Gabungan Ormas dan FKUB Babel Gelar Aksi Kecam Terorisme

Aksi damai mengecam teror bom di Surabaya dilakukan sejumlah ormas dan FKUB di di Alun Alun Taman Merdeka (ATM) Pangkalpinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rabu (16/5/2018).

aksi kecam teror yang dilakukan sejumlah ormas dan FKUB di Taman Merdeka Pangkalpinang Rabu (16/5/2018). (Bangkapos/Deddy Marjaya)

Ormas yang terlibat aksi antara lain PPM, FKPPI, KBPP Polri , Permahi, Pemuda Katolik dan lainnya sementara dari FKUB yang hadir dari tokoh Islam, katolik, protestan, Hindu dan Budha.

Aksi ini sendiri digagas gabungan Ormas Pemuda Panca Marga, Keluarga Besar Putra Putri (KBPP) Polri dan FKPPI Babel dan disambut antusias ormas dan OKP lainnya.

“Kita kecam aksi teror yang dilakukan disejumlah daerah di Indonesia kami bersama polri dan TNI siap menjaga NKRI,” kata Rikky Permana koordinator aksi.(*)

Di Riyadh, Raja Salman Terima Kunjungan Kardinal Vatikan, Bahas Terorisme dan Ekstremisme

PEMIMPIN Arab Saudi Raja Salman menerima Ketua Dewan Kepausan untuk Dialog Lintas Agama Vatikan, Kardinal Jean-Louis Tauran, dan delegasi yang menyertainya, di kantor di istana Al-Yamamah, Riyadh hari Rabu kemarin (18/04/2018).

Selama pertemuan tersebut, keduanya menekankan peran penting pengikut agama dan budaya dalam meninggalkan kekerasan, ekstremisme, terorisme dan mencapai keamanan dan stabilitas di seluruh dunia.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Pangeran Abdulaziz bin Saud, Menteri Dalam Negeri Saudi, Sekretaris Jenderal Liga Dunia Muslim Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, dan Menteri Luar Negeri Saudi Adel Al-Jubeir.

RELATED POSTS
Saudi Umumkan Sumbang Masjid Al-Aqsha 150 Juta Dollar

16 Apr 2018
Di KTT ke-29 Liga Arab, Raja Salman Kecam Iran dan Amerika Serikat

16 Apr 2018
Saudi Putar 30 Film Asal Belanda untuk Pertama Kalinya

12 Apr 2018
Tauran tiba pada hari Jumat pekan lalu dan hal itu menjadikan kunjungannya bersejarah ke kerajaan Saudi. Selama ini Saudi dikenal sebagia menjadi tuan rumah tempat-tempat suci umat Islam.

“Sangat penting untuk melihat bahwa Etidal (pusat kajian anti terorisme Saudi) memiliki misi dan visi. Pusat ini sangat bijak untuk menganalisis penyebab-penyebab ekstremisme. Sebagian besar waktu, ekstremisme diprovokasi oleh ketidakadilan,” ujar Kardinal Tauran.

“Saya pikir kita memiliki dua musuh: ekstremisme dan ketidaktahuan. Saya tidak percaya pada benturan peradaban melainkan dalam benturan ketidaktahuan. Seringkali orang bereaksi karena mereka tidak tahu siapa Anda atau siapa mereka,” lanjut Tauran, yang dipandang sebagai promotor dialog yang energik antara Gereja Katolik Roma dan Islam.

Menghina Allah, Wanita Ini Dilarang Masuk Inggris Seumur Hidup

Aktivis muda asal Kanada, Lauren Southern, dilarang masuk Inggris seumur hidup karena menyebarkan materi kampanye bersifat rasis, yakni menghina Allah. Aktivis kelompok sayap kanan ini menyebar pamflet rasis dengan tulisan “Allah is a gay God” dan “Allah is trans”.

Southern awalnya diselidiki di bawah Undang-Undang Terorisme. Namun, dia kini resmi dilarang memasuki Inggris seumur hidup per 12 Maret 2018.

Aksi aktivis 22 tahun itu direkam kamera saat membagikan pamflet rasis. Tindakannya berlangsung di Luton awal tahun ini.

Pihak Southern berdalih aksinya hanya “eksperimen sosial”. Namun, polisi Inggris bertindak cepat setelah mendapat banyak keluhan dari penduduk setempat.

Dalam sebuah video yang dikirim oleh Southern, polisi yang menontonnya mengatakan bahwa proyek “Allah is a gay God” dapat menyebabkan kekerasan. Polisi mengancam akan menangkap aktivis Kanada itu jika tidak menghentikan aksinya dengan tuduhan melanggar ketertiban umum.

Video kampanye rasis ini telah diunggah pihak Southern di YouTube.

Dia tidak ditangkap pada saat beraksi di Luton. Namun, dia dilarang memasuki Inggris per 13 Maret 2019. Dasar hukum larangan itu adalah Undang-Undang Terorisme.

Larangan itu tak membuatnya kapok. Dia merencanakan untuk bertemu dengan tokoh-tokoh sayap kanan lainnya, seperti Brittany Pettibone asal Amerika Serikat dan pendiri Generation Identity dari Austria, Martin Sellner, yang juga ditolak masuk ke Inggris.

Mereka bertiga kini berencana menuntut Inggris atas penolakan tersebut. Dalam sebuah video yang diposting ke YouTube pada tanggal 17 Maret, Sellner mengumumkan kepada dunia soal rencana mereka menuntut pemerintah Inggris.

“Mengapa hak-hak Muslim untuk menjadi homophobic mengalahkan hak-hak orang gay untuk memiliki ekspresi diri mereka?, tanya Southhern yang berbicara di YouTube.

Dia lantas menyampaikan pesan untuk pemerintah Kerajaan Inggris.”Negara ini perlu memiliki percakapan tentang hal ini sebelum mereka tidak lagi dapat melakukan percakapan sama sekali,” katanya, yang dikutip dari Russia Today, Selasa (27/3/2018).

INI VIDEONYA : https://www.facebook.com/deninajakpar/videos/1663180513767438/

Sumber: sindonews.com

Ditanya Soal Grasi untuk Abu Bakar Ba’asyir, Jawaban Presiden Jokowi…..

Presiden Joko Widodo mengaku telah menyetujui permintaan dari para ulama soal pengobatan dana perawatan dari terpidana terorisme, Ustaz Abu Bakar Baasyir.

“Ini kan sisi kemanusiaan kita semua. Kalau ada yang sakit, tentu saja kepedulian kita untuk membawa ke rumah sakit untuk disembuhkan,” kata Pak Jokowi usai melantik Irjen Pol Heru Winarko sebagai Kepala BNN yang baru di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/3).

Saat disinggung soal grasi untuk Abu Bakar Baasyir, seperti harapan dari Ketua MUI KH Ma’ruf Amin, Jokowi tampak tak terkejut.

“Ya, namun sampai saat ini belum ada surat yang masuk kepada saya (soal grasi),” singkat suami Iriana itu.

Sebelumnya dikabarkan tim medis Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Gunung Sindur dan konsulen dokter Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) mendiagnosis Baasyir menderita kelainan pembuluh darah berkelanjutan (chronic venous insufiensci).

Baasyir pun diizinkan dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

“Permohonan izin berobat disetujui oleh Dirjenpas,” kata Kepala Subbagian Humas Ditjen Pemasyarakatan Ade Kusmanto dilansir Jawa Pos, Rabu (28/2).

Ade menambahkan, pemberian izin berobat di luar lapas itu sudah sesuai ketentuan dan prosedur yang berlaku.

Sebelumnya, tim pengacara Baasyir mengajukan permohonan kepada otoritas Lapas Gunung Sindur.

Atas rekomendasi dokter lapas, permohonan diteruskan ke Kepala Kakanwil (Kakanwil) Kemenkum HAM Jawa Barat.

“Selanjutnya ke Dirjenpas,” terang Ade.

Namun, Ade menyebut perawatan ke RSCM bakal dikoordinasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dan Densus 88 Antiteror.

Setelah itu, baru bisa dipastikan kapan agenda berobat diketahui.

“Ustaz Baasyir saat ini masih di dalam lapas. Setelah koordinasi dengan BNPT dan densus baru akan dibawa ke RSCM,” imbuh Ade.

Sementara itu, Kalapas Gunung Sindur David H. Gultom mengatakan, salah satu pertimbangan pemberian izin rujukan itu adalah karena fasilitas kesehatan di lingkungan lapas kurang lengkap.

Menurut dia, tim medis lapas tidak bisa berbuat banyak atas kondisi penyakit Baasyir.

“Karena itu, dirujuk ke RSU di luar lapas yang memiliki fasilitas lebih lengkap dan memadai,” kata David.

Editor: Muhammad Iqbal
Sumber: JPNN

Sekjen MUI Apresiasi Polri Soal Tak Kaitkan Kriminal dengan Agama

Sekjen MUI Anwar Abbas mengapresiasi pernyataan Wakapolri Komjen Syafruddin yang mengingatkan anggotanya untuk tidak mengaitkan tindakan kriminal dengan Islam. Menurutnya, tindakan kriminal berhubungan dengan pelaku, bukan agama.

“Pernyataan ini benar-benar menyejukkan dan melegakan karena selama ini bila ada orang yang melakukan hate speech dan menyebarkan berita hoax, radikalisme, dan terorisme, kita-kita yang beragama Islam dan tidak melakukan itu dan bahkan membenci itu menjadi terbawa-bawa dan umat Islam benar-benar merasa dirugikan,” ujar Anwar dalam pernyataan yang diterima detikcom, Jumat (9/3/2018).

Anwar mengatakan, akibat hal itu, sebagian besar umat Islam kesal ataupun curiga terhadap penanganan masalah yang dilakukan polisi dan penegak hukum.

“Bahkan ada yang sampai kepada kesimpulan bahwa pihak kepolisian tidak fair, tebang pilih, dan diskriminatif karena yang mereka bidik hanya orang Islam, padahal mungkin sejatinya pihak kepolisian sudah bekerja keras dan profesional dalam menangani kasus yang dihadapinya,” jelas Anwar.

Selain itu, Anwar mengajak masyarakat mendukung kinerja polisi apabila menindak pihak yang melanggar hukum. Serta mengimbau agar tidak mengaitkan hal tersebut dengan agama, suku, ataupun ras.

“Untuk itu, umat Islam benar-benar berharap agar pihak kepolisian lebih fokus kepada para pelaku dan tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh si pelakunya tanpa mengait-ngaitkannya dengan agama dari si pelaku dan juga dengan suku dan rasnya,” kata Anwar.

Sumber : detik