Ternyata Ponsel Dikatakan Ampuh Mengusir Roh Jahat, Simak Penjelasannya!

Terdapat kursus pengusiran roh jahat di Roma, Italia mengenakan media ponsel.

“Ada pastor yang melakukan eksorsime (pengusiran roh jahat) melalui ponsel. Hal itu berhasil, terima kasih Tuhan”, jelas Kardinal Ernest Simoni saat menyampaikan materi pada hari pertama.

Kardinal Ernest Simoni, mengaku telah melakukan praktik eksorsisme selama bertahun-tahun.

“Mereka meneleponku dan kami berbicara, begitu cara kerjanya”, imbuhnya seperti KompasTekno rangkum dari Gizmodo UK, Sabtu (21/4/2018).

Simoni melanjutkan, ia membacakan doa untuk pengusiran roh jahat melalui telepon dalam bahasa Latin.

Baca: Tak Puas Makan di Resto Ini? Jangan Khawatir, Kecewamu di Garansi!

Profesor Giuseppe Ferrari, yang turut menjadi penyelenggra kursus yang berlangsung di Universitas Pontificial Regina Apostolorum, Roma tersebut, menyoroti bagaimana eksorsisme via telepon bisa mengendalikan fisik (orang yang kerasukan) .

” Pastor berdoa melalui sambungan telepon untuk menenangkan mereka, tapi jika Anda tidak berada di sana, Anda tidak bisa mengendalikan fisik orang yang kerasukan”, ujar Ferrari.

Namun, beberapa praktik eksorsisme via telepon disebut cukup efektif.

Saat ritual eksorsisme dilakukan, orang-orang yang kerasukan roh jahat memiliiki kekuatan yang tak sewajarnya dimiliki manusia dan memuntahkan kuku-kuku serta pecahan beling.

Baca: Sajikan Ais Kepal Milo dengan Kreasi Mu Sendiri Intip 4 Bahan Dasarnya

Pengusiran roh jahat via telepon ini mulai digunakan karena Vatikan menilai, permintaan eksorsisme sedang meningkat sejak tahun 2017.

Paus Fransiskus pun mengimbau para imam untuk tidak ragu menyarankan umat untuk mengusir roh jahat yang mengnganggu mereka.

Suaminya Sibuk Main WhatsApp Terus, Wanita Ini Gugat Cerai Suami ke Pengadilan, Pak Hakim Melongo

Punya smartphone bisa lupa segalanya. Ini dialami Latif, 40, warga Balikpapan (Kaltim). Ketika asyik main WA dengan WIL-nya, dia bisa melupakan istri di sampingnya, meski satu ranjang. Ny. Ida, 37, sebagai istrinya merasa tak dipedulikan lagi, sehingga memilih gugat cerai di Pengadilan Agama.

Demam HP smartphone kini sudah merajai keluarga-keluarga muda. Ke mana dan di manapun berada, tak pernah lepas dari HP smartphone-nya. Saking sibuk dan asyiknya main WA-nan, jadi lupa pada keluarga, meski itu istri sendiri yang tergolek di ranjang menunggu serbuan dan kehangatan.

Latif warga Balikpapan, ternyata juga seperti itu. Gara-gara suka main WA dengan grupnya, lama-lama dia bisa nyangkut dengan bekas pacarnya dulu saat di SMA.

Cerita pacar lama, adalah cerita tentang kisah-kisah indah di masa muda, tapi yang baru setengah jalan. Ibarat partai, sudah ada koalisi tapi tak pernah eksekusi.

Mantan doi itu ternyata masih nampak cantik dan kinyis-kinyis. Dia juga sudah punya pasangan seperti dirinya. Tapi kata setan yang menyemangati, program CLBK digelar lagi juga tak masalah. Jika itu berdosa dan nanti masuk neraka, setan pun akan bilang. “Tenang saja, di sana ada gue. Kita sama-sama dalam dingin dan panas.”

Begitulah, dari kontak-kontakan lewat HP canggih, Latif dan Yayuk pun kemudian bertemu dan saling bertatap muka. Cinta lama bersemi kembali, telah terjadi.

Karena kisah cintanya dulu sebatas sampai koalisi, maka kini eksekusinya akan dilanjutkan. Keduanya pun pergi ke hotel, menuntaskan gairah asmara yang sekian puluh tahun tertunda.

Tapi meski koalisi dan eksekusi sudah dijalani, Latif-Yayuk terus sibuk nge-WA di sembarang waktu. Bahkan ketika tidur bersama istri, Latif terus asyik main HP canggih.

Sebetulnya Ida selaku istri cemburu juga, kenapa istri yang tergolek di sampingnya menunggu “serangan umum” justru tak dipedulikan?

Paling menyakitkan ketika tiba-tiba Latif pilih tidur di lain tempat. Hati Ida makin terbakar, pasti itu akan ada pernjanjian-perjanjian rahasia. Sebab lama-lama dia tahu bahwa yang suka nge-WA malam-malam itu tak lain bekas kekasihnya lama.

Karena Latif susah dibilangin, ketimbang stress mikir suami gila HP canggih, Ida pun menggugat cerai ke Pengadilan Agama Balikpapan.

Hakim pun terbengong-bengong, masak hanya dikalahkan sama gadget saja minta cerai? Bakal makin banyak janda baru nantinya dong. Padahal kata almarhum KH Zainudin MZ, banyak janda yang perlu disantuni.

Sumber: jadzab.com

Jangan Pernah Menyimpan Foto Privasi Di HP Meski Bisa Dihapus, Fakta Ini Akan Bikin Kamu Menyesal

Kalau kamu pernah menyimpan data atau foto lalu menghapusnya, itu tidaklah menjamin keprivasian data yang telah terhapus, ternyata dengan menghapus saja masih dapat dikembalikan kalau HP kamu hilang atau dijual, maka bisa tersebar.

Anda pernah mengambil atau menyimpan foto paling pribadi Anda di ponsel? Jika iya, hancurkan ponsel tersebut saat Anda sudah tidak lagi menggunakan ponsel tersebut Itulah satu-satunya cara hapus data secara permanen di ponsel Android. Apakah tidak ada cara lain?

Menurut Avast yang merekomendasikan cara tersebut, memang itulah satu-satunya cara hilangkan berbagai data yang tersimpan di ponsel, terutama yang berbasis Android. Perusahaan keamanan asal Ceko ini berhasil mengembalikan beragam data dari ponsel Android yang sudah dihapus oleh pemiliknya.

Selain foto, e-mail, SMS, dan data pencarian di Google juga dapat dikembalikan. Avast secara acak membeli 20 ponsel Android bekas di eBay. Melalui perangkat lunak yang banyak tersedia di internet, Avast berhasil mengembalikan 750 e-mail, 250 kontak, serta 40.000 foto yang 750 di antaranya berupa foto wanita berpakaian minim dan 250 foto selfie telánjang yang memperlihatkan alat kelámin.

Para pakar keamaman memperingatkan, satu-satunya cara menghapus data secara permanen di ponsel Android adalah dengan menghancurkan ponsel tersebut. Saat dimintai komentar mengenai temuan tersebut, Google selaku pembuat sistem operasi Android menyatakan bahwa penelitian tersebut bukan merupakan cerminan dari sistem kemanan di ponsel Android saat ini.

Menurut Google, factory reset atau mengembalikan ponsel ke pengaturan asli merupakan cara menghapus data secara permanen di ponsel Android. Semoga menambah pengetahuan kita semua, bijaklah memakai gadget.

Sumber : wajibbaca.com

Ayah Bunda! Inilah 6 Musuh Terbesar Orang Tua Dalam Mendidik Anak-Anak…

Apa sebenarnya musuh terbesar orang tua dalam mendidik anak? Apakah itu internet, televisi atau lingkungan pergaulan? Ternyata musuh terbesar justru ada pada diri orangtua sendiri yaitu sifat malas. Kalau ingin mencetak generasi yang tidak ‘Pemalas’, orang tuanya HARUS bias menjadi teladan dengan tidak ‘Malas’ terlebih dulu. Berikut adalah rasa malas yang biasanya dirasakan setiap orang tua.

1. Malas mematikan Hp untuk menghabiskan waktu bersama anak

Gadget merupakan salah satu media komunikasi yang digunakan oleh masyarakat untuk SMS, telepon, mencari berbagai informasi, dan bahkan bermain game. Faktanya, tidak hanya anak-anak dan remaja saja yang terpengaruh dengan gadget, orangtua pun sudah semakin banyak yang terpengaruh oleh gadget. Akibatnya mereka terlalu sibuk dengan dunianya sendiri. Karena sudah terpengaruh dengan Gadget, orangtua mulai malas mematikan handphone untuk meluangkan waktu bersama anak termasuk bermain bersamanya. Padahal anda sendiri selalu berharap agar anak-anak lebih dekat dengan anda dibandingkan dengan orang lain atau teman. Setidaknya 1 atau 2 jam matikan handphone untuk bermain dengan anak anda. Jangan sampai si anak merasa tidak diperhatikan hanya karena anda terlalu sibuk bermain handphone.

2. Malas mendengarkan tangisan anak

Kewajiban anak terhadap orangtua adalah patuh pada orangtuanya bukan? Setiap orangtua pasti berharap agar si anak selalu patuh dan mempercayakan semuanya pada anda sebagai orangtua. Tapi pada kenyataannya, ketika anak anda menangis karena dilarang, anda malas mendengarkan tangisannya. Melainkan terus memarahi dan memaki mereka. Sudah semestinya pada saat anak menangis karena tidak bisa dilarang, dengarkan tangisannya sembari menanyakan apa yang si anak inginkan. Lalu, berikan pengertian berupa nasehat yang bijak tapi tetap tegas.

3. Malas mendengarkan isi hati anak

Orangtua zaman sekarang ketika anak mengharapkan sesuatu yang menjadi hak kebebasannya selalu dihalangi dengan menceramahinya terus. Memang, orangtua memiliki sifat malas mendengarkan isi hati anak. Orangtua lebih senang menjadi penceramah ketimbang menjadi pendengar yang baik. Mendengarkan isi hati anak salah satu kewajiban orangtua dalam mendidik anak dengan baik. Orangtua yang malas mendengarkan isi hati anak akan menumbuhkan sifat keras kepala sampai anak dewasa nanti. Sesekali boleh menjadi penceramah, sesekali harus menjadi pendengar yang baik.

4. Malas memberikan pengaruh pada anak

Memberikan pengaruh pada anak harus yang baik ya parents! Karena orangtua adalah teladan anak. Semua yang diajarkan orangtua pasti ditiru oleh anak-anaknya. Tanpa sadar banyak orangtua yang malas memberikan pengaruh pada anak dengan menjadi teladan bagi keluarga dan anak serta mengajak mereka ngobrol. Komunikasi orangtua dengan anak, begitu sebaliknya sangatlah dibutuhkan di dalam lingkungan keluarga karena keluarga merupakan pihak pertama yang wajib mengetahui keluh kesah masing-masing anggota keluarganya. Sibuk atau tidak sibuk anda bekerja, ngobrol sama anak harus dilakukan setiap hari. Sehabis pulang kerja atau sebelum berangkat kerja kan bisa ngajak mereka ngobrol bareng. Orangtua yang jarang atau bahkan sama sekali gak pernah ngajak anaknya ngobrol dapat mengakibatkan si anak terkena pengaruh buruk dari lingkungan sekitarnya.

5. Malas mendampingi anak belajar atau mengerjakan PR

Ketika anak belajar atau mengerjakan PR sudah sepatutnya orangtua mendampingi mereka. Malas adalah faktor utamanya, tapi anda berharap si anak dapat mencintai kebenaran di masa mendatang. Mendampingi anak belajar atau mengerjakan PR bukan berarti anda ikutan belajar atau mengerjakan PR anak. Melainkan mengajari bagian mana yang tidak mereka bisa. Menyuruh anak menghafal materi pembelajaran setelah itu anda tanya adalah cara yang salah. Dengan cara ini si anak tidak bisa belajar mandiri. Lama kelamaan bisa jadi kebiasaan loh parents! Udah biarinin aja mereka belajar sendiri.

6. Malas mengajari dan mengingatkan tentang agama

Agama merupakan pedoman hidup paling penting bagi setiap umat beragama. Ilmu agama sudah harus diajarkan pada anak sejak ia masih kecil. Kelak mereka akan menjadi anak yang baik berdasarkan aturan agamanya. Semua orangtua berharap agar anak mencintai agamanya dengan selalu berbuat kebaikan, rajin berdoa, membaca kitab, dan beribadah. Saking cueknya, banyak orangtua yang malas mengajarkan ilmu agama pada anak-anaknya. Menumbuhkan ilmu agama pada anak sejak kecil sangatlah penting.

Semoga kita semua dijauhkan dari sifat malas ini jika ingin sukses mendidik anak. Silahkan share artikel ini agar banyak orang tua yang membacanya.