Jika Mati di Bulan Ramadhan Apakah Otomatis Husnul Khatimah? Ini Penjelasannya

Pertanyaan:
Apakah mati di bulan ramadhan akan khusnul khatimah?

Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,

Allah mengajarkan prinsip kepada manusia bahwa sebab mereka masuk surga adalah amal. Seringkali Allah menyebut penjelasan, kalian masuk surga karena amal yang kalian kerjakan. Diantaranya,

Firman Allah,

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Itulah surga yang diberikan kepada kalian disebabkan amal yang telah kalian kerjakan.” (QS. az-Zukhruf: 72)

Allah juga berfirman,

وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Mereka dipanggil, “ltulah surga yang diberikan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. al-A’raf: 43).

Dan masih banyak ayat yang semisal dengan ini. Karena itu, waktu yang mulia maupun tempat yang mulia, tidak bisa menyebabkan penghuninya jadi mulia.

Dulu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersaudarakan antara Abu Darda dengan Salman al-Farisi Radhiyallahu ‘anhuma. Sehingga keduanya ibarat keluarga dekat.

Imam Malik membawakan riwayat dari Yahya bin Said, bahwa Abu Darda pernah menulis surat kepada Salman, yang isinya meminta Salman untuk pindah dan tinggal di tanah yang disucikan (negeri Syam).

Kemudian Salman membalas surat ini dengan mengatakan,

الأَرْضُ الْمُقَدَّسَةُ لا تُقَدِّسُ أَحَدًا ، وَإِنَّمَا يُقَدِّسُ الْمَرْءَ عَمَلُهُ
“Sesungguhnya tanah suci itu tidak mensucikan siapapun. Yang bisa mensucikan seseorang adalah amalnya.” (al-Muwatha’, Imam Malik, no. 1464).

Dulu Mekah dihuni orang musyrikin. Ketika mereka tinggal di sana, bukan berarti mereka menjadi lebih suci. Dan ketika mati menjadi husnul khotimah.

Yang meninggal di bulan ramadhan, tidak semuanya orang baik. Ada juga orang jahat yang meninggal di bulan berkah ini. Meskipun demikian, kita tidak menyebut, dia meninggal dengan baik.

Meninggal Dalam Kondisi Puasa
Beda antara meninggal di bulan ramadhan dengan meninggal ketika sedang puasa. Karena meninggal dalam kondisi sedang beramal soleh, termasuk husnul khotimah. Termasuk meninggal ketika sedang menjalankan ibadah puasa.

Dari Hudzaifah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan tentang orang yang meninggal dalam kondisi beramal,

مَنْ قَالَ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ ابْتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ

Siapa yang menyatakan Laa ilaaha illallah ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan ikrar ini, maka dia masuk surga.

Siapa yang berpuasa dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan puasa ini, maka dia masuk surga.

Siapa yang sedekah dengan ikhlas mengharap wajah Allah, dan dia akhiri hidupnya dengan sedekah ini, maka dia masuk surga. (HR. Ahmad 23324 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth).

Lain dengan Meninggal Hari Jumat
Meninggal di hari jumat, memiliki keistimewaan khusus, mengingat adanya jaminan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, tidak akan ditanya di alam kubur.

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Setiap muslim yang meninggal di hari jumat atau malam jumat, maka Allah akan memberikan perlindungan baginya dari fitnah kubur. (HR. Ahmad 6739, Turmudzi 1074 dan dihasankan al-Albani).

Sementara kita tidak menjumpai dalil yang menyatakan bahwa mati ketika bulan ramadhan, termasuk khusnul khatimah atau mendapat jaminan tertentu.

Subhanallah, Jasad Perempuan di Jember Terkubur 10 Tahun Masih Utuh, Ini Laku Hidupnya

Selama 10 tahun jasad Sumini terkubur di pemakaman umum Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari, Jember. Selama itu pula jasad wanita itu masih utuh.

Hal ini baru diketahui, setelah pagar pemakaman ambrol karena banjir yang ikut menggerus tempat Sumini dimakamkan 10 tahun silam.

Pihak keluarga menemukan jasad Sumini yang terkubur selama 10 tahun terbungkus kain kafan, tergeletak tidak jauh dari tumpukan pagar makam yang ambrol.

“Mayat yang ditemukan di bagian pagar makam yang ambrol terkena banjir itu memang benar ibu saya, ibu Sumini, meninggal 10 tahun lalu,” kata salah seorang anak Sumini, Hasan di lokasi, Senin (5/2/2018).

Hasan mengaku sengaja mencari tulang ibunya dibantu saudara dan warga, untuk dipindahkan. “Kami sekeluarga memang sengaja mencari tulang ibu kami bersama saudara lainnya dibantu warga, karena takut terbawa aliran sungai. Kami terkejut ketika menemukan tubuh ibu kami masih dalam keadaan utuh dan masih lengkap dengan kain kafannya,” tambah anak kelima Sumini.

Banjir yang melanda wilayah Desa Sukorejo, Kamis (1/2) membuat pagar makam ambrol ke sungai. Sedangkan makam Sumini berada di antara belasan makam itu. Letaknya berada di sebelah barat dan pinggir pagar yang ambrol.

“Kami bersama saudara yang lain sengaja mencari tulang dari ibu kami, karena takut dibawa arus sungai. Karena kondisi makam dan pagar tersebut ambrolnya ke sungai akibat banjir,” terang Hasan.

Rajin Shalat Malam

Semasa hidupnya, Sumini, warga Dusun Krajan, Desa Sukorejo, Kecamatan Bangsalsari ini, dikenal rajin salat malam.

“Sepengetahuan saya, kalau malam jarang tidur. Pasti itu salat malam terus, sampai subuh,” kata salah seorang anak Sumini, Hasan, Senin (5/2/2018).

Hasan menceritakan, ketika mendiang Sumini masih hidup, dia kerap kali mendapati sang ibu bangun tengah malam untuk melakukan salat sunah. Hal itu hampir dilakukan Sumini setiap hari.

“Ketika saya terbangun malam hari, sering saya melihat ibu di kamar tidak tidur, tapi sedang salat. Kadang dilanjutkan witir sampai menjelang subuh,” kenang Hasan.

Semasa hidupnya, Sumini juga dikenal hidup sederhana. Sepeninggal suaminya, Sumini bekerja sendiri untuk menghidupi keluarga.

“Setahu saya ibu semasa hidup pekerjaannya biasa, yakni buruh tani, tanam padi dan mencari sisa padi di sawah. Ibu sendiri memang statusnya janda, dan memang bekerja sendiri,” terang Hasan.

Di lingkungan warga sekitar, Sumini semasa hidup juga dikenal suka membantu tetangga dan siapapun. Jika ada tetangga yang minta tolong, dia jarang sekali menolak. Bahkan saat ada kesusahan, Sumini tanpa diminta sering menawarkan bantuan. Apalagi ada orang yang menyakitinya, Sumini juga tidak sakit hati.

“Beliau semasa hidup memang orang yang baik. Suka menolong dan ibadahnya juga luar biasa,” kata Haki, salah seorang warga setempat.

Source: Detik.com