Bahaya Kertas Cokelat yang Sering Digunakan Untuk Membungkus Makanan, Ini Penjelasannya

Kertas berwarna cokelat atau yang sering disebut dengan kertas minyak ini pasti sudah tak asing lagi.

Nah, kertas ini sering kamu jumpai untuk membungkus makanan. Mulai dari nasi, gorengan hingga jajanan tertentu.

Kertas ini dipilih karena harganya yang relatif murah dan simpel menggunakannya. Jika diperhatikan kertas ini juga dilapisi plastik tipis di satu sisinya.

Namun, tak disangka kertas yang dipakai banyak penjual nasi untuk membungkus makanan ini bisa mengganggu kesehatan.

Sejumlah penelitian menemukan kertas ini memiliki kandungan BPA yang berbahaya bagi tubuh.

BPA atau bisphenol A merupakan bahan kimia yang sering digunakan sebagai pembuat wadah makanan, bukan hanya plastik tapi juga kertas.

Nah, awalnya kandungan BPA digunakan pada wadah makanan kaleng. Hal tersebut dilakukan agar kaleng tidak mudah karatan. BPA ini mulai digunakan untuk melapisi kertas.

Hal itu bertujuan agar kertas lebih tahan terhadap panas. Bahaya penggunaan kertas minyak juga pernah disampaikan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia).

Lisman Suryanagara, Peneliti Pusat Penelitian Biomaterial LIPI mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dengan kertas nasi yang dipakai untuk membungkus makanan.

Lisman menambahkan, zat kimia yang ada di kertas tersebut berdampak negatif bagi tubuh.

Selain itu, bisa memicu berbagai penyakit seperti kanker, kelenjar getah bening dan gangguan reproduksi hingga mutasi gen.

Menurutnya, bahan yang umum digunakan sebagai bungkus makanan dari masa ke masa antara lain adalah keramik, kaca, plastik, alimunium foil, hingga yang berbahan dasar kertas.

Nah, lebih baik jika kamu membeli makanan dan dibungkus kertas ini. Langsung pindahkan saja ke piring yang biasa.

Makan Berpahala, Ini Dia Rahasianya!

TAHUKAH Anda kegiatan makan bisa bernilai ibadah? Mengapa? Bukankah makan tidak ada sangkut paut sama sekali dengan ritual ibadah? Itulah hebatnya Islam. Islam mengatur semua lini dari kehidupan manusia. Dari mulai hal kecil samapai hal yang terbesar. Dari mulai hubangan dengan Allah SWT sampai dengan hubungan sesama makhluk. Semua diatur dalam Islam. Karena Islam merupakan agama rahmatan lil alamin. Mantap nggak tuh!

Tunggu dulu, jangan berpikir ‘Iya udah, makan terus aja, toh dapat pahalakan’. Bukan gitu juga, kali! Tetap saja, kita harus melaksanakan kewajiban kita sebagai hamba. Yang senantiasa taat dan patuh pada perintah dan laranganNya.

Mau tahu, makan kita bisa menjadi sumber pahala? Ini dia syaratnya.

1. Membaca bismillah. Membaca bismillah sudah menjadi kebiasaan kita bukan? Karena setiap apapun yang kita kerjakan pasti diawali dengan mengucapakan bismillah terlebih dahulu.

2. Makan dengan tangan kanan. Yah, kalo pake tangan kiri, apa tidak (maaf) jijik, tuh?

3. Mengambil makanan yang dekat dengan jangkauan tangan.

4. Memulai makan dari pinggir tempat makan (Kalau di Indonesia, paling sering menggunakan piring), tidak dari tengah-tengah.

Rasulullah SAW bersabda, “Ananda, sebutlah nama Allah sebelum makan, makanlah dengan tangan kanan dan makanlah hidangan yang dekat denganmu,” (HR. Muttafaq ‘Alaih).

5. Disunnahkan makan dengan menggunakan tiga jari. Ka’ab ibn Malik RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Aku melihat Rasulullah SAW makan dengan menggunakan tiga jari. Jika selesai beliau akan mengulumnya/menjilatnya (untuk membersihkan makanan yang menempel di jari-jarinya),” (HR. Muslim).

6. Jika makanan yang akan dimakan jatuh, kotoran yang menempel dibersihkan lalu memakannya. Jangan membuangnya.
Rasulullah SAW bersabda, “Jika sebagian makananmu jatuh, maka ambilah dan buanglah bagian yang kotor dan makanlah bagian yang tidak kotor. Jangan biarkan makananmu untuk setan. Jangan mengusap tanganmu dengan sapu tangan sampai kamu mejilat jari-jarimu, karena kamu tidak tahu dibagian mana makananmu yang ada berkahnya,” (HR. Muslim).

7. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari, tentang ajuran cara duduk saat makan adalah dengan berlutut, atau menegakkan kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri.

8. Mengucapkan alhamdulillah saat selesai makan.

Abu Umamah RA meriwayatkan bahwa jika selesai makan, Nabi SAW biasanya mengucapkan, “Alhamdulilahi hamdan katsiran thayyiban mubarakan fihi, ghaira makfiyyin wa la muwadda’in la mustaghnan’anhu rabbana,” (Segala puji bagi Allah dengan pujian yang tiada terhingga, baik dan penuh berkah. Ya Tuhan kami, kami tidak mampu membalas anugerahMu, tidak mampu meninggalkannya dan tidak mampu menghindarinya),” (HR Al-Bukhari).

Sekarang, sudah tahukan! Bagaimana makan kita bisa menjadi ladang pahala. Iya, dengan cara mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan balasan yang terbaik. Wallahu a’lam bishawab.

Minum Teh Hingga Makan Gorengan, 7 Kebiasaan Tak Sehat yang Bisa Hilangkan Manfaat Puasa Ramadhan

Selain menahan lapar dan haus, puasa tentu memiliki banyak manfaat dalam kesehatan, satunya adalah meningkatkan kinerja sistem pencernaan dalam tubuh kita.

Namun, kebiasaan makan yang buruk di bulan puasa, serta kesalahan dalam memilih makanan berbuka dan sahur, malah dapat menghilangkan manfaat puasa terhadap kesehatan.

Apa saja kebiasaan makan yang harus kita hindari selama puasa?

1. Buka dan Sahur Dengan Junk Food
Mengisi perut saat bulan puasa, terutama saat sahur dan berbuka, memang diharuskan. Namun, banyak orang yang mengisinya dengan sirup tinggi fruktosa, MSG (untuk penyedap rasa), natrium berlebih, dan minyak yang dapat menyumbat jantung.

Walau sedang terburu-buru, banyak pilihan yang sehat dan halal, yang tentunya sangat baik untuk berbuka puasa. Namun, kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah buka puasa bersama di restoran junk food.

Makanan junk food, seperti keripik, mie instan, dan makanan lainnya yang kurang bernutrisi tidak boleh digunakan sebagai asupan makanan.

Kita tidak akan memiliki energi yang cukup selama puasa, karena apa yang dimakan tidak menghasilkan apapun untuk tubuh.

Sebaliknya, ketika memakan makanan yang cukup nutrisi, kita akan merasa lebih kenyang, sehingga tidak harus makan dengan porsi yang besar.

2. Berbuka Dengan Makanan Berminyak dan Mengandung Banyak Gula
Makanan yang digoreng mengandung minyak yang tinggi sehingga akan sulit dicerna oleh tubuh, terutama ketika kita memakan makanan tersebut saat pertama berbuka puasa.

Gunakan pemanis alami seperti madu atau gula dari tebu atau makanlah buah-buahan untuk pengganti makanan atau minuman manis.

Makanan atau minuman manis akan lebih cepat dicerna, dan hal itu akan membuat lebih cepat merasa lapar.

3. Mengonsumsi Terlalu Banyak Karbohidrat Saat Sahur
Karbohidrat akan berubah menjadi gula dan akan bereaksi pada tubuh setelah kita selesai makan.

Mengandalkan makanan karbohidrat olahan untuk energi, terutama saat sahur, dapat menyebabkan lonjakan insulin dan kenaikan berat badan, terutama di sekitar hulu hati.

Dr. Ravi Arora, spesialis diabetologis di RS. NMC Abu Dhabi, mengatakan puasa berkepanjangan dapat menyebabkan keasaman pada lambung.

Kondisi tersebut dapat diperburuk dengan mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat saat berbuka, sehingga akan menyebabkan ketidaknyamanan pada perut dan juga gastritis.

Mengandalkan terlalu banyak karbohidrat saat sahur juga akan menyebabkan kita menginginkan lebih banyak gula dan juga meningkatkan rasa lapar di sore hari sebelum waktunya berbuka.

Jika makan karbohidrat, akan sangat baik untuk mengimbanginya dengan makanan kaya akan protein.

Mengandalkan protein seperti ayam, ikan, udang, daging, dan keju akan membantu menjaga perbandingan otot dan lemak dalam tubuh tetap sehat pada akhir bulan Ramadan, sehingga dapat makan dengan nyaman saat Lebaran.

4. Minum Minuman Berkafein Saat Sahur dan Buka
Minum teh atau kopi saat sahur akan mengakibatkan hilangnya air (dehidrasi) dan akan cepat menimbulkan rasa lapar. Kafein yang terkandung dalam teh dan kopi dapat menyebabkan sakit kepala.

Orang yang berpuasa harus mengisi tubuhnya dengan air putih saat sahur maupun ketika berbuka untuk mengurangi dehidrasi.

Namun, terlalu banyak minum air juga tidak baik, karena akan mencairkan asam lambung, menyebabkan kembung dan mengganggu pencernaan.

5. Langsung Tidur Setelah Sahur
Langsung tidur setelah makan besar akan menyebabkan berbagai masalah pencernaan, karena tubuh harus bekerja keras mencerna makanan di saat berada dalam mode istirahat.

Bahkan sekadar berbaring di atas kasur atau sofa setelah makan saja bisa memicu gejala maag. Maag disebabkan oleh asam lambung yang berlebihan, yang kemudian naik ke dada, bahkan ke tenggorokan.

Kondisi kesehatan lain, yaitu gastroesophageal reflux disease (GERD) atau yang sering dikenal dengan sebutan gangguan asam lambung, terjadi karena katup antara perut dan kerongkongan tidak tertutup sepenuhnya.

Ini membuat asam lambung dari perut naik ke tenggorokan. Berbaring langsung setelah makan dapat membuat asam lambung semakin parah.

6. Melewatkan Sahur
Rashi Chowdhary, ahli gizi, mengatakan terlepas dari hal-hal yang harus dihindari saat puasa seperti makan gorengan, terlalu banyak gula serta kafein berlebihan, ada satu kebiasaan negatif yang akan sangat memengaruhi tubuh seperti melewatkan waktu sahur.

Bangun untuk sahur dan makan yang cukup akan memberi tubuh energi hingga tengah hari. Melewatkan sahur juga dapat menyebabkan dehidrasi, bau mulut, dan masalah pencernaan.

Makanan yang masuk saat sahur akan membantu tubuh mendapatkan nutrisi selama beberapa jam ke depan.

7. Makan Terlalu Banyak Saat Berbuka
Rumah sakit Burjeel di Abu Dhabi menampung sebanyak 50 pasien per hari pada bulan Ramadan, yang rata-rata memiliki gejala diare, muntah-muntah, nyeri perut akut, dan radang perut.

Dr. Magdi Mohamed, spesialis pengobatan darurat di RS. Burjeel menjelaskan bahwa hal tersebut disebabkan oleh makan berlebihan saat berbuka puasa, terutama yang kaya akan karbohidrat.

Ia mengatakan bahwa ketika saatnya berbuka puasa, kita harus memperlakukan perut dengan hati-hati, satunya adalah dengan mengonsumsi makanan kecil seperti kurma sebanyak 2-3 buah, beserta segelas air putih.

Mencengangkan! Miss V Bisa Makin Sehat Kalau Kita Rajin Makan Acar

Mungkin sulit dipercaya kalau acar bisa jadi makanan sehat untuk vagina. Tapi, begitulah faktanya.

Beberapa penelitian membuktikan kalau acar mengandung bakteri baik yang menyehatkan daerah kewanitaan.

Seperti dikutip dalam rd.com, segala jenis makanan fermentasi seperti acar, kimchi, miso, yogurt dan masih banyak lagi sangat baik untuk kesehatan vagina.

Hal ini sudah dibuktikan kebenarannya dalam penelitian yang dilakukan oleh Katherine Thurer, MD, seorang ginekolog integratif di the Raby Institute for Integrative Medicine di Northwestern Chicago.

Acar Mengandung Bakteri Baik
Makanan yang difermentasi ternyata mengandung banyak bakteri sehat. Bakteri sehat ini membantu mempertahankan populasi flora usus yang sehat di dalam tubuh, termasuk juga vagina.

Selain itu, makanan fermentasi juga bisa membantu menjaga keseimbangan PH level di sekitar area vagina menjadi sedikit asam.

PH vagina yang normal memang bersifat asam yaitu sekitar PH 3,8 – 4,5. Fungsinya untuk mencegah penyakit serta menghasilkan organisme untuk tumbuh normal dalam vagina.

Bonusnya lagi, makanan seperti acar dan kimchi bisa membantu menangkal bakteri jahat dan menghindarkan Miss V dari infeksi.

Luar biasa, kan, fungsinya? Jadi, kegemaran mengonsumsi acar bisa dibilang merupakan kebiasan baik yang harus sering-sering kita lakukan.

Makan Tikus Hidup Untuk Bertahan, Berikut 5 Kengerian Rezim Khmer Merah Kamboja

Pada tanggal 17 April 1975, pasukan Khmer Merah, yang dipimpin oleh Pol Pot, dengan penuh kemenangan memasuki ibu kota Kamboja, Phnom Penh.

Termotivasi oleh teori kemarahan kelas dan keinginan fanatik untuk menghapus sisa-sisa budaya perkotaan, Pol Pot melakukan genosida.

Khmer Merah bergantung pada metode penyiksaan dan eksekusi yang kejam. Dilansir dari ranker.com, berikut lima kengerian lainnya yang membikin bulu bergidik ngeri.

1. Semua Adalah Target Pembunuhan, Termasuk Warga Yang Berkacamata Dan Memakai Jam Tangan
Dalam semangat pembasmian itu, sejumlah demografi masyarakat Kamboja ditargetkan. Kelompok-kelompok tertentu , seperti etnis Cina dan Vietnam, Kristen Kamboja, dan Cham, sebuah sekte Muslim Kamboja, juga dibasmi.

Begitu juga orang-orang yang berkacamata, memakai jam tangan, dan berbicara dalam bahasa asing.

Atribut-atribut itu secara stereotip dikaitkan dengan intelektualisme dan pendidikan yang ingin dibasmi.

2. Pelarangan Radio dan Pemutaran Musik
Karena cengkraman rezim terhadap masyarakat diperketat, radio dan musik dilarang.

Organisasi apa pun yang terdiri lebih dari tiga orang, dan mereka yang dicurigai menimbun makanan atau barang berharga akan dibunuh.

Mereka yang tidak dibunuh oleh Khmer Merah dipaksa bekerja berjam-jam tanpa upah, dan diberikan sedikit makanan.

3. 500.000 Hingga 1,5 Juta Orang Meninggal Kelaparan
Hanya ada sedikit kemampuan untuk mengelola ekonomi pusat. Peternakan pun dikelola oleh orang tak berpengalaman.

Hal itu menimbulkan turunnya produksi makanan dan kelaparan segera melanda luas hingga melayangkan ratusan hingga jutaan nyawa.

4. Tahanan di Kraing Ta Chan Memakan Tikus Hidup Untuk Menghindari Kelaparan
Menurut kesaksian tahanan yang selamat, keadaan di dalam penjara mengenaskan.

Bahkan, seorang narapidana terpaksa makan tikus hidup, dan memberi potongan-potongan tubuh tikus itu untuk makan putranya. Namun keduanya akhirnya meninggal karena kekurangan gizi.

5. Agama Budha Dilarang, Para Biksu Dibunuh, Kuil-kuil Dilarang
Agama Buddha adalah agama yang paling menonjol di Kamboja ketika Pol Pot merebut kekuasaan.

Karena “komunis” radikal tidak menyukai konsep agama, Khmer Merah secara agresif berusaha menghancurkan pondasi budaya.

Dari 66.000 biksu yang ada, 25.000 di antaranya dieksekusi dan lainnya dimasukkan ke kamp kerja paksa. Setengah dari 4.000 kuil Kamboja dihancurkan, sisanya dilestarikan hanya untuk melayani tujuan lain.

Para bhikkhu dipermalukan di depan umum dan dipaksa untuk mengkonsumsi alkohol dan zat-zat lain yang dilarang oleh keyakinan mereka.

Meskipun penganiayaan resmi berakhir dengan berakhirnya Khmer Merah, agama Buddha tidak dijadikan kembali sebagai agama resmi Kamboja hingga tahun 1989.

Bolehkan Bicara Saat Makan?

SELAMA ini ada anggapan bahwa ketika makan tidak diperbolehkan bicara apalagi mengobrol. Bagaimana pandangan Islam terkait hal itu?

Fatwa Syaikh Abdul Aziiz Abdullah Bin Baz rahimahullah seperti dikutip dari binbaz.org, disebutkan bahwa tidak masalah bicara saat makan. Nabi shallallahu’alaihi wasallam juga berbicara saat makan dan memberi nasehat manusia saat makan. Beliau juga berbincang-bincang bersama sahabat ketika makan. Tidak mengapa hal ini dilakukan.

Demikian juga dengan fatwa Syaikh Shalih Al Munajjid hafidzahullah. Tidak ada dalil dari sunnah Nabawiyyah yang melarang berbicara sewaktu makan.

Adapun rumor yang beredar yang di ucapan sebagian orang bahwa tidak boleh salam dan berbicara ketika makan, sama sekali tidak memiliki landasan syariat. Bahkan sebaliknya, terdapat hadis shahih dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.:

“Suatu hari dihidangkan beberapa daging untuk Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam. Lalu ditawarkan kepada beliau kaki depan (hewan), bagian yang beliau suka. Beliaupun menggigitnya dengan satu gigitan kemudian bersabda, ‘Sesungguhnya aku adalah penghulu seluruh manusia di hari kiamat kelak. Tidakkah kalian tahu mengapa demikian?’ Kemudian beliau menyebutkan hadis yang panjang tentang syafa’at. “ (HR. Bukhari No. 3340 dan Muslim194)

Selain itu, ada hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anu:

“Bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wasallam meminta bumbu kepada istrinya. Mereka menjawab, ‘Kami tidak memiliki apa-apa kecuali cuka.’ Beliaupun memintanya kemudian beliau makan degannya sambil bersabda, ‘Sebaik-baik bumbu adalah cuka, sebaik-baik bumbu adalah cuka.” (HR. Muslim No. 2052)

Menurut An Nawawi dalam hadis ini terdapat anjuran berbicara ketika makan untuk beramah tamah dengan hadirin yang sedang makan. (Syarh Shahih Muslim, 14/7)

Ramah tamah dengan orang lain yang sedang makan, sebagaimana yang disebutkan Imam Nawawi diatas adalah suatu perkara yang umum dilakukan oleh orang Arab. Karena bagian dari kemurahan hati dan rasa hormat adalah dengan berbincang-bincang bersama mereka sambil menyantap hidangan, terlebih bila mereka adalah tamu.

Ibnul Qayyim pun mengungkapkan hal senada. Ia berkata, “Beliau shallallahu’alaihi wasallam berbicara saat makan sebagaimana hadis cuka diatas, juga disaat beliau berkata kepada anak tiri beliau Umar bin Abu Salamah yang saat itu tengah makan bersama-sama beliau, ‘Bacalah basamalah dan makanlah dari yang terdekat.” (Zadul Ma’aad, 2/366)

Hadis-hadis diatas menunjukkan bolehnya berbicara disaat makan. Dari hadis-hadis tentang masalah ini tidak ada satupun riwayat shahih yang menunjukkan adanya perintah dan larangan berbicara ketika makan (hukumnya sebatas boleh-pen).

Al hafidz Asy Syakhawi memberikan keterangan perihal ini.

“Aku tidak mengetahui satupun hadis yang melarang tidak juga memerintahkan bicara ketika makan,” ungkapnya. (Al Maqaasidul Hasana, hal. 510)

Syaikh Al Albani rahimahullah berkata, “Bicara ketika makan sama halnya bicara diluar makan. Jika peembicaraannya itu baik maka baik. Jika pembicaraannya itu jelek maka tercela.

Pembicaraan ketika makan adalah pembicaraan yang baik, untuk menghormati tamu, ramah tamah agar susana cair. Adapun pembicaraan membutuhkan konsentrasi pikiran yang tinggi hendaknya tidak dilakukan ketika makan. Sebagaimana hal ini pernah dinasehatkan Syaikh Muhammad Al Amiin Asy Syinqithi dimana beliau tidak suka diajukan pertanyaan dan permasalahan lain yang berkaitan dengan masalah ilmu saat beliau makan. Beliau berkata, “Bukan waktunya bicara tentang hal ini.”

Jadi, pada dasarnya tidak ada larangan syar’i tentang bicara saat makan. Bahkan Rasul pun pernah melakukannya. Selama pembicaraan itu baik dan tidak mengganggu acara makan, maka boleh. Namun, bila pembicaraan itu tidak baik, maka sebaiknya tidak usah dibicarakan

Jangan Biarkan Anakmu Mengkonsumsi 9 Jenis Makan Ini, Karena Jadi Menyebab Kanker Hati

Dalam sebagian tahun belakangan, banyak orang-orang yang mengidap kanker hati serta lebih lebih memilih kepada umur muda. buat anak-anak, dimana pasal kuatnya vitalitas sel mereka, sehingga cepat peningkatan sel kanker juga akan makin menaiksehabis menderita kanker hati

Banyak problematika terjadinya kanker di umur belia kebiasaannya terlambat ditemukan, serta cepatnya cepat penyakit, cumaperlu setengah tahun dari ketika mulai terjangkitnya penyakit sampai kanker hati step akhir.

Rumah sakit tersebut pernah menyelesaikan pasien kanker hati termuda yakni baru berumur 5 tahun,dan ini cukup mengedepankan jikalau problematika (penyakit) kanker mempunyai kecenderungan menusuk kepada umur yang lebih muda.

Ibu dari bocah wanita ini tak mempunyai keluarga kanker hati. Sehari-hari anaknya juga terlihat sehat, tetapi sudah menginap sepanjang setengah tahun di rumah sakit, serta sayangnya belum bisa menyembuhkannya

Dokter terhubung menyebutkan faktor-faktor yang mengakibatkan bocah wanita tersebut mengidap kanker berkaitan erat dengan habit mengonsumsi makanan yang tak bugar ini.

Rujukan oleh report jikalau sembilan jenis makanan berikut ini, tak peduli apa itu anak-anak atau orang dewasa, dihimbau sebagusnya kurangilah mulai detik ini demi kebugaran jangka panjang Anda. Hidup tak cuma buat hari ini!

1.Mie Instan
Semangkuk mie instan mengandung hingga 25 jenis aditif makanan, serta paling kerap ditemui antara lain, MSG-Monosodium Glutamat. karamel, asam sitrat, tert-Butylhydroquinone serta sebagainya.

Anak-anak yang mengonsumsi produk yang mengandung asam sitrat dalam jangka panjang, bisa mengakibatkan hypocalcemia (Penurunan ( drop ) nya kalsium darah secara tiba-tiba)

2. Ham Serta Sosis Ham
Mengandung bahan pengawet layaknya natrium nitrit, kalium sorbat yang bisa mengakibatkan terbentuknya tumor dalam hati dalam bentuk nitrosamine

3. Cookie
Mengandung bahan pengawet layaknya natrium metabisulfit, asam sitrat, serta sorbitol. Natrium metabisulfit dalam kadar yang berlebihan bisa mengakibatkan luka terhadap hati serta memicu racun dalam hati

4. Es Krim
Zat yang paling umum dipakai ialah pemanis buatan, pengental dan pigmen sintetis. adanya sebagian negara di dunia yang melarang pemakaian pigmen sintetis dalam pembuatan es krim

5. Keripik Kentang
Mengandung bahan pengawet layaknya sodium glutamat, dinatrium guanilat yang dilarang buat dikonsumsi oleh anak-anak

6. Manisan
Manisan mengandung asam sitrat, kalium sorbat, natrium benzoate dalam sistem pembuatannya. Natrium benzoate ini sendiri bisamerusak vitamin B1 yang akan menghalangi penyerapan kalsium terhadap anak-anak

7. Permen Karet
Permen karet mengandung aspartam, sorbitol, asam sitrat. Konsumsi sorbitol yang berlebihan akan mengakibatkan diare

8. Jelly
Potassium sorbate, asam sitrat serta carrageenan ialah zat yang paling umum dipakai buat bikin jelly. Konsumsi kalsium sorbat yang berlebihan akan menyebabkan alergi serta terganggunya penyerapan kalsium dalam tubuh

9. Teh Susu
Bahan pengawet dalam teh susu terdiri dari potassium sorbate atau kalium sorbat, natrium heksametafosfat serta lain-lain yang dapat mengakibatkan permasalahan metabolisme kalsium.

Jadi, sekali lagi dihimbau sebagusnya lebih berhati-hati dengan makanan-makanan ini. Pertimbangkan dulu secara teliti komposisi serta sumbernya.

Sering Makan Nasi Goreng Bersama Timun? Ternyata Peneliti Ungkap Bahayanya, Yuk Cari Tahu!

Beberapa nasi goreng kerap dihidangkan dengan irisan timur sebagai pelengkapnya.

Ternyata, mengonsumsi nasi goreng disajikan bersamaan dengan timun bisa membahayakan kesehatan.

Dilansir dari Science Daily, peneliti di University of the Basque Country mengatakan jika menggoreng nasi dengan minyak yang sudah pernah dipakai menimbulkan munculnya zat aldehida pada makanan tersebut.

Zat tersebut merupakan senyawa yang cukup beracun. Bisa ditemukan pada minyak yang sudah pernah dipakai atau minyak berkualitas rendah.

Jika seseorang mengonsumsi makanan yang dimasak dengan minyak seperti ini dan mengonsumsi timun setelahnya, akan terjadi proses kimiawi yang menyebabkan radang pada tenggorokan.

Radang tersebut muncul karena getah timun yang memiliki senyawa kimia akan bercampur dengan senyawa aldehid. Jadinya tenggorokan menjadi tercemar dan tidak sehat.

Lebih parahnya, zat aldehid merupakan pemicu munculnya penyakit neurodegenerative dan beberapa jenis kanker dan penyakit lain yang berhubungan dengan saraf.

Tak hanya nasi goreng, mengonsumsi timun dengan makanan lain yang digorengan dengaN minyak mengandung zat aldehida risikonya sama.

Tapi Anda tak perlu khawatir dengan hal tersebut.

Anda bisa mengakalinya dengan cara sehat.

Pastikan nasi goreng atau gorengan lain digoreng dengan minyak sehat dan higienis.

Hindari pemakaian minyak bekas, minyak dari biji bunga matahari, dan juga minyak goreng curah yang kandungan lemak jenuhnya tinggi.

Pakailah minyak goreng murni, gunakan minyak goreng baru setiap kali memasak, akan lebih baik menggunakan minyak goreng dari kelapa, bukan sawit.

Ini Rahasianya Kenapa Kita Dianjurkan Untuk Membaca Doa Sebelum Makan

Dalam perjalanan mencari ilmu, Tuan Guru Habib Lutfi bin Yahya bertemu Kiyai Tua. Habib yang masih muda waktu itu kehairanan menyaksikan akhlak Kiyai. Waktu ada butiran nasi yang terjatuh lalu dipungut dan dikembalikan ke pinggan untuk dimakan kembali.

“Kenapa harus dikutip? Kan hanya nasi sebutir,” tanya Habib muda menduga.

“Jangan sekadar lihat ianya sebutir nasi. Adakah kamu boleh mencipta sebutir ni seorang diri sehingga jadi nasi?”

Habib muda terdiam. Kiyai Tua melanjutkan bicara.

“Ketahuilah. Waktu kita makan nasi, Allah dah menyatukan peranan ramai manusia. Nasi Bin Beras Bin Padi. Mula dari mencangkul, menggaru, buat bendang, menanam benih, memupuk, menjaga huma sampai membanting padi ada jasa banyak orang.

Kemudian dari tanaman padi jadi beras dan jadi nasi. Terlalu ramai hamba Allah terlibat sampai jadi nasi.”

“Jadi kalau ada sebutir nasi sekalipun jatuh, ambillah. Jangan sebab masih banyak dalam pinggan, kita biarkan yang sebutir. Itu salah satu bentuk takabur, dan Allah tak suka manusia yang takabur. Kalau tak kotor dan tak bawa mudarat pada kesihatan kita, ambil dan satukan dengan nasi lainnya, sebagai tanda syukur kita”.

Habib muda mengangguk.

“Sebab itulah sebelum makan, kita diajarkan doa: Allahumma bariklana (Ya Allah berkatilah kami). Bukan Allahumma barikli (Ya Allah berkatilah aku), walaupun waktu tu kita makan sendirian.

“Lana” itu maknanya untuk semuanya:

Mulai petani, pedagang, pengangkut, pemasak sampai penyaji semuanya termaktub dalam doa tu. Jadi doa tu merupakan ucapan syukur kita serta mendoakan semua orang yang ada peranan dalam kehadiran nasi yang kita makan.”

“Dan kenapa dalam doa makan ada ayat: Waqina ‘adzaban nar (Jagalah kami dari azab neraka). Apa hubungan, makan dengan neraka pula?”

“Saya tak tahu,” jawab Habib muda.

“Begini. Kita makan ini hanya wasilah. Yang bagi kita ‘rasa kenyang’ adalah Allah. Kalau kita makan dan anggap yang bagi kenyang adalah makanan yang kita makan, maka takut itu akan menjatuhkan kita dalam kemusyrikan. Syirik! Dosa terbesar!”

“Astaghfirullahal‘adhim…” Habib muda, tak menyangka langsung makna doa makan sedalam itu.