Gara-gara ISIS, Parasit Pemakan Daging Menyebar di Timur Tengah

Parasit pemakan daging manusia yang semula muncul di Suriah kini menyebar di sejumlah negara di Timur Tengah. Tim medis Kurdi menyatakan, parasit ini muncul karena kelompok ISIS membuat mayat manusia di jalan-jalan tanpa dikubur.

Di dunia medis, parasit berbahaya ini dikenal sebagai Leishmaniasis. Penyakit ini disebarkan oleh gigitan lalat pasir.

Penyakit tersebut sering terdeteksi di wajah dan sulit diobati. Menurut peta yang dirilis tim medis di Timur Tengah, parasit ini selain menyebar di Suriah juga sudah merambah ke Yordania, Irak, Libanon dan Turki.

Semula parasit Leishmaniasis hanya muncul di wilayah yang diduduki ISIS seperti di Raqqa, Deir ez-Zour dan Hasakeh. Kelompok Bulan Sabit Merah Kurdi menyalahkan kelompok Islamic State (ISIS) atas munculnya penyakit tersebut.

Di Turki, ada laporan sejumlah kasus parasit Leishmaniasis menjangkiti para pengungsi Nizip, Turki selatan.

Dr Waleed Al-Salem, penulis dan peneliti di Liverpoll School of Tropical Medicine, berbicara kepada MailOnline, tentang penyebaran parasit Leishmaniasis.

”Ini situasi yang sangat buruk. Penyakit ini (tak hanya) telah menyebar secara dramatis di Suriah, tetapi juga ke negara-negara (tetangga) seperti Irak, Libanon, Turki dan bahkan ke Eropa selatan dengan pengungsi yang datang,” katanya yang dilansir Minggu (29/5/2016).

”Ada ribuan kasus di wilayah ini tetapi masih dipandang sebelah mata karena tidak ada yang bisa menghitung jumlah pasti orang yang terkena dampak,” ujarnya.

”Ketika orang digigit oleh lalat pasir—yang kecil dan lebih kecil dari nyamuk—dapat mengambil apa-apa antara dua sampai enam bulan untuk menjadi infeksi,” imbuh dia.

”Jadi seseorang mungkin telah mengangkatnya di Suriah, tapi kemudian mereka mungkin telah melarikan diri ke Libanon atau Turki, atau bahkan ke Eropa karena mereka berlindung.”

Peter Hotez, dekan National School of Tropical Medicine, menambahkan: “Kami perlu untuk membunyikan ‘pagar’ mereka atau risiko lain seperti Ebola yang keluar dari zona konflik di Afrika Barat pada tahun 2014,”

“Kami hanya mendapatkan sekilas situasi dari pengungsi yang melarikan diri dari zona konflik dan akan (menghuni) kamp di Yordania, Libanon, dan Turki,” katanya.

Sumber: sindonews.com

Anak Ini BAB Darah Sepulang Dari Kolam Renang, Penyebabnya Bikin Merinding, Jangan Sampai Anakmu Juga Seperti Ini

Berenang memang menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan, terutama bagi anak-anak. Ya, apalagi kini sudah banyak kolam renang yang disediakan di beberapa waterpark. Selain itu, ada juga wahan lain seperti perosotan hingga ember tumpah.

Meski untuk mengunjungi waterpark dibanderol dengan harga yang lumayan, tak membuat para pengunjung mengurungkan niat untuk datang. Biasanya waterpark selalu menjadi tujuan rekreasi para keluarga karena bisa dinikmati ramai-ramai.

Namun ternyata baru-baru ini muncul kisah memilukan dari seorang pengguna media sosial. Seorang Ibu bernama Ira Tarina Ochan menuturkan pengalamannya usai berenang di kolam renang yang membuat warganet turut prihatin.

Kemungkinan besar penyakit yang diderita oleh anak Ira Tarina Ochan berawalnya dari kolam renang. Ira Tarina Ochan sebelumnya mengajak sang buah hati ke kolam renang. Wanita ini awalnya cuma berpikir ingin untuk menyenangkan buah hatinya sebab ketika itu sedang hari libur juga.

Namun keceriaan pergi berenang itu tak disangka berubah jadi malapetaka. Sehabis dari kolam renang, langsung saja anak Ira Tarina Ochan buang air besar dengan disertai darah. Ira Tarina Ochan tak ingin sampai anak lain juga mengalami hal yang serupa sehingga membagikan kisahnya tersebut. Berikut unggahannya, Senin (19/2).

“Peringatan buat para orang tua, harus lebih waspada saat mengajak buah hati kekolam renang. ini terjadi pd buah hatiku…..

Niat hati ingin nyenengin si buah hati, menuruti keinginannya untuk pergi berenang… pas bgt hr libur km pun sekeluarga berangkat kekolam renang ga jauh dr tempat sy tinggal. tanpa disangka2 kebahagian itu berubah jd mala petaka buat buah hatiku, ibarat nasi sudah menjadi bubur hanya selang beberapa jam saja setelah pulang dr berenang,anaku langsung BAB yg disertai dengan keluarnya darah segar. kami pun langsung bawa ke klinik terdekat selang 3 hari ga ada perubahan,tanpa pikir panjang sy langsung bawa ke dokter spesialis anak, di RS dekat rumah. dokter bilang ada luka di anusnya, tp sy ragu karena sy liat anus nya baik2 sj ga ada yg luka,hanya sedikit memerah mungkin karena sering buang2 air besar.selang 1 minggu setelah ke dokter anak masih tetap ga ada perubahan BAB nya msh mengeluarkan darah segar dan itu pun ga sedikit, sangat banyak,terlihat di pampers nya… disitu sy langsung lemas air mata pun bercucuran, hati ibu mana yg ga sedih meliat buah hatinya mengeluarkan darah segar dr anus nya. dan itu terjadi 1 minggu lebih ga ada perubahan.sempat terlintas dipikiranku pikiran negatif tentang buah hatiku,penyakit apa yg diderita anaku??

Sy dan suami pun langsung ambil tindakan membawa anak kami ke RS.Hermina Grand wisata, sesampainya si RS. sy ceritakan kronologis nya dr awal sampai akhir. dan dokter pun langsung mengambil keputusan bahwa anak sy harus dirawat, susterpun mengambil sampel darah,dan ee nya buat di bawa ke ruang laboratorium, untuk mengetahui penyakit nya apa.ke esokan harinya dokter pun menjelaskan hasil dr lab nya, ya Allah betapa kaget nya sy dan suami sy disaat dokter memberitahukan bahwa anak sy terkena virus Amoeba dan bakterinya dah ngegrogotin usus nya menjadi luka, sy sempet bertanya virus amoeba itu apa dok? dan penyebabnya dr mana ?dan dokter pun menjelaskan bisa dr air kolam renang yg tertelan.di situ sy langsung lemas,,,”

kabarmakkah.com