Menyedihkan Pria Berumur 23 Tahun Ini Terjebak dalam Fisik Bayi Berumur 1 Tahun,

Manpreet Singh, seorang pria asal Punjab, India berhenti tumbuh sebelum bisa berjalan maupun berbicara.

Tampilan fisik dan mentalnya tampak seperti bayi satu tahun, tapi ia sebenarnya adalah pria dewasa berusia 23 tahun.

Manpreet, yang biasa dipanggil ‘Baba’ karena ukurannya yang seperti bayi, terlahir sebagai bayi yang sehat 1995 silam.

Tapi entah mengapa, Manpreet kemudian tak bisa tumbuh layaknya anak-anak lain.

Tubuhnya seolah terperangkap di dalam raga seorang bayi.

(Mirror)
Tak hanya itu, telapak tangannya membengkak, kaki dan wajahnya besar dengan kulit kendor.

Ia hanya bisa melakukan komunikasi melalui gerakan.

Layaknya balita, Manpreet hanya bisa tertawa, menjerit, menangis, tanpa bisa bercakap-cakap.

Akibat kondisinya ini, kedua orangtua Manpreet menyerah untuk merawatnya dan menitipkannya pada paman dan bibi yang menyayanginya.

“Menpreet cekikikan seperti balita dan jarang bersedih.

(Mirror)
Hanya ketika anjing atau hewan tertentu mengeluarkan suara, ia akan menangis ketakutan.

Dia adalah anak yang menyenangkan, dan gemar memberi isyarat pada tamu untuk duduk,” papar Karanvir Singh, paman Manpreet.

Dia menambahkan, kadang-kadang Manpreet sangat nakal.

“Meskipun ia hanya berbicara dalam sedikit kosa kata, misalnya maa (mama) dan mama (paman), Manpreet belajar keterampilan komunikasi menggunakan tangan.

(Mirror)
Ia juga ahli meniru orang,” tambahnya.

Karanvir mengaku telah mencoba mengembalikannya kepada kedua orangtuanya, tapi Manpreet selalu rewel dan meminta kembali kepada paman dan bibinya.

“Kami benar-benar menyayanginya, dia membuat hatiku tenggelam,” timpal sang bibi.

Khawatir akan masa depannya, keluarga telah berkonsultasi dengan dokter di kota.

“Kami membawanya ke beberapa dokter, tetapi kondisinya pun tak lebih baik.

Kami kini telah menerima nasibnya dengan senang hati, dan memilikinya adalah kebahagiaan bagi kami,” imbuh Karanvir sembari memeluk Manpreet.

Pertumbuhan Manpreet berhenti diduga karena adanya ketidakseimbangan hormon.

“Seorang anak mulai berkembang secara mental dan fisik sejak usia tiga tahun.

Jika tubuhnya tidak berkembang, orangtua harus membawanya ke pengobatan medis yang lebih baik untuk mengobatinya,” ujar MK Bhadu, seorang petugas medis di Hisar, dikutip TribunStyle.com dari Mirror, Senin (30/4/2018).

Para ilmuwan percaya, Manpreet memiliki Laron Syndrome, suatu kondisi genetik langka yang hanya mempengaruhi 300 orang di seluruh dunia.

Sepertiga orang yang menderita kondisi genetik langka ini tinggal di desa-desa terpencil di Provinsi Loja selatan Ekuador.

Penderita Sindrom Laron kekurangan hormon yang menstimulasi sel untuk tumbuh dan membelah, serta membentuk sel-sel baru.

Para dokter mengatakan bahwa mereka perlu melakukan penyelidikan yang tepat terhadap kondisinya sebelum dapat mendiagnosisnya.

NR Menyesal Gara-gara Dia Pria Selingkuhannya Kritis Dibacok Sang Suami

Dibakar cemburu, HS (28) asal Pontianak Utara lalu kalap dan membacok lelaki yang diduga selingkuhan istrinya, Jumat (11/5/2018).

Akibatnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Yarsi Pontianak Timur, karena menderita luka parah dan dalam kondisi kritis.

Ditemui di RS Yarsi, NR istri HS menunggui WH yang tengah menjalani perawatan. Sambil menangis ia mengakui kesalahannya karena berselingkuh.

“Saya yang salah, saya yang curang sama suami saya,” kalimat itu seketika keluar dari mulut NR.

Sambil meneteskan air mata, NR menuturkan mengenai nasib nahas yang dialami WH (25), lelaki yang telah dikenalnya sejak setahun yang lalu.

“Saat kejadian, kami memang sedang berdua di dalam kamar. Tiba-tiba HS datang lalu dobrak kamar sambil membawa senjata tajam. Saya dan WH lari keluar, tapi dia tetap mengejar,” terangnya.

Ia mengaku pagi itu memang sedang sepi. Saat warga datang pembacokan sudah terjadi.

WH sudah mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuhnya.

“Ini salah saya, kasihan dia begini karena saya,” tutur NR kembali mengulang kalimat yang sama.

Ia seolah ingin menyampaikan penyesalannya yang dalam.

“Makanya saya ingin dampingi dia terus sampai pulih sampai sadar, baru nanti saya kembalikan kepada keluarganya di Bandung,” lanjutnya.

Seperti diketahui, korban merupakan pria asal di sebuah kabupaten di Jawa Barat yang sudah lebih dari setahun merantau di Pontianak.

Saat ini, NR mengaku belum memberitahu keluarga WH mengenai kondisi yang sebenarnya.

“Saya belum memberitahu yang sebenarnya, mereka tahunya WH kecelakaan. Kalau mereka tahu, entah bagaimana. Tapi yang penting dia sembuh dulu,” kata NR dengan tatapan kosong.

Beberapa kali NR menghubungi seseorang dengan HP yang katanya merupakan keluarga korban, NR menyebutkan sejumlah uang untuk keperluan perawatan korban.

Korban saat ditangani tim medis. SURYA/MOH RIVAI (Surya/Moh Rivai)
“Duitnya mau cepat lah, minta tolong lah duit cepat. Yang penting uang untuk Aak aja. Nanti kalau udah beres semua baru bawa pulang ke situ. Usahakan ya, semua termasuk operasinya sekitar 60 sampai 70,” kata NR melalui telepon.

NR juga mengakui saat ini ia telah diusir dari rumah orangtuanya.

“Masalah saya tak diterima keluarga saya biar lah. Tadi saya ditelepon bapak saya, katanya saya tidak boleh pulang ke rumah,” kata NR dengan suara lirih.

Sebelumnya, dibakar cemburu seorang suami kalap lalu membacok lelaki yang diduga selingkuhan istrinya.

Akibatnya, korban dilarikan ke RSU Yarsi karena menderita luka parah dan dalam kindisi kritis.

MS (28) tersangka pembacokan tersebut kemudian menyerahkan diri ke Polsek Pontianak Utara.

Peristiwa yang menggemparkan itu terjadi di Gg 25 Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batulayang, Pontianak Utara (Pontura), Jumat (11/5/2018) pagi.

Lakukan Kekerasan pada Bocah 7 Tahun di Bus, Seorang Pria Ngaku Moodnya Sedang Buruk

Sebuah insiden mengejutkan terjadi dalam bus di Sichuan, Tiongkok.

Insiden yang terekam oleh CCTV itu melibatkan seorang pria dan satu orang bocah laki-laki.

Dalam video rekaman CCTV, tampak seorang bocah laki-laki berdiri di lorong bus sambil berpegangan pada tiang lalu menggerak-gerakkan kakinya.

Pria yang duduk di sisi kanan hanya memperhatikan tingkah bocah itu.

Tiba-tiba kakinya diarahkan ke pria itu lalu menendangnya beberapa kali.

Awalnya pria itu terlihat tenang, tapi sejurus kemudian kemarahannya memuncak.

Tak disangka, pria itu langsung memukul si bocah, melemparnya ke lantai bus, dan menginjak kepalanya dengan penuh amarah.

Bocah itu tentu saja tergeletak di lantai, tak bisa berdiri bahkan bergerak.

Penumpang lain bergegas menghentikan pria yang mengamuk itu agar tidak menyerang si bocah lagi.

Dikutip dari Bastille Post pada Jumat, 4 Mei 2018, pria itu akhirnya ditangkap dan ditahan oleh pihak berwenang, sementara si bocah langsung dibawa ke rumah sakit.

Dokter mendiagnosis, bocah itu menderita patah pada tulang punggung, lengan atas, dan rongga hidung.

Selain itu, jaringan lunak di wajah kirinya tampak membengkak.

Setelah penyelidikan, diketahui pria itu bernama Guo (21) dan si bocah juga bernama Guo (7).

Bocah itu rupanya naik bus sepulang sekolah. Dia mengaku tidak mengenal pria itu dan dipukuli setelah menendangnya sebanyak tiga kali.

Dari pengakuan si pria, dia memukul korban karena suasana hati yang buruk gara-gara pekerjaannya.

Ditambah saat berada dalam bus, ada bocah yang tidak bisa diam bahkan menendangnya.

Emosinya tersulut, lalu lakukan kekerasan pada bocah itu, tapi dia segera menyadari apa yang telah dilakukannya adalah sebuah kesalahan.

Guo ditahan oleh polisi selama 15 hari dan harus membayar denda.

Polisi mengatakan akan memantau keadaan bocah laki-laki yang jadi korban itu dan menunggu hingga dia pulih kembali sebelum menentukan tindakan lebih lanjut.

Kisah Seorang Pria yang Membantu Menenangkan Wanita Menenangkan Anak-anaknya Saat di dalam Pesawat

Tentunya banyak diantara kita pernah menjumpai anak-anak yang menjerit selama penerbangan pesawat.

Sedangkan kebanyakan orang mungkin menganggap jeritan anak-anak di pesawat adalah suatu hal yang menjengkelkan dan membuat mereka merasa terganggu.

Tapi hal ini tidak berlaku bagi Todd Walker yang justru menunjukkan kemurahan hatinya dengan membantu menenangkan anak-anak Rudeen ketika mereka sedang tantrum.

Jessica Rudeen, seorang ibu berusia 34 tahun dari Bentoville, Arkansas, membawa dua anaknya dalam penerbangan American Airlines ke Wilmington, North Carolina.

Kepada INSIDER, Rudeen mengatakan jika ia mengalami beberapa masalah ketika dia pergi melalui pemeriksaan keamanan di bandara.

Alhasil, ia tidak memiliki waktu untuk memberi makan bayinya yang kini berusia empat bulan, Alexander sebelum akhirnya naik pesawat.

Alexander mulai berteriak dalam pelukannya saat mereka berjalan menuju pesawat.

Dan ketika mereka telah tiba di dalam pesawat, putri Rudeen yang berusia tiga tahun, Caroline juga mulai menangis.

“Begitu saya memintanya untuk duduk, ia mulai gugup dan merasa ketakutan. Dan itu berubah menjadi kekacauan”, kata Rudeen kepada INSIDER.

“Saya mencoba melakukan semua yang saya bisa untuk meyakinkan dia agar tetap tenang dan duduk. Tapi dia tidak mendengarkannya dan terus berteriak ‘saya tidak ingin pergi, saya ingin turun dari pesawat”’.

Todd Walker mencoba menenangkan Caroline

Sementara Alexander dan Caroline terus menangis, pria yang duduk di sampingnya itu menawarkan bantuan untuk menggendong bayinya.

Todd Walker (51) bekerja di sebuah perusahaan kayu di Kansas City dan melakukan perjalanan ke Wilmington untuk melakukan kunjungan kerja.

“Sejujurnya aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang terjadi, tapi aku melihat ibu ini kebingungan karena anak-anaknya lelah, marah dan stres ketika di pesawat”, kata Todd kepada INSIDER.

Alih-alih merasa terganggu dan jengkel, Todd justru bertanya “Bolehkah aku menggendong si kecil itu?”.

Sementara Todd menggendong Alexander, Rudeen menggunakan kesempatan itu untuk menempatkan Caroline duduk di kursinya dan mengikatkan sabuk pengamannya.

Rudeen kemudian memutarkan film kesukaan Caroline, Troll.

Tak lama setelah itu, Caroline berhenti menjerit dan menangis.

Todd kembali menyerahkan Alexander kepada Rudeen agar ia bisa memberinya makan, dan bayi itu juga akan segera tenang.

Sebelum pesawat mendarat, Todd menyadari jika ia berada di penerbangan yang sama dengan Rudeen.

Todd pun membantu Rudeen dan anak-anaknya keluar dari pesawat.

Todd Walker membantu Caroline keluar dari pesawat

Setelah mereka turun dari pesawat, Rudeen sangat tersentuh oleh kebaikan Todd.

Sehingga dia menulis cerita tentang pertemuan itu di laman Facebooknya pada 14 April 2018.

Awalnya, Rudeen berbagi cerita di Facebook itu karena ia berharap bisa menemukan kembali Todd Walker dan bisa tetap berhubungan dengannya.

Yang mengejutkan, postingan di Facebooknya itu kemudian menjadi viral dengan ribuan reaksi dan komentar hanya dalam waktu tiga jam setelah ia membagikan postingan itu.

Sampai berita ini diturunkan, postingan itu telah mendapatkan 17 ribu like, 2 ribu komen dan 8 ribu dibagikan.

Baik Rudeen maupun Todd tidak pernah berharap jika kisah mereka akan menjadi viral.

Karena keduanya hanya ingin menunjukkan jika kebaikan itu masih ada dimana-mana.(*)

Duduk Santai di Warung Bakso, Seorang Pria Tewas Ditusuk di Depan Anak dan Istrinya

Nasib nahas menimpa Anggi, seorang pria yang tewas di depan anak dan istrinya saat berada di depan sebuah warung bakso di kawasan Kramat Pela, Jakarta Selatan, Kamis (2/5/2018).

Kanit Lidik 1 Satreskrim (Jatanras) Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Stefanus Michael Tantuman mengatakan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.55 WIB.

“Pada saat itu, korban sedang duduk santai di depan warung bakso bujangan bersama istri korban dan anak-anaknya serta keluarga lainnya. Tiba-tiba datanglah seorang pria dari arah belakang korban,” ujar Stefanus ketika dihubungi, Rabu.

Stefanus melanjutkan, dari arah belakang pelaku langsung menusuk korban di bagian punggung sebanyak dua kali.

“Pelaku kemudian kabur ke arah Jalan Mahakam dan dikejar kakak korban bernama Dedy namun tidak terkejar,” lanjutnya.

Karena tak terkejar, lanjutnya, keluarga membawa korban ke RSPP. Namun nahas, sesampainya di rumah sakit korban telah meninggal dunia. Polisi masih menyelidiki dan mengejar pelaku pembunuhan ini. Polisi juga masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.

“Kami juga melakukan olah TKP dan masih menunggu hasil visum rumah sakit,” sebutnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Seorang Pria Tewas Ditusuk di Depan Anak dan Istrinya”

Kisah Pilu Pria Bernama “Kentut” yang Akhirnya Ganti Nama

Seorang pria di Tangerang memutuskan untuk mengganti namanya menjadi Ihsan Hadi. Pria tersebut tak nyaman dengan nama yang disandangnya sejak kecil, yaitu Kentut.

“Awalnya nama Kentut itu dari orang tua. Saya tanya bapak, bapak kan orang dulu jadi ngasih nama ngasal doang,” kata Ihsan saat ditemui di Jalan Pepabri raya, Kunciran, Kota Tangerang, Rabu (18/4/2018).

Kentut mulai tak nyaman dengan nama itu sejak duduk di bangku SD. Dia menjadi bahan tertawaan teman-temannya karena nama yang tak lazim.

“Saya tahu itu kan dari SD, kayaknya itu banyak yang ketawain. Akhirnya saya pulang ngadu sama bapak ibu suruh ganti. Sejak umur 5 tahun saya minta ganti,” ungkapnya.

Saat itu orangtuanya tak tahu bagaimana proses mengganti nama. Upaya hukum lewat pengadilan akhirnya dilakukan Kentut baru baru-baru ini.

Dia menjalani sidang di Pengadilan Negeri Tangerang pada Senin (16/4) lalu. Kini dia tak sabar menyandang nama baru setahun 30 tahun bernama Kentut.

“Sidang sudah ketuk palu, tinggal ambil salinan dari hakim. Insyaallahh senang kalu diputusin bisa ganti nama senang lah,” pungkasnya.

Pria Ini Bereksperimen Hanya Tidur 5 Jam Sehari, Inilah yang Terjadi 1 Minggu Kemudian

Ryan Bergara adalah anggota Staf Buzzfeed Motion Pictures. Pada awal April, dia memutusan untuk menerima tugas untuk mengubah jadwal tidurnya.

Hampir semua orang sadar akan manfaat tidur agar tubuh kembali segar setelah aktivitas harian.

Menurut Health.com, tidur yang cukup terbukti meningkatkan memori, memperpanjang usia dan banyak manfaat lainnya.

Kebanyakan negara memiliki pola tidur monofasik di mana kita tidur selama 8 jam dan tetap terjaga untuk 16 jam.

Di Amerika Latin, orang menggunakan pola tidur bifasik di mana mereka tidur selama 5 sampai 6 jam dan kemudian memiliki tidur siang 30 sampai 90 menit.

Ryan melakukan tantangan yang lebih berat dengan pola tidur polifasik. Tujuan pola tidur polifasik adalah untuk mengoptimalkan waktu terjaga.

Untuk melalui tidur polifasiknya, Ryan memutuskan untuk mewawancarai Jackson Nexhip yang merupakan pengarang Polyphicic Sleep and Productivity.

Jackson berkata, “Saya akan tidur selama 4,5 jam dan kemudian saya akan tidur siang 22 menit dalam hari itu.”

Jadwal tidur ini disebut everyman dan total tidur yang dibutuhkan sedikit lebih dari lima jam per hari.

Bentuk paling ekstrem dari tidur polifasik adalah uberman di mana orang tidur kurang dari dua jam setiap malam dengan 60 menit tidur siang.

Ryan juga berkonsultasi dengan ahli tidur di UCLA, Dr Alon Avidan yang mengatakan bahwa manusia membutuhkan minimal 7 jam tidur.

Namun, Ryan masih ingin melakukan eksperimen tidur everyman dengan jam tidur sebanyak 5 jam lebih sedikit. Pada hari 1 dan 2, hal itu terasa sangat sulit baginya.

Pada hari ke-2, sulit baginya mendapatkan energi untuk bekerja atau menyelesaikan tugas-tugas harian.

Dr Avidan telah memperingatkannya tentang efek jangka pendek seperti, reaksi yang lebih lambat, masalah ingatan, masalah kognitif, kurangnya kreativitas dan peningkatan iritabilitas.

Ryan mendokumentasikan pola tidur barunya tersebut di YouTube. Pada hari ke-4, dia berkata, “Otak saya mati sekarang, saya tidak mampu melakukan apa pun.”

Pada hari ke-5, dia melaporkan bahwa dia ‘benar-benar merasa lebih baik’ dalam tanda kutip.

Hari ke-7, Ryan harus mengambil tidur tambahan. Dia melaporkan bahwa dia mulai sakit dan cedera kakinya saat gym tidak membaik karena kurang tidur.

Pada akhirnya, dia mengatakan bahwa dia telah belajar betapa pentingnya jumlah jam tidur yang tepat agar tubuh berfungsi dengan baik.

Dan dia juga juga mengatakan bagaimana dia tidak fokus dan kehilangan kreativitas dengan pola tidur tersebut. Kini dia sadar bahwa terjaga dalam waktu ekstra itu tidaklah berharga seperti yang orang-orang pikirkan.

Pada akhirnya, dia memihak Dr Avidan bahwa hanya sedikit orang yang dapat bertahan dengan pola tidur polifasik. Sedangkan kebanyakan orang dan tubuh mereka lebih cocok dengan pola tidur bifasik.

Hina Rasulullah, Pria Ini Ngaku-ngaku Mampu Buka Pintu Neraka

Rendra Hadi Kurniawan, 39, seorang pria asal Jatim, diringkus Kepolisian Daerah Jawa Timur setelah sebelumnya diduga menghina Nabi Muhammad melalui media sosialnya.

Tim Cyber Polda Jatim beserta Polres Mojokerto meringkus Rendra pada Kamis (26/4/2018) siang di Sidoarjo. Setelah menjalani pemeriksaan, status hukum Rendra yang disebut-sebut mengalami gangguan jiwa itu ditingkatkan penyidik dari terperiksa menjadi tersangka dan dilakukan penahanan.

“Tim dari Cyber Crime Polda Jatim dan Polres Mojokerto bergerak cepat menangkap dan menahan tersangka RH setelah videonya menghina Nabi-nya umat Muslim viral di media sosial,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim, Kombes Pol Frans Barung Mangera, di Markas Polda Jatim, Surabaya.

Penyidik, berdasarkan hasil pemeriksaan, memastikan Rendra tidak gila. Rendra mengucapkan kalimat yang menjuru penghinaan melalui video siaran langsung di Facebook, secara sadar dan disengaja.

Apalagi, menurut Frans, saat merekam video tersebut Rendra masih dapat berpikir dan mengemudikan mobilnya secara baik.

“Kalau dia gila mana mungkin nyetir mobil sambil selfie dan merekam (video),” katanya.

Meski disebut tidak gila, namun dari pantauan di Facebooknya, Jumat (27/4/l 2018), terlihat banyak sekali tulisan Rendra yang tidak masuk akal alias mustahil.

Dalam sebuah unggahan foto pada (22/4/2018) lalu, Rendra menuliskan bahwa diinya mampu membuka pintu menuju neraka hanya dengan mengacungkan jari ke langit. Memang di unggahan fotonya terlihat ada sebuah cahaya berwarna biru di langit, hanya saja tidak bisa dipastikan asal cahaya itu.

Dan, Rendra menyatakan, neraka itu miliknya dan dia melontarkan kalimat penghinaan ke Baginda Nabi Besar Muhammad SAW.

“Giaman yaa..
Aku buka pintu neraka pake tangan kiri dan tiba2 langit membukakan untukku…
Kok kalian tidak punya kemampuan APA2 menghinaku??..
Cobak dihat itu ada cahaya silahkan masuk…
Lihatlah itu bukan Muhammad ali ini
Kenapa kalian seolah tau lebih dari aku
Itu nerakaku dan Muhammad saw mu aku minta dia dihukum cambuk API biru”

Tak hanya menghina Nabi Muhammad, Rendra juga menyebut akan memiliki ilmu dari keturunannya yang mampu membuat orang tewas jika terpukul tangannya.
Pernyataan ini diucapkan Rendra dalam rekaman video yang disiarkannya secara langsung pada sekira dua pekan lalu dari sekarang.

“Saya sering ngajak berantem orang ya, untuk sebuah kebenaran, ini tangan saya kalau mukul orang bisa melesat 100 meter, makanya saya enggak berani, karena apa, tahu risiko, karena orang yang saya pukul pasti mati, itu sudah bawaan orok, dipukul pun enggak sakit, kecuali nakal, sombong. Itu kena sendiri sama kakek atau ibu saya. punya ilmu warisan itu tak boleh sembrono. saya tak belajar, sudah keturunan,” ujarnya. 

Mak Gober, Tukang Razia Pria yang Keliaran Saat Sholat Jum’at

Mak Gober. Begitulah sebutan bagi perempuan berusia 64 tahun ini. Setiap hari Jumat ia rajin mengingatkan para kaum lelaki di kampungnya untuk melaksanakan ibadah wajib Shalat Jumat.

Bukan dengan cara biasa, Mak Gober akan berjalan kaki menyusuri jalan dan mencari laki-laki yang masih berkeliaran menjelang Shalat Jumat.

Dengan jilbab syari’i, topi, dan tongkat kecil, Mak Gober akan senantiasa datang ke pusat-pusat keramaian, seperti pasar, pangkalan ojek, hingga pemukiman warga.

“Shalatlah sebelum dishalatkan” itulah yang memotivasi wanita bernama lengkap Dede Siti Hindun ini. Warga Plered dan Purwakarta tak asing lagi dengan tradisi yang telah ia lakukan sejak sepuluh tahun lalu.

“Hayo ka masjid, salat tong cicing wae, salat burukeun jumaahan (hayo cepat cepat ke masjid, jangan pada diam, cepetan Salat Jumat),” teriak Mak Gober saat menemukan pria yang belum bersiap ke masjid, dilansir dari merdeka.com.

Walau yang dilakukannya sangat mulia, Mak Gober telah menanggung berbagai resiko. Cacian dan makian telah biasa ia terima.

Bahkan dirinya harus rela diceraikan oleh sang suami. Menurut sang sumai apa yang dilakukan Mak Gober sudah keluar batas dan terlalu usil.

“Iya awalnya dulu dia sering dapat cacian dan makian, parahnya lagi sampai dicerai sama suaminya,” ucap Dedi, seorang supir angkot.

Walau demikian, Mak Gober tak gentar dan tetap melaksanakan aksinya. Kini berbagai dukungan datang untuknya, mulai dari warga hingga ustadz.

Bahkan Mak Gober sempat dihadiahkan umroh ke Tanah Suci pada tahun 2013.

Awalnya Mak Gober merasa resah melihat laki-laki hanya diam, berteduh di bawah pohon, atau sibuk bekerja di saat harusnya melaksanakan Shalat Jumat.

Wanita yang berprofesi sebagai penjual gas ini makin semangat mengingat wilayah Plered adalah daerah santri. Ditambah ia juga mendapat dukungan dari pemuka agama setempat.

“Iyah awalnya emak resah waktu liat laki-laki yang hanya diam di warung, ngumpul dan berteduh di bawah pohon, dan masih di jalan sampai masih bekerja. Padahal diwajibkan bagi pria untuk Salat Jumat. Wilayah Plered ini kan daerah santri, jadi malu kalau kelakuan warganya tidak nyantri,” ucap Mak Gober.

Dalam melakukan aksinya, Mak Gober tak sendiri, ia ditemani oleh temannya. Walau kemudian beberapa dianataranya tak sanggup menerima cibiran. Ia berharap akan ada generasi penerus yang akan melanjutkan aksinya.

“Dulu saya tidak sendiri, tapi saat ini hanya saya dan Mak Ani, teman saya, yang masih melakukan ini. Karena yang lain tidak kuat mentalnya untuk dicibir,” aku Mak Gober.

Mak Gober berpesan agar Umat Islam agar selalu menjalankan kewajibannya dengan ikhlas.

“Pesan saya titip semua umat Islam dapat menjalankan semua tentang kewajiban dan aturan yang berlaku dalam agama. Tentu dengan niat tulus tanpa ada maksud lain,” tambahnya.

Tak Malu, Pria Ini Membawa Ibunya yang Idap Alzheimer Bekerja dengannya Setiap Hari, Ini Alasannya

Seorang kurir berusia 52 tahun dari Chengdu, Provinsi Sichuan, Cina, telah memenangkan hati para netizen atas pengabdiannya pada sang ibu yang berusia 92 tahun.

Dilansir Tribunnews.com dari Next Shark pada Sabtu (21/4/2018), diketahui ia selalu membawa ibunya saat ia bekerja setiap hari.

Cai Yujun, merawat ibunya, Yang Suxiu yang telah didiagnosis mengidap penyakit Alzheimer sejak tujuh tahun yang lalu.

BACA: Mantan Presiden Zimbabwe Mugabe Dituduh Korupsi Berlian Rp 208,3 Triliun

Cai dan sang ibu (Next Shark)
Karena menurutnya, tidak bijaksana meninggalkan ibunya sendirian dengan kondisi seperti itu.

Maka dari itu, Cai memutuskan untuk membawa ibunya bersama saat ia bekerja sehari-hari.

Tetapu untuk melakukan hal ini, Cai harus melakukan beberapa penyesuaian pada perjalanannya untuk memastikan kenyamanan untuk dirinya dan sang ibu.

Ia memasang kursi yang nyaman dengan melebarkan papan kayunya pada sepeda listriknya.

Cai juga menambahkan dua pedal dengan dua batang kayu lain untuk mengistirahatkan kaki ibunya saar mengendarai sepeda.

Dia juga mengikat tali kek keduanya yang berfungsi sebagai sabuk pengaman untuk memastikan ibunya aman.

Kendaraan yang digunakan Cai (Next Shark)
“Ibuku telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk keluarga. Maka ini adalah tanggung jawab saya untuk merawatnya dengan baik, tidak peduli betapa sulitnya hal itu,” kata Cai saat diwawancarai oleh The Cover.

Cai, bersama dengan istri dan keluarganya, pindah ke Chengdu 20 tahun yang lalu untuk mencari nafkah.

Keduanya mendapatkan pekerjaan sebagai kurir untuk toko komputer lokal, sementara sang ibu tinggal sendirian di rumah.

Cai dan sang ibu (Next Shark)
“Pada saat itu, ibu saya masih bisa berpikir jernih dan beliau biasanya tinggal di rumah atau pergi keluar untuk jalan-jalan,” kata Cai.

Sayangnya, hal itu mulai berubah saat Yang menunjukkan tanda-tanda gangguan kognitif dan masalah ingatan.

Yang secara bertahap menjadi lebih buruk, tak lama kemudian dia kehilangan kemampuan untuk mengurus dirinya sendiri.

Yang, sang ibu (Next Shark)
Hal ini membuat Cai membiarkan Yang tinggal bersamanya setiap tahun mulai dari Januari hingga April, ketika sang ibu mulai bergabung dengannya saat bekerja.

Juga dikatakan bahwa pria itu memegang tangan ibunya setiap kali mereka berjalan bersama saat mengantarkan produk, sehingga sang ibu tidak akan tersesat.

“Ketik kami melakukan pengiriman ke gedung kantor, penjaga keamanan sering menolak ibu untuk masuk. Kemudian saya akan bertanya apakah dia bisa menjaga ibu saya, jika tidak, apakah mereka akan bertanggung jawab atas kecelakaan apapun?” kata Cai.

Cai saat mengajak sang ibu bekerja dengannya (Next Shark)
Akhirnya, penjaga keamanan pun membiarkan sang ibu ikut dengan Cai.

Cai sering membawa barang-barang yang harus dia bawa saat ia harus memegang tangan ibunya juga.

Cai dan sang ibu (Next Shark)
Rekan-rekan Cai juga sangat mendukung tindakan tanpa pamrihnya tersebut.

Mereka juga kerap membantu Cai menjaga ibunya saat ia tidak bisa membawa sang ibu bersamanya.

VIRAL: DJ Avicii Meninggal, Para Musisi Dunia Merasa Kehilangan

“Banyak teman yang suka ngobrol dan bercanda dengan ibu,” ungkap Cai menutup perbincangan.