Polda Babel Komit Berantas Miras dan Narkoba

Miras menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan yang terjadi.

Untuk itulah Polda Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen membaratas peredaran miras diwilayah hukmnnya.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Brigjen Pol Syaiful Zachri Rabu (16/5/2018) usai pemusnahan barang bukti miras dihalaman belakang Polda Kepulauan Bangka Belitung.

“Dalam sejumlah kasus tindak pidana yang ditangani oleh jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung berawal dari para pelaku mengkonsumsi minuman keras dan kita berkomitmen memberantas peredaran miras seperti pemberantasan narkoba dan obat berbahaya,” kata Brigjen Pol Syaiful Zachri.

Pemusnahan barang bukti miras yang dilakukan dihadiri oleh Wagub Abdul Fattah dan unsur Muspida lainnya.

BB yang dimusnahkan antara lain 3,5 drum arak, 67 jerigen arak, 574 botol miras berbagai merk, 904 kaleng miras berbagai merk, 108 miras bungkus plastik, bahan baku setengah jadi 10 ember, 19 ember arak dan 1 guci arak.

Merupakan hasil pengungkapan 28 kasus dengan tersangka 28 orang laki laki dan 4 perempuan.

Pesta Miras untuk Rayakan Kelulusan, Empat Pelajar di Bojonegoro Diamankan Polisi

BOJONEGORO – Petugas kepolisian Polres Bojonegoro mengamankan empat orang pelajar saat pesta miras di sebuah warung di Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kamis (3/5/2018) sore.

Empat pelajar itu masing-masing bernisial WM, pelajar Kecamatan Sugihwaras ; ANS, pelajar asal Kecamatan Balen ; MFH, pelajar asal Kecamatan Sugihwaras ; dan FS, pelajar asal Kecamatan Balen.

Kasat Sabhara Polres Bojonegoro AKP Syabain Rahmat mengatakan, pelajar menggelar pesta minuman keras saat merayakan kelulusan.

Sementara, komitmen Polres sudah jelas akan menindak tegas segala bentuk peredaran miras.

“Empat pelajar kita amankan, karena minum-minuman keras tuak” ujar Kasat Sabhara.

Perwira berpangkat tiga balok di pundak itu menjelaskan, dari pengamanan lokasi warung tersebut, petugas menemukan puluhan liter miras tuak.

Selain empat pelajar, petugas juga mengamankan sembilan orang warga lainnya yang ikut minum tuak.

“13 orang kita amankan, empat masih pelajar. Akan dikenakan tipiring karena melanggar Perda, Senin depan sidangkan,” pungkasnya.

Ini Ancaman Wakapolri terhadap Para Kapolda dan Kapolres yang Tak Tegas Tangani Miras Oplosan

JAKARTA— Terkait maraknya miras oplosan yang beredar di masyarakat dan telah menimbulkan ratusan korban jiwa, ditanggapi oleh Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.

Komjen Pol Syafruddin mengimbau kepada Kapolda Metro Jaya dan para kapolres jika memasuki bulan ramadhan tak tegas merazia minuman keras (miras) pabrikan maupun oplosan, maka para pejabat tersebut akan dicopot dari jabatannya.

“Jika 1 hari memasuki bulan suci Ramadan 1439 H/2018 masih ditemukan peredaran miras (pabrikan maupun oplosan), maka pejabat tersebut akan dicopot dari jabatannya karena tidak mengindahkan perintah pimpinan Polri yang sudah disampaikan sebelumnya,” kata Wakapolri, pada Jumat (13/4/2018) kemarin.

Polri juga akan menjerat para pembuat, distributor, dan pengedar miras oplosan dengan pasal paling berat dalam KHUP.

“Juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) jika ditemukan adanya aliran dana hasil penjualan miras dari para pelaku tersebut,” ujarnya.

Syafruddin mengatakan, persoalan miras harus ditangani secara komprehensif. Bukan hanya Polri yang menangani, tapi semua kementerian dan lembaga harus turun tangan menanganinya. Persoalan sistem, regulasi, dan perizinan juga harus dibenahi serta dibuat satgas bersama

Sebelumnya, Puluhan orang telah tewas akibat mengonsumsi minuman keras (miras) oplosan di wilayah hukum Polda Metro Jaya dan Polda Jawa Barat, awal bulan ini. Berdasarkan keterangan Syafruddin, korban tewas wilayah hukum Polda Metro Jaya mencapai 31 orang, sementara di Jawa Barat 51 orang.

Tepati Janji Kampanye, Anies-Sandi Segera akan Hapus Pendapatan Pemprov DKI Jakarta dari Bisnis BIR

Calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menegaskan akan tetap menghapus pendapatan Pemprov DKI Jakarta yang berasal dari saham BIR. Sandiaga berkomitment akan menjual semua saham Bir milik Pemprov DKI Jakarta, karena perusahaan bir tidak bermanfaat bagi warga Jakarta.

“Saya dari pertama kali komitmen (saham bir) dijual. Itu karena nggak nyambung banget dengan visi membahagiakan warganya,” ujar Sandi di Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dilansir dari detik, Sabtu (22/4/2017).

Perusahaan bir menurut Sandi bukan merupakan investasi hajat hidup warga kebanyakan. Ia menegaskan hal tersebut tidak akan terlalu berpengaruh pada pendapatan daerah.

“Program Pemprov itu kan untuk membahagiakan warganya . Kita yang penting kan harus memberikan pelayanan kepada semua masyarakat. Bir kan bukan hajat hidup orang banyak. Saya kan yang paham investasi,” jelas Sandi.

Dalam kampanye Anies-Sandi, Anies Rasyid Baswedan berjanji akan menjual saham Pemprov DKI Jakarta di perusahaan bir jika terpilih menjadi gubernur. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi rencana tersebut.

“Banyak faktor, pertama karena memang konsumsi warga Jakarta terhadap bir juga rendah,” Papar Anies Baswedan di Pesing Garden, RT 01 RW 08 Kelurahan Kedoya Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (24/1/2017).

Alasan lain dari rencana tersebut adalah karena hendak menjaga anak-anak dari konsumsi minuman keras seperti bir. Banyak orang tua, dikatakan Anies, tidak ingin anaknya mengkonsumsi bir.

Seperti diketahui, Pemprov DKI memiliki 23 persen saham di PT Delta Djakarta. Perusahaan itu merupakan produsen dari sejumlah merek bir ternama, di antaranya adalah Anker, Carlsberg, dan San Miguel.

Sumber : islamedia

Miris, Mabuk Air Rebusan Pembalut Wanita Jadi Tren Baru Di Karawang…

Dunia permabukan di Kabupaten Karawang ada tren baru. Jika dulu menenggak obat batuk cair berlebihan, menghisap lem, hingga mencampur ciu dengan deterjen plus minuman berenergi, menjadi hal yang wow di kalangan pemabuk miskin. Kini ada yang luar biasa.

Yaitu menenggak air rebusan pembalut wanita. Perilaku tidak wajar itu sudah biasa dilakukan oleh ABG di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari.

Seorang siswa SMP di Lemahabang yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, mabuk air rebusan pembalut wanita sengat ngetren. Bisa langsung berhalusinasi tidak lama setelah menenggak air rebusan tersebut.

”Minum rebusan pembalut lagi ngetren di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari,” katanya kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Group), Rabu (14/02/2018).

Ia melanjutkan, cara lainnya yaitu rebusan pembalut wanita, dicampur obat kuat dan obat batuk. Hasilnya lebih memabukan dibanding obat lainnya. ”Gak tahu anak-anak tahu darimana,” ujarnya.

Sekretaris Desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang Mahmud mengatakan, ada dua tempat yang selalu jadi sarang sampah sachet obat batuk cair dan pembalut wanita.

Selain di pintu air Peundeuy, juga di depan gerbang masuk Desa Pulokalapa, tepatnya di rumah kosong Dusun Srijaya RT 01/04. Dirinya sering mendapati sampah obat batuk setelah malam mingguan di dua lokasi itu. Bahkan diakui Mahmud, sesekali didapati beberapa pembalut wanita.

Ia semula berpikir, bahwa pembalut itu bekas mesum sepasang anak muda yang nakal. Tapi baru-baru ini dia tahu, bahwa pembalut itu ternyata jadi media lain untuk mabuk.

”Saya bingung, anak muda zaman sekarang ini dapat informasi dari mana bahwa pembalut wanita bisa dijadikan media mabuk,” ujarnya.

Kasie Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Eka Mutia mengatakan, pihaknya sering dipanggil pengadilan untuk menjadi saksi ahli kaitan penyalahgunaan obat, seperti obat batuk cair, tramadol, dextro, obat kuat dan excimer yang sering disalahgunakan anak-anak untuk mabuk dan berhalusinasi.

”Saya juga dengar pembalut wanita mulai disasar untuk disalahgunakan. Saya juga tahu bahwa pembalutnya direbus dengan air panas, sementara air hasil rebusan campuran pembalut itu langsung diminum,” ujarnya.

Menurutnya perilaku menyimpang itu bisa menyebabkan kematian. Karena pembalut wanita mengandung klorin untuk memutihkan warna pembalutnya, sekaligus juga media pembunuh bakteri atau kuman di organ kewanitaan.

”Pembalut itu kan terbuat dari kapas dan rayon, jadi pake klorin untuk memutihkan sehingga bisa mencegah bakteri,” katanya.

Namun dia belum tahu seberapa parah dampak terhadap kesehatan jika meminum air rebusan tersebut. Sebab, klorin di pembalut ini merupakan racun, jadi tidak sepatutnya dimakan, diminum atau dikonsumsi dengan campuran apapun.

”Saya belum jauh mendalami efek samping, tempo reaksi dan kadarnya karena masih dalam penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Kasie Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Mohammad Alwi mengatakan, pembalut bukan makanan atau minuman, zat yang terkandung di dalamnya adalah klorin yang fungsinya untuk sterilisasi dan pemutihan.

”Kita masih cari ini kaitan pembalut kandungannya apa saja,” katanya.