Polda Babel Komit Berantas Miras dan Narkoba

Miras menjadi salah satu faktor pemicu kejahatan yang terjadi.

Untuk itulah Polda Kepulauan Bangka Belitung berkomitmen membaratas peredaran miras diwilayah hukmnnya.

Hal ini disampaikan oleh Kapolda Brigjen Pol Syaiful Zachri Rabu (16/5/2018) usai pemusnahan barang bukti miras dihalaman belakang Polda Kepulauan Bangka Belitung.

“Dalam sejumlah kasus tindak pidana yang ditangani oleh jajaran Polda Kepulauan Bangka Belitung berawal dari para pelaku mengkonsumsi minuman keras dan kita berkomitmen memberantas peredaran miras seperti pemberantasan narkoba dan obat berbahaya,” kata Brigjen Pol Syaiful Zachri.

Pemusnahan barang bukti miras yang dilakukan dihadiri oleh Wagub Abdul Fattah dan unsur Muspida lainnya.

BB yang dimusnahkan antara lain 3,5 drum arak, 67 jerigen arak, 574 botol miras berbagai merk, 904 kaleng miras berbagai merk, 108 miras bungkus plastik, bahan baku setengah jadi 10 ember, 19 ember arak dan 1 guci arak.

Merupakan hasil pengungkapan 28 kasus dengan tersangka 28 orang laki laki dan 4 perempuan.

Jennifer Dunn Terancam Hukuman 20 Tahun Penjara, Begini Sikap Kuasa Hukum

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwakan selebritas Jennifer Dunn, dengan tiga pasal berlapis yang berdasarkan pada UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Tiga pasal tersebut adalah pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 jo Pasal 132 ayat 1, dan pasal 127 ayat 1 a, dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara.

Kuasa hukum Jennifer Dunn, Pieter Ell tidak mau membantah dan juga membenarkan, dikarenakan ia masih menantikan fakta persidangan selanjutnya.

“Ya kan nanti kita lihat dalam fakta persidangan. Jadi terlalu awal untuk kita lihat. Jaksa kan mendakwa seperti itu kemudian akan dibuktikan di persidangan,” kata Pieter Ell ketika ditemui usai persidangan Jennifer Dunn, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (5/4/2018).

Pieter mengatakan, pihaknya akan menghadikan saksi-saksi yang akan meringankan, dalam agenda sidang selanjutnya didalam persidangan.

“Kita juga akan menghadirkan saksi jadi supaya berimbang. Nanti kita lihat persidangan selanjutnya,” ucapnya.

Selain itu, Pieter mengungkapkan bahwa pihak Jennifer Dunn akan membuat pembelaan tertulis, usai agenda bukti dan saksi berjalan didalam persidangan.

“Ya kan kita buat pembelaan tertulis. Karena dulu pernah kita sudah berkonsultasi ke Badan Narkotika Nasional (BNN),” ujar Pieter Ell

Sumber : tribunnews

Serius!? Satu Gram Sabu di China Rp20 Ribu, Sampai Jakarta Jadi Segini…

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut ada perbedaan harga sabu yang besar antara Indonesia dengan China dan Iran. Hal ini membuat Indonesia jadi pasar yang terus diserbu jaringan narkotika internasional.

Kepala BNN Heru Winarko menyebut Indonesia menjadi target sindikat narkotika karena harga jual narkoba sangat tinggi.

“Harga narkoba di Indonesia luar biasa. Di China satu gram dijual seharga Rp20 ribu, di Iran Rp50 ribu. Sementara di Indonesia satu gram Rp1,5 juta. Dengan cara apapun mereka mau masukkan ke Indonesia,” kata dia, pada diskusi Forum Merdeka Barat 9, di gedung Kementerian Komunikasi dan Informasi, Jakarta, Selasa (20/3).

Dengan kata lain, harga satu gram sabu di Indonesia 75 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan harga satu gram sabu di China.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi menyebut Indonesia semakin diminati jaringan pengedar narkoba karena kebijakan negara tetangga menyulitkan para bandar merangsek.

Contohnya, penindakan keras terhadap bandar narkotika oleh Presiden Duterte di Filipina.

“Tentu mereka [sindikat narkotika] akan mengalihkan pasar ke negara kita,” imbuhnya.

Heru Winarko mengatakan BNN menaikkan target penangkapan terhadap sindikat narkotika tahun ini. Pada 2017, BNN telah meringkus 24 sindikat narkoba dari dalam dan luar negeri. Pada 2018, mereka menaikkan target menjadi 26 sindikat.

Heru mengaku tidak bisa memprediksi jumlah sindikat narkotika yang beroperasi di Indonesia. Sebab, penangkapan terhadap anggota sindikat belum tentu membuat sindikat itu bubar.

“Bisa terjadi penambahan, yang tadinya satu begitu ditangkap bisa pecah jadi empat atau lima,” tambah mantan Deputi Penyidikan KPK tersebut.

Operasi penangkapan pun dilakukan BNN di Aceh. Kali ini, petugas membongkar kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 30 kilogram (kg) dari empat orang tersangka di Sumatera Utara.

Kepala Bagian Humas BNN Komisaris Besar Sulistiandriatmoko menjelasakan sabu itu didapat dari dua penangkapan di lokasi terpisah.

Pertama, penangkapan terhadap tersangka Khalidi dan Bahtiar, di Jalan Semayang, Binjai, Sumatera Utara, kemarin, Senin (19/3). Dari lokasi ini aparat menyita 20 kg sabu yang dikemas dalam dua karung.

“Narkoba berasal dari Malaysia dan diselundupkan melalui Aceh, selanjutnya dibawa dengan tujuan Medan, Sumut,” kata Sulis dalam keterangan tertulisnya, Selasa (20/3).

Kedua, lanjutnya, penangkapan terhadap Iwan dan Ambri alias Kumay, Selasa (20/3) pukul 08.00 WIB, di Simpang Marindal, Medan, Sumut. Dari penangkapan ini, petugas menyita 10 kg sabu yang disimpan dalam tas.

Menurut Sulis, salah satu tersangka yakni Kumay terpaksi ditembak petugas lantaran melakukan perlawanan saat ditangkap. Kumay mengalami luka di badan dan dibawa ke rumah sakit.

“Pada saat dilakukan penangkapan yang bersangkutan melawan petugas dan berupaya melarikan diri,” aku dia.

Sulis menyebut Kumay merupakan bandar narkoba yang berkali-kali berhasil menyelundupkan barang haram. Kumay juga telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) BNN.

“Saat ini masih dalam pengembangan jaringannya,” tutup Sulis.

Sumber : CNNINDONESIA

Bawa Kabur Tahanan Narkoba, Polisi di Banjarmasin Ini Diburu…

Seorang polisi membawa kabur tahanan kasus penyalahgunaan narkoba. Kini polisi ini diburu.

Polisi berinisial Bripka SP itu membawa kabur seorang tahanan narkoba Polsek Banjarmasin Tengah atas nama Ilham Sari. Informasi ini viral lewat jejaring grup Facebook regional Kalimantan.

“Iya betul. Dia melakukannya lewat tipu daya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan AKBP M Rifai kepada detikcom, Kamis (8/3/2018).

Peristiwa ini terjadi pada Rabu (7/3). Awalnya personel Polsek Banjarmasin Tengah ini membawa keluar Ilham Sari dan berkata kepada petugas penjaga tahanan bahwa Ilham Sari akan dipindahkan ke sel tahanan kejaksaan karena sudah memasuki tahap kedua alias berkasnya lengkap (P-21).

“Dia beralasan tahanan ini mau diserahkan ke kejaksaan karena sudah tahap kedua,” kata Rifai.

“Namun belakangan diketahui, itu cuma tipuan Bripka SP. Karena Kanit Reskrim memastikan berkas tahanan itu belum P-21. Wah, ini dibawa lari!” ujarnya.

Maka dikeluarkanlah Ilham Sari oleh Bripka SP. Selanjutnya mereka meninggalkan Markas Polsek menggunakan kendaraan Toyota Avanza bernomor polisi DA-1609-TAJ warna merah metalik.

“Maka kita membentuk tim khusus untuk menangkap yang bersangkutan (Bripka SP),” kata Rifai.

Informasi dari Kepala Unit Pendidikan dan Rekayasa Polres Banjarbaru Iptu Tajudin Noor, Bripka SP juga memalsukan tanda tangan jaksa dan cap stempel kejaksaan agar seolah-oleh Ilham Sari memang benar-benar sudah P-21.

Dijelaskannya, mobil yang mereka kendarai itu ada goresan di samping kiri dan kanan serta depan dan belakang. Lampu mobil itu agak redup.

Miris, Mabuk Air Rebusan Pembalut Wanita Jadi Tren Baru Di Karawang…

Dunia permabukan di Kabupaten Karawang ada tren baru. Jika dulu menenggak obat batuk cair berlebihan, menghisap lem, hingga mencampur ciu dengan deterjen plus minuman berenergi, menjadi hal yang wow di kalangan pemabuk miskin. Kini ada yang luar biasa.

Yaitu menenggak air rebusan pembalut wanita. Perilaku tidak wajar itu sudah biasa dilakukan oleh ABG di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari.

Seorang siswa SMP di Lemahabang yang meminta namanya dirahasiakan mengatakan, mabuk air rebusan pembalut wanita sengat ngetren. Bisa langsung berhalusinasi tidak lama setelah menenggak air rebusan tersebut.

”Minum rebusan pembalut lagi ngetren di Lemahabang, Tempuran, dan Telagasari,” katanya kepada Radar Karawang (Pojoksatu.id Group), Rabu (14/02/2018).

Ia melanjutkan, cara lainnya yaitu rebusan pembalut wanita, dicampur obat kuat dan obat batuk. Hasilnya lebih memabukan dibanding obat lainnya. ”Gak tahu anak-anak tahu darimana,” ujarnya.

Sekretaris Desa Pulojaya Kecamatan Lemahabang Mahmud mengatakan, ada dua tempat yang selalu jadi sarang sampah sachet obat batuk cair dan pembalut wanita.

Selain di pintu air Peundeuy, juga di depan gerbang masuk Desa Pulokalapa, tepatnya di rumah kosong Dusun Srijaya RT 01/04. Dirinya sering mendapati sampah obat batuk setelah malam mingguan di dua lokasi itu. Bahkan diakui Mahmud, sesekali didapati beberapa pembalut wanita.

Ia semula berpikir, bahwa pembalut itu bekas mesum sepasang anak muda yang nakal. Tapi baru-baru ini dia tahu, bahwa pembalut itu ternyata jadi media lain untuk mabuk.

”Saya bingung, anak muda zaman sekarang ini dapat informasi dari mana bahwa pembalut wanita bisa dijadikan media mabuk,” ujarnya.

Kasie Kefarmasian Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang Eka Mutia mengatakan, pihaknya sering dipanggil pengadilan untuk menjadi saksi ahli kaitan penyalahgunaan obat, seperti obat batuk cair, tramadol, dextro, obat kuat dan excimer yang sering disalahgunakan anak-anak untuk mabuk dan berhalusinasi.

”Saya juga dengar pembalut wanita mulai disasar untuk disalahgunakan. Saya juga tahu bahwa pembalutnya direbus dengan air panas, sementara air hasil rebusan campuran pembalut itu langsung diminum,” ujarnya.

Menurutnya perilaku menyimpang itu bisa menyebabkan kematian. Karena pembalut wanita mengandung klorin untuk memutihkan warna pembalutnya, sekaligus juga media pembunuh bakteri atau kuman di organ kewanitaan.

”Pembalut itu kan terbuat dari kapas dan rayon, jadi pake klorin untuk memutihkan sehingga bisa mencegah bakteri,” katanya.

Namun dia belum tahu seberapa parah dampak terhadap kesehatan jika meminum air rebusan tersebut. Sebab, klorin di pembalut ini merupakan racun, jadi tidak sepatutnya dimakan, diminum atau dikonsumsi dengan campuran apapun.

”Saya belum jauh mendalami efek samping, tempo reaksi dan kadarnya karena masih dalam penelitian lebih lanjut,” ujarnya.

Kasie Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Mohammad Alwi mengatakan, pembalut bukan makanan atau minuman, zat yang terkandung di dalamnya adalah klorin yang fungsinya untuk sterilisasi dan pemutihan.

”Kita masih cari ini kaitan pembalut kandungannya apa saja,” katanya.