Jika Wanita Meninggal Sebelum Menikah, Apakah di Surga Kelak Akan Punya Suami?

Sebuah pertanyaan diajukan kepada Al-Allamah Muhammad Shalih Al-’Utsaimin rahimahullah.

Pertanyaan:
Ketika wanita mukminah meninggal sementara belum menikah, apakah tempat kembalinya kelak di surga? Karena seorang mukminah yang meninggal dan telah bersuami maka

kelak akan bersama suaminya di surga. Namun jika ia pernah menikah dua kali, maka wanita tersebut diberi pilihan untuk memilih salah satu diantaranya. Bagaimana dengan wanita yang belum menikah?

Jawaban:
Jika wanita tersebut belum menikah maka kelak Allah akan menjadikan untuknya seorang suami dari kalangan penduduk surga.

إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاء فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا عُرُبًا أَتْرَابًا
“Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari itu) secara langsung, lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan,yang penuh cinta (dan) sebaya umurnya…”(QS. Al-Waqi’ah:35-37)

Terkadang ada yang bertanya kepadaku, “Bukankah salah satu doa untuk jenazah kita berdoa,

اللهم أبدلها زوجاً خيراً من زوجها
“Ya Allah gantikan untuknya seorang suami yang lebih baik dari suaminya.”

Maka doa ini mengandung kemusykilan:

1. Jika jenazah tersebut seorang wanita yang telah menikah bagaimana mungkin kita mendoakan,

اللهم أبدلها زوجاً خيراً من زوجها

“Ya Allah gantikan untuknya seorang suami yang lebih dari suaminya.”

2. Jika jenazah tersebut wanita yang belum menikah, lalu mana suaminya?

Jawaban tentang masalah ini

Tatkala kita medoakan,

اللهم أبدلها زوجاً خيراً من زوجها
Pada jenazah wanita yang belum menikah maka doa ini bermaksud semoga Allah gantikan lebih baik dari suami yang ditakdirkan untuknya seandainya ia masih tetap hidup.

Adapun jika doa tersebut ditujukan kepada jenazah wanita yang sudah menikah maka maksudnya semoga Allah gantikan lebih baik dari suaminya dalam hal sifat-sifat suaminya selama di dunia.

Karena mengganti itu terkadang:

Mengganti secara personal misalnya engkau menjual kambing ditukar dengan unta.
Terkadang mengganti dengan sifat-sifatnya. Seperti halnya engkau mengatakan, “Allah telah mengganti kekufuran dengan keimanan pada orang ini.”
Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَات
“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit…”(QS. Ibrahim: 49)

Bumi (pengganti) adalah bumi itu sendiri akan tetapi bumi tersebut telah Allah panjangkan. Langit (pengganti) adalah langit itu sendiri akan tetapi telah terbelah.

Sumber: wanitasalihah.com

9 Kewajiban Suami Pada Saat Istri Mengandung

Selama masa mengandung, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat.

Karena dia memikirkan anak yang berada di dalam perutnya dan harus ekstra hati-hati dalam melakukan segala sesuatu agar tidak terjadi apa-apa.

Anda sebagai suami harus mengerti dan memahaminya, pekerjaan berat yang setiap harinya dikerjakan oleh istri kini harus dengan ikhlas dan lapang dada dilakukan oleh suami.

Tentu saja semua ini untuk menjaga kondisi kesehatan istri dan melindungi janin yang dikandung agar dapat nyaman dan rileks untuk menjalaninya.

Oleh karena itu, suami yang hebat adalah suami yang memahami kondisi dan mau berbagi beban istri. Berikut kewajiban suami pada saat istri mengandung.

1. Berikan Rasa Tenteram Pada Masa Kehamilan

Faktor utama yang harus dilakukan di masa istri Anda hamil adalah perasaan tenteram. Hindarkan istri Anda memikirkan suatu masalah yang rumit dan berat.

Jauhkan pula dari kegalauan karena perasaan yang demikian akan menjadikan lemahnya janin yang dikandung dan risiko yang fatal adalah keguguran.

Berikan rasa tenteram yang hangat dan tulus, agar istri Anda dapat tenang dan rileks menjalani masa kehamilannya.

2. Hindari Pekerjaan yang Berat

Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pekerjaan yang berat saat masa kehamilan. Jangan sampai istri Anda melakukan pekerjaan yang berat jika istri anda seorang wirausaha atau bekerja di sebuah instansi perusahaan.

Sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah mengantar jemput dan jangan biarkan istri Anda naik angkot atau naik motor sendirian dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Pada saat di rumah jangan bebani pekerjaan yang berat dan membosankan, segera Anda mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya.

3. Berikan Asupan Makan yang Sehat

Makanan yang sehat adalah asupan gizi yang penting bagi janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, anjurkan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan laut yang banyak mengandung protein dan zat besi.

Hindari makanan yang berlemak karena akan berdampak buruk pada istri dan juga janin yang dikandungnya.

4. Menuruti Keinginan Istri/Mengidam

Banyak hal yang terkadang aneh pada masa istri Anda hamil seperti meminta sesuatu hal yang sulit didapatkan.

Namun demikian Anda harus berusaha untuk mewujudkannya karena itu adalah pembawaan dari janin yang dikandung.

Jangan sekali-kali meremehkan permintaan istri yang demikian karena akan berdampak buruk pada istri dan janin yang dikandung.

5. Anjurkan Istirahat yang Cukup

Pada masa istri mengandung istirahat yang cukup adalah faktor penting untuk kelangsungan janin yang dikandungnya.

Sebagai suami, Anda harus memberikan ruang yang cukup agar istri Anda dapat menikmati istirahat dengan nyaman dan tenang.

Aturlah pola tidur istri Anda dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari.

6. Ajak Jalan-jalan Santai

Pada masa kehamilan, ada beberapa saraf atau sendi yang tegang. Oleh karena itu, ajaklah sang istri jalan-jalan santai di pagi atau sore hari. Biasakan melakukan hal ini setiap hari.

7. Hindari Asap Rokok

Jika Anda adalah perokok aktif sebaiknya tidak merokok di dekat istri karena asap yang dikeluarkan oleh rokok banyak mengandung zat- zat berbahaya.

Ini akan berdampak buruk bagi istri dan juga janin yang dikandungnya. Lebih baik lagi jika Anda berhenti merokok.

8. Menyiapkan Sarapan

Menyiapkan sarapan adalah tugas istri, namun pada saat istri sudah mendekati masa kehamilan dia sulit menjalankan kewajibannya.

Peran Anda sekarang sebagai suami untuk menjalankannya. Bangun pagi untuk membuatkan sarapan bagi istri tercinta adalah hal yang sangat mulia saat istri mengandung.

9. Menghindari Percekcokan

Beberapa istri akan mudah emosional saat mengandung. Ini wajar dikarenakan hormon yang kadang-kadang tidak stabil membuat perasaannya sensitif, peka, dan mudah marah.

Anda sebagai suami harus menyadarinya dan jangan sampai ikut emosi menanggapi istri.

Sumber: keluarga.com

9 Kewajiban Suami Pada Saat Istri Mengandung

  • Selama masa mengandung, istri mempunyai beban yang lebih berat daripada biasanya, dari menjaga pola makan, pola istirahat dan tidak melakukan hal-hal yang berat. Karena dia memikirkan anak yang berada di dalam perutnya dan harus ekstra hati-hati dalam melakukan segala sesuatu agar tidak terjadi apa-apa. Anda sebagai suami harus mengerti dan memahaminya, pekerjaan berat yang setiap harinya dikerjakan oleh istri kini harus dengan ikhlas dan lapang dada dilakukan oleh suami. Tentu saja semua ini untuk menjaga kondisi kesehatan istri dan melindungi janin yang dikandung agar dapat nyaman dan rileks untuk menjalaninya. Oleh karena itu, suami yang hebat adalah suami yang memahami kondisi dan mau berbagi beban istri. Berikut kewajiban suami pada saat istri mengandung.
    1. Berikan rasa tenteram pada masa kehamilan
  • Faktor utama yang harus dilakukan di masa istri Anda hamil adalah perasaan tenteram. Hindarkan istri Anda memikirkan suatu masalah yang rumit dan berat. Jauhkan pula dari kegalauan karena perasaan yang demikian akan menjadikan lemahnya janin yang dikandung dan risiko yang fatal adalah keguguran. Berikan rasa tenteram yang hangat dan tulus, agar istri Anda dapat tenang dan rileks menjalani masa kehamilannya.
  • 2. Hindari pekerjaan yang berat
  • Faktor lain yang harus diperhatikan adalah pekerjaan yang berat saat masa kehamilan. Jangan sampai istri Anda melakukan pekerjaan yang berat jika istri anda seorang wirausaha atau bekerja di sebuah instansi perusahaan sebaiknya yang harus Anda lakukan adalah mengantar jemput dan jangan biarkan istri Anda naik angkot atau naik motor sendirian dalam melakukan rutinitas pekerjaan sehari-hari. Pada saat di rumah jangan bebani pekerjaan yang berat dan membosankan, segera Anda mengambil alih pekerjaan rumah tangga yang biasa dilakukan istri seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, dan lain sebagainya.
  • 3. Berikan asupan makan yang sehat
  • Makanan yang sehat adalah asupan gizi yang penting bagi janin yang dikandung. Pada masa kehamilan, anjurkan mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan ikan laut yang banyak mengandung protein dan zat besi. Hindari makanan yang berlemak karena akan berdampak buruk pada istri dan juga janin yang dikandungnya.
  • Advertisement
  • 4. Menuruti keinginan istri/mengidam
  • Banyak hal yang terkadang aneh pada masa istri Anda hamil seperti meminta sesuatu hal yang sulit didapatkan. Namun demikian Anda harus berusaha untuk mewujudkannya karena itu adalah pembawaan dari janin yang dikandung. Jangan sekali-kali meremehkan permintaan istri yang demikian karena akan berdampak buruk pada istri dan janin yang dikandung.
  • 5. Anjurkan istirahat yang cukup
  • Pada masa istri mengandung istirahat yang cukup adalah faktor penting untuk kelangsungan janin yang dikandungnya. Sebagai suami, Anda harus memberikan ruang yang cukup agar istri Anda dapat menikmati istirahat dengan nyaman dan tenang. Aturlah pola tidur istri Anda dengan baik minimal 8 jam sehari, jangan tidur sampai larut malam atau terlalu lama tidur di siang hari.
  • 6. Ajak jalan-jalan santai
  • Pada masa kehamilan, ada beberapa saraf atau sendi yang tegang. Oleh karena itu, ajaklah sang istri jalan-jalan santai di pagi atau sore hari. Biasakan melakukan hal ini setiap hari.
  • 7. Hindari asap rokok
  • Jika Anda adalah perokok aktif sebaiknya tidak merokok di dekat istri karena asap yang dikeluarkan oleh rokok banyak mengandung zat- zat berbahaya ini akan berdampak buruk bagi istri dan juga janin yang dikandungnya. Lebih baik lagi jika Anda berhenti merokok.
  • 8. Menyiapkan sarapan
  • Menyiapkan sarapan adalah tugas istri, namun pada saat istri sudah mendekati masa kehamilan dia sulit menjalankan kewajibannya. Peran Anda sekarang sebagai suami untuk menjalankannya. Bangun pagi untuk membuatkan sarapan bagi istri tercinta adalah hal yang sangat mulia saat istri mengandung.
  • 9. Menghindari percekcokan
  • Beberapa istri akan mudah emosional saat mengandung. Ini wajar dikarenakan hormon yang kadang-kadang tidak stabil membuat perasaannya sensitif, peka, dan mudah marah. Anda sebagai suami harus menyadarinya dan jangan sampai ikut emosi menanggapi istri.

NR Menyesal Gara-gara Dia Pria Selingkuhannya Kritis Dibacok Sang Suami

Dibakar cemburu, HS (28) asal Pontianak Utara lalu kalap dan membacok lelaki yang diduga selingkuhan istrinya, Jumat (11/5/2018).

Akibatnya, korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum (RSU) Yarsi Pontianak Timur, karena menderita luka parah dan dalam kondisi kritis.

Ditemui di RS Yarsi, NR istri HS menunggui WH yang tengah menjalani perawatan. Sambil menangis ia mengakui kesalahannya karena berselingkuh.

“Saya yang salah, saya yang curang sama suami saya,” kalimat itu seketika keluar dari mulut NR.

Sambil meneteskan air mata, NR menuturkan mengenai nasib nahas yang dialami WH (25), lelaki yang telah dikenalnya sejak setahun yang lalu.

“Saat kejadian, kami memang sedang berdua di dalam kamar. Tiba-tiba HS datang lalu dobrak kamar sambil membawa senjata tajam. Saya dan WH lari keluar, tapi dia tetap mengejar,” terangnya.

Ia mengaku pagi itu memang sedang sepi. Saat warga datang pembacokan sudah terjadi.

WH sudah mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuhnya.

“Ini salah saya, kasihan dia begini karena saya,” tutur NR kembali mengulang kalimat yang sama.

Ia seolah ingin menyampaikan penyesalannya yang dalam.

“Makanya saya ingin dampingi dia terus sampai pulih sampai sadar, baru nanti saya kembalikan kepada keluarganya di Bandung,” lanjutnya.

Seperti diketahui, korban merupakan pria asal di sebuah kabupaten di Jawa Barat yang sudah lebih dari setahun merantau di Pontianak.

Saat ini, NR mengaku belum memberitahu keluarga WH mengenai kondisi yang sebenarnya.

“Saya belum memberitahu yang sebenarnya, mereka tahunya WH kecelakaan. Kalau mereka tahu, entah bagaimana. Tapi yang penting dia sembuh dulu,” kata NR dengan tatapan kosong.

Beberapa kali NR menghubungi seseorang dengan HP yang katanya merupakan keluarga korban, NR menyebutkan sejumlah uang untuk keperluan perawatan korban.

Korban saat ditangani tim medis. SURYA/MOH RIVAI (Surya/Moh Rivai)
“Duitnya mau cepat lah, minta tolong lah duit cepat. Yang penting uang untuk Aak aja. Nanti kalau udah beres semua baru bawa pulang ke situ. Usahakan ya, semua termasuk operasinya sekitar 60 sampai 70,” kata NR melalui telepon.

NR juga mengakui saat ini ia telah diusir dari rumah orangtuanya.

“Masalah saya tak diterima keluarga saya biar lah. Tadi saya ditelepon bapak saya, katanya saya tidak boleh pulang ke rumah,” kata NR dengan suara lirih.

Sebelumnya, dibakar cemburu seorang suami kalap lalu membacok lelaki yang diduga selingkuhan istrinya.

Akibatnya, korban dilarikan ke RSU Yarsi karena menderita luka parah dan dalam kindisi kritis.

MS (28) tersangka pembacokan tersebut kemudian menyerahkan diri ke Polsek Pontianak Utara.

Peristiwa yang menggemparkan itu terjadi di Gg 25 Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batulayang, Pontianak Utara (Pontura), Jumat (11/5/2018) pagi.

Duhai Suami-Istri, Hindarilah Nusyuz Sebelum Menyesal

DALAM menjalin rumah tangga antara suami istri tentu tidak selamanya akan berjalan dengan baik. Pasti pertemuan antara hal yang tidak menyenangkan di antara keduanya akan terjadi. Salah satu yang berbahaya di kalangan suami istri ialah nusyuz. Apa itu nusyuz?

Nusyuz ialah meninggalkan kewajiban bersuami-istri. Misalnya nusyuz dari pihak suami ialah bersikap kasar dan keras terhadap istri, tidak mau menggaulinya, dan tidak memberikan hak-haknya. Nusyuz dari pihak istri misalnya meninggalkan rumah tanpa seizing suami.

Allah SWT berfirman, “…Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, nasihatilah mereka dan pisahkanlah diri dari tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya…” (QS. An-Nisa’: 34).

Tindakan di atas sekedar memberi pelajaran. Jika terpaksa memukul, hendaklah pukul dengan ringan yang tidak meninggalkan bekas. Bila cara pertama (nasihat) telah ada manfaatnya, jangan menggunkan cara lain yang dapat menyusahkan istri.

Allah berfirman, “Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenarnya,” (QS. An-Nisa: 128).

Suami yang mulanya baik dan sehat, tiba-tiba terserang gangguan jiwa sehingga sering marah-marah, memukul istri dan berbuat hal-hal yang aneh, yang membuat kehidupan rumah tangga seperti di neraka. Bolehkah istri meninggalkan suaminya dan meminta cerai?

Hal itu boleh untuk dilakukan. Istri dapat mengajukan pencerainnya kepada pengadilan agama. Tetapi sungguh tega si istri yang meninggalkan suaminya yang sedang sakit ingatan dan perlu perawatan.

Nah, ternyata nusyuz ini dapat berkahir dengan tidak menyenangkan. Maka dari itu, hindarilah nusyuz sebelum Anda menyesal. Jalankan kewajiban Anda sebagaimana mestinya. Penuhi hak suami atau istri. []

Postingan Seorang Suami “Jangan Tunggu Kaya” Jadi Viral, Ternyata Isinya…

Sebuah postingan di Facebook mendadak menjadi perbincangan para netizen, diposting sejak 30 Oktober 2017 yang lalu, postingan ini telah dishare lebih dari 40 ribu netizen.

Sebenarnya postingan ini sederhana, hanya postingan tentang wisata keluarga yang dilakukan setiap bulan. Untuk jelasnya, berikut cerita lengkapnya:

“~Jangan Tunggu Kaya~

Saya bilang ke istriku,setiap bulan kita akan wisata keluarga. Ini akan menjadi semacam agenda tetap keluarga kami.

Mungkin bagi banyak orang lain ini adalah pemborosan,apalagi secara finansial kami hidup masih pas-pasan.
Saya bahkan tidak pernah punya uang lebih dari sejuta di rekening ku,apalagi tabungan masa depan.

Tapi kawan…

Anak gadis kami sekarang berumur 9 tahun,kalau menunggu cukup uang,saya mungkin akan kaya ketika dia sudah berumur 17 tahun.

Ketika itu terjadi,saya yakin anak gadis kami akan lebih memilih berwisata dengan kawan-kawan sekolah atau kampusnya. Kalaupun ikut wisata keluarga,dia akan ikut dengan terpaksa. Tidak seperti sekarang,dia dengan sangat semangat menunggu acara wisata keluarga kami.

Jadi Saya Tidak menunggu Kaya…..

Demikian juga dengan si tengah dan si bungsu. Kami menikmati saat-saat kegembiraan mereka menikmati wisata keluarga bersama.

Suatu saat kami mungkin hanya akan wisata berdua saja dengan istriku,karena saat itu anak-anak kami akan lebih memilih wisata bersama kawan,pacar atau genk mereka sendiri.

Saya juga tidak akan menunggu kaya….

Karena sepuluh tahun yang akan datang,di saat kami mungkin kaya.

Gigi kami tidak akan sekuat sekarang untuk mengunyah aneka ragam kuliner di tempat wisata.

Otot kaki kami tidak akan sekuat sekarang untuk berjalan dan berlari menikmati pesona alam.

Karena itu kami tidak akan menunggu kaya untuk wisata keluarga.”

Banyak netizen yang merasa terinspirasi dengan tulisan ini, tetapi ada beberapa yang merasa bingung bagaimana caranya jika dana yang kita miliki sedikit.

“mf penasaran za gmn si tip’nya om bs pnya agenda blnn klrga wisata mnikmati alam ini..sdangkan om sendiri ktanya hnya sllu pnya duit krg dr sejuta om…?” tulis Madnuh dalam komentarnya.

Nah, terkait tulisan ini, bagaimana komentarmu?

Pekerjaan Rumah Tangga, Milik Istri ataukah Suami?

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka atas sebahagian yang lain, dan karena mereka telah memberi nafkah sebagian dari harta mereka,” (QS. An-Nisa’: 34)

SUDAH sejak lama beredar pemahaman di kalangan aktivis Islam bahwa ketika sudah menikah, maka semua bentuk pekerjaan rumah tangga merupakan kewajiban suaminya. Apa maksudnya ya? Hmmm, kita semua tahu, suami wajib mencari nafkah. Nafkah adalah segala yang dibutuhkan oleh seorang manusia, baik bersifat materi maupun bersifat ruhani. Dari segi materi, umumnya nafkah itu terdiri dari makanan, pakaian dan tempat tinggal. Maka seorang isteri berhak untuk mendapatkan nafkah itu dengan tanpa harus ada kewajiban untuk mengolah, mengelola atau mengurusnya.

Jadi sederhananya, posisi isteri hanya tinggal buka mulut dan suami yang berkewajiban menyuapi makanan ke mulut isterinya. Tidak ada kewajiban isteri untuk belanja bahan mentah, memasak dan mengolah hingga menghidangkannya. Semua itu pada dasarnya kewajiban asasi seorang suami.

Seandainya suami tidak mampu melakukannya sendiri, tetap saja pada dasarnya tidak ada kewajiban bagi isteri untuk melaksanakannya. Bahkan kalau pun suami harus menyewa pembantu atau pelayan untuk mengurus makan dan urusan dapur.

Nafkah pada anak

Bahkan memberi nafkah kepada anak juga bukan kewajiban isteri. Suami itulah yang punya kewajiban untuk memberi nafkah kepada anak-anaknya. Termasuk memberinya air susu ibu, bukan kewajiban isteri tetapi kewajiban itu pada dasarnya ada pada suami. Kalau perlu, suami mengeluarkan upah kepada isterinya untuk menyusui anaknya sendiri.

Namun apa yang kita bahas di atas hanyalah kalau kita bicara tentang hak dan kewajiban antara suami isteri secara hitam dan putih. Tanpa melihat sisi-sisi lain seperti pertimbangan moral, etika dan hubungan sosial.

 Hubungan suami isteri tidak mungkin selamanya hanya didasarkan pada hubungan hukum hitam putih yang kaku. Tentu ada sisi-sisi lain sepeti aspek rasa cinta, saling memiliki, saling tolong, saling merelakan hak dan saling punya keinginan untuk membahagiakan pasangannya.

Karena cinta dan sayang pada suami

Sehingga seorang isteri yang pada dasarnya tidak punya kewajiban atas semua hal itu, dengan rela dan ikhlas melayani suaminya, belanja untuk suami, masak untuk suami, menghidangkan makan di meja makan untuk suami, bahkan menyuapi makan untuk suami kalau perlu. Semua dilakukannnya semata-mata karena cinta dan sayangnya kepada suami.

Dengan semua hal itu, tentunya isteri akan menerima pahala yang besar dari apa yang dikerjakannya. Karena dengan bantuannya itu, suami akan menjadi senang dan ridha kepadanya.

Maka pasangan itu akan memanen kebaikan dan pahala dari Allah SWT. Suami mendapat pahala karena sudah melaksanakan kewajiabnnya, yaitu memberi hartanya untuk nafkah isterinya. Isteri mendapat pahala karena membantu meringankan beban suami. Meski hukumnya tidak wajib.

Itulah hubungan cinta antara suami dan isteri, yang jauh melebihi sekadar hubungan hak dan kewajiban. Tentu saja ketika seorang isteri mengerjakan hal-hal yang pada dasarnya menjadi kewajiban suami, maka wajar bila suami mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang tulus.

Masih Adakah Suami yang Seperti Ini? Mengharukan

ISTRINYA bernama, Fauziah Muhamad ,38 tahun. Diserang penyakit asma sehingga menyebabkan kerusakan parah pada saraf otaknya.

Mungkin tidak semua lelaki yang bergelar suami di dunia ini sanggup melakukan pengorbanan yang dibuat oleh Abil.

Ketika dihubungi di Seremban,“saya akan selalu memegang amanah ini. Apa yang saya ucapkan sewaktu ijab kabul dulu, saya akan tunaikan sebaik mungkin,” kata Abil sang suami fauziah.

Diketahui, Pasangan Abil dan Fauziah menikah pada 13 Mei 2009 silam. Dua tahun usai pernikahan fauziah mulai terserang asma.

Abil mengisahkan, pada tanggal 22 Juni lalu, kira-kira jam 4.30 pagi, Fauziah mengalami asma yang sangat parah sehingga mengalami kesulitan bernafas. Dan ketika diantar menuju rumah sakit, istrinya sempat koma dan berhenti bernafas.

“Jantung istri saya sempat berhenti memompa oksigen ke otak lebih dari 30 menit, 93 persen otaknya sudah tak berfungsi,” ungkapnya.

“Dokter memberitahukan bahwa setelah tiga hari istri saya akan sedar, namun kenyataanya hingga hari kelima, dia masih belum sadar,” katanya.

Melihat kenyataan tersebut, Abil memutuskan untuk berhenti bekerja demi merawat istri tercinta.

“Usai hari kelima, istri saya masih belum sadar, dokter yang merawat menjalankan CT Scan dan memberitahu bahawa saraf otaknya mengalami kerusakan parah,” lanjut Abil.

Setelah dua bulan dirawat di rumah sakit, Fauziah kemudian dibawa pulang ke Seremban sementara keluarga Abil menetap di Kuala Lumpur.

Ketika ditanya mengapa tidak memilih tempat yang lebih dekat dengan keluarganya, Abil menjawab, “saya tidak mau merepotkan banyak orang untuk merawatnya.”

Tiga bulan pertama mengurus istri yang sakit parah seorang diri cukup memberi tekanan terhadap emosinya, namun setelah bergantung kepada Al-Quran, Abil akui mampu menanganinya dengan lebih tenang.

Bertahan hanya dengan uang tabungan selama kerja bertahun-tahun, sumbangan saudara dan tetangga dan bantuan Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) membuat dia berhati-hati dalam pengeluaran.

“Dia tidak bisa menelan atau mengunyah, jadi saya perlu memberi makanan dalam bentuk cair seperti bubur, bijirin dan susu,” lanjutnya.

Semenjak sakit, Berat badan Fauziah menyusutdari 70 kilogram kini hanya tinggal 30 kilogram.

Menurut Abil, ujian ini ia anggap sebagai ‘hadiah’ dari Allah. Karena tidak semua orang mendapat ujian seperti apa yang ia rasakan.

“Saya sangat berharap dia bisa sembuh namun takdir berkata lain,” katanya.

Subhanaallah, seorang suami yang begitu menjunjung kalimat akad ini membuktikan bahwa ia benar-benar menjaga (istri) yang Allah titipkan dengan begitu baik sampai. Semoga kesabaran suami ini menjadi pelajaran bagi kita.

Hey Suami, Jangan Bandingkan Istrimu dengan Sosok Perempuan Muda

HEY para suami, jangan pernah membandingkan istrimu dengan sesosok perempuan muda. Ini sangat tidak sangat tidak adil.

Kuku perempuan muda itu lentik terawat. Istrimu , ibu dari anak-anak kamu, tak mungkin meruncing-runcingkan kuku, karena itu menyulitkan saat menyikat kamar mandi agar lantai tak licin biar anak-anak tidak jatuh.

Membersihkan sudut-sudut bawah kompor, pojok pojok kulkas dan wastafel, agar rumah selalu bersih dan sehat.

Jangan bandingkan dada istrimu dengan dada perempuan muda yang indah tegak menantang dunia.
Tataplah anak-anakmu yang lincah berlarian, cerdas berbinar-binar, itu karena dada istrimu pernah bertahun mengalirkan ASI, nutrisi terbaik kepada mereka, jadi wajar lah yaa kalo dada istrimu ini rada-rada mengendur.

Perempuan muda itu wangi berparfum merek terkenal.

Sementara, punggung istrimu yang pegal karena menyetrika, pundaknya sakit karena menggendong ananda, tak cocok disemprot parfum mahal, lebih pas ditempelin koyo, minyak gosok cap kapak atau minyak tawon.

Bibir perempuan muda itu merekah, dengan warna lipstik yang serasi dengan blazer dan syal yang melilit leher putihnya.

Pasti istrimu pernah terbersit untuk mengoleksi aneka warna, tapi melirik harganya, dua ratus ribu untuk sebatang lipstik, otak dan hatinya pasti berhitung. Dua ratus ribu?

Hellloowww, kala dibelikan garam dapur atau bawang merah, dua ratus ribu itu bisa lhoo untuk stok lima belas bulan. Hiks. Begitulah.

Sering-seringlah menatap bola mata istrimu, maka kamu akan menemukan telaga kasih sayang yang tak pernah mengering dihantam zaman.

Sering-seringlah meninjau hati istrimu, hatinya satu, dan hanya di isi oleh cinta yang tumpah ruah pada keluarga yang tak pernah lapuk diterjang waktu

Ketika Nafkah Dari Suami Sudah Tidak Lagi Mencukupi

Memberi Nafkah adalah kewajiban seorang suami terhadap keluarganya. Dengan adanya nafkah tsb maka kebutuhan keluarga baik makanan , pakaian serta keperluan yg lain diharapkan akan terpenuhi.

Namun bagaimana bila kemampuan suami dalam memberikan nafkah itu minim sehingga sudah tak mencukupi lagi untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan keluarga tersebut?

Bagaimana seorang istri menyikapi permasalahan tersebut dan bagaimana pula solusi alternatifnya?

A. Pengertian Nafkah

1. Secara Bahasa
Nafkah atau an-Nafaqah diambil dari dari kata Al-Infaq, yang artinya Pengeluaran. Dan kata al-infaq tidak dipergunakan kecuali untuk hal-hal kebaikan (Kitab Al Fiqhul Muyassar :1/337).

2. Secara Istilah
Nafkah adalah memberikan kecukupan kpd orang yang menjadi tanggungannya dengan cara ma’ruf berupa quut (makanan pokok), pakaian , & tempat tinggal dan turunan -turunan dari tiga hal tersebut. (Kitab Al-Fiqhul Muyassar :1/337)

B. Memberi Nafkah Kewajiban Suami
Seluruh ulama sepakat bahwa memberikan nafkah kepada keluarga, adalah kewajiban utama seorang suami berdasarkan beberapa dalil berikut:

1. Allah Ta’ala berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“… dan kewajiban suami memberi makan dan pakaian kepada istri – istrinya dengan cara ma’ruf …” (QS. Al-Baqarah : 233)

2. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Wajib bagi kalian ( para suami ) memberikan rizki (makanan) dan pakaian dengan ma’ruf kpd mereka (para istri).” (HR. Muslim)

3. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Dan mereka (para istri) memiliki hak untuk diberi rizqi (makanan dan pakaian), yang diwajibkan atas kamu sekalian (wahai para suami).’’ (HR. Muslim)

4. Mu’awiyah Al-Qusyairi berkata: “Yaa Rasulullah, apa saja hak istri yng wajib kami tunaikan?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Kamu beri dia makan bila engkau makan, dan kamu kasih dia pakaian bila engkau juga berpakaian …” (HR. Abu Daud)

C. Nafkah Keluarga, Pahala Terbesar
Diantara 4 jenis dinar yang diinfaqkan, maka yang paling utama , adalah dinar yang untuk menafkahi keluarga. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Allah Ta’ala berfirman:

“Dinar yang kau infakkan di jalan Allah, dinar yg kau infakkan untuk membebas kan budak, dinar yg kau sedekahkan kepada orang miskin dn dinar yg kau nafkahkan kpd keluargamu, maka pahala yg paling besar ialah dinar yg engkau nafkahkan untuk keluargamu.” (HR. Ibnu Majah dan Ahmad)

D. Memberi Nafkah Sesuai Kemampuan
1. Allah Ta’ala berfirman:

وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا
“… dan kewajiban suami memberi makan dan pakaian kepada para istri dgn cara ma’ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya ….” (QS. Al-Baqarah : 233)

2. Allah Ta’ala berfirman:

لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ فَلْيُنفِقْ مِمَّا آتَاهُ اللَّهُ
“Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yg sedang disempitkan rizkinya, hendak lah memberi nafkah dari apa yang Allah karuniakan kepadanya …” (QS. Ath-Thalaq : 7)

Berdasarkan dua ayat di atas maka besar-kecilnya nafkah tergantung kepada kemampuan suaminya. Ketika rezekinya sedang dilapangkan Allah, suami tidak boleh bakhil terhadap istrinya.

Ia wajib kasih nafkah lebih, sesuai kelebihan rizqinya. Dan ketika sedang dalam kesempitan, iapun memberi nafkah sesuai dengan kesempitannya.

Oleh sebab itu seorang istri harus pintar mengatur nafkah suami dn tidak memaksakan diri menuntut nafkah yang di luar kesanggupan suaminya ketika suami sedang dalam kesempitan rezeki.

E. Lalai Memberi Nafkah Adalah Dosa
Karena memberi nafkah adalah kewajiban seorang suami maka jika suami dengan sengaja melalaikan nya maka dikatakan ia telah berdosa.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda: “Seseorang dipandang berdosa tatkala dia menyia-nyiakan orang yang jadi tanggungannya.” (HR. Abu Daud, Ibnu Hibban)

Oleh sebab itu agar terlepas dari dosa suami harus memberikan nafkah itu menurut kemampuan pada saat itu dan istripun wajib memahami kemampuan suaminya yang sedang dalam kesempitan rezeki.

F. Menyikapi Kesempitan Rezeki Suami
Ketika suami sedang mengalami kesempitan rejeki hingga nafkah yg diberikan sudah tidak mencukupi, maka seorang istri yg baik tidak akan memojokkan suaminya namun perlu menyikapinya dengan:

1. Tetap Mensyukuri
Ia yakin bahwa dengan tetap mensyukuri atas apa yang suami berikan meskipun cukup minim, maka Allah pasti akan menambah nikmat itu kepadanya.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Dan (ingatlah) tatkala Tuhanmu memaklumkan: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur , niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu …’.” (QS. Ibrahim : 7)

2. Tetap Bersabar
Ketika suami sedang dalam kesempitan rezeki dan istri menyikapinya dengan penuh sabar maka Allah memberi predikat kepadanya sebagai orang yang benar imannya dan bertaqwa.

Allah Ta’ala berfirman: “Dan orang-orang yg sabar dalam kesempitan , penderitaan dan dalam pepera ngan, mereka itulah orang-orang yg benar imannya dan mereka itulah orang -orang yg bertaqwa.” (QS. Al-Baqarah : 177)

3. Tidak Putus Asa
Sikap terpuji seorang istri saat ekonomi suaminya sedang dalam kesempitan yaitu tidak putus asa, ia harus tetap bersemangat menjadi pengatur rumah tangganya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَيْأَسُوا مِن رَّوْحِ اللَّهِ ۖ إِنَّهُ لَا يَيْأَسُ مِن رَّوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ
“… janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.” (QS. Yusuf : 87)

4. Tetap Qona’ah (Merasa Cukup)
Apapun keadaan suami sekarang ini ia tetap akan menerimanya dengan Qona’ah yg menjadikan hati tenang dan merasa cukup.

Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam bersabda:

“Sungguh sangat beruntung orang yg masuk Islam kemudian mendapatkan rezeki yg secukupnya dan Allah menganugerahkan padanya sifat qona’ah ats pemberian-Nya.” (HR. Ibnu Majah)

5. Banyak Berdoa
Ketika rezeki suami sedang dalam kesempitan, ia selalu berdoa untuk kelapangan rezeki suami-nya dengan kerendahan hati. Allah Ta’ala berfirman:

ادْعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً
“Berdoalah kepada Tuhan dengan merendahkan diri dann dengan suara hati yang lembut tersembunyi …” (QS. Al-A’raf : 55)

6. Membelanjakan Secara Hemat
Ketika nafkah suami sudah minim karena keadaan, maka istri harus bisa memebelanjakannya dengan hemat dgn cara mengurangi kebutuhan-kebutuhan sekundernya. Yang demikian itu supaya mendapat rahmat Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Semoga Allah merahmati seseorang yang mencari penghasilan secara baik, membelanjakan hartanya secara hemat, dan bisa menyisihkan tabungan sbg persediaan di saat kekurangan dan kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

G. Solusi Alternatif
Apabila seorang suami memang sudah tidak dapat mencari penghasilan tambahan lagi dari sektor lain sedang kebutuhan keluarga meskipn sudah dibuat sesederhana mungkin namun tetap saja tak cukup.

Maka istri bisa mengusulkan dirinya kepada suami, agar diperbolehkan bekerja membantu suami yang sedang sempit rizqinya.

Dan bila suami mengijinkn hendaklah memilih pekerjaan yang sesuai fitrahnya sebagai muslimah, akan lebih bagus jika pekerjaan itu dilakukan di dalam rumahnya.

Upaya ini adalah ikhtiar untuk mengubah keadaan ke arah lebih baik sebagaimana Allah perintahkan dalam firman-Nya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
“… sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum, hingga mereka mau mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri …” (QS. Ar-Ra’du :11)

H. Penutup
Demikianlah bahasan mengenai nafkah suami dari perspektif syariah. Sungguh terpuji seorang istri yg mampu menyikapi kesempitan rezeki suaminya itu dengan tetap bersyukur, tetap sabar, tetap qona’ah, bisa berhemat, selalu berdoa dan ikut memberikan solusi alternatif membantu suaminya mengubah keadaan.

Itulah kemuliaan seorang istri, dan Surga adalah tempat yang layak baginya. Semoga bermanfaat, amin