Muslimin atas nama ibunya yang sudah meninggal dunia. Sedekah dan membaca al-Quran untuk orang yang sudah meninggal adalah sesuatu yang disepakati para ulama bahwa hal itu akan bermanfaat untuk si mayit.

Berziarahkuburlah:

لو لا أهل الدنيا لهلك أهل القبور

“Bila tidak ada penghuni dunia maka akan celaka penghuni kubur.”

Hendaknya bertakziyah kepada saudaramu, karena:

كما تدين تدان

“Semua orang juga butuh diziarahi suatu saat nanti.”

Tulislah wasiat! Dalam hadits dikatakan bahwa orang yang meninggal dan tidak menulis wasiat maka diumpamakan meninggal dalam keadaan jahiliyah, cacat di mata Allah dan bisu. Orang-orang yang meninggal saling mengunjungi, tapi orang yang tidak menulis wasiat tidak bisa berbicara dengan yang lain. Perbaikilah keadaan kita, agar di akhir hidup kita dikenang dengan baik.

(Disarikan dari ceramah Habib Salim asy-Syathiri di kediaman Alm. Habib Abdullah bin Idrus Assegaf Surabaya, pada Selasa 9 November 2014, oleh Na’am Qalby Ma’ak).

Sumber: pustakamuhibbin.club

Seperti Ini Bentuk Godaan Ketika Sakaratul Maut dan Cara Mengatasinya

Detik-detik kematian merupakan kesempatan terakhir bagi setan untuk menyesatkan manusia, karena itu segala upaya akan ditempuh. Imam Ibrahim bin Muhammad dalam kitabnya mengupas tentang usaha setan untuk menyesatkan orang mukmin pada saat kematian. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda :

“Sesungguhnya orang yang mulia dari kaum laki-laki dan wanita kebingungan dalam menghadapi kematian dan diuji. Sesungguhnya setan paling dekat dengan manusia pada saat kematian. Sedangkan melihat malaikat maut lebih berat daripada 1000 kali tebasan pedang.” (HR. Abu Nu’aim)

Abdullah bin Ahmad menuturkan pengalaman ayahnya Imam Hambali saat sakaratul maut saya hadir dalam kematian bapakku. Saya membawakan kain untuk mengikat jenggotnya sementara beliau dalam keadaan tidak sadar.

Kemudian pada saat beliau sadar mengatakan (belum-belum) dia mengucapkan itu berkali kali. Saya bertanya kepada beliau wahai bapakku apa yang tampak padamu, beliau menjawab:

“Setan berdiri didepanku sambil menggigit jarinya Seraya mengatakan aku gagal menggodamu wahai Ahmad, saya katakan belum sebelum saya benar-benar meninggal.”

Abu Hasan Al qabisi dalam risalah Ibnu Abi Zaid meriwayatkan. Bahwa seorang hamba tatkala sedang menghadapi kematian, ada dua setan yang menggoda dari atas kepalanya. Salah satunya berada di sebelah kanan dan satunya lagi di sebelah kiri, ada juga yang di sebelah kanan menyerupai bapaknya lalu berkata:

“Wahai anakku saya sangat sayang dan cinta kepadamu. Jika kamu mau mati maka matilah dengan membawa agama nasrani. Sebab dia adalah sebaik-baik agama dan yang berada di sebelah kiri ada ibunya dan berkata : wahai anakku ruku dahulu tempat hidupmu dan air susuku sebagai minuman. Beserta pangkuanku sebagai tempat tidurmu maka saya minta hendaknya kamu mati dengan membawa agama yahudi, sebab dia adalah sebaik-baik agama.”

Maka menurut Imam Al Ghazali pada saat itu Allah menggelincirkan orang-orang yang dikehendaki olehnya tergelincir. Demikian itu yang dimaksud dengan firman Allah:

“Ya Tuhan kami janganlah kau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah engkau beri petunjuk kepada kami.” (Al Quran surat Ali Imran ayat 8)

Maksudnya Ya Allah jangan jadikan hati kami condong kepada kesesatan, pada saat kematian setelah kau beri petunjuk kepada kami beberapa kurun waktu. Jika Allah menghendaki hidayah dan keteguhan pada hamba-nya.

Maka datanglah rahmat dan Malaikat Jibril untuk mengusir setan dan mengatakan kepada orang beriman.Wahai orang mukmin, mereka itu adalah musuh musuhmu dari kalangan setan.

Maka meninggalkanmu dalam keadaan membawa agama yang Hanif dan syariat Muhammad, dan tidak ada sesuatu yang paling dicintai oleh orang beriman kecuali malaikat itu dan itulah yang dimaksud Firman Allah:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
“Dan karunialah kepada kami Rahmat dari sisi Engkau karena. Sesungguhnya engkaulah maha pemberi karunia.” (QS. Ali Imron : 8)

Saya berwasiat kepada diriku dan kepada orang yang mendengar wasiatku ini, agar teguh saat menghadapi kematian. Tiada daya dan upaya kecuali dengan izin Allah.

Sebab godaan bisikan kematian banyak syubhatnya. Dan saya merasa kasihan terhadap orang yang sakit semoga tidak tenggelam dalam sakaratul maut sehingga tidak sadar. Dan Saya berlindung kepada Allah dari kematian masih dalam keadaan sadar tidak teguh dengan godaan.

Gangguan Setan Saat Sakaratul Maut

Begitu bahayanya godaan setan pada detik-detik kematian manusia. Oleh karena itu Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam mengajarkan doa kepada umatnya :

“Ya Allah sungguh aku berlindung kepadamu dari pikun terjatuh dari ketinggian keruntuhan bangunan, kedukaan, kebakaran dan tenggelam. Aku berlindung kepada-Mu dari penyesatan setan saat kematian. Terbunuh dalam kondisi murtad dan aku berlindung kepadamu dari mati karena tersengat binatang berbisa.” (RH. Nasa’i dan Abu Dawud)

Makna berlindung dari penyesatan setan ketika datang kematian adalah dikuasai oleh Nya, ketika berpisah dari dunia sehingga setan berhasil menyesatkannya.

Menghalanginya dari taubat, menghambatnya dari memperbaiki dirinya dan meninggalkan kesan iman yang berani dibuat sebelumnya. Dan menjadikannya putus asa dari rahmat Allah, membenci kematian dan berat meninggalkan dunia.

Sehingga dia tidak ridho dengan ketentuan Allah, padanya berupa kematian dan perpindahan dengan akhirat, akibatnya dia mengakhiri hidupnya dengan keburukan dan bertemu Allah dalam kondisi murka kepadanya.

Cara Mengatasi Godaan Sakaratul Maut

Setiap makhluk hidup pasti akan mencicipi kematian nafsin dzaiqotul maut. Setiap makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan mati, tapi kita tidak akan tahu dengan sebab apa kita akan matinya. Tak ada seorangpun yang bisa memprediksi kematian seseorang secara pasti, makanya Allah berfirman :

“seorang tidak akan bisa menangguhkan kematian sekalipun hanya satu detik saja, karena kematian itu pasti tapi misterius sebabnya.”

Maka tugas kita adalah menciptakan kondisi – kondisi supaya kalau kita mati kita dalam keadaan sedang dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala.

Cara Menghindari Godaan Saat Sakaratul Maut

  1. Selalu istigfar dan selalu mengingat Allah SWT
  2. Membaca doa keselamatan dari pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir
  3. Banyak membaca doa perlindungan kepada Allah SWT
  4. Sebagai seorang muslim tidak perlu takut menghadapi sakaratul maut. Walau kita mengakui ada kesulitan didalamnya, kita dianjurkan mengingat sakaratul maut tetapi tidak perlu takut menghadapinya. Ini bertujuan agar kita bertambah semangat untuk mengerjakan amal-amal shalih dalam menjalani hidup.

Perlu dibangun kesadaran bahwa sakaratul maut merupakan petunjuk jalan menuju keabadian. Sebab kematian bagi seorang muslim adalah jalan yang menyenangkan karena dirinya akan bertemu dengan Tuhannya.

Pada intinya, kematian itu adalah suatu hal yang pasti dan kita tidaklah harus takut menghadapinya karena kita akan bertemu sang pencipta. Itulah penjelasan bentuk godaan sakaratul maut dan cara mengatasinya. Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk Anda semua.

Sumber: hafiziazmi.com

3 Isyarat Kematian Dari Malaikat Maut yang Tak Disadari Manusia

Banyak manusia yang sering tidak menyadari adanya 3 Isyarat Kematian sebelum malaikat maut mencabut nyawanya. Dalam kitab Irsyadul Ibad diceritakan, Bahwa Nabi Ya’qub AS sering bertanya pada Malaikat Maut. Di antara salah satu pertanyaan itu adalah terkait dengan masalah kematian.

“Aku tahu bahwa tugasmu adalah mencabut nyawa manusia. Namun alangkah lebih baik jika engkau memberi isyarat padaku terlebih dulu sebelum menjemput nyawaku nanti.” kata Nabi Ya’qub.

“Baiklah, kelak akan kukirim kepadamu dua atau tiga isyarat.”

Selang beberapa lama, Malaikat Maut datang kembali datang untuk menemui Nabi Ya’qub AS. Nabi Ya’kub bertanya, “Apa kedatangan Saudara hanya untuk sekedar bertamu seperti biasanya?”

“Tidak, aku mau mencabut nyawamu.” jawab Malaikat Maut.

“Bukankah dahulu aku pernah berpesan padamu agar mengingatkan aku sebelum kau mencabut nyawaku?” kata Nabi Ya’qub karena kaget nyawanya hendak dicabut.

“Sudah aku kirimkan kepadamu isyarat yang kau tunggu-tunggu itu, tak hanya satu bahkan tiga sekaligus: pertama, rambutmu yang sudah banyak memutih; kedua, tubuhmu yang sering melemah; dan ketiga badanmu yang sudah membungkuk. Itulah isyarat yang telah kukirimkan kepada semua manusia sebelum aku mendatangi mereka untuk kucabut nyawanya.” jawab Malaikat Maut.

“Begitulah cara Allah SWT memberikan peringatan kepada seluruh manusia dengan ajal yang sudah mulai dekat. Karena tiap-tiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati.” (QS. al-Anbiya’:35).

Namun, kebanyakan manusia lebih suka pura-pura untuk melupakannya. Manusia mengakui tiga isyarat kematian tersebut, tetapi mereka sering menyalahinya dengan perbuatannya.

Manusia mengaku sebagai hamba Allah, tetapi kelakukannya terbalik dengan pengakuannya. Mereka sering berkata Allah-lah yang memberinya rezeki dan mencukupi kebutuhannya, namun pikiran dan hati mereka terpenjara dengan keduniawian.

Mereka mengetahui bahwa kematian itu pasti akan menemuinya, namun lihatlah amal dan ibadah mereka.. seolah-olah mereka tidak akan pernah mati dan meninggalkan dunia fana ini.

Betapa banyak manusia yang mengaku dirinya adalah hamba Allah, namun perbuatannya tak sesuai dengan pengakuannya. Karena realitanya banyak diantara mereka yang menjadi hamba uang, hamba dunia, hamba jabatan, dan semisalnya.

Mulutnya sering berucap, “Aku adalah hamba Allah,” namun tangannya masih saja mengambil hak orang lain, mendzalimi dan merugikan orang lain, atau mungkin senang ‘menerima’ sesuatu yang tidak seharusnya dia terima.

Dengan petunjuk dan rahmat Allah, Semoga kita bisa menata kembali kehidupan kita ke jalan yang lebih baik, Jalan yang telah dicontohkan Allah dalam Al Qur’an dan Assunnah, Sehingga sisa-sisa umur yang ada bisa kita gunakan dengan sebaik-baiknya.

Dengan semakin bertambahnya usia, semoga semakin bertambah pula ketaatan dan kualitas ibadah kita, bukan malah semakin bertambah dosa-dosa kita kepada-Nya. Naudzubillah min dzalik.

Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh bahagia orang-orang yang panjang usianya lagi baik amal perbuatannya.” (HR Thabrani).

Wallahu A’lam.

Sumber: kabarmakkah.com

Diduga Depresi Tugas Skripsi, Mahasiswa Unsri Gantung Diri

Diduga depresi saat mengerjakan skripsi yang tak kunjung selesai, Christian Sinaga (22), seorang mahasiswa Universitas Sriwijaya nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi kos, Komplek Serai Indah, Kabupaten Ogan Ilir, Selasa (20/3/2018).

Informasi yang dihimpun, korban yang merupakan warga asal Sumatera Utara, pertama kali ditemukan gantung diri di kamar mandi oleh Romondo, teman satu kos yang merasa curiga.

Sebelum kejadian, korban masuk ke kamar mandi, namun lama berselang korban tak keluar-keluar serta terdengar suara dari dalam kamar mandi.

Pintu pun didobrak, terkejutlah kawan-kawannya melihat Christian sudah meregang nyawa tergantung diri di dalam kamar mandi tersebut.

Jhon Purba, salah satu teman korban mengatakan, korban merupakan mahasiswa asal Humbang Hasudutan, Sumatera Utara yang datang ke Ogan Ilir untuk menempuh pendidikan sarjana di Fakultas Teknik angkatan 2014. Kesehariannya, korban dikenal pintar di kalangan teman-temannya.

“Kalau sebabnya, katanya bunuh diri gara-gara skripsi tak selesai-selesai. Jadi sempat stres dia mikirin itu,” ujar Jhon saat ditemui di lokasi kejadian.

“Teman kaget semua saat lihat dia sudah gantung diri di kamar mandi. Pertama yang lihat itu teman kos juga, Romondo,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad membenarkan kejadian tersebut.

“Penemuan jenazah pertama kali oleh tman satu kos korban karena curiga. Dipanggil-panggil tidak menyahut dari dalam kamar mandi. Akhirnya bersama teman lain mendobrak pintu dan korban pun ditemukan sudah gantung diri. Mereka melihat korban tergantung dan tak lagi sadarkan diri sekitar Pukul 11.30,” ujarnya.

Teman korban sempat memberikan pertolongan dan membawanya ke salah satu klinik terdekat, tapi nyawa korban sudah tidak tertolong.

Dari hasil olah TKP, kapolres menyebut korban tewas murni akibat bunuh diri. Hal ini berdasarkan keterangan saksi-saksi saat olah TKP di lokasi kejadian dan tidak ditemukan adanya bekas luka pada tubuh korban.

“Untuk motifnya apa itu belum dapat kami simpulkan sekarang. Masih akan didalami,” tutup Kapolres.

Sumber: kordanews.com

Imam Masjid Meninggal Dalam Keadaan Bersujud Saat Menjadi Imam Sholat Jum’at

Subhanallah, ini ada lagi Imam Masjid yang meniggal ketika sujud saat menjadi imam sholat Jum’at tadi siang (06/01/17). Menurut netizen yang dekat dengan lokasi, beliau adalah H. Jamhuri Alwi yang Rumahnya berada di di Km.1 Loa Janan Ilir gg.17 Samarinda.

Dikatakan beliau meninggal saat menjadi Imam Sholat Jum’atdi masjid Baitut Taharah Loa Janan. Beliau meninggal saat sujud pertama saat menjadi Imam Jumat tadi siang (06/01/17) kata netizen Bang Ipan Kah di group Busan Samarinda.

Banyak netizen yang mendoakan H. Jamhuri Alwi atas kejadian tersebut. Bahkan foto-fotonya sudah di share lebih dari 600 orang.

Sebelumnya diberitakan “H. Miftah Arifin warga Kauman Lawang yang biasa memandikan jenazah warga lain, semalam (selasa 3-1-17) wafat di saat sujud terakhir pada sholat bakdia Isya.

Video wafatnya beliaupun kemudian viral di media social terutama youtube dan facebook. Berikut adalah video H. Miftah Arifin yang meninggal ketika sujud:

Hati-hati: Jika Kamu Mengalami Tanda-tanda Ini, Maka Kamu Sudah Dekat Dengan Hari Kematianmu

Lahir, tua, sakit dan mati adalah hal yang wajar dalam roda kehidupan manusia. Ada kehidupan pasti ada kematian, saat kelahiran manusia akan membawa sukacita, sementara kematian akan membawa kesedihan, sulit memang untuk bisa menjaga keseimbangan jiwa dalam menyadari betul akan arti hidup dan mati.

Dalam artikel tentang tata cara perawatan kesehatan di situs 39yst.com telah diulas terkait 15 tanda-tanda menjelang kematian seseorang. Berikut 15 tanda-tanda seseorang menjelang kematian.

1. Udara napas yang dihembuskan terasa dingin di telapak tangan. Umumnya hembusan napas yang normal seseorang akan terasa panas/hangat ketika dihembuskan di telapak tangan. Namun, hembusan napas ini justru sebaliknya terasa dingin/sejuk.

2. Dalam manik mata orang lain tidak bisa melihat bayangan kita sendiri. Umumnya bayangan siapa saja bisa dilihat, tapi orang yang menjelang ajal tidak akan bisa melihatnya.

3. Pelemahan pada empat anggota tubuh, empat anggota tubuh terasa nyeri tak tertahankan.

4. Warna tinja menjadi putih.

5. Gigi menjadi esktrim, kering dan hitam.

6. Telinga menjadi lisut dan kusam.

7. Hidung menjadi miring.

8. Bisa melihat bintang pada siang hari, sedangkan orang lain tidak bisa melihatnya.

9. Mata tidak terasa silau ketika menatap Matahari. Tentu saja Matahari di siang hari, bukan Matahari yang baru terbit dari ufuk timur, mata orang lain merasa silau, namun, ia bisa menatap Matahari siang itu dengan tenang dan tidak menyilaukan matanya.

10. Air kencing menjadi asam. Tercium aroma asam dari urinnya yang tajam menusuk.

11. Tidak bisa melihat bayangan sendiri. Tidak peduli apakah di bawah pancaran sinar Matahari, atau di bawah sinar Bulan, tapi ia tidak bisa melihat bayangannya sendiri, tidak ada lagi bayangannya.

12. Garis-garis atau kerut di dahinya membengkak.

13. Muncul bintul-bintul merah di daerah di bawah pusar.

14. Pada titik Yongquan (terletak di 1/3 tengah kaki dari ujung atas) dan titik Yintang (terletak di batang hidung, pertengahan jarak ujung alis mata), terasa nyeri/sakit seperti ditusuk jarum. Jika ada gejala seperti yang disebutkan pada nomor 13 dan 14, ini akan cukup fatal.

15. Emosional yang kerap berubah-ubah tidak menentu. Fluktuasi (emosional) yang tidak biasa dan tanpa sebab yang jelas, tidak dapat mengendalikan diri.

Pada bagian akhir artikel juga ditekankan, bahwa munculnya tanda-tanda ini, dimana salah satu diantaranya itu menyiratkan kemungkinan besar akan pergi selamanya dalam enam bulan ke depan, terutama nomor 13 dan 14, jika ada tanda-tanda seperti ini, maka usia hidup hanya akan berlangsung sekitar tiga hari di muka Bumi.

Wallahua’lam…

Sumber: insyaallah.org

Ungakapan Doa Penuh Haru dari Opick dan Istri Pertamanya untuk Wulan Maya Sari

Istri kedua Opick, Wulan Maya Sari telah meninggal dunia.

Jenazah Wulan Maya Sari kemudian dimakamkan di TPU Semper, Jakarta Utara pada Senin (19/3/2018) sekitar pukul 10.30 WIB.

Jenazahnya dibawa menggunakan mobil ambulan dan dikawal moge.

Suasana haru menyelimuti pemakaman Wulan Maya Sari.

Keluarga dan kerabat pun turut mengiringi prosesi pemakaman tersebut.

Tak hanya keluarga dan kerabat, namun sejumlah kalangan pemuka agama turut hadir melihat jenazah untuk yang terakhir kalinya.

Opick juga turun langsung ke liang lahat untuk mengumandangkan adzan dan menguburkan jenazah sang istri.

Tak hanya Opick yang berduka mendalam, istri pertamanya, Dian Rositaningrum juga mengungkapkan duka mendalam atas meninggalnya Wulan.

Dian bahkan ada di banyaknya pelayat yang datang mengantar Wulan ke peristirahatan terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Dian menucap doa haru untuk almarhumah.

“Ya saya juga sangat berduka sekali.

Mudah-mudahan bisa jadi hikmah untuk saya dan keluarga.

Saya dapat kabar dari sahabat-sahabat saya, terus saya konfirmasi ke Mas Opick.

Tapi mungkin dia juga lagi sibuk, ya karena rumah saya kan dekat ya jadi saya langsung dari subuh sudah ke sini.

Mudah-mudahan amal almarhumah diterima Allah, diampuni segala dosanya, diberi tempat yang terbaik, saling memaafkan,” ungkap Dian.

Doa haru untuk Wulan juga diungkap oleh suami mereka, Opick sendiri.

Berikut adalah ungkapan dan doa Opick untuk istrinya tersebut:

“Jadi, masya Allah, ini saya menjadi saksi, Wulan ini orang yang istiqomah tahajudnya.

Cukup lah satu kematian menjadi suatu pelajaran, Wulan ini orang yang istiqomah.

setiap Jumat suka berkeliling memberi makan, diberikan dengan wajah gembira.

Dan dia sangat dekat sekali dengan Alquran.

Karena yang hari ini adalah istri saya yang meninggal.

Ini nasihat khusus buat perempuandan laki-laki juga.

Beruntung perempuan yang masih punya suami kemudian ketika dia meninggal, suaminya ridho.

Karena dalam hadis sahih menyebutkan kalau suami ridho maka dijamin dia (masuk) surga.

Masya Allah, hari ini istri saya meninggal.

Hari ini saya rida dunia akhirat.

Seperti janji Rasulullah bahwa apabila ada seorang istri yang meninggal dan suaminya rida dipastikan dia jadi ahli surga.

Dia telah berjuang dengan kematian anak pertama, kemudian tahun berikutnya meninggal lagi, yang ke dua meninggal juga, 8 bulan juga.

Perempuan dan laki-laki.

Inilah Wulan Mayasari, saya jadi saksinya, dia adalah ahli surga,” ungkap Opick. (*)